Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Mommy Kei


__ADS_3

โ€œSial wanita ular itu!!! Bisa-bisanya dia memfitnahku dan Anindira seperti itu!!โ€ geram Alex sambil meremas ponsel di genggamannya.


Dan mata Alex langsung membelalak ketika satu pikiran terlintas dalam benaknya, โ€œYa Tuhan.... Itu kah alasannya Sonya bersikap tidak masuk akal seperti itu padaku?!โ€ Alex bertanya-tanya.


Tidak mungkin.... Sonya tidak mungkin masih cemburu juga pada Anindira kan? Pasti karena Sonya keguguran... Itulah alasan terkuatnya menyalahkan Aku... Dia sedih karena kehilangan anaknya...


"Ekram... Dimana kau tahan pria yang menarik istriku dari tangga?" tanya Alex dengan suara dingin.


"Di ruang bawah tanah juga boss..." jawab Ekram.


"Ikut aku!!" seru Alex sambil jalan keluar dari ruangannya dan menuju ruang bawah tanah yang dimaksud Ekram.


Pria besar itu nampak panik melihat kedatangan Alex, "Buka jeruji itu!!" perintah Alex.


"Apa kami harus memegangi tangannya boss?" tanya Ekram.


"Tidak perlu!! Aku akan bertarung dengannya satu lawan satu!!" desis Alex.


Aku ingin melampiaskan emosiku pada pria sialan itu!! Pria yang sudah membuat Sonya keguguran!! geram Alex dalam hati.


"Kunci lagi pintunya!" seru Alex ketika ia sudah masuk ke dalam ruang tahanan itu.


Alex menatap tajam lawannya itu, "Kau bisa keluar dari sini dengan selamat... Kalau kau bisa mengalahkanku!"


Dan tanpa banyak bicara lagi, pria itu langsung bergerak ke arah Alex sambil mengepalkan tinjunya dan berteriak kencang, pria itu mengincar kepala Alex.


Dengan gerakan Eogol makki Alex berhasil menangkis serangan pria itu dengan tangan kirinya, dan dengan gerakan cepat Alex langsung mendaratkan pukulan momtong jireugi ke bagian ulu hati pria itu, membuat pria itu mengerang kesakitan sambil membungkuk.


"Itu... Karena kau sudah berani-beraninya menyentuh istriku!" ujar Alex sambil terus memasang kuda-kudanya, menunggu serangan balik pria itu.


Sambil menggeram kesal, pria itu kembali melayangkan pukulannya ke Alex, dan Alex kembali berhasil menghindar, dan dengan kedua tangan yang mengepal, Alex kembali berhasil mendaratkan pukulan digeutja jireugi ke pria itu, membuat pria itu kembali mengerang kesakitan lagi, kali ini darah segar keluar dari mulutnya.


"Itu... Karena kau sudah membuat istriku celaka!!" ujar Alex lagi dengan nada dingin.


Dengan kesal pria itu mengelap darah dari mulutnya, dan ketika pria itu bersiap menyerang Alex lagi, dengan kecepatan dan timing yang pas Alex melakukan tendangan memutar dwi hurigi, dan tepat mengenai kepala pria itu yang langsung membuat pria itu tidak berkutik lagi.

__ADS_1


"Itu... Karena kau sudah membuat istriku keguguran!!!" geram Alex.


Setelah itu Ekram kembali membuka pintu dan Alex langsung melangkah keluar, "Singkirkan dia!!" perintah Alex dan Ekram langsung mengangguk, ia sedikit ngeri melihat Alex seperti kembali ke dirinya yang dulu lagi, dingin dan tidak berperasaan.


**********


"Eomma..."


"Mommy..." seru anak-anak dengan riang ketika memasuki kamar.


"Oh sayang... Sini peluk Eomma..." sambut Sonya sambil merentangkan kedua tangannya, Aliana langsung lari kepelukan Sonya, sementara Alson dengan gaya cool seperti biasanya hanya menghampiri dan memcium pipi Sonya saja, anak itu sudah tidak mau dipeluk lagi.


"Mommy belum bangun juga Onty?" tanya Zaa, sementara Zou dan Zie hanya menatap Kei dengan raut wajah sedihnya.


"Mommy masih bobo sayang... Baruuu saja Mommy kalian bobo... Hmm kalian boleh bicara apa saja dengan Mommy kalian... Mommy bisa mendengarnya kok..." seru Sonya.


