
Hai Readers.... Bab kedua di hari ini...
Siap-siap yaa...
Hari ini Author mau Crazy Up lagi...😘
Happy Reading...😊😊
"Saya yang bersama Kei di pulau X..." aku Hardhan pada Sonya.
Sonya kembali memutar kedua bola matanya, kebiasaan yang sama yang juga dilakukan Kei, membuat Hardhan kembali merindukan istrinya yang masih terbaring di kamarnya.
"Saya juga sudah tahu pak..." lalu Sonya tertawa bangga, "Untung saya berhasil mengusir anda waktu itu."
"Bukan hari itu yang saya maksud, tapi kejadian tujuh tahun lalu." balas Hardhan dingin.
Sonya mengerutkan keningnya, menatap penuh ke Hardhan sambil menyerap maksud dari pernyataan Hardhan. Dan mata Sonya membelalak lebar dan mulutnya menganga, ketika menyadarinya.
"Kau benar, sayalah pria itu... Pria yang sudah merenggut kehormatan Kei."
Sonya menutup mulutnya dengan kedua tangannya "Ya Tuhan..." bisiknya dari balik tangannya.
"Hardhan... Kau memperkosa Kei?!" tanya Sam tidak percaya.
"Saat itu, saya sedang dalam kondisi mabuk, dan kepala terasa ingin pecah. Ketika saya masuk ke kamar, saya tegaskan sekali lagi kamar saya sendiri, Kei sudah berada di dalamnya, dan saat itu saya pikir Kei adalah Karina, yang seharusnya menemani saya malam itu."
"Seberapa mabuknya kau hingga tidak bisa membedakan Kei dan Karina?" tanya Sam jengkel.
"Karena saat itu gelap gulita..." jawab Sonya, ingin rasanya ia melempar vas bunga besar yang ada di atas meja ke wajah bossnya yang arogan itu. Bossnya yang sudah membuat Kei menderita.
"Sonya benar, dan saya mengira wanita itu adalah Karina, jadi saya langsung membopongnya ke tempat tidur, dan mengabaikan teriakan histerisnya. Saat itu saya bepikir itu Karina sedang merajuk karena saya tidak bisa menemani dia di acara pestanya."
"Pantas Karina langsung menghapus rekaman CCTVnya...."
"Apa?!" tanya Hardhan dan Alex bersamaan.
__ADS_1
Sonya mencibir sinis ke Hardhan, "Ternyata saat itu dia sudah jadi pecun anda!" lanjutnya setelah terpotong pertanyaan Hardhan dan Alex.
Sonya menatap Alex, "Dan kenapa kau kaget? Bukannya aku sudah pernah memberitahumu kalau Karina menghapus rekaman itu, karena saat itu aku pikir dia tidak mau menyebabkan skandal yang akan merusak nama baik orang tuanya."
"Kau tidak mengatakannya nona!" tegas Alex.
"Aku sudah mengatakannya...."
Sonya diam melihat sebelah alis Alex naik, menegaskan bahwa Sonya tidak pernah menceritakan hal itu padanya.
Sonya mengangkat bahunya, "Yaa aku pikir... saat itu aku sudah mengatakannya."
"Pihak hotel sudah membohongi saya, Alex sebaiknya nanti kau urus hotel itu!"
"Siap boss."
"Membohongi apa?" tanya Sonya bingung.
"Saya akan menceritakan semuanya jadi jangan ada yang memotong perkataan saya... Dan kau..." Hardhan menunjuk Sonya "Tahan amarahmu sampai saya selesai menjelaskannya, atau saya akan menyuruh Alex mengikat dan menyumpal mulutmu dengan kaos kakinya!!"
"Saya berusaha keras mencari tahu siapa wanita itu, dan pihak hotel dengan tegas menyatakan bahwa CCTV mereka sedang dalam perbaikan, jadi tidak ada jejak sama sekali dari wanita itu, selain bercak darah di atas seprai dan beberapa helai rambutnya."
"Saya bersikap baik dengan Karina, karena selain dia model dan mantan kekasih saya, Karina juga sahabat baik adik saya. Saya memang salah karena tidak bisa menghilangkan kebiasaan saya dengannya, membiarkannya mencium pipi kanan dan kiri saya, itu dianggap sapaan umum antara pria dan wanita di Paris, dan Negara lainnya."
