
Tapi... Tetap saja rasanya sakit. Apa yang dikatakan Karina juga terdengar masuk akal. Itu memang tipikal Hardhan bercinta ketika.... Ah entahlah, Kei merasa bingung harus percaya dengan penjelasan siapa.
Kau sudah menggenggam hati anak nakal itu Kei, dia akan melakukan apapun untukmu, menghajar siapapun yang menyakitimu. Dan Hardhan tidak akan pernah mau melepasmu apalagi kehilanganmu.
Nasehat mama kembali terngiang lagi di telinganya.
Baiklah ma... Aku akan mencoba peruntunganku hari ini. Bagaimana reaksi suamiku mengegahui aku meninggalkan penthousenya karena wanita ular ini. Apa dia akan mengusir wanita ini? Aoa dia akan mencariku? Siapa yang akan dia pilih... ku atau Karina? Bagaimanapun aku ingin melihat Hardhan bersikap tegas dengan wanita ular ini!.
"Apa kamu seyakin itu Hardhan akan lebih memilihmu daripada aku?" tanya Kei pelan, pura-pura sedih. Kei harus meyakinkan Karina dan madame Agathe kalau ia benar-benar terpukul dan sedih.
"Oh tentu saja aku sangat yakin. Kau kira Hardhan bisa melupakanku begitu saja setelah kebersamaan kami selama ini?" jawab Karina penuh percaya diri.
Kei menghela nafas panjang, air matanya mulai mengalir di pipinya, "Aku jadi merasa jijik sama Hardhan. Aku tidak akan mau kembali lagi padanya."
"Non, ma chérie... Jangan seperti itu...." ujar madame Agathe tidak setuju, akhirnya ia bersuara juga, berarti akting Kei berhasil.
"Tidak apa-apa madame... Aku akan keluar, berkeliling kota Paris sebelum aku kembali ke Jakarta, kalau aku langsung dapat tiket aku akan kembali hari ini juga. Dan tolong jangan beritahu Hardhan atau Alex mengenai rencanaku."
"Ya...Ya... Bagus lah... Semakin cepat kau pulang ke rumah papamu semakin bagus...." kata Karina datar dengan nada mengusir.
Kei menatap Karina tajam, "Semoga kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan."
Setelah mengatakan itu Kei bergegas naik ke lantai dua, dan langsung masuk ke kamar Sonya.
"Nya... bmBangun Nyaa!" seru Kei sambil menggoyang-goyangkan badan Sonya.
Sonya menguap lebar, lalu menggeliat merenggangkan kaki dan tangannya, membuat selimut yang menutupi badannya turun.
"Astaga Sonya... Kebiasaanmu belum berubah juga, kamu masih tidur tanpa busana?!" pekik Kei.
"Ada apa?" tanya Sonya setengah mengantuk, lalu duduk dan bersandar di kepala tempat tidur, menahan selimut dengan lengannya.
"Aku sudah mempunyai alasan kuat untuk meninggalkan penthouse ini dan akan menghiburmu seharian, hanya kita berdua! Sekarang kamu mau kemana?"
"Lo gila ya? Pengawal kamu dua plontos itu bagaimana? Mereka pasti akan tetap membuntuti kita...."
"Itu tugas kamu mengalihkan perhatian Upin Ipin itu. begitu perhatiannya teralihkan, aku akan buru-buru keluar dari apartment. Nanti kamu baru menyusul keluar kamu bisa beralasan keluar untuk bekerja kan ke mereka..."
"Tetap saja nanti pak Hardhan akan murka...." kata Sonya sambil begidik.
"Hardhan tidak akan marah kalau dia juga lah yang menyebabkan aku pergi. Setidaknya aku meninggalkan kesan seperti itu...."
__ADS_1
"Memangnya apa yang sudah di lakukan boss ke kamu?"
Kei merebahkan badannya ke tempat tidur, tangannya terlentang dan matanya menatap langit-langit kamar.
"Ada Karina di bawah...."
"Apa?!" pekik Sonya, lalu turun dari tempat tidur dan bergegas ke ruang ganti sambil ngedumel "Wanita itu benar-benar tidak tahu malu!! Biar aku yang akan menghajarnya!!" teriak Sonya dari ruang ganti.
Tawa Kei pecah, membuat Sonya menatap bingung ke arahnya "Kenapa kamu malah ketawa?" tanyanya.
Kei bangun dan duduk di pinggir tempat tidur, "Karena Karina lah alasan gue meninggalkan penthouse ini, sekarang pakai baju terseksimu, kita nikmati musim panas di Paris...." Seru Kei bersemangat.
Sonya menghampiri Kei khawatir "Are you ok?" tanyanya.
Kei memutar kedua bola matanya "Iyaa... Aku baik-baik saja, sudah cepat pakai bajumu nanti keburu Hardhan pulang, tadi aku lihat madame Agathe memegangang handphone, pasti dia langsung chat Alex."
"Sepertinya kamu yang butuh di hibur... Alih-alih aku."
"Ya sudah kita berdua saling menghibur ok? Aku tahu kamu tidak ikut Hardhan dan Alex bukan karena kamu masih jet lag... Tapi kamu masih sedih kan tentang perselingkuhan Owen?" tebak Kei.
"Tapi nanti kalau boss marah bagaimana?"
"Tadi sudah aku bilang, kalau Hardhan merasa dia yang salah, dia tidak akan marah sama aku, lagipula kalau kamu tidak mau ikut keluar, aku akan jalan sendiri...." ancam Kei sambil memberengut.
"Nah makanya... Ayolaahh... Please...." bujuk Kei memelas.
"Baiklah... Aku ganti baju, kamu juga sana...."
"Ahsiaaappp!" seru Kei lalu bergegas ke kamarnya.
Kei memilih bawahan ripped hot pants, dan atasan tank top model halter, yang memamerkan dada dan punggung mulusnya, lalu memakai sepatu kets berwarna senada dengan tank topnya.
Setelah periksa isi tasnya, dan memastikan dompet serta passportnya sudah ada, Kei melihat sekali lagi pantulan dirinya di depan cermin, sebelum akhirnya melangkah keluar dari kamar dan mengunci pitu kamarnya.
Kei kembali jalan ke kamar Sonya, dan membuka pintunya. Sonya mengenakan nuber high waist mini dengan atasan tank top model racerback yang menggantung di atas pusarnya, memamerkan sedikit kulit mulus perutnya "Kamu sudah siap?"
"Done... Kuy jalan..."
"Handphone tidak kamu bawa kan? Hardhan bisa cek lokasi kita nanti dari handphone."
"Tenang saja... Tidak aku bawa kok... Jam tanganmu gapapa?" tanya Sonya menunjuk jam tangan di lengan kiri Kei.
__ADS_1
"Tidak masalah, jam ini mengirim GPS jika hanya ditekan tombol daruratnya."
"Ya sudah, ayo kita turun, aku mau lihat pelakor itu..." geram Sonya.
"Ingat jangan provokasi dia... Aku pura-pura menyerah supaya Hardhan murka sama Karina."
"Siap nona Kei...." ledek Sonya.
Kei tertawa lebar, "Apaan sih... Jadi mirip Alex lo tau ga?"
"Please... Jangan sebut Jailangkung itu, bikin aku bad mood." suntuk Sonya.
Kei menggandeng lengan Sonya, "Jangan terlalu benci sama Alex... Nanti dari benci jadi cinta loh.." goda Kei.
"Iihhh amit-amit..."
Karina tersenyum puas melihat Kei dan Sonya yang sudah bersiap pergi, "Kopernya tidak dibawa sekalian?" ejeknya.
Sonya menggeram kesal ingin menghambur ke arah Karina, tapi tangan Kei menahannya, "Jangan Nya...." cegah Kei.
Akhirnya Sonya hanya bisa memberi tatapan membunuh ke arah Karina "Awas lo ya!" ancam Sonya.
"Kami permisi dulu madame... Bersikap baiklah dengan wanita kesayangan suamiku ini... Au revoir!" pamit Kei ke madame Agathe, lalu bergegas keluar dari penthouse.
"Gila kamu, bisa sesantai itu sama dia... Aku malah ingin sekali menjambak rambutnya, dan mencabik-cabik wajahnya dengan garpu!!"
Mendengar ancaman yang keluar dari mulut Sonya membuat Kei tertawa "Kenapa harus garpu sih? Bukannya pisau sekalian...."
"Aku kan anti mainstream...."
Mereka sampai di lantai lobby, Sonya menjulurkan kepalanya dari dalam lift, mencari keberadaan Upin dan Ipin.
"Kamu tunggu sini... Setelah aku kasih aba-aba baru kamu keluar yaa...." jelas Sonya lalu berjalan cepat menghampiri Upin dan Ipin.
Entah apa yang dibicarakan Sonya sampai membawa mereka menjauhi jalan ke arah pintu keluar lobby, setelah melihat kode dari tangan Sonya, Kei langsung lari secepat mungkin keluar dari lobby.
Kei bisa bernafas lega setelah sampai di depan lobby, tidak lama kemudian Sonya sudah menghampirinya sambil tertawa geli.
"Jadi mau kemana kita?" tanyanya.
Kei mengangkat bahunya "Aku juga tidak tahu... Dimana tempat kita bisa teriak-teriak sepuasnya?"
__ADS_1
Sonya terlihat sedang memikirkan sesuatu, lalu tertawa lebar, "Aku tahu tempatnya..." katanya dengan penuh antusias.