Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Lama Tidak Berjumpa Sayang


__ADS_3

"Bagaimana Lex?! Aku sangat mengandalkanmu... Aku masih di bandara, pesawat akan take off setengah jam lagi..." tanya Hardhan.


"Aku sudah menerima sinyal dari gelang anak-anak Dhan... Kami sudah tahu posisinya sekarang, dan sudah bersiap meluncur ke sana... Mereka orang-orangnya Mr. Marcus Dhan?"


"Mr. Marcus? Ah... Cari mati dia rupanya!! Kalau begitu tidak ada cara lain lagi untuk menambah personil kita Lex... Jadi sudah saatnya kau meminta bantuan dari kerabat Sethmu itu Lex... Untuk membantu kita membumi hanguskan Mr. Marcus dan Monsieur Damien beserta antek-anteknya..." seru Hardhan.


"Tapi Dhan..."


"Jangan keras kepala!! Ini untuk anak istri kita Lex... Singkirkan sebentar egomu itu... Kalau kita tidak membasmi Mr. Marcus dan Monsieur Damien sampai ke akar-akarnya, mereka akan terus balas dendam ke kita!!" potong Hardhan dengan tegas.


"Apa kau sudah menghubungi Damanik?" lanjut Hardhan.


"Sudah Dhan... Orang-orangnya juga sudah bersiap kesana... Tinggal menunggu komando dariku..." sahut Alex.


"Segera berangkat sekarang... Kita memang sudah memberi arahan pada anak-anak untuk tetap pura-pura tidur dalam situasi seperti ini.... Tapi kita tidak tahu sampai kapan mereka akan tetap bertahan seperti itu..."


"Baik Dhan... Aku akan segera menyuruh anak buah kita dan Damanik untuk segera bergerak sekarang..."


Hardhan baru akan mematikan ponselnya ketika ada video call dari Ryo.


Ryo? Bukannya dia juga di culik?


Dengan segera Hardhan langsung menerima panggilan video call itu, "Ternyata kau wanita sialan!! Dimana anak dan istriku?!!" geram Hardhan.


"Tidak perlu teriak seperti itu sayang... Mereka aman kok... Kau mau lihat sendiri?" Karina memperlihatkan Kei dan Sonya dengan kamera belakang ponsel Ryo.


"Lihat istrimu dan adik iparmu... Ah maaf pipi mereka memar karena aku tidak tahan untuk tidak menampar mereka..." ujar Karina sambil terkikik...


"Bangs*t kau!!!" raung Hardhan.

__ADS_1


"Hahaha... Tenang sayang, lihatlah anak-anak manis yang sedang tidur itu... mereka baik-baik saja kan?" tanya Karina sebelum mengganti lagi tampilan layar dengan kamera depan.


"Tapi mereka tidak akan baik-baik saja kalau kau tidak segera mencabut tuntutanmu pada Monsieur Damien... Aku beri waktu kamu satu jam untuk menarik tuntutanmu itu dan membebaskan Monsieur Damien!!" ancam Karina sebelum mematikan ponselnya.


Hardhan menatap tajam layar ponselnya, sebelum mematikannya.


"Kau yang akan segera aku kirim ke neraka wanita ular!!! Berani-beraninya tangan kotormu itu menyentuh anak istri dan keponakanku beserta Sonya!!! Kali ini akan kupastikan kau benar-benar raib dari muka bumi ini!! geramnya.


**********


"Apa orang-orang sugar daddymu itu sengaja mengacaukan saham Hardhan supaya Hardhan segera berangkat ke Paris, sementara kamu di sini menculik kami?" tanya Kei sambil memicingkan kedua matanya ke Karina.


"Yah... Tadinya kami pikir Alex juga akan ikut ke Paris... Biasanya dimanapun ada Hardhan disitu ada Alex... Mereka tidak pernah terpisahkan... Ternyata perkiraan kami meleset... Tapi Alex bisa apa? Kau lihat tadi diluar kan berapa banyak anak buahku..." jawab Karina dengan nada pongah.


"Kalian bodoh kalau sampai berpikir Hardhan dan Alex tidak akan mencurigainya... Aku yakin mereka pasti sudah tahu kalau kamu sudah dibebaskan... Itu makanya Hardhan pergi dan Alex tetap disini!"


Karina mengangkat bahunya, "Tidak ada pengaruhnya Alex berada disini atau ikut ke Paris... Toh jumlah anak buah kalian pasti tidak sebanding dengan orang-orang bayaranku itu... Yang omong-omong juga memiliki dendam tersendiri dengan suamimu itu Kei..."


"Stop Karina!! Kau sudah janji tidak akan menyakiti Kei kan?!!" teriak pria itu yang Kei kenal betul itu suara Galang.


Astaga... Jangan bilang kamu juga terlibat dalam rencana keji ini Galang... gumam Kei dalam hatinya.


"Kemana saja kau baru datang?!!" geram Karina.


"Anak buahmu harus segera bersiap-siap... Aku dapat kabar Alex akan segera ke sini..." ujar Galang dan dengan santai langsung menghampiri Kei.


"Lama tidak berjumpa sayang..." sapanya sambil mengangkat dagu Kei.


"Kenapa kamu bisa ikut terlibat Lang? Kamu tidak memikirkan bagaimana nasib mamamu anak dan istrimu nanti?" tanya Kei.

__ADS_1


"Aku sudah memutuskan hubungan dengan mereka... Karena kata-kata mereka lah aku jadi percaya kalau kamu mandul Kei... Yang ternyata itu salah..." jawab Galang sambil menyusuri jemarinya ke pipi Kei dan mendekatkan bibirnya ke telinga Kei,


"Aku sudah menceraikan Inge dengan talak tiga... Supaya dia tidak bisa kembali lagi padaku..." bisik Galang.


"Apa kamu sudah gila Lang? Kamu tidak memikirkan bagaimana masa depan anakmu nanti... Anak butuh orang tua yang lengkap Lang!"


Galang mengangkat bahunya dengan tidak acuh, "Aku sendiri tidak yakin dia anakku atau bukan... Aku bukan yang pertama untuk Inge... Bisa saja kan dia sudah berhubungan terlebih dahulu dengan pria lain sebelum denganku... Dan aku yang kena getahnya..."


"Kenapa kamu tidak tes DNA untuk memastikannya Lang? Kamu akan sangat menyesal nantinya ketika tahu dia benar-benar darah dagingmu!"


"Aku tidak mau anak dari Inge... Aku maunya darimu sayang..." sahut Galang sambil tersenyum, lalu mengalihkan perhatiannya ke anak buah Karina yang sedang menahannya.


"Hei... Cepat lepaskan dia!" serunya dan tangan Kei langsung terbebas.


Lalu Galang langsung menarik Kei dan membawanya ke lantai dua, "Lepas!!! Kamu mau apa Lang?!! Lepas!!" jerit Kei sambil berusaha melepas tangannya dari cengkraman Galang.


"Melakukan apapun yang bisa menghasilkan anak sayang... Aku sudah sangat merindukan itu..." Galang hanya membalasnya dengan tawa jahat.


"Mimpi kamu... Aku tidak akan pernah mau!! Lepaskan aku Lang!!" teriak Kei.


"Awas kalau kamu macam-macam dengannya Lang!! Aku akan membunubmu!!" teriak Sonya tapi Galang mengabaikannya, lalu Sonya mengalihkan lagi perhatiannya ke Karina.


"Kamu akan tetap membunuh kami kan walaupun Hardhan menarik tuntutannya pada sugar daddymu itu?" tanya Sonya pelan.


"Tepat sekali... Aku sengaja meninggalkan dua pria itu mati belakangan supaya mereka terlebih dahulu merasakan sakitnya kehilangan kalian!! Sama sakitnya dengan apa yang pernah aku rasakan!! jawab Karina.


"Kamu terlalu menganggap remeh Hardhan dan Alex!! Mereka pasti akan segera menemukan kami!!" ujar Sonya.


Karina tertawa jahat, "Kau bisa seyakin itu dengan kemampuan suamimu... Dia tahu darimana lokasi ini? Kalian tidak bawa ponsel... Dan ponsel Ryo memakai fake GPS!! Sementara anak buahku yang tertangkap itu... Aku yakin dia sudah menggigit lidahnya sampai mati sebelum Alex sempat menginterogasinya!!"

__ADS_1


"Kali ini kamu akan benar-benar tamat Karina!!" kata Sonya dengan nada dingin.


__ADS_2