Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Sabar


__ADS_3

Sekarang inilah hasil balas dendammu itu Lex... Aku kehilangan janinku yang bahkan aku sendiri belum mengetahui kalau aku sedang mengandungnya... Mengandung anak ketigaku.... Yang sekarang sudah tiada...


Dan Hardhan.... Ya Tuhan.... Kei pasti hancur sekali saat ini... Bagaimana keadaannya sekarang?


Sonya melihat hospital bed disebelahnya, dan Kei masih belum siuman juga, kemudian Sonya menyibak selimutnya lalu berusaha untuk duduk dan Alex membantunya.


Perutnya masih terasa nyeri, dan kepalanya sedikit pusing, mungkin efek obat bius tadi, Sonya langsung menepis tangan Alex ketika ia sudah berhasil duduk.


"Sonya..." panggil Alex, ada nada sedih dan kecewa karena penolakan dari Sonya, dan Sonya tetap memalingkan wajahnya, kemudian bertemu pandang sama mama.


Dengan dibantu Upin mama bangun dari duduknya dan menghampiri Sonya lalu berdiri di sebelahnya, "Sonya sayang... Kamu yang sabar yaa Nak..." ujar mama Sambil memeluk Sonya, dan sambil terisak Sonya melingkarkan lenganny ke pinggang mama.


"Aku tidak tahu aku sedang hamil Ma... Aku memang terbiasa telat seminggu setelah melahirkan Al... Jadi aku tidak curiga kalau aku sedang hamil... Dan aku tidak merasakan mual sama sekali... Seperti pada kehamilanku sebelumnya..." isak Sonya.


Alex mendesah pelan, seharusnya kalau Alex sedikit saja lebih peka, Alex pasti akan menyadari kalau Sonya sedang hamil, karena sudah lebih dari dua minggu Sonya selalu mengeluh tidak enak badan, dan sering sekali terlihat letih.


Alex pikir mungkin itu akibat dari beban kerjanya di kantor, itu makanya Alex meminta Sonya untuk cuti terlebih dahulu dan istirahat di rumah.


Alex melihat tangan mama mengelus rambut Sonya dengan lembut, "Sayang... Ikhlaskan yaa... Anak itu belum rezekimu... Mama mengerti bagaimana rasanya kesedihanmu... Tapi kau juga tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan... Kalian masih muda, semoga segera akan hadir penggantinya yaa..." bujuk mama, yang mengingatkan Sonya pada menghilangnya pesawat Hardhan.


"Mama juga yang sabar yaa..." isak Sonya, mereka berdua saling berpelukan sambil menangis.


"Anak-anak bagaimana Ma? Aku merindukan mereka..." tanya Sonya.


"Mereka sedang dalam perjalanan kesini... Kamu tunggu sebentar yaa..." jawab mama dan Sonya mengangguk.


Sonya memutar pinggangnya dan menurunkan kedua kakinya, "Kamu mau apa Son?" tanya Alex sambil memutar ke sisi hospital bed tempat Sonya akan turun.


"Aku mau pipis..." jawab Sonya sambil turun dari tempat tidur, tapi kakinya langsung gontai dan ia nyaris saja jatuh terduduk kalau saja lengan Alex tidak menahannya.


"Kamu belum bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan Son... Kamu kehilangan banyak darah tadi... Badanmu masih lemah..." jelas Alex lalu membopong Sonya di lengannya.

__ADS_1


"Turunin aku... Aku bisa jalan sendiri!!" pekik Sonya.


"Ambil botol infus itu..." perintah Alex mengabaikan protes Sonya, dan Sonya pun dengan senang hati akan mengabaikan perintah Alex, kalau saja ia tidak benar-benar kebelet pipis.


Setelah mengambil botol infus itu, Alex langsung membawa Sonya ke kamar mandi, dan menurunkannya tepat di depan kloset.


"Sudah kamu keluar dulu sana..." kata Sonya dengan nada setengah mengusir.


Alex malah bersandar pada pintu sambil melipat tangannya di depan dadanya, "Sudah pipis saja... Aku akan tetap disini menunggumu..."


Suka tidak suka Sonya pipis dengan mata Alex yang tidak pernah lepas dari wajah Sonya, tatapan matanya terlihat nanar, dan Alex tidak bisa menyembunyikan sisi rapuhnya itu dibalik sikap sok berkuasa dan terlihat tegar itu dari Sonya.


