Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Jadi Nyamuk


__ADS_3

Sonya masih tidak habis pikir dengan sikap Kei yang berubah 180 derajat tadi. Keinya yang lugu dan polos, sekarang sudah mulai berani mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya.


Di luar perkiraan Sonya, Kei mampu membuat Linda dan kawannya itu langsung di pecat dengan tidak terhormat dari kantor ini. Dan cara Kei mengadu ke Hardhan tadi, Sonya benar-benar mengacungkan dua jempol untuk Kei.


Pak Hardhan pasti punya perasaan lebih ke Kei, terlihat dari caranya memandang Kei, reaksinya ketika Kei duduk di pangkuannya, dan yang paling membuat gue terharu, Pak Hardhan tanpa ragu-ragu langsung memecat Linda!


Bug!!


Suara dokumen yang di banting ke atas mejanya membuat Sonya terlonjak kaget, dan tersadar dari lamunannya.


"Ya ampun pak Alex... Bisa pelan-pelan saja kan pak meletakkan dokumennya, saya kaget loh pak...." seru Sonya sambil pura-pura mengusap dadanya.


Kapan datangnya ini Jeilangkung? Tiba-tiba ada di depanku?


"Saya sudah berdiri di sini dari lima menit yang lalu, dan kamu masih asik dengan lamunanmu!"


Widiihh punya telepati kayanya dia.


"Maaf pak, saya hanya sedikit khawatir dengan Kei."


Alex duduk didepan Sonya, "Ceritakan, apa yang menyebabkan Linda sampai ingin menampar nona Kei?"


"Bukannya bapak sudah tahu yaa dari Linda tadi?" balas Sonya sambil membuka dokumen yang tadi diletakkan Alex.


"Tadi versi Linda, sekarang versi kamu... Saya harus buat laporan ke boss, tatap saya kalau sedang bicara." Alex mengambil dokumen yang sedang di pegang Sonya.


"Kalau bapak tidak sering-sering datang ke ruangan saya, semua ini juga tidak akan terjadi pak, tidak akan ada penggemar-penggemar bapak yang mojokin saya. Bayangkan... Saya baru bekerja sebulan di sini, tapi haters saya sudah setengah dari karyawan wanita! Mereka pikir saya yang menggoda bapak...."


"Hubungannya dengan nona Kei?" tanya Alex dingin.


"Ya itulah penyebabnya, mereka menghina saya di depan Kei, seperti biasa saya hanya mengabaikan saja, tapi tidak lagi ketika mereka mulai mengusik Kei, saya tahu Kei kesal dengan Linda yang mengaku sangat dekat dengan pak Hardhan, makanya Kei sampai memancing amarah Linda, dan membuatnya nyaris di tampar kalau saya tidak menahan tangan Linda dan membekuknya."


"Kenapa kamu tidak cerita ke saya kalau kamu sering di bully mereka?"


Sonya mengibaskan tangannya tak peduli,


"Yang seperti itu bukan ngebully namanya, hanya ocehan wanita-wanita picik yang sedang cemburu." Sonya mengangkat bahunya,


"Jadi... Yaa... Ngapain juga di ladenin, apalagi sampai mengadu segala."


"Tetap saja senioritas seperti itu tidak di benarkan di kantor ini, kalau kamu bilang sejak awal, kejadian nona Kei yang nyaris di tampar tadi tidak akan pernah terjadi, karena aku sudah terlebih dulu memecat kedua wanita itu."

__ADS_1


Sonya baru akan berdebat lagi ketika melihat jam Alex menyala dengan warna merah, dan Alex bergegas diri dari kursinya lalu menarik tangan Sonya.


"Ikut aku!"


"Kemana?" tanya Sonya bingung.


Alex tidak menjawab, masih terus menarik Sonya sampai berhenti di depan lift khusus presdir, yang hanya bisa di buka dengan sidik jari Hardhan dan Alex.


"Kenapa kita ke ruangan pak Hardhan? Apa terjadi sesuatu pada Kei?" tanya Sonya lagi, kedua alis tebalnya nyaris menyatu.


Alex menunjuk jam tangannya, "Kamu lihat tadi jamku menyala? Merah adalah warna nona Kei, biru warna big boss. Yang berarti nona Kei lah yang sedang ada masalah saat ini."


"Apa pak Hardhan menyakiti Kei?"


"Maka itu kita harus memastikannya terlebih dahulu."


