Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Mau Tahu Alasannya?


__ADS_3

Galang menghempaskan Kei ke atas tempat tidur, dan dengan sigap Kei berguling ke sisi tempat tidur satunya lagi, kemudian langsung turun.


“Lang... Pikir baik-baik dulu Lang sebelum kamu melakukan hal yang akan kamu sesali nantinya... Hardhan tidak akan pernah melepaskanmu dan keluargamu kalau sampai kamu menyakitiku!” bujuk Kei.


“Aku tidak pedulikan apapun lagi sekarang... Dipikiranku saat ini hanya kamu... Kamu... Dan kamu!! Memangnya untuk apa aku membuang banyak waktuku untuk menghubungi musuh bebuyutan suamimu itu Mr. Marcus dan Karina, kalau bukan untuk kepentingan diriku sendiri juga... Kalau Hardhan mati... Cepat atau lambat kau akan menjadi milikku lagi...” sahut Galang santai.


“Kamu salah besar Lang kalau kamu pikir aku akan kembali lagi padamu kalau terjadi sesuatu dengan Hardhan... Justru aku akan sangat membencimu karena sudah mencelakai suami dan anak-anakku!!” seru Kei dengan nada dingin.


“Kei... Aku sudah membuat perjanjian dengan Karina... Kalau dia akan membiarkan aku membawamu dan juga anak-anakmu dalam keadaan hidup. Karina juga sudah berjanji tidak akan mencelakai dan menyakiti kalian...”


“Dan kamu percaya dengan omongan wanita ular itu Lang? Kamu tidak melihat pipiku yang memar ini?!! Apa ini yang kamu bilang dia sudah janji tidak akan menyakitiku?!!!” geram Kei sambil menunjuk pipinya tempat tangan Karina mendarat tadi.


Sesaat Galang terdiam, dan Kei tidak menyia-nyiakan kebimbangan Galang itu, “Wanita itu licik Lang... Tadi dengan tegas dia mengatakan akan membunuh kami semua!! Supaya apa? Supaya Hardhan dan Alex merasakan kesedihan yang pernah Karina rasakan akibat kematian orang tuanya...”


“Itu makanya dia menculik kami setelah mengecoh Hardhan dan Alex dengan masalah perusahaannya di Paris!! Supaya mereka berdua tidak dapat menyelamatkan kami!! Dan tujuan Karina tercapai kami mati sedang Hardhan dan Alex hanya dapat melihat dari kejauhan..., dari benua lain! Untungnya Hardhan melarang Alex untuk ikut... Dan seperti katamu tadi... Alex sudah dalam perjalanan kesini kan?” lanjut Kei masih terus membujuk Galang.


Galang tertawa sinis, “Cih, memangnya Alex bisa bawa anak buah berapa banyak? Kami sudah memperhitungkan jumlah anak buah Hardhan plus Damanik kalau digabung pun masih kalah banyak saat ini dengan anak buah Mr. Marcus dan orang bayaran yang disewa Monnsieur Damian... Kalau kami tidak seyakin itu... Saat ini kami pasti sudah memindahkan kalian ke tempat baru saat aku tahu Alex sedang bergerak kesini!”


Wajah Kei langsung memucat, bagaimana kalau ternyata jumlah anak buah yang Alex bawa memang tidak sebanding dengan anak buahnya Karina? Membayangkan keselamatan anak-anaknya dan juga keponakannya membuat perut Kei terasa mulas, dan jantungnya berdetak hebat.

__ADS_1


Dengan langkah pelan Galang menghampiri Kei, “Stop!! Jangan mendekat!! Atau aku akan menggigit lidahku sampai mati!!” ancam Kei.


Galang langsung menghentikan langkahnya, ia langsung menatap penuh wajah Kei yang memucat, “Kei... Pikirkan baik-baik tawaranku ini... Ikut denganku sekarang keluar dari tempat ini dengan aman... Bersama dengan anak-anakmu... Aku akan dengan senang hati menerima mereka, dan akan menganggap mereka anak kandungku sendiri... Karena sebagian diri mereka ada darahmu sayang...” bujuk Galang.


“Lang... Kenapa kamu jadi terobsesi denganku?!! Kamu jadi sakit jiwa seperti itu sih?!! Kamu membuang anak kandungmu sendiri demi mendapatkan anak orang lain?!! Kamu benar-benar sudah gila yaa?!”


