Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Foto


__ADS_3

"Jadi... Artinya apa?" tanya Kei lagi masih penasaran.


"Kau tadi bisa menjawabnya... Berarti kau tahu kan artinya?" canda Hardhan.


Kei kembali memberengut "Kamu tahu maksudku bukan yang itu!"


"Je t'aime pour toujours et à jamais..., Tu es toujours dans mon coeur, Je ne peux pas vivre sans toi..." ucap Hardhan lembut.


"Iya benar kata-kata itu ..."


"Aku mencintaimu selamanya-lamanya..."


Kei micingin matanya ke Hardhan,


"Kalimatmu tadi terdengar panjang, masa artinya hanya itu saja... Kamu menggodaku lagi ya?"


Sebelah alis tebal Hardhan naik, "Ya memang itu artinya ..."


"Bohong... Aku tidak percaya, apa lanjutannya?" desak Kei.


Hardhan menarik tangan kanan Kei, lalu mencium tangannya tepat di atas cincinnya,


"Aku mencintaimu selamanya-lamanya... Kamu akan selalu ada di hatiku... Dan aku tidak bisa hidup tanpamu..."


Kei menatap Hardhan dengan tatapan terpesona, senyum manis tersungging di bibirnya, hidungnya sedikit mengkerut gemas, "Ooohhh so sweet... Bolehkah kita berciuman di sini?"


Hardhan tertawa serak, "Jangan memancingku ma chérie... Kau tahu aku tidak bisa mengendalikan hasratku, jika kau sedikit saja memancingku."


"Hanya satu ciuman saja sayang...." goda Kei lagi.


Hardhan mengerang, "Demi Tuhan... Aku butuh Alex sekarang...."


"Kenapa Alex? Memangnya kau ingin bercinta dengan Alex... Alih-alih denganku?" tanya Kei polos.


Hardhan memberi kode ke salah satu pelayan untuk meminta billing tagihan, tidak berapa lama pelayan itu datang dengan billing yang diminta Hardhan, dan Hardhan langsung membayarnya tunai beserta uang tips. Lalu menarik Kei keluar dari restaurant mewah itu.


Memang tidak secepat jika ada Alex, Kei dan Hardhan harus menunggu sedikit lebih lama di depan lobby, sebelum mobil yang menjemput mereka datang.


Ketika pintu mobil sudah tertutup, Hardhan langsung menarik Kei dan menciumnya dengan lembut dan mantap, membujuk Kei untuk meresponnya. Telapak tangannya menyapu gaun sutra di atas gunung kembar Kei. Panas kulit Hardhan menembus bahan tipis itu, membuat puncak gunung Kei mengeras, dan Kei nyaris mengerang keras.


Hardhan menjauhkan kepalanya, lalu membenamkan wajah Kei di dada Hardhan. Kei bisa merasakan dada Hardhan yang kokoh itu bergerak naik-turun, nafas Hardhan yang tidak beraturan terasa panas menghembus rambutnya.

__ADS_1


Mereka terus seperti itu sampai mobil berhenti di depan lobby apartment, "Kita sudah sampai...." bisik Hardhan.


Hardhan membopong Kei memasuki apartment, mengabaikan protes Kei, pada akhirnya Kei pasrah dan melingkarkan tangannya ke leher Hardhan. Setelah memasuki lift, Hardhan menunduk dan mencium Kei lagi, melanjutkan kegiatan mereka yang terputus saat di mobil tadi.


Setelah kunci pintu penthousenya terbuka, Hardhan mendorongnya dengan kaki, dan membawa Kei masuk ke dalam bersamanya, yang ternyata sudah ada Alex dan Sonya.


Hardhan menggeram kesal, tadi ia ingin Alex ada di dekatnya, tapi sekarang ia ingin menendang Alex ke luar planet kalau perlu, bersama dengan dengan Sonya.


Kei memekik girang ketika menemukan Sonya sudah berada di dalam bersama Alex.


"Sonyaaa...." seru Kei sambil berlari ke arah Sonya lalu memeluknya, Sonya balas memeluk Kei.


"Apa kami mengganggu kalian?" tanya Sonya canggung, melihat ke pipi Kei yang merona merah, dan Wajah Hardhan yang terlihat kesal.


Kei mengibaskan tangannya, "Tidak ada yang terganggu...." elak Kei, mengabaikan suaminya yang sedang memberengut kesal.


"Alex, tempatkan Sonya di kamar tamu, saya mau ke kamar dulu." perintah Hardhan lalu bergegas pergi.


"Kamu mau tidur sayang?" tanya Kei.


"Mau mandi air es!" suntuk Hardhan kesal.


"Mandi air es?" gumam Kei pelan.


"Apanya yang lucu?" tanya Kei.


Lalu Kei melihat mata Sonya, matanya sembab seperti habis menangis. Kei menangkup wajah Sonya dengan kedua tangannya.


"Kamu kenapa? Kamu habis nangis yaa?" tanya Kei khawatir.


Sonya wanita yang sangat tegar, Kei bahkan nyaris tidak pernah melihatnya menangis, hanya saat mamanya meninggal saja Kei melihat Sonya menangis.


