
"Bagaimana dengan CCTV? Apa terlihat jelas wajah wanita itu?" tanya Hardhan murka
"Maaf boss, saya sudah lihat rekaman CCTV dari seluruh lantai bahkan sampai rooftop, tapi tidak ditemukan rekaman dua hari ini, mereka beralasan sedang dalam perbaikan." jawab Alex
Hardhan kembali mengurut keningnya, denyutan menyakitkan masih terasa di kepalanya.
"Apa kau percaya begitu saja? Kau tidak curiga ini semua hanya sebuah kebetulan belaka?! Bagaimana kalau ada yang menjebak saya?!"
"Saya sudah menginterogasi bagian keamanan boss, dan mereka bersikeras kalau CCTV sedang dalam perbaikan. Sebesar apapun ancaman saya kepada mereka. Dan untuk masalah wanita itu, kalau boleh saya tanya, bagaimana kondisinya saat pertama bertemu anda? Apa dia dalam kondisi mabuk?"
"Yah dia mabuk, saya pikir dia Karina, bentuk dan tinggi badan bahkan panjang rambutnya sama dengan Karina... Sial!!"
Hardhan kembali jalan bolak balik, otaknya bekerja dengan keras, berusaha mengingat wajah wanita itu walaupun mustahil, saat itu kamarnya dalam keadaan gelap. Hardhan sudah mengenal dengan sangat baik seluk beluk kamar itu, jadi ia tidak mengalami kesulitan saat membopong wanita itu ke tempat tidurnya
"Apa kau sudah bertanya pada Karina kenapa wanita itu bisa memiliki acces cardnya? A0tau jangan-jangan Karina yang menyuruh wanita itu masuk ke kamarku, karena dia masih marah dan tidak mau menemaniku!!"
"Menurut nona Karina, saat dia minta acces card kamar ini ke resepsionis, sudah ada seorang wanita yang mengambilnya lebih dulu. Nona Karina terlihat kesal, mengira anda selingkuh, dia langsung bergegas meninggalkan hotel ini. Jadwal penerbangannya di majukan menjadi besok boss..."
Hardhan mengepalkan kedua tangannya membentuk tinju
"Berani-beraninya wanita itu pergi tanpa izin saya!! Atur penerbangan saya dalam minggu ini... Karina tidak akan berhenti merajuk kalau bukan saya sendiri yang menjelaskannya."
"Baik boss."
"Dan cari jejak apapun yang wanita sialan itu tinggalkan!!" perintah Hardhan sambil menunjuk tempat tidurnya.
Alex bergegas ke tempat tidur, mencari dengan teliti rambut wanita itu dan menyimpannya, lalu melipat bedcover sutera yang terdapat bercak darah wanita itu.
Hardhan tidak akan melepaskan wanita itu, setelah wanita itu memberikan kenikmatan baru untuknya.
Dan wanita itu adalah Keilani, Hardhan sudah merasakannya ketika melihatnya dengan jelas di pulau X. Ia merasa ada sesuatu dari gadis itu yang membuat perutnya mencelos, jantungnya berdegub kencang, dan perasaan aneh lainnya yang tidak pernah ia alami sebelumnya, ketika pertama kali melihat Kei di kolam renang hotel.
Tubuh Hardhan secara alami mengenali tubuh wanita di depannya itu, membuat perintah ke otaknya untuk melihat wanita itu, dan terus melihatnya selama wanita itu berenang. Yah.. Sejak saat itu, dia seperti terobsesi dengan Keilani.
Ditambah penjelasan Galang kalau Keilani kehilangan Keperawanannya saat di pulau X, membuat Hardhan semakin yakin Keilani lah wanita misterius itu.
Hardhan langsung meminta Alex untuk mencocokkan kejadian Kei dengannya. Dan Alex berhasil mengetahui waktu kejadiannya berkat sahabat Kei, Sonya. Dan waktunya memang bertepatan dengan kejadian itu.
Hardhan sudah menyerahkan rambut Kei ke Alex, untuk di cocokkan dengan rambut wanita itu tujuh tahun yang lalu. Hanya sekedar untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu bukti hasil tes itu di perlukan.
Hardhan merasa tenang Kei sudah menjadi istrinya. Tapi ia juga khawatir, kata Sonya kejadian itu meninggalkan trauma yang begitu mendalam untuk Kei. Dan Hardhan yakin, fobia gelapnya pasti karena kejadian malam itu juga.
__ADS_1
Hardhan benar-benar dilema, apa ia akan memberitahu Kei bahwa Hardhan lah pria yang sudah menyakitinya itu, yang sudah memperkosanya, dengan konsekuensi Kei akan membencinya. Atau Hardhan menyembunyikannya dari Kei, tapi begitu Kei tahu hardhan tidak jujur padanya, Kei akan membencinya juga.
Sambil menghela nafas panjang, Hardhan merebahkan badannya ke tempat tidur, menatap langit-langit kamarnya. Apapun yang terjadi nanti, biarlah takdir yang menentukannya. Untuk sekarang ia akan melindungi dan membahagiakan Kei.
**********
Hardhan turun dari kamarnya saat jam makan malam, ia melihat mamanya duduk di meja makan, sebagian makanan sudah tersaji di atasnya, tapi mamanya membelakangi meja, Ia tersenyum geli melihat Kei dan bi Ijah yang membuat keributan kecil di dapurnya
Terlihat bi Ijah sedang mengintil di belakang Kei, yang sedang sibuk memasak sesuatu untuk makan malam.
"Sudah saya saja, Non... Aduuhh saya jadi tidak enak Non... Nanti kalau tuan tahu bisa di pecat saya Non...." kata bi Ijah panik.
"Santai saja Bi... Hardhan tidak akan marah, sekarang Bibi tolong potong ini, posisinya seperti ini yaa...." Kei memperagakannya ke bi Ijah, dengan muka serius bi Ijah memperhatikan gerak luwes tangan Kei.
Hardhan menghampiri mamanya dan mencium pipinya, lalu duduk di ujung meja
"Sepertinya kau sangat menikmati perdebatan kecil itu Mama..."
Mama menyeringai lebar
"Mereka seperti itu dari tad, ohh senangnya mama bisa menikmati masakan menantu."
Melihat Hardhan sudah hadir di ruang makan, membuat bi Ijah semakin panik, mukanya seketika memucat.
Hardhan terkekeh pelan
"Biarkan saja Bi... Kita memiliki chef baru di rumah ini."
"Oh baik tuan "
"Kan sudah ku bilang... Bibi terlalu khawatir sih hehe."
Hardhan tidak dapat mencegah dirinya sendiri untuk menghampiri Kei, dan memeluk Kei dari belakang. Tentu saja Kei berontak
"Hardhan aku lagi masak..." gerutu Kei, rona merah menjalar di pipinya.
"Yah aku bisa melihatnya."
"Ya sudah lepasin, aku tidak bisa gerak bebas."
"Berikan aku satu ciuman dulu..." bisik Hardhan.
__ADS_1
Kei melirik mama yang sedang tersenyum lebar ke arah mereka.
"Ada mama malu ihh..."
"Ya sudah aku akan tetap disini, memelukmu."
"Oh baiklah, tundukkan kepalamu." desis Kei kesal.
Hardhan menundukkan kepalanya, dan Kei langsung mencium pipinya.
"Puas?" tanya Kei
"Lanjutkan lagi masaknya sayang... Aku sudah lapar." jawab Hardhan sambil mengelus kepala Kei.
Beberapa saat kemudian makanan sudah tersaji semua di atas meja, mama dan Hardhan terlihat menikmati masakan Kei.
"Hmm enak sekali Kei, pintar masak kamu rupanya." puji mama.