"Tapi saya tidak menyangka Kei akan keberatan dengan itu, ketika saya tahu Kei marah dan meninggalkan saya ke toilet, saya mengejarnya tapi Karina menahan tangan saya, dan mengancam akan memberitahukan Kei kalau sayalah yang memperkosanya..."
"Karina meminta saya berdansa dengannya sebagai balasan atas upayanya untuk menyembunyikan kejadian itu dari Kei, dan meminta saya menemaninya dan memperkenalkannya kepada tamu-tamu penting acara itu."
"Dengan berat hati saya melakukan itu karena tidak ingin Kei mengetahui sayalah pria itu, saya tidak ingin Kei membenci saya, makanya saya menemani Karina, tapi tanpa saya sadari, ternyata pilihan saya itu juga menyakiti hati Kei, dan lebih parah lagi Kei malah ingin menceraikan saya..."
"Bagai makan buah simalakama, apapun jalan yang saya pilih, menuruti Karina atau membiarkan Karina memberitahu Kei, keduanya akan sama-sama menyakiti hati Kei."
"Yang tidak saya sadari adalah, Kei sudah mulai mencintai saya. Saya mengerti sekarang dengan kemarahannya yang menggebu-gebu itu, ternyata dia cemburu... Cemburu dengan kedekatan saya dan Karina. Bodohnya saya karena tidak menyadarinya."
"Saya sempat bertanya-tanya darimana Karina tahu kalau sayalah yang menodai Kei, ternyata dialah yang sudah menghapus rekaman itu. Mungkin dia juga yang sudah mengancam resepsionist untuk tidak memberitahu kita ciri-ciri wanita itu Lex...."
__ADS_1
"Sepertinya begitu boss."
"Saya sudah boleh bicara belum?" celetuk Sonya.
"Bicaralah...." jawab Hardhan.
"Karina melakukan itu dengan sengaja, dia sengaja membuat Kei cemburu...." tegas Sonya.
"Apa maksudmu? Untuk apa Karina melakukan hal seperti itu?"
Untuk kesekian kalinya Kei memutar kembali kedua bola matanya, bersabar menjelaskannya.
"Ya untuk apalagi selain ingin membuat anda dan Kei bertengkar? Dan kalian memang bertengkarkan? Seandainya kalian pisah siapa yang akan diuntungkan?"
Jantung Hardhan terasa berhenti berdetak, Sonya benar, bisa saja itulah yang menjadi alasan dibalik permintaan Karina. Karina bukannya ingin menyelamatkan hubungannya dengan Kei, dengan tetap akan merahasiakan kejadian itu, tapi justru ingin memisahkan mereka. Menjadikan kejadian itu sebagai senjata untuk menggenggam Hardhan, dan bisa di manfaatkan sewaktu-waktu.
Hardhan mengepalkan kedua telapak tangannya. Karina memang tidak pernah terima sewaktu Hardhan memutuskan hubungan mereka, seminggu sebelum pernikahannya dengan Kei. Tapi Hardhan tidak pernah menyangka wanita itu akan selicik ini.
"Sekarang entah bagaimana caranya, anda harus memberitahu Kei bahwa andalah pria yang sudah menghancurkan masa depannya itu. Kalau sampai Kei tahu dari pihak lain, saya yakin Kei akan lebih sakit hati lagi, dan akan menyalahkan anda karena tidak jujur padanya. Dan sudah bisa dipastikan Kei tidak akan pernah memaafkan anda." kata Sonya.
"Saya memang akan segera memberitahunya, tapi tidak untuk saat ini, tidak dengan keadaan Kei yang seperti itu. Ketika waktunya tepat saya akan mengatakannya..." jelas Hardhan.
"Semoga sebelum Karina mendahului anda."
"Saya akan pastikan Karina tidak akan punya kesempatan untuk mendekati Kei lagi."
"Bagaimana kalau lewat telepon? Atau chat? Sebagai pria yang cerdas, terkadang anda bisa bersikap tidak bijaksana."
Alex menggertakkan giginya, Sam memucat ketika mendengar cibiran Sonya ke Hardhan.
Hardhan mengangkat bahunya, "Itu bisa diatur."
"Atau anda bisa memutuskan hubungan kerja dengan Karina, supaya dia tidak menjadi duri dalam daging pada hubungan anda dengan Kei."
"Kalau saja itu bisa dilakukan, tapi nyatanya tidak bisa, Karina harus tetap berada di bawah pengawasan kami, sebelum penyelidikan atas kematian adik saya selesai."
__ADS_1