Kei mengalihkan tatapannya ke Alex, "Kenapa dia?" tanyanya galak.


Tangan Sonya memegang pipi Kei, lalu mengalihkan wajah Kei ke arahnya, "Kei, dimana kamarku?"


Sekali lagi Kei menatap galak ke arah Alex, "Ikut aku..." Kei menuntun Sonya, "tolong bawa koper Sonya ke kamarnya Lex." perintahnya ke Alex.


Kei menuntun Sonya menaiki anak tangga ke kamar tamu di lantai dua, satu lantai dengan kamarnya. Alex mengekor di belakang mereka dengan koper besar di tangannya. Kei membuka pintu kamar tamu, dan membiarkan Sonya masuk terlebih dahulu.


Sonya jalan berkeliling kamar, mengeksplorasi isi kamar ini. Kamarnya lebih kecil dari kamar Kei dan Hardhan, tapi ruang gantinya sama-sama terpisah dengan kamar utama.

__ADS_1


"Kata Hardhan, madame Agathe sudah datang sebelumnya, untuk merapikan kamar ini.


Setelah meletakkan koper Sonya, Alex bergegas keluar dan menutup pintu di belakangnya, meninggalkan Kei berdua saja dengan Sonya. Kei duduk di pinggir tempat tidur.


"Ada apa sayang?" tanya Kei lembut.


Mereka memang selalu ada untuk satu sama lain, dan saat ini Sonya terlihat sedang kacau, dan Kei harus meluangkan waktu untuknya, seperti Sonya yang selalu meluangkan waktu untuk Kei, di saat-saat terberat hidup Kei.


Sonya menghampiri Kei, lalu duduk di sebelahnya, lalu mengeluarkan map dari tas tangannya.


"Kamu lihat sendiri saja...." kata Sonya menyerahkan map itu ke tangan Kei.


Kei langsung membuka map itu, lalu tersentak kaget melihat isinya, mulut Kei menganga saking tidak percaya dengan apa yang sedang ia lihat. Kei melihat lembar demi lembar foto-foto itu. Foto-foto Owen kekasih Sonya, bersama dengan wanita-wanita lain.


Kei langsung memeluk Sonya, "Oh dear..." desah Kei pelan sambil menepuk-nepuk punggung Sonya.


"Aku cuma tidak menyangka Owen akan seperti itu, dia terlihat seperti pria baik-baik, bukan pria playboy...."


"Apa karena aku selalu menolak berhubungan intim dengannya, makanya dia selingkuhin gue?" tanyanya.


"Ssttt... Bagus lah kamu selalu menolaknya. Bayangkan kalau itu sudah terjadi, dan ternyata dia tetap berselingkuh... Kamu akan jauh lebih sakit lagi dari hari ini."


"Iya aku tahu Kei, tapi tetap saja yang namanya di selingkuhin itu sakit... Aku salut sama kamu, berkali-kali di selingkuhin Galang masih tetap sabar. Kalau aku, aku tidak akan pernah maafin dia!"


Kei melepas pelukannya dari Sonya, lalu menatap penuh wajah sahabat baiknya itu, memang masih ada sisa-sisa kesedihan di wajahnya, tapi setidaknya tidak ada drama yang sampai menguras air mata.


"Aku yang salut sama kamu Nyaa... Aku memang sabar, tapi setelah nangis sampai mata bengkak dulu ke kamu. Sedang kamu, kamu terlihat benar-benar tegar menghadapinya."


"Untungnya semua terbongkar sebelum dia melamarku, setelah balik dari sini nanti aku akan langsung samperin dia, dan melempar foto-foto ini ke wajahnya." gerutu Sonya.


"Kamu sudah putusin Owen?" tanya Kei.


"Setelah aku lihat foto-foto ini, aku langsung putusin dia saat itu juga lewat telepon, satu jam sebelum pesawat take off..., sudah pasti dia menolak di tuduh selingkuh, karena aku belum nunjukin bukti-bukti perselingkuhannya. Lihat saja nanti, begitu aku sudah sampai di Jakarta lagi, aku habisin dia...."


"Tunggu, kamu lihat fotonya sesaat sebelum take off? Memang kamu dapat darimana foto-foto itu?" tanya Kei bingung.


"Dari Alex..." desah Sonya pelan.


"Alex?" tanya Kei tidak percaya.


"Iya... Dari Jailangkung sialan itu... Dia dengan santainya menyerahkan map itu ke aku, dan ngatain aku wanita bodoh yang tidak bisa melihat serigala berbulu domba! Dia ngatain aku dengan suara dingin dan wajahnya yang datar itu!"

__ADS_1


"Apa kamu meminta Alex menyelidiki Owen?" tanya Kei lagi.


Sonya menggeleng keras, "Tidak pernah, untuk apa aku memintanya menyelidiki calon tunanganku. Dan setelah Ku tahu perselingkuhannya, aku tidak tahu harus mengucapkan terima kasih kepada Jailangkung itu, atau menggantung Jailangkung itu di pohon beringin!!" geram Sonya.


__ADS_2