
Sonya terkesiap, sambil meraba-raba sandaran sofa, dan menjatuhkan tubuhnya yang tiba-tiba melemas ke sofa, setengah duduk, dan setengan bersandar. Perutnya terasa mulas dan jantungnya berdegup kencang.
Sonya berusaha mengeluarkan suaranya, yang tadi tertahan di tenggorokannya, "Ap... Apa yang kamu lakukan pada mereka Karina?!!!" raung Sonya.
Karina mengganti kamera depan lagi, "Apa yang aku lakukan? Hahaha... Kau masih bertanya apa yang aku lakukan? Tentu saja aku akan membuat kalian semua membayar atas apa yang sudah kalian lakukan pada keluargaku!!! Aku akan membuat kalian merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kalian sayangi!!"
Air mata Sonya mengalir deras ke pipinya, tangannya yang memegang handphone bergetar hebat, "Rin... Jangan Rin... Mereka masih kecil.... Mereka tidak tahu apa-apa..."
"Hah!! Bisa kau berpikiran mereka tidak tahu apa-apa!! Asal kau tahu... Orang tuaku juga tidak tahu apa-apa!! Tapi Hardhan dan suamimu itu menghancurkan semua milik orang tuaku!! Mempailitkannya dalam satu hari!! Dan akhirnya membuat mereka stress dan bunuh diri!! Orang tuaku itu tidak tahu apa-apa tentang perbuatanku!!!!" raung Karina.
"Dan kau lihat sekarang... Anak-anakmu yang akan membayar kesalahan kalian!!" lanjut Karina.
"Jangan!!!" pekik Sonya histeris, "Lepaskan mereka Rin... Biar aku saja... Aku saja yang menggantikannya yaa..." bujuk Sonya.
"Kau dan Kei... Aku beri kalian berdua waktu lima belas menit dari sekarang untuk keluar rumah... Orangku akan menuju ke tempat kalian kalau kalian sudah keluar dari pagar... Dan jangan beritahu siapapun termasuk pihak berwajib... Ingat nyawa anak kalian ada di tanganku!!" ancam Karina.
"Aku saja cukup kan? Kenapa Kei harus ikut juga? Aku saja yaa Rin..."
"Kau dan Kei lima belas menit lagi tunggu di depan pagar!!! Dan tinggalkan semua gadget kalian!!" tegas Karina lalu mematikan handphonenya.
Tuhan... Anak-anakku... Apa yang harus aku lakukan? Kenapa Alex bisa tidak tahu anak-anak di culik? Kemana pengawal sebanyak itu?
Sonya langsung menelepon Kei, tapi Kei tidak mengangkatnya, lalu Sonya mencoba menghubunginya lagi, dan kali ini Kei mengangkatnya.
"Kenapa sayang? Kau masih tidak enak badan? Mau aku buatkan Soupe a l’oignon?" tanya Kei.
"Kei dengarkan aku... Jangan teriak dan jangan pancing kecurigaan orang rumahmu terutama Upin dan Ipin!" seru Sonya.
"Nyaaa Kamu apa-apaan sih? Kenapa suaramu seperti orang ketakutan begitu?"
"Karina menculik anak-anak kita Kei... Barusan..."
"Apa?!! Anak-anak kenapa?!!" potong Kei dengan nada berteriak.
"Ssttt... Sudah aku bilang jangan menarik perhatian orang rumahmu!! Nyawa anak-anak kita terancam Kei... Kamu ke rumahku sekarang yaa... Waktu kita tidak banyak... Lewat pintu penghubung biar Upin Ipin tidak mengikutimu..."
"Iya... Aku kerumahmu sekarang..."
Sonya duduk dengan tidak tenang, tanpa sadar ia memainkan kuku jarinya hingga berdarah,
__ADS_1
Semua gara-gara dendam masa lalumu dan Hardhan Lex!! Semua gara-gara ulah kalian juga!! Aku tidak akan pernah memaafkanmu kalau sampai terjadi sesuatu dengan anak-anakku!! rutuk Sonya dalam hati.
Tidak lama kemudian Kei sampai dan duduk di sebelahnya.
"Nyaa... Kamu becanda kan Nyaa? Kamu tidak serius kan?" desak Kei sambil menitikkan air mata.
"Apa aku terlihat becanda Kei?" desah Sonya lirih.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kamu telepon Alex yaa... Aku telepon Hardhan..."
Sonya menahan tangan Kei "Jangan Kei.... Karina melarang kita memberitahu siapapun... Tinggalkan handphonemu di sini... Kita harus segera ke depan pagar rumahku... Waktunya tinggal lima menit lagi..."
"Untung kamu memakai jam tanganmu... Tekan tombol darurat sesampainya kita ke tempat anak-anak di tahan nanti yaa..."
Kei mengangguk, lalu menghapus air matanya, "Kita jalan sekarang Nyaaa... Aku khawatir sekali sama anak-anak..."
