
Sonya mengalihkan perhatiannya ke Kei, sahabatnya itu masih belum sadarkan diri juga, Dan Sonya melihat sudut mata Kiri Kei yang menitikkan air mata, Sonya menghapus air mata itu dengan jarinya, lalu meremas tangan Kei.
"Kamu mendengarnya Kei? Ya Tuhan... Kamu harus kuat Kei... Demi anak-anak dan juga mama..." kata Sonya dengan suara parau.
“Apa Kei sudah sadar Sonya?” tanya mama.
“Belum Ma... Tapi Kei mengeluarkan air mata... Sepertinya Kei bisa mendengar pembicaraan kita tadi...” jawab Sonya.
Sam berdiri dan langsung menghampiri Kei, “Kei mudah trauma, terutama trauma psikis. Sekarang Kei merasa lebih aman berada di alam bawah sadarnya... Tapi ia bisa mendengar suara di sekitarnya... Hanya saja tubuhnya menolak untuk sadar...” jelas Sam.
“Lalu kita harus bagaimana Sam... Kei tidak boleh terus-terusan seperti ini... Bagaimana dengan anak-anaknya nanti?” tanya Sonya lagi sambil meremas tangan Kei.
“Mungkin anak-anaknya bisa menjadi penyemangat hidupnya... Lebih baik bawa Zou,Zie, Zaa dan Keanu kesini... Biarkan anak-anaknya membuat keriangan di ruangan ini...” saran Sam.
“Cucu-cucuku sedang menuju kesini... Mereka sedang dalam perjalanan...” sahut mama lalu membersitkan hidungnya dengan tissue, Alex masih terus membesarkan hati mama.
“Kei... Kamu bisa mendengarku kan Kei? Kamu harus kuat Kei... Kamu harus tetap semangat yaa... Ingat anak-anakmu terutama Keanu... Ia masih membutuhkan ASImu..” desah Sonya lirih.
Ia menatap sendu wajah sahabatnya itu, air mata kembali mengalir di pipi Sonya melihat Kei seperti ini.
Kei baru saja menemukan kebahagiaan dengan Hardhan dan anak-anaknya, dan sekarang ujian kembali menempa hidupnya.
Tuhan... Tolong berikan kekuatan untuk Kei...
“Kau mau kemana Lex?” tanya mama, Sonya langsung melihat ke arah mereka.
Dengan wajah yang terlihat garang Alex sedang jalan ke arah pintu, “Aku ada urusan sebentar Ma...” jawab Alex, dan tanpa berpamitan terlebih dahulu pada Sonya Alex langsung keluar dari ruangan ini.
**********
“Bawa Galang dan Karina ke ruanganku!!!” teriak Alex ke anak buahnya sebelum memasuki ruangannya.
__ADS_1
“Baik boss!!” balas salah satu anak buahnya.
Saat ini amarah Alex sudah tidak bisa dibendung lagi... Kehilangan Hardhan dan calon bayinya... Kesedihan orang-orang yang ia sayangi, terutama sikap Sonya padanya, membuat Alex ingin meluapkan amarahnya ke Karina dan Galang, biang dari semua masalah ini.
Dan ketika kedua orang itu di bawa masuk oleh anak buahnya, Alex menatap tajam keduanya. Wajah Karina nampak memar parah di daerah hidungnya, sedang kondisi Galang jauh lebih parah.
“Siapa diantara kalian yang memerintahkan untuk menaruh bom di pesawat Hardhan?!!!” raung Alex dengan suara menggelegar sambil menggeprak mejanya.
“Bbb... Bom?” ulang Karina.
“Jangan pura-pura tidak tahu kau wanita sialan!!!! Pasti kau yang menyuruhnya... Iya kan?!!!” tukas Alex dengan nada kesal.
“Aaaa... Aku tidak mungkin tega membunuh Hardhan!!! Aku hanya ingin Kei yang mati... Bukan Hardhan!!” teriak Karina, lalu sambil menyipitkan kedua matanya ia menatap Galang.
“Kau... Pasti kau yang mengeluarkan perintah itu kan Lang?!!” tebak Karina.
Galang mengangkat bahunya sambil tertawa penuh kemenangan, “Iya... Kenapa? Kalau Hardhan mati Kei bisa kembali lagi padaku... syukurlah bon itu berfungsi...”
Galang hanya pasrah menerima pukulan demi pukulan Alex, dia hanya menertawakan kefrustasian Alex.
