Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Feeling Blue


__ADS_3

Keizaa yang melihat Mommynya menangis pun jadi ikut nangis, pun demikian dengan Sonya dan mama, air mata yang sejak tadi mereka tahan akhirnya kembali mengalir deras.


"Anak-anak... Kalian tunggu diruang keluarga dulu yaa... Ongkel Sam mau periksa Mommy kalian lagi... Yaa.." pinta Sam, tapi mereka serentak menggeleng.


"Aku mau tetap disini... Aku mau sama Mommy hu...hu... hu..." isak Zaa sambil memeluk Kei.


Sam menunduk ke arah Zou yang terlihat lebih tenang dibanding dengan adik-adiknya, "Zou... Tolong ajak adik-adikmu main diruang keluarga dulu yaa... Ongkel Sam harus periksa Mommy... Kamu mau Mommy cepat sembuh kan?" bujuk Sam.


"Zie... Zaa... Ayo ikut aku!" seru Zou dengan nada tidak ingin dibantah, persis seperti cara Hardhan kalau sedang menegaskan pendiriannya, kemudian Zou melangkah ke arah pintu keluar.


Dan tanpa banyak protes lagi, Zie dan Zaa langsung turun dari hospital bed, kemudian mengekor di belakang Zou.


"Aliana... Kamu juga main diruang keluarga saja yaa dengan Zou, Zie dan Zaa... Kamu juga Al..." seru Sonya pada anak-anaknya.


Aliana menyeka air mata dari pipi Sonya, "Tapi kenapa Eomma nangis?" tanyanya.


"Eomma nangis bahagia sayang... Karena Onty Kei sudah bangun..." jawab Sonya sambil tersenyum lembut ke Aliana.


"Kok Onty Kei bangun Eomma senang? Kan kalau orang tidur pasti bangun Eomma... Itu kan sudah biasa..."


Sonya menurunkan Aliana dari pangkuannya, "Nanti Eomma jelaskan yaa... Untuk sekarang jadilah anak baik dan penurut... Main diruang keluarga dulu yaa..."


Aliana mengangguk, dan langsung berlari ke arah pintu, "Al... Jaga adikmu..." pinta Sonya dan Alson mengangguk sebelum menyusul Aliana ke ruang keluarga.


Sonya mengalihkan perhatiannya lagi ke Kei, dan kembali meremas tangannya, Kei belum bisa bicara, ia masih sesengukan dengan tangisannya, tangisan yang terdengar sangat memilukan itu. Yang akan membuat iba hati siapapun yang mendengarnya.


"Kei... Tenangkan dirimu sayang..." kata Sonya dengan suara lembut.


"Hardhan Nyaaa... Ma... Hardhan..." Isak Kei, matanya melihat bolak balik ke Sonya dan mama.


Sonya menepuk-nepuk tangan Kei, dan mama yang sudah berada di sisi tempat tidur Kei satu lagi, mengelus lembut rambut Kei yang masih terus saja terisak sedih.


"Sabar sayang... Sabar yaa..." bujuk mama.

__ADS_1


"Aku tidak bisa hidup tanpa Hardhan Ma... Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku tanpa dia... Aku tidak akan bisa... Aku tidak akan sanggup!"


"Kei ingat... Kamu masih memiki anak-anakmu... Kamu harus memikirkan mereka juga Kei... Mereka masih hidup... Dan mereka membutuhkanmu Kei!" seru Sonya mencoba menyadarkan Kei.


Kei menutup wajahnya dengan kedua tangannya, badannya bergetar dengan isakan tangisnya, "Hardhan... Kenapa kamu tega meninggalkanku... Kamu sudah janji tidak akan pernah meninggalkanku... Tapi kamu malah meninggalkanku untuk selamanya... Kamu jahat Hardhan... Kamu jahat!!" Kamu sudah ingkar janji!!" isaknya.


Mama kembali terisak sedih, "Kei... Tolong jangan seperti ini Nak... Kamu harus ikhlas... Ini sudah suratan takdirnya Hardhan kita sayang..." bujuk mama.


Kei menggeleng, ia masih belum bisa menerima kenyataan pahit itu, "Tidak Ma... Hardhan tidak boleh mati... Aku masih membutuhkannya... Anak-anak masih membutuhkannya... Bagaimana aku tanpa Hardhan Ma? Bagaimana anak-anak tanpa Papinya?!" kata Kei disela tangisannya.


"Kei... Sadar Kei... Ingat anak-anak Kei... Kamu lah sekarang yang menjadi tumpuan hidup mereka... Kamu lah Mommy sekaligus Papi bagi mereka sekarang... Kamu harus kuat... Untuk mereka Kei..." tegas Sonya, dan Kei masih tetap terisak sedih.


