Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Segel


__ADS_3

Kei membuka pintu kamar Sonya, dan melihat Sonya yang sedang bersandar di kepala tempat tidur. Ketika melihat Kei masuk, Sonya merentangkan kedua tangannya dan Kei langsung menghambur ke pelukannya.


"Maafin aku Nya... Aku tidak bisa menjagamu dan mencegah pria asing itu memberimu obat sialan itu..." isak Kei.


"Aku yang harusnya minta maaf Kei, karena sudah mengajak kamu ke Pub, dan membahayakan kita berdua. Kamu pasti dimarahin boss yaa?"


Kei melepaskan pelukannya, lalu duduk bersila di depan Sonya, dan meremas tangan Sonya.


"Aku bisa mengatasinya, yang terpenting sekarang... Bagaimana denganmu? Apa Alex... Hmmmmm... Bersikap lembut padamu? Maksudku... Saat Alex pertama melakukannya... Kamu.... Ohh Demi Tuhan, apa Alex berhati-hati padamu mengingat ini pertama kalinya untukmu? Apa dia menyakitimu?"


"Huuwaaaaa... Aku malu Kei!! Jailangkung itu sudah melihat setiap jengkal tubuh aku sekarang!! Aku ingin menghilang saja dari muka bumi ini!! Aku malu kalau ketemu dia lagi!! Kenapa harus dia sih?!" ujar Sonya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dan menghentakkan kedua kakinya di kasur.


"Memangnya kamu mau dengan pria asing semalam? Atau sama salah satu pengawal Hardhan yang lainnya? Atau Upin Ipin? Selain Alex, hanya pria itu yang tersedia di sini. Untungnya Hardhan menyuruh Alex yang mengatasimu... Aku tidak dapat membayangkan kalau itu Upin atau Ipin..." Kei begidik.


"Tetap saja kenapa harus Alex yang au benci itu? Lebih baik sama Dino deh, salah satu pengawalnya si boss itu!" suntuk Sonya.


"Sudah lah... Siapapun itu sudah tidak penting lagi sekarang, mengingat kita sudah di selamatkan dari kemungkinan yang paling terburuk bersama pria asing semalam. Sekarang Hardhan ingin bicara dengan kita di bawah..."


"Apa ada Alex juga?" tanya Sonya pelan.


Kei mengangguk, "Iya... Ada Alex juga."


Sonya merosot ke kasur, lalu menutup selimut sampai menutupi seluruh badan hingga kepalanya.


"Aku nggak mau! Aku malu sama Jailangkung itu... Bilang saja aku masih tidur yaa... Please... Pokoknya aku nggak mau keluar..." seru Sonya dari dalam selimut.


"Nyaa... Sampai kapan kamu akan terus menghindar? Berhasil menghindar di sini pun nanti kamu akan tetap bertemu dengannya di kantor...."


"Aku resign... Ya benar aku akan resign...."


Kei menyibak selimut itu, "Sonya... Jangan konyol... Kemana perginya Sonya si pemberani?"


"Sudah mati semalam!!" suntuk Sonya.


"Sonya... Hei... Bersikap dewasa lah... Ayo kita turun sebelum Hardhan kembali murka...."


"Lebih baik aku ngadepin amarah boss, daripada wajah dingin Jailangkung itu!!"


Kei meremas tangan Sonya, menatap penuh ke mata sahabat baiknya ini, "Sekarang jujur sama aku... Kenapa kamu sampai segitunya tidak ingin bertemu Alex? Aku kenal kamu Nya... Dan pengecut bukan lah salah satu sifat kamu...."

__ADS_1


"Aku merasa tidak enak saja sama dia Kei. Pasti dia dipaksa boss untuk melakukan itu. Huwaaa kalau ingat semalam, aku benar-benar ingin menghilang Kei saking malunya. Bayangin... Aku memelas minta dia nyentuhku, walaupun itu juga diluar keinginan aku, karena pengaruh obat pastinya."


"Dan dia melakukannya dengan wajah dingin dan datar, tanpa ekspresi sama sekali, tidak seperti normalnya pria lain ketika melihat wanita tanpa busana! Aku semalam seperti di puasin robot!! Bukan Jailangkung!! Jadi ada dua kemungkinan kenapa dia begitu. Pertama, dia dipaksa boss makanya dia melakukannya dengan enggan dan terpaksa. Kedua, dia benar-benar maho!!"


"Ya sudah anggap saja dia maho... Jadi kamu tidak perlu malu lagi ketemu dia. Lagi pula kalau kamu malu, justru terlihat kamu peduli dengan kejadian semalam. Tapi kalau kamu cuek dan bersikap seperti kamu biasanya, Alex akan berpikir, kalau kamu tidak menganggap kejadian semalam itu penting. Jadi jangan memberi kepuasan kepada Alex, dengan menjadi pengecut."