"Kalau sampai pak Hardhan nyakitin Kei, aku bakal bikin babak belur dia, kamu juga!!" seru Sonya melupakan formalitas.


"Saya tahu kamu pemegang sabuk hitam karate, tapi percayalah... Kamu bukanlah tandinganku, apalagi big boss." kata Alex dengan suara dalam dan dinginnya.


"Cih! Sombong...."


Pintu lift terbuka, Alex kembali menarik tangan Sonya, dan langsung membuka pintu ruang presdir. Mereka melihat Hardhan dan Kei yang sedang duduk berdekatan di sofa panjang depan TV.


"Wahhh.... Benar-benar hebat." Kei melihat kagum jam di lengan kirinya, lalu mengalihkan pandangannya ke Alex dan Sonya, melihat ke tangan mereka yang sedang bergandengan.


"Kalian sedang apa?" tanya Kei.


Sonya yang menyadari tangannya masih di genggaman Alex langsung menariknya hingga terlepas.


"Tadi pak Alex memintaku ikut, lebih tepatnya menarikku untuk ikut dengannya. Dia khawatir terjadi sesuatu padamu nona Kei." jawab Sonya sambil melirik ke Alex.


Alex hanya diam mematung, seperti biasa, memasang muka dinginnya.


"Aku aneh dengar cara bicaramu Nya.... Tidak usah pakai formalitas segala deh di depan aku..." Kei mengalihkan pandangannya ke Hardhan, dan meremas tangannya "Bolehkan sayang?" tanyanya.


"Ya... Kau boleh menanggalkan formalitasmu jika hanya ada kita berempat saja."


kata-katanya di tujukan untukku, tapi matanya tidak beralih sedikitpun dari Kei... Hah... Si boss sangat memuja Kei sepertinya. Itu bagus untuk lo Kei.


"Terima kasih pak Hardhan." kata Sonya.

__ADS_1


"Kalian berdua kemarilah." perintah Hardhan.


Sonya dan Alex bergegas menghampiri mereka.


"Duduk." Hardhan menunjuk dua kursi kecil yang bersisian dan di pisahkan dengan meja nakas putih kecil yang berada di tengahnya, di depan Hardhan dan Kei.


"Saya sedang mengajarkan Kei cara menggunakannya Lex, nanti juga tolong kamu daftarkan sidik jari Kei ke semua pintu masuk fasilitas eksklusif kantor ini."


"Baik boss."


Hardhan kembali melihat jam tangan Kei, menunjuk tombol teratas di sisi kiri jam tangan Kei "Coba kau tekan tombol ini."


Kei tanpa ragu menekannya, terdengar bunyi bip dari dua buah jam tangan lainnya, milik Hardhan dan Alex yang langsung berwarna merah di kaca jamnya.


"Kau lihat, ini langsung tersambung ke aku dan Alex. Jam mu akan mengirim sinyal GPS ke kami, jadi kami tahu kau berada dimana. Dan ingat, hanya ditekan jika dalam keadaan darurat." jelas Hardhan.


"Tadi kamu menekannya, padahal tidak ada yang darurat." canda Kei.


Hardhan menyentil kening Kei,


"Aku sedang mengajarimu."


Kei menyentuh keningnya sambil memberengut,


"Iyaa aku tahu... Aku cuma becanda kamu tidak perlu menyentilku."


Hardhan mengecup kening Kei yang tadi ia sentil, "Maaf..."


Kei menyeringai lebar, mengarahkan tangannya ke rambut Hardhan, jemari Kei menyisiri rambut Hardhan yang sedikit berantakan.


"Kenapa kamu tidak memakai gel rambut? Jadi rambutmu tidak terlihat berantakan seperti ini."


"Kan kau tadi yang membuatnya berantakan sayang." jawab Hardhan sambil mencubit dagu Kei, muka Kei langsung merona merah.


"Kemarin-kemarin juga terlihat tidak rapi."


"Aku sengaja, biar kau merapihkan rambutku seperti saat ini."


Sonya ternganga melihat pemandangan di depannya, ia mencondongkan sedikit badannya ke Alex, "Kita jadi nyamuk..." bisiknya.


Dan Sonya kesal sendiri, karena tidak ada reaksi apapun dari pria di sebelahnya

__ADS_1


Dasar Jeilangkung dingin!!


suntuknya dalam hati.


__ADS_2