Kei menyibak selimutnya dan berniat turun dari tempat tidurnya, "Kamu mau kemana Kei?" tanya dokter Sam.


"Aku mau menyusul Hardhan ke Paris... Dia pasti sedang menungguku sekarang... Aku harus segera menyusulnya..." racau Kei sambil berusaha mendorong dokter Sam supaya ia bisa turun dari tempat tidurnya.


"Kei kau harus tetap istirahat... Kau tidak boleh kemana-mana..." tegas Sam.


"Minggir Sam... Hardhan sedang menungguku... Minggir!!!" teriak Kei.


"Lepas Upin... Aku akan menyuruh Hardhan untuk memecatmu karena sudah menahanku!!" ancam Kei tapi Upin tetap bergeming, sampai akhirnya obat itu mulai bekerja dan Kei kembali tertidur.


Sam menghela nafas panjang, "Yahh... Ini lebih baik untuk Kei... Dia belum bisa menerima kenyataan ini... Dan kau Sonya... Naiklah ke tempat tidurmu... Kau juga harus banyak istirahat..."


"Aku... Aku menunggu Alex..." elak Sonya.


Sam memutar tempat tidur Kei dan langsung menghampiri Sonya, setelah memegang botol infus Sonya, Sam langsung membopongnya dan merebahkan Sonya ke tempat tidurnya.


"Terima kasih Sam..." ujar Sonya wajahnya merona merah, ia belum pernah dibopong pria lain selain Alex.


"Jangan berterima kasih Nyaa... Aku yakin kalau Alex melihatku sedang membopongmu... Dia pasti akan langsung mengebiriku..." sahut Sam sambil terkekeh pelan.


Sam mengalihkan perhatiannya ke mama, "Lebih baik Mama dan anak-anak pulang saja dulu yaa... Hari sudah menjelang malam... Kalian juga harus istirahat..."

__ADS_1


Mama mengangguk, dan Upin langsung memapah mama keluar dari ruangan itu.


"Dimana Alex brengsek itu sekarang berada?" desah Sam pelan sambil membuka jas kebesarannya kemudian merebahkan badannya ke sofa panjang kamar itu.


Sam akan tetap disana, setidaknya sampai Alex kembali dari manapun ia sekarang berada.


Ya Tuhan... Aku tidak percaya kau akan pergi dengan cara seperti ini Dhan... Aku bahkan tidak percaya kau sudah tidak ada di dunia ini lagi... Entah kenapa sebagian dari diriku yakin kalau kau sebenarnya masih hidup... Tapi sebagian lainnya menyangkal keyakinanku itu.


Lihat lah Kei sekarang Dhan... Dia begitu terpukul dengan kepergianmu... Kalau kau nenar-benar sudah tiada... Tolong mintalah pada Tuhan Dhan... Untuk menguatkan hati Kei... Membuat Kei lebih tegar lagi untuk menghadapi dan menerima kenyataan pahit ini... Dan kalau kau memang masih hidup... Tolong segeralah kembali...


Entah sudah berapa lama Sam tertidur di sofa itu, ketika suara isakan seseorang membangunkannya, Sam melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul lima pagi.


"Ya Tuhan... Selama itu aku tidur..." seru Sam sambil duduk dan mendapati Kei lah yang sedang terisak sedih itu.


Sam langsung menghampiri Kei, yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil memeluk kedua lututnya, "Masih sedih karena Hardhan?" tanya Sam.


Kei langsung memeluk pinggang Sam sambil menangis sesengukan, dengan kakuk Sam menepuk-nepuk punggung Kei untuk menenangkannya,


"Sabar yaa Kei... Sabar..." ujar Sam, ia tidak tahu bagaimana caranya membujuk wanita agar berhenti menangis.


Lalu pintu Kamar terbuka, Sam langsung bernafas lega karena Alex sudah kembali, tapi alih-alih Alex, yang datang dan berdiri diambang pintu saat ini tak lain dan tak bukan adalah Hardhan, yang sedang menatap Sam dengan tatapan membunuhnya, karena kedapatan sedang memeluk Kei.


"Kau mau mati yaaa!!!" geram Hardhan.


Dear Readers...


Bagaimana rasanya melihat Hardhan hadir kembali dalam keadaan hidup?


Bagaimana Hardhan bisa selamat dari rencana jahat Galang...


Kenapa Alex tidak kembali lagi ke rumah sakit?


Nantikan kisah selanjutnya besok yaa... Untuk sekarang sampai disini dulu...

__ADS_1


Happy Reading and have a nice dream...😘


__ADS_2