Setelah mencuci tangan dan sambil berpegangan pada marmer wastafel, Sonya kembali terisak sedih, perasaannya saat ini sedang kacau balau. Sonya ingin teriak dan juga ingin nangis secara bersamaan. Ia juga ingin menyalahkan seseorang atas kejadian buruk ini. Kejadian yang menimpanya dan juga Kei.


Alex memeluk Sonya dari belakang, "Jangan sedih seperti itu my queen... Hatiku sakit melihatnya..."


Sambil terisak Sonya berusaha lepas dari pelukan Alex, "Semua gara-gara kamu Lex... Gara-gara kamu yang tidak menerima dengan ikhlas atas kematian Anindira!!" isak Sonya.


"Apa kamu memikirkan bagaimana takutnya anak-anak saat di culik dan diikat seperti itu?! Aku takut Alsonku akan trauma... Dia bahkan melihatku jatuh dari tangga dan berdarah... Aku takut Lex... Takut itu akan berpengaruh pada psikologisnya!!" seru Sonya di sela tangisannya.


"Dan bagaimana perasaan Zou dan Zie saat mendengar Mommynya diseret paksa ke lantai dua oleh Galang... Sedang mereka harus tetap berpura-pura tidur... Telingaku bahkan masih terngiang-ngiang nada ketakutan dari suara Zou saat mengkhawatirkan nasib Mommynya!! Apa kamu pikir kejadian ini tidak akan berdampak buruk pada perkembangan mental mereka?!! Dan karena siapa semua ini terjadi?!!"


"Sonya..."


"Dan bayiku... Aku bahkan tidak tahu sedang ada kehidupan lain di dalam rahimku... Aku justru tahu saat aku sudah kehilangannya... Ibu macam apa aku ini?!!" isak Sonya lagi, Alex semakin erat memeluk Sonya.


Alex ingin mengatakan sesuatu, tapi rasanya percuma saat emosi Sonya sedang naik turun seperti ini. Jadi Alex hanya bisa memeluknya, dan membiarkan Sonya meluapkan emosinya melalui tangisannya, sampai Sonya merasa cukup dan tangisannya terhenti.


"Aku mau kembali ke kamar..." seru Sonya, dan Alex kembali membopongnya.


"Aku mau duduk si sebelah Kei... Aku ingin bicara dengannya..."

__ADS_1


"Tapi Kei belum sadar Son..."


"Aku yakin Kei mampu mendengar suara kita, walaupun dia masih terlelap dibawah alam sadarnya..." kata Sonya bersikeras.


Tidak ingin membuat Sonya lebih marah lagi, Alex langsung menurutinya, dan baru saja menyantelkan botol infus Sonya ke tiang infus Kei ketika dokter Sam masuk dan langsung menghampiri mereka.


"Apa itu benar Lex? Hardhan berada di dalam pesawat yang hilang kontak itu? Itu kah alasan Kei menjadi syok seperti itu?" cecar Sam dengan suara tercekat.


Alex mengencangkan rahangnya sebelum menjawab, "Apa di berita sudah disiarkan nama-nama penumpangnya?"


Sam mengangguk, "Stasiun televisi lokal sedang heboh dengan berita ini... Hardhan Adipramana bahkan menjadi trending topic nomor satu di sosial media... Dan puing-puing pesawat itu sudah ditemukan... Dugaan sementara pesawat itu meledak saat di udara!"


"Ya Tuhan!" pekik Alex, Sonya, mama dan Upin secara bersamaan.


"Nyonya besar..." teriak Upin ketika melihat nafas mama yang tiba-tiba sesak, Sam dan Alex langsung menghampirinya.


"Dimana obat mama?" tanya Sam, dan mama langsung menunjuk tasnya yang ia letakkan di atas meja.


Sementara Sam dan Upin memapah mama dan mendudukkannya di sofa, Alex mengeluarkan obat mama dari dalam tasnya, kemudian menyerahkannya pada Sam.


Sonya menghela nafas lega setelah kondisi mama sudah mulai stabil lagi, Alex dan Sam sedang berusaha menenangkan mama.


Sonya mengalihkan perhatiannya ke Kei, sahabatnya itu masih belum sadarkan diri juga, Dan Sonya melihat sudut mata Kiri Kei yang menitikkan air mata, Sonya menghapus air mata itu dengan jarinya, lalu meremas tangan Kei.


"Kamu mendengarnya Kei? Ya Tuhan... Kamu harus kuat Kei... Demi anak-anak dan juga mama..." kata Sonya dengan suara parau.


Dear Readers...


Crazy saturday with crazy up...


Yes or No...?😁

__ADS_1


__ADS_2