
"Sekarang aku akan membereskan Sam terlebih dahulu yang sudah berani memeluk istriku..." gertak Hardhan, membuat Alex juga menatap tajam ke arah Sam,
"Aku juga belum membuat perhitungan dengannya..." desis Alex.
Ya Tuhan.... Selamatkan hamba-Mu ini... erang Sam dalam hati. Kemudian mengutuki kesialannya hari ini.
"Sabar mas bro!" seru Sam sambil melangkah mundur ketika Alex dan Hardhan mendekatinya.
"Hardhan!"
"alex!" panggil Kei dan Sonya bersamaan, dan kedua pria posesif itu langsung menengok ke arah istrinya masing-masing.
"Yaa sayang..."
"Yaa my queen..." sahut Hardhan dan Alex sambil menghampiri istrinya.
"Sini... Peluk aku..." rengek Kei sambil menepuk-nepuk sebelah tempat tidurnya, dan Hardhan menurut. Sambil tersenyum lebar ia langsung merebahkan badannya di sebelah Kei, kemudian memeluknya.
"Aku mau pipis Lex..." kata Sonya.
"Pakai bajumu dulu yaa..." seru Alex lalu kembali menatap tajam Sam,
"Kenapa masih berdiri saja disana? Cepat keluar! Kau mau mengintip Sonya lagi?" geram Alex.
Sam langsung menghela nafas lega, dan tanpa banyak pikir lagi ia bergegas keluar dari kamar itu.
Sial kedua pria yang sedang bucin itu! rutuk Sam dalam hatinya.
"Sekarang kamu sudah bisa memakai bajumu my queen... Hardhan tidak akan melihatmu, dia sedang membelakangimu..." seru Alex.
Dengan cepat Sonya langsung memakai baju rawat inapnya, lalu memberengut ke arah Alex, "Kamu semalaman kemana? Baru pulang jam segini?" tanya Sonya.
__ADS_1
"Nanti aku jelaskan... Sekarang aku antar kamu pipis dulu yaa..." jawab Alex lalu membopong Sonya dan membawanya ke kamar mandi.
Selesainya Sonya dengan urusannya, Alex langsung memeluk Sonya dan menangis di bahu Sonya.
"Ka... Kamu kenapa Lex?" tanya Sonya bingung dengan sikap Alex yang tiba-tiba berubah mellow itu.
"Maaf my queen... Aku bukan Appa yang baik... Aku tidak bisa menjaga calon baby kita..." isak Alex.
Ya Tuhan... Selama ini aku berduka atas kegugurannya kandunganku... Berduka atas kehamilan yang tidak pernah aku ketahui... Aku terlalu berduka hingga aku menyalahkan Alex karenanya... Yang tidak aku sadari adalah... Alex sama berdukanya denganku... Dia sama terpukulnya sepertiku... Atas kehilangan calon anak kami...
Air mata Sonya mengalir dipipinya, dan ia langsung membalas pelukan Alex, Sonya melingkarkan lengannya ke punggung Alex yang bergetar karena isakan tangisnya.
"Maaf kemarin aku menyalahkanmu sayang... Aku... Aku hanya ingin meluapkan emosiku... Kekecewaanku... Kesedihanku... Lex..." isak Sonya.
"Aku takut Son... Takut kamu akan mengacuhkanku dan meninggalkanku lagi... Aku takut aku kembali membawa sial untuk orang-orang tersayangku... Hardhan mati... Dan calon anak kita... Kamu, Kei, Al, dan sikembar juga dalam bahaya... Aku pembawa sial Son!" desah Alex lirih.
Sonya memukul punggung Alex dengan kepalan tangannya, "Aku tidak suka kamu berpikiran sempit seperti itu Lex... Tidak ada yang namanya pembawa sial... Kamu bukan pembawa sial... Aku akan marah kalau kamu terus menyalahkan dirimu sendiri setiap ada kesialan dalam hidup kita... Kamu lupa apa kata Mama kemarin... Semua sudah takdir... Kita semua punya takdirnya masing-masing..."
"Iyaa maafkan aku... Aku hanya takut kehilangan kamu Son... Kehilanganmu dan anak-anak. Aku akan melakukan apapun untuk kalian... Termasuk mendatangi keluarga Sethku untuk meminta bantuannya..." ujar Alex, lalu menjauhkan sedikit badannya supaya bisa melihat Sonya.
Alex menghapus air mata Sonya, "Aku melakukan itu demi untuk menyelamatkanmu my queen... Dan juga Kei serta anak-anak... Walaupun ada harga yang harus dibayar untuk itu..."