"Siapa bilang gue pengecut...."


"Nah, tunjukin kalau begitu siapa Sonya sebenarnya. Sonya pemberani yang tidak pernah takut dengan apapun, kecuali kecoa." kata Kei sambil menyeringai.


"Yaudah ayo turun..." serunya.


Di lantai bawah Hardhan duduk di sofa panjang, sebelah tangannya di rentangkan di sandaran sofa, sedang Alex duduk di kursi kecil di seberang Hardhan.


Ketika melihat Sonya dan Kei mendekat, Hardhan menyuruh mereka duduk dengan gerakan tangan yang memerintah.


"Kau mau duduk dimana sayang? Kemarilah..." perintah Hardhan ke Kei.


"Tadi tanganmu mengarah kesana...." suntuk Kei.


"Itu untuk Sonya, bukan untukmu...."


"Kau harus menerima konsekuensi dari kesalahanmu semalam Sonya..." mulai Hardhan dengan suara dingin.


Kei memegang lengan Hardhan, "Sayang... Katanya kamu tidak akan menghukum kami."


Hardhan menepuk-nepuk tangan Kei yang berada di lengannya. "Ini bukan hukuman sayang. Tapi akibat yang harus diterima Sonya, karena masalah yang ia sebabkan sendiri."


Kei mengalihkan tatapan bingungnya dari Hardhan, ke Sonya yang mengkerutkan kening karena bingung, dan ke Alex yang dingin.


"Saya tidak mengerti apa yang di maksud boss...." gumam Sonya.


"Kalian berdua harus menikah!" Seru Hardhan santai, seperti sedang membicarakan cuaca cerah di pagi hari, bukan masalah kehidupan manusia yang akan dijalankan seumur hidup.


Kei langsung ternganga dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, reaksi Sonya pun tidak jauh beda dengan Kei. Hanya Alex yang seperti tidak merasa terusik.


"Boss... Saya lebih memilih menjadi perawan seumur hidup, daripada menikahi gunung es di sebelah saya ini!" protes Sonya.


Sebelah alis Hardhan terangkat, "Berbicara seperti kau ini masih perawan saja, setelah semalaman kau bersama Alex...."

__ADS_1


"Alex memang membantu saya semalam, tapi bisa saya pastikan saya masih tersegel, dan Alex bersikap dengan sangat terhormat dengan tidak membuka segel saya...."


Sebelah alis Hardhan naik semakin tinggi, lalu mengalihkan perhatiannya dari Sonya ke Alex.


"Benar yang dikatakan Sonya Lex?"


"Benar boss."


"Lalu bagaimana caranya kau menanganinya semalam? jangan bilang kau...."


"Tepat seperti itu boss." potong Alex.


Tawa Hardhan pecah, membuat Kei bertambah bingung dan wajah Sonya semerah udang rebus "Aku tidak percaya kau bisa bersikap puritan seperti itu Lex..."


"Saya hanya tidak ingin mengambil yang bukan hak saya boss, itu hak suaminya nanti."


"Sonya... Alex melihatmu tanpa sehelai benangpun?" tanya Hardhan.


"Iya..." jawab Sonya dengan enggan.


"Kau melihat Alex tanpa sehelai benangpun?"


"Oh... Dia berpakaian boss lengkap dengan sepatunya."


"Tetap saja Alex sudah melihatmu polos. Dan dia tetap harus menikahimu...."


"Tapi boss... Saya..."


"Sonya... Kau orang terpenting dalam hidup Kei, dan kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Aku bahkan menyuruh Alex untuk menyelidiki Owen, aku tidak ingin kau memilih pria yang salah, yang pada akhirnya akan menyakitimu, yang berarti akan membuat istri kesayanganku ini menjadi sedih juga. Dengan Alex, aku bisa menjamin dia tidak akan mengkhianatimu, atau aku sendiri yang akan mengkebirinya nanti...."


"Tapi saya yakin, Alex tidak menyukai wanita boss..." elak Sonya.


Alex tiba-tiba terbatuk, dan tawa Hardhan kembali pecah "Sonya... Alex memang masih perjaka, tapi bisa saya jamin seratus persen dia masih normal."


"Tapi reaksinya tidak seperti pria normal semalam..." ejek Sonya.


"Apa kau kecewa Alex tidak membuka segelmu semalam?" tanya Hardhan dengan tatapan geli.


"Oh saya tidak kecewa... Saya malah bersyukur boss...." elak Kei.

__ADS_1


Hardhan mengalihkan tatapannya dari Sonya ke Alex, lalu ke istrinya, dan kembali lagi ke pasangan aneh di depannya itu, "Aku beri waktu kalian satu bulan untuk saling mengenal dan saling menyukai. Setelah itu, entah kalian saling suka atau tidak, aku tetap akan berbicara kepada papamu Sonya, dan melamar kau untuk Alex..."


__ADS_2