“Aku tidak tahu dia anak kandungku atau bukan!!!! Aku lebih baik menerima anakmu!! Anak dari wanita yang aku cintai!!!” teriak Galang, dan melihat Kei yang memekik kaget karena teriakannya, Galang kembali memelankan suaranya.


“Kei... Sayang... Ikut denganku yaa... Karina akan benar-benar membunuhmu dan juga anak-anakmu kalau kamu tidak bersedia ikut denganku...” bujuk Galang lagi.


“Jadi kamu sudah tahu kalau Karina memang berniat membunuh kami? Dan kamu tetap ikut dalam rencana jahat Karina bersama sugar daddynya itu? Benar seperti itu Lang?” tanya Kei pelan, harapan hidupnya dan juga anak-anaknya semakin menipis. Dan tentu saja Kei tidak akan pernah mau ikut dengan Galang.


Galang terdiam lama sebelum akhirnya mengangguk.


“Kamu harus lebih mengutamakan keselamatanmu dan anak-anakmu Kei... Peduli setan dengan yang lain!!” geram Galang.


“Kamu tidak tahu apa itu arti keluarga sesungguhnya Lang... Kamu bahkan sudah membuang keluargamu sendiri! Dan aku harus percaya kalau suatu saat nanti kamu tidak akan membuangku juga?! Kamu salah besar kalau kamu pikir aku akan dengan sukarela meninggalkan mereka hanya demi untuk menyelamatkan diriku dan anak-anakku!! Apa kamu pikir anak-anakku juga akan bersedia meninggalkan sepupu dan juga Onty Sonyanya?! Tidak... Sama denganku anak-anakku tidak akan bersedia... Kami sudah menanamkan kesetiaan dan kasih sayang dalam keluarga sejak mereka masih didalam buaian!!!” tegas Kei.


“Sebelum dengan Hardhan aku lah keluargamu Kei... Aku suamimu!! Dan kau mengingatkanku lagi tentang kehamilanmu itu!! Kenapa kau bisa hamil dengan Hardhan dalam waktu beberapa bulan saja dengannya?!! Sementara dua tahun kau bersamaku kau tidak hamil-hamil juga?!!” cecar Galang, wajahnya memerah khas Galang saat emosinya sedang memuncak.

__ADS_1


“Kamu mau tahu alasannya Galang? Karena Hardhan menerimaku apa adanya... Dia mencintaiku tanpa pamrih... Dia mengajariku bagaimana seharusnya dicintai dan mencintai seseorang... Dia membuatku nyaman berada di dekatnya... Hal yang tidak pernah kamu berikan padaku... Dan saat melakukannya, Hardhan melakukannya dengan lembut, dengan penuh perasaan... Bukan dengan penuh amarah yang selalu kamu lakukan saat kita sedang berhubungan... Sikap Hardhan seperti itulah yang membuatku bersedia menyerahkan tubuh dan hatiku secara utuh untuknya...” sahut Kei dengan menekankan tiap kata demi kata.


Dan Galang tergelak, benar-benar tergelak, membuat Kei mengerutkan keningnya dengan bingung.


“Tidak masalah kau mau memuji Hardhan setinggi langit sekalipun... Aku tidak akan cemburu dengan orang yang sudah mati itu!” ujar Galang sambil melangkah mendekat ke arah Kei, dan Kei langsung melangkah mundur.


“A... Apa maksudmu?” tanya Kei dengan nada panik.


“Kamu tahu sayang... Ada yang meletakkan bom di dalam pesawat pribadi suamimu itu... Kau bisa tunggu beritanya tayang nanti kalau kau tidak percaya...” jawab Galang sambil tersenyum puas.


Kei menggeleng tidak percaya, “Bohong... Kamu bohong kan?!!” tanyanya pelan dan langsung terduduk di lantai, air mata sudah mengalir deras ke pipinya.


“Aku tidak berbohong sayang... Sebentar lagi pasti ada berita tentang hilangnya pesawat itu...” jawab Galang dengan penuh keyakinan..


“Bohong!!! Aku tidak percaya!! Kamu pasti bohong!!” teriak Kei suaranya tercekat karena tangisannya.


Dear Readers....


Bab ini sampai disini dulu yaa...

__ADS_1


Untuk bab selanjutnya di lanjut hari ini atau besok saja nih...?😁


Happy Reading and have a nice day😘


__ADS_2