"Harga apa maksudmu?" tanya Sonya bingung.
Alex menghela nafas panjang, "Kita harus membayar kesalahan yang sudah dilakukan nenek buyutku..." jawab Alex.
Sonya mengerutkan keningnya, "Kesalahan?" ulangnya, "Dan apa kesalahannya?" lanjut Sonya.
"Aku takut kamu akan marah padaku kalau aku menceritakannya my queen... Tapi aku harus tetap cerita... Iya kan?" ujar Alex ragu-ragu.
"Iya... Kamu harus cerita... Aku justru akan marah kalau kamu tidak mau cerita... Cepat katakan kesalahan apa yang sudah di lakukan nenek buyutmu itu?" cecar Sonya.
__ADS_1
"Baiklah aku akan cerita padamu... Tapi tidak disini yaa..." kata Alex sambil membopong Sonya, dan membawanya keluar dari kamar mandi.
Alex kembali merebahkan Sonya ke hospital bednya, lalu mencium keningnya.
"Apa?" tanya Sonya.
Alex terkekeh pelan, ia sudah merasa lega karena Sonya tidak menyalahkan Alex lagi tentang penculikan yang menyebabkan Sonya keguguran, Alex belum tahu apa reaksi Sonya nanti kalau Alex bilang apa yang menjadi syarat dari om Cakra,
"Kamu selalu tidak sabaran dalam hal apapun my queen..." elak Alex berusaha mengulur-ngulur waktu.
"Kamu tahu itu... Tapi kamu tetap selalu saja mengulur waktu... Katakan saja Lex apa kesalahan nenek buyutmu itu? Atau aku sendiri yang akan menelepon Oma!" desak Sonya.
Alex melihat di tempat tidur sebelah Kei dan Hardhan sudah terlelap tidur, mungkin Hardhan masih lelah akibat perjalanan panjangnya, sementara Kei mungkin masih di dalam pengaruh obat pemenang.
"Lihat aku Lex..." geram Sonya.
"Iya... My queen... Aku hanya bersyukur tidak terjadi apapun pada Hardhan... Ia kembali dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apapun... Tapi aku tetap berduka untuk kedua anak buahnya yang berada di dalam pesawat naas itu, beserta pilot dan awak kabinnya..." desah Alex.
Sonya meremas tangan Alex, "Jangan menyalahkan diri sendiri lagi untuk itu sayang..." hiburnya.
Alex menggeleng, "Tidak... Aku tidak akan menyalahkan diri sendiri lagi my queen... Aku akan kuat selama ada kamu di belakangku... Ada kamu yang akan selalu mendukungku... Kamu yang selalu membesarkan hatiku... Karena kamu adalah obat untukku my queen..." tegas Alex lalu mengecup bibir Sonya.
"Aku ngeri membayangkan apa pembalasan Hardhan untuk orang-orang jahat itu... Teganya mereka mengorbankan orang yang tidak bersalah untuk dendam di antara kalian..." kata Sonya sambil melirik Hardhan yang saat ini sedang tenang.
Tapi Sonya yakin kalau Hardhan sudah bangun dan segar kembali, Hardhan pasti akan membuat pembalasan, atau memberikan hukuman mengerikan untuk orang-orang itu.
"Lebih baik kamu tidak usah membayangkannya my queen... Belakangan ini Hardhan tidak sesadis dulu setelah menikah dengan Kei... Tapi aku rasa... Sekarang Hardhan pasti tidak akan memaafkan mereka lagi... Aku tahu apa yang akan terjadi pada orang-orang itu nantinya..." jelas Alex.
"Sudah aku tidak mau mendengarnya... Itu urusan kalian... Aku mendukung apapun yang akan kalian lakukan... Untuk membalas kejahatan mereka pada orang yang tidak bersalah..." gumam Sonya lalu menatap penuh Alex.
"Sekarang jangan alihkan pembicaraan lagi... Apa kesalahan nenek buyutmu itu?" desak Sonya.
__ADS_1
Sesaat Alex terdiam sebelum melanjutkan, "Nenek buyutku kabur saat hari pernikahan dengan salah seorang sahabat keluarga Seth... Awalnya Om Cakra tidak mau membantu karena kita tidak menggunakan nama Seth untuk Alson... Dan Om Cakra bersedia membantu asal Alson membayar kesalahan nenek buyutku itu... Menikahkan Alson dengan cucu keluarga sahabat Seth itu..."