Mereka langsung melangkah ke luar pagar sambil berbincang-bincang dan tertawa, mencegah kecurigaan dari para pengawal Alex yang sedang berjaga-jaga di sekitar rumah.
"Pak Min... Buka pagarnya... Kei mau melihat tanamanku yang di luar itu..." seru Sonya ke securitynya.
"Baik Non..." sahut pak Min tanpa curiga dan langsung menekan tombolnya dan pagar terbuka secara otomatis.
Kei dan Sonya berpura-pura berdiri sambil melihat tanaman Sonya, berbicara apapun mengenai tanaman itu sampai sebuah mobil berhenti di dekatnya, dan tanpa pikir panjang lagi Sonya dan Kei langsung menaiki mobil itu.
"Kalian cepat hubungi Tuan Alex!!" seru pak Min ke pengawal Alex.
**********
Sementara Alex yang sedang panik dan emosi sejak menerima kabar dari anak buahnya tentang penculikan anaknya dan anak Hardhan, semakin dilanda kepanikan karena Sonya tidak mengangkat teleponnya.
Dan ketika Alex ingin menelepon Sonya lagi, ada panggilan masuk dari pengawal rumahnya, dan jantung Alex kembali berdegup kencang.
"Ada apa?!!!" tanyanya dengan tidak sabar.
"Tuan... Nona Sonya dan Nona Kei terburu-buru menaiki mobil asing tadi... Kami sudah mencatat nomor plat mobilnya Tuan... Dan sudah saya chat ke Tuan nomornya..." lapor pengawalnya itu,
"Kenapa kalian membiarkan mereka berdua keluar rumah?!!!" raung Alex.
"Tadi Nona Sonya bilang hanya melihat tanaman depan rumah saja..."
__ADS_1
"Siapkan semua pengawal, dan tunggu kabar dari saya untuk bergerak!!" seru Alex lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Aarggghhh... Sial!!! Berengsek kau Karina!!!" teriak Alex sambil menggeprak meja kerjanya, dan menjatuhkan semua isi di atas mejanya dengan sapuan lengannya, hingga membuat suara gaduh ketika barang-barang itu bersentuhan dengan lantai.
Hormon adrenalin dalam dirinya memacu Alex untuk segera bertindak, dan melacak keberadaan Anak dan istrinya.
Alex mencari lokasi handphone Sonya, tapi ternyata Sonya tidak membawanya, karena lokasi handphonenya ada di rumahnya.
Dan apa yang terjadi dengan anak-anak sampai mereka tidak menekan tombol di gelang mereka?
Terdengar ketukan pintu, dan Alex menatap tajam pintu itu, "Masuk!!" teriaknya.
Grizelle sekretarisnya masuk dengan wajah yang tertekuk, "Lex... Ryo juga di culik..." katanya dengan nada sedih
Alex mengerutkan keningnya, "Dengan orang yang sama yang menculik anakku dan anak Hardhan?"
Grizelle mengangkat bahunya, "Aku tidak tahu Lex, aku cek CCTV di area terakhir Ryo berada tadi malam, dan ada yang memaksanya masuk ke dalam mobil..."
"El... Coba kau cek siapa orang bayaran yang disewa Karina... Dan cari tahu juga siapa ketuanya... Besar kemungkiman Karina juga yang sudah menculiknya, karena Ryo yang membocorkan rahasia Monsieur Damien, sugar daddy Karina... Aku akan menginterogasi salah satu anak buahnya yang tertangkap tadi..."
Untuk readers tercinta... Terima kasih yaa atas dukungannya selama ini untuk novel Terpaksa Menikah Lagi... Dan sudah setia menunggu bab demi bab dari season satu sampai season dua ini...
Terima kasih juga untuk like, comment dan votenya... Maaf Author tidak dapat membalas komen kalian satu-persatu... Tapi Author selalu baca kok komen-komen kalian...
Nah sebagai apresiasi dari Author untuk readers setia novel Terpaksa Menikah Lagi... Author akan mengadakan Give Away nih untuk enam readers dengan jumlah vote tertinggi...
Untuk jumlah votenya sendiri akan dimulai dari periode vote baru yaa, tanggal 26 Oktober jam 00.00 sampai TML2 ini end, tanggal 8 November jam 23.00. Nah banyak waktu kan buat ngumpulin poin dan vote...😁
Give Awaynya berupa ;
Paket data/Gopay/Ovo Rp. 300.000,- No.1
Paket data/Gopay/Ovo Rp. 200.000,- No.2
Paket data/Gopay/Ovo Rp. 100.000,- No.3
Dan paket data/Gopay/Ovo Rp. 50.000,- untuk nomor 4-6...
Untuk pemenang akan di umumkan di group chat Author dan Instagram si_nicegirl pada keesokan harinya... Dan Author akan follback akun MT/NT dan akun instagram 6 readers dengan vote tertinggi itu...😊
__ADS_1
Di tunggu partisipasinya yaa...
Terima kasih... 🥰