
"Lex... Aku mau... Lihat Kei dulu... Baru ke rumah sakit... Yaa..." pinta Sonya.
Alex mengangguk, dan merebahkan Sonya di sofa panjang dekat situ, kemudian berlutut di sebelahnya, "Biar aku periksa bagian mana dari tubuhmu yang terluka..." ujar Alex sambil memiringkan sedikit badan Sonya, tapi Sonya menolaknya.
"Kei..." desahnya.
"Kamu tenang saja my queen.... Ekram dan Damar sedang menyelamatkannya... Yang aku khawatirkan sekarang adalah dirimu... Kita ke rumah sakit sekarang yaa..." bujuk Alex.
"Dimana anak keponakanku?" tanya Cakra, sepupu Oma Alex dari keluarga Indonesianya.
"Bagaimana keadaan diluar Om?" tanya Alex dengan suara kurang bersahabat.
"Sudah berhasil kami bekuk semuanya... Untung rumah ini ditengah perkebunan... Jadi tidak mengundang kepanikan warga sekitar... Apa kau terluka Sonya?"
"Salah satu anak buah Karina menariknya dari tangga... Dan membuat Sonya jatuh dan terluka..." sahut Alex.
"Kau harus segera membawanya ke rumah sakit Lex, wajahnya sudah pucat seperti itu... Apa kau tidak bisa melihatnya?" seru Cakra.
"Iya... Masalahnya Sonya masih mengkhawatirkan Kei!"
"Handphone itu... Rekaman..." desah Sonya dengan suara lirih sambil menunjuk sebuah handphone di atas meja. Alex baru akan mengambil handphone itu tapi Ryo sudah terlebih dahulu mengambilnya, dan langsung menyerahkan handphone itu ke Alex.
"Rekaman rencana Karina beserta sugar daddynya Lex... Bisa kita pakai sebagai bukti..." seru Ryo.
"Wanita bodoh... Merekam rencananya kejahatannya sendiri!" cibir Alex sambil mengambil handphone itu dari tangan Alex.
"Niat awalnya rekaman itu untuk menyiksa Sonya, Kei dan anak-anak... Tapi Sonya berhasil memancing Karina tentang pembunuhan Rara... Kau bisa melihatnya sendiri nanti..." jelas Ryo.
"Wanita sialan itu menyakitimu my queen?!" geram Alex.
Sonya mengangguk kemudian mengerang kesakitan, "Arrgghhh... Perutku sakit sekali
"Itu terlihat seperti pendarahan Lex... Apa Sonya sedang hamil?" tanya Cakra lagi, membuat wajah Alex seketika memucat, dan langsung mengalihkan perhatiannya ke Sonya.
__ADS_1
"Kau sedang hamil Son?!" tanya Alex dengan suara serak, wajahnya menyiratkan ketakutan yang teramat sangat.
"A... Aku tidak tahu... Hanya saja... Saat ini perutku sakit sekali Lex..." rintih Sonya.
Dan tanpa banyak bicara lagi Alex langsung membopong Sonya, "Aku titip anak-anak om... Dan Ryo tolong lihat rekaman itu... Sisihkan siapapun yang menyentuh tangannya pada Sonya, Kei dan anak-anak!! Biar aku dan Hardhan yang menghabisi mereka!!!"
"Iya Lex... Cepat kau bawa Sonya ke rumah sakit sekarang!!"
Dan saat Alex akan keluar dari rumah itu, ia melihat Ekram yang sudah membekuk Galang, turun dari lantai dua.
"Berani-beraninya kau menyentuh Kei!!" geram Alex, "Satukan dia dengan wanita ular itu... Biar Hardhan yang mengurus mereka berdua nantinya..." perintah Alex ke Ekram, dan Galang tertawa lebar, tapi langsung meringis ketika merasakan sakit di rahangnya tempat tinju Alex tadi mendarat.
"Bagaimana bisa orang yang sudah mati mengurusku Lex!" cibir Galang.
"Apa maksudmu?" tanya Alex tapi Galang tidak menjawab, ia hanya terus tertawa.
"Boss... Nona Kei pingsan...." seru Damar yang menuruni tangga sambil membopong Kei.
"Ikut aku sekarang!!" perintah Alex sambil bergegas keluar menuju rumah sakit.
Alex dan Damar sedang menunggu Sonya dan Kei di luar ruang IGD, dan Alex melihat Damar yang sesekali terlihat membuka mulut ingin bicara dengannya tapi selalu dibatalkan, mungkin karena wajah Alex yang sedang tidak bersahabat ini.