Zaa naik ke hospital bed Kei dan langsung memeluknya, "Mommy... Tadi aku dan Ana melawan penjahat Mommy... Dia menyamar jadi salah satu pengawal Papi... Tapi dia salah nyebut kata sandinya Mommy... Jadi aku langsung meninju Juniornya, seperti yang Onty Sonya selalu ajarkan itu Mommy..." jelas Zaa dengan nada ceria.


"Aku melempar penjahat itu dengan ember dong..." lanjut Aliana dengan nada yang tidak kalah bangganya dengan Zaa.


"Zou dan Zie... Kalian tidak ingin menceritakan sesuatu pada Mommy kalian?" tanya Sonya.


"Tadi aku juga menendang junior penjahat itu... Dan aku membantu Ongkel Ryo menendangi penjahat itu... Ya kan Al?" jawab Zie dan Al mengangguk membenarkan.


"Aku hanya ingin Mommy sehat kembali... Aku tidak mau Mommy kenapa-kenapa... Aku sayang Mommy..." celetuk Zou sambil menatap nanar ke arah Kei, membuat Sonya kembali tercekat lagi.


Tenggorokan Sonya kembali sakit karena menahan tangisannya, ia tidak boleh terlihat sedih, tidak di saat ada anak-anak ini.


Dan seperti saran dokter Sam tadi, keceriaan anak-anak kemungkinan besar bisa menjadi penyemangat hidup Kei.


Sonya selalu berdoa dalam hati, semoga anak-anak tidak menanyakan dimana Hardhan berada, karena Sonya sendiri tidak akan sanggup memberitahukan kabar buruk itu pada Zou, Zie dan Zaa.


"Kenapa Keanu tidak diajak...." tanya Sonya dengan nada riang, untuk menutupi kesedihannya saat ini.


"Ken lagi bobo... Kata Suster nanti kalau sudah bangun Ken akan nyusul Onty..." jawab Zaa, lalu mengalihkan lagi perhatiannya ke Kei.

__ADS_1


"Mommy... Biasanya kalau aku peluk Mommy langsung bangun... Mommy... Bangun Mommy... Aku mau cerita!" seru Zaa sambil menggoyang-goyangkan badan Kei.


Ya Tuhan.... Aku tidak tahan lagi melihat pemandangan ini... Tolong bangunkan Kei Tuhan.... pinta Sonya dalam hatinya.


"Bodoh, Mommymu diinfus... Itu berarti Mommymu sedang sakit... Ngapain kamu mengganggunya..." celetuk Al.


"Alson...." tegur Sonya, dan Alson langsung duduk di sebelah Omanya yang sama dengan Sonya, berusaha keras menahan kesedihannya, demi anak-anak.


Sonya melihat Zaa yang sedang menjulurkan lidah kecilnya ke Alson, sepertinya sedang meledek Alson yang mendapat teguran dari Sonya.


Kemudian Zou dan Zie ikut duduk di dekat Al dan mama, "Oma... Mommy tidak kenapa-kenapa kan?" tanya Zou.


mama menggeleng dan tersenyum manis ke cucunya itu, "Tidak sayang... Mommy hanya kelelahan saja... Sebentar lagi Mommy juga bangun... Tuh lihat Ongkel Sam sedang memeriksa Mommy... Kalian tenang saja yaa..." jawab mama sambil menunjuk ke arah dokter Sam yang sedang memantau detak jantung Kei.


"Ongkel Sam... Mommy kapan bangunnya?" tanya Zaa.


Dan sebelum dokter Sam menjawabnya, tangan Kei bergerak dan langsung mengelus kepala Zaa.


"Mommy!!" pekik girang Keizaa.


"Mommy..."


"Mommy..." seru Zou dan Zie bersamaan sambil berlarian ke arah Kei.


Zie ikut naik ke atas hospital bed, sementara Zou hanya berdiri di sampingnya, lalu tangisan Kei pecah, Kei menangis sesengukan.


Keizaa yang melihat Mommynya menangis pun jadi ikut nangis, pun demikian dengan Sonya dan mama, air mata yang sejak tadi mereka tahan akhirnya kembali mengalir deras.


"Huhuhu... Mommy kenapa nangis... huhuhu..." isak Keizaa.


"Anak-anak... Kalian tunggu diruang keluarga dulu yaa... Ongkel Sam mau periksa Mommy kalian lagi... Yaa.." pinta Sam, tapi mereka serentak menggeleng.


Bab ketiga...


Jangan lupa vote yaa biar author semangat lagi crazy upnya...๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2