
Hardhan sedang dalam perjalanan menuju mall tempat kafe Kei berada ketika Alex mendengar laporan di earpiecenya, "Ada apa?" tanya Hardhan.
"Salah satu pengawal nona Kei melaporkan kalau saat ini ada Ryo di kafe, dan meminta bertemu dengan nona Kei." jawab Alex.
"Apa kau tidak memberitahu anak buahmu untuk melarang Ryo, Galang, atau Karina masuk ke kafe?! Rupanya sentilan kita ke perusahaan Damanik tidak membuat Ryo jera, buktinya dia masih berani mendatangi istriku!!"
"Nanti akan saya sebarkan foto mereka ke para pengawal Kei dan juga karyawan kafe, untuk melarang mereka masuk atau menghubungi saya jika menemukan mereka di kafe. Dan menurut pendapat saya, Ryo tidak akan berani mengambil resiko dengan mengganggu anda dan nona Kei lagi, mengingat kerugian yang sudah ia alami. Dan ia tahu itu baru hanya sebatas teguran dari anda."
"Lalu untuk apa ia datang ke kafe hari ini?"
"Saya rasa, Ryo memiliki alasan kuat untuk mendatangi Kei, atau ada sesuatu yang ingin ia sampaikan."
"Apapun alasannya, dia tidak bisa menemui istriku begitu saja tanpa seizinku! Dan kenapa kita belum sampai juga?!"
"Sebentar lagi sampai boss."
Dan ketika sudah sampai lobby, Hardhan langsung bergegas turun, dan setengah berlari ke kafe, Alex, Sonya dan para pengawal lainnya mengekor di belakangnya. Mengabaikan sapaan hormat dari karyawan kafe, Hardhan langsung menaiki anak tangga ke lantai dua menuju ruang VIP2.
Lalu terdengar suara tawa Ryo, membuat Hardhan semakin terbakar api cemburu.
Sepertinya mereka sedang bersenang-senang,
suntuknya dalam hati.
Dan ia melihat istrinya duduk berhadapan dengan Ryo, dan mendengar Ryo memanggil sweetheart ke Kei membuat amarah Hardhan semakin memuncak.
"Apa kalian berdua mau mati!!!" teriak Hardhan dari ambang pintu dengan suara yang menggelegar, membuat istrinya terlonjak kaget. Dan kedua kepala itu mengalihkan perhatiannya ke Hardhan.
"Sayang... Kamu sudah datang..." sapa Kei sambil berdiri dan ingin menghampiri suaminya. Tapi Hardhan sudah menghambur masuk dan menarik kerah baju Ryo dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya siap untuk meninjunya, "Hardhan!!" pekik Kei.
__ADS_1
"Wait....Wait... Wait... Sabar broo... Saya kesini karena ada info untykmu..." seru Ryo santai.
"Info apa?!" tanya Hardhan tajam.
"Ini tentang Karina...." jawab Ryo, Hardhan langsung melepas cengkraman tangannya dari kerah Ryo, lalu mengalihkan perhatiannya ke Kei, dan kembali lagi ke Ryo.
"Kenapa lagi dia?" tanya Hardhan lagi sambil duduk di sofa yang tadi di duduki Kei, kemudian menarik Kei duduk di atas pangkuannya. Kedua tangannya melingkari pinggang Kei. "Aku akan menghukummu karena sudah berani berduaan dengan pria lain..." bisik Hardhan di telinga Kei.
Kei melingkarkan tangannya ke leher Hardhan, "Aku juga akan menghukummu karena kelakuan mantan wanitamu itu..." bisik Kei di telinga Hardhan dengan nada mengancam.
"Cepat katakan masalah apa lagi yang dibuat Karina kali ini!!!" teriak Hardhan ke Ryo, tidak sanggup membayangkan dirinya akan tidur di sofa lagi malam ini.
"Tadinya saya akan simpan rahasia ini sendiri, tapi... Melihat Kei sekarang sudah terlihat bahagia denfanmu, jadi yaa... Saya akan menolak rencana Karina untuk memisahkan kalian berdua." jelas Ryo.
"Apa yang sudah di rencanakan wanita sialan itu?" desis Hardhan kesal.
"Tapi kau tidak datang..." tebak Hardhan, kalau Ryo datang, pasti saat itu Kei menghabiskan waktu bersama Ryo alih-alih membahayakan diri sendiri di pub itu.
"Ya benar saya tidak datang. Saya masih harus memperbaiki beberapa kerusakan di perusahaan gara-gara ulah seorang suami yang posesif..." suntuk Ryo, sambil menatap kesal Hardhan.
Hardhan menaikkan sebelah alisnya, "Untung bagimu hanya sedikit kerusakan yang ku buat, dan kau tidak akan semudah itu membawa Kei, karena saat itu Sonya sedang bersamanya, mungkin kau bisa membawanya setelah tinju Sonya mendarat lagi di hidungmu... Yang dengar-dengar pernah membuat tulang hidungmu itu patah... Sekarang katakan, apa lagi yang di rencanakan Karina?"
Diingatkan dengan tulang hidungnya yang patah, membuat Ryo meringis, "Cewek tomboi itu memang punya tinju yang kuat... Karina belum menyerah denganmu broo, dua hari yang lalu dia masih membujuk saya untuk tidak menyerah terhadap Kei. Dia terus ngebujuk saya karena Galang sudah tidak bisa ia andalkan lagi."
"Apa itu berarti Galang sudah tidak mengharapkan Kei kembali lagi padanya?" tanya Hardhan, punggung jari tangannya mengelus lembut pipi Kei.
Ryo mengangkat bahunya, "Saya tidak tahu, yang gue tahu saat ini Galang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit, menemani istrinya yang sedang koma."
"Istrinya apa?" cicit Kei.
__ADS_1
"Istrinya Inge... Dia koma setelah melahirkan, dan mengalami pendarahan hebat." jelas Ryo.
"Ya Tuhan... Kasihan Inge. Lalu bagaimana keadaan anaknya?" tanya Kei lagi.
"Sepertinya anaknya baik-baik saja, hanya Inge yang bermasalah." kata Ryo, lalu mengalihkan perhatiannya ke Hardhan, "Bisa kita bicara berdua saja broo..."
Awalnya Hardhan enggan berbicara berdua saja dengan Ryo, tapi melihat raut keseriusan di wajah Ryo membuat Hardhan berubah pikiran, pasti ada sesuatu hal yang penting yang ingin di bicarakannya, dan tidak ingin Kei mengetahuinya.
"Sayang... Di ruang sebelah ada Sonya, kau berbincang-bincanglah dengannya, nanti selesai urusanku dengan pria sialan itu, baru aku akan menyusulmu kesana." desah Hardhan lembut.
"Baiklah sayang... Kamu mau makan apa?"
"Menu favoritku seperti biasa...nDan harus kau yang membuatnya sendiri... Ok?" jawab Hardhan lalu mencubit hidung Kei.
"Ok sayang..."
Setelah mencium pipi Hardhan, Kei langsung turun dari pangkuannya, lalu bergegas ke ruang sebelah. Hardhan meminta Alex untuk menutup pintu dengan isyarat matanya. kemudian kembali menatap Ryo.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Karina sudah tahu kafe ini milik Kei. Dia berniat mendatangi Kei dan mempermalukannya. Dan dengan bukti-bukti foto mesra kalian berdua, dia ingin membuat seakan-akan Kei pihak ketiga, yang sudah menghancurkan hubungan lo dengan Karina. Tentu saja dia akan membawa beberapa wartawan media online untuk menyebarkan beritanya. Tapi wartawan itu bukan masalah buatlo, gue tau sekretarislo yang menyeramkan itu akan mampu membungkamnya. Yang jadi masalah di sini adalah Kei. Dia pasti akan sangat terluka karena hal ini."
Mendengar informasi yang di sampaikan Ryo membuat darah Hardhan seakan mendidih, kalau bukan karena masalah kematian adiknya, Hardhan sudah sedari dulu akan menyuruh Alex mengirim Karina ke neraka.
Tapi saat ini Hardhan harus bisa mengendalikan diri, ia belum tahu niat sebenarnya dari Ryo. Seharusnya kalau rencana Karina ini berhasil dan membuat Kei dan Hardhan ribut, justru itu akan menguntungkan Ryo, tapi dia dengan senang hati malah membocorkannya ke Hardhan.
"Apa yang kau inginkan dariku sebagai balasan dari informasimu yang berharga itu?" tanya Hardhan dingin, dan Ryo hanya tertawa lebar.
"Lo memang jeli broo... Saya punya info yang jauh lebih berharga lagi mengenai kematian adikmu. Saya akan kasih tahu infonya asal kau mau berinvestasi di proyek saya selanjutnya... Bagaimana?"
__ADS_1