“Hardhan... Hardhan sudah mati?!!” Isak Karina tangisannya langsung pecah.
Dengan geram Alex mencekik leher Karina, “Simpan air matamu itu untuk dineraka nanti!! Semua gara-gara kau Karina!!!” raung Alex.
Dan setelah Karina terbatuk karena oksigen yang masuk sudah berkurang, Alex dengan enggan melepas cekikannya, belum waktunya Karina mati, Alex akan memastikan Karina mati tapi bukan sekarang.
“Kenapa berhenti Lex?!! Bunuh aku sekarang!! Untuk apa aku hidup kalau Hardhan tidak ada di dunia ini!!!” teriak Karina.
“Dengan senang hati aku akan membunuhmu... Tapi bukan kematian yang mudah yang akan kuberikan padamu!! Kematian yang sangat menyakitkanlah yang akan kuberikan padamu nanti!!” ancam Alex dengan nada bengis.
“Kenapa kau membunuh Hardhan Lang?” tanya Karina disela-sela isakannya.
__ADS_1
“Cih, memangnya aku tidak tahu... Kau berniat membunuh Kei dan anak-anaknya juga kan? Jadi aku juga akan membunuh pria kesayanganmu itu! Selain itu Kei juga jadi tidak bergantung pada Hardhan lagi!! Dia akan kembali lagi ke pelukanku...” jawab Galang dengan nada santai, sambil sesekali meringis menahan sakit.
“Gila!!! Kalian berdua memang sudah gila!! Aku akan tetap menahan kalian sampai Hardhan benar-benar di pastikan ada di dalam pesawat naas itu!!! Dan berdoalah kalian semoga Hardhan tidak termasuk ke dalam salah satu korban itu... Atau aku akan membuat kalian menyesal telah dilahirkan kedunia ini!!!” geram Alex.
“Dan kau Karina!! Monsieur Damien sudah tamat sekarang!! Kami berhasil mempailitkan perusahaannya... Sekarang sugar daddymu itu tidak memiliki sumber keuangan lagi untuk menyokong pembalasan dendammu ini dan juga untuk kebebasannya... Sudah dipastikan ia akan mendekam selamanya di dalam penjara itu sampai membusuk!! Terima kasih untuk video rekamanmu itu yang menjadikannya sebagai bukti atas pembunuhan berencana!!!” lanjut Alex.
“Bunuh aku sekarang Lex... Kumohon... Aku tidak punya semangat hidup lagi...” pinta Karina.
Alex mendorong tubuh Karina hingga jatuh terjengkang, “Sudah kubilang aku tidak akan memberikan kematian semudah itu untukmu!!
“Bagaimana dengan Kei Lex? Apa dia sudah mulai merindukan ku?” tanya Galang.
Dan tanpa basa basi lagi Alex langsung memberikan tinju kanannya yang mematikan ke rahang Alex dan membuatnya langsung pingsan seketika.
“Siapapun diluar masuk sekarang!!! Dan bawa kedua orang ini ke penjara bawah tanah lagi!!” teriak Alex, tidak lama kemudian pintu ruangannya terbuka, lalu masuklah beberapa anak buahnya dan langsung membawa keluar Karina dan sebagian lagi menyeret Galang ke ruang bawah tanah.
“Boss ini video dari Pak Ryo...” kata Ekram sambil menyerahkan ponsel yang ia pegang ke Alex.
Alex langsung menekan play video itu, terlihat di layar ponsel itu rekaman saat pertama anak-anak datang, lalu Karina dan Kei.
Alex menggeram kesal saat Karina menampar Kei dan Sonya, dan amarahnya semakin menggila saat mendengar perkataan Karina tentang Anindira yang sudah pernah bercinta dengan Alex.
“Sial wanita ular itu!! Bisa-bisanya dia memfitnahku dan Anindira seperti itu!!” geram Alex sambil meremas ponsel di genggamannya.
Dan mata Alex langsung membelalak ketika satu pikiran terlintas dalam benaknya, “Ya Tuhan.... Itu kah alasannya Sonya bersikap tidak masuk akal seperti itu padaku?!” Alex bertanya-tanya.
Dear Readers...
Bab kedua di hari ini yaa... Maaf telat tayang karena tiba-tiba ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan tadi...😊
Jadi tetap lanjut crazy up hari ini atau besok saja nih?
__ADS_1
Terima kasih and happy reading...😘