"Bicara saja cepat!!" seru Alex tanpa mengalihkan perhatiannya dari pintu masuk ruang IGD itu.
"Nona Kei pingsan setelah melihat video ini Boss..." sahut Damar sambil menyerahkan handphone Galang ke tangan Alex.
Dengan alis berkerut, Alex melihat tampilan layar handphone Galang yang berisi link sebuah berita online.
Wajah Alex kembali memucat, dan tangannya bergetar hebat ketika membaca isi berita itu, "Ya Tuhan!! Ini tidak mungkin!!! Sial!! Aarggghhhh!!!!" teriak Alex sambil membanting handphone itu.
Alex menunjuk Damar dengan tangan yang masih gemetar, "Ce... Cepat hubungi Dino... Atau siapapun yang bersama Hardhan saat ini!!"
Sementara Damar menghubungi rekannya, Alex berusaha menghubungi Hardhan, tapi berkali-kali ia teleponpun ponsel Hardhan tetap tidak aktif, dan itu membuat Alex tambah frustasi.
__ADS_1
Alex kembali terduduk, kemudian menundukkan kepalanya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Tuhan.... Kenapa harus terjadi lagi... Kenapa harus orang-orang yang aku sayangi Tuhan!! Erang Alex dalam hati.
Badannya saat ini benar-benar bergetar hebat, karena tangisannya dan juga perasaan ketakutannya pada masa lalunya, trauma lamanya akibat meninggalnya orang-orang yang ia sayangi kini kembali lagi.
Inilah akibatnya Lex... Inilah akibat kalau kau kembali menyayangi seseorang lagi... Saat kau mulai membuka hatimu lagi...
Jangan ambil Hardhan Tuhan... Please... Dan Sonya... Bagaimana kalau ternyata ia benar-benar hamil... Dan bagaimana kalau dia sampai keguguran?!! Bagaimana aku menghadapi Sonya nanti!! Tuhan.... Anakku.... Jangan ambil calon anakku itu Tuhan.... Aku mohon...
Aku tidak akan sanggup melihat kesedihan Sonya nanti... Dan Kei... Bagaimana ia menghadapi kematian tragis suaminya?
Pundak Alex kembali bergetar dengan isak tangisnya, saat ini ia benar-benar berada di titik terlemahnya. Damar duduk di sebelah Alex, dan dengan ragu-ragu menepuk-nepuk punggungnya.
Tidak berselang lama pintu ruang IGD terbuka, dokter Sam keluar dengan raut kecemasan menghiasi wajah tampannya, dan Alex dengan sigap langsung berdiri.
"Bagaimana dengan mereka Sam?" tanya Alex penuh khawatir.
"Lex sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua wanita itu sih? Kau tahu tadi setelah siuman Kei menangis histeris sambil memanggil-manggil Hardhan... Bukannya Hardhan saat ini sedang di Paris? Dan apa yang sudah kau lakukan dengan Sonya sampai ia keguguran seperti itu?!" cecar Sam.
Alex mundur selangkah, badannya melemas seketika, "So... Sonya keguguran?" ulang Alex.
"Dengan turut menyesal aku katakan sekali lagi... Iya.. Sonya keguguran... Janinnya berusia lima minggu... Kenapa bisa dia terjatuh Lex?"
Ya Tuhan... Yang aku takuti akhirnya terjadi juga...
Alex mengacak rambutnya sambil mendesah pelan, rasa sedih langsung membuncah di dadanya, dan rasa penyesalan kembali menghampirinya.
"Aku mau masuk sekarang!" seru Alex sambil mendorong dokter Sam, tapi dokter Sam tetap bergeming dan menahan lengan Alex.
"Tadi Sonya syok Lex... Sekarang sedang dibawah pengaruh obat penenang... Kami segera memindahkan Sonya dan Kei ke ruang presidential suite... Kau sabar sebentar yaa..." bujuk dokter Sam.
Alex tidak mengindahkan perkataan dokter Sam, dengan sekuat tenaga Alex mendorong tubuh dokter Sam kesamping dan langsung masuk ke ruang IGD.
__ADS_1
Terlihat di sana Sonya dan Kei sama-sama terbaring tidak sadarkan diri di hospital bed. Untuk saat ini sama-sama terlihat sedang tenang, tapi apa jadinya ketika kedua wanita itu sudah siuman, Alex tidak dapat membayangkan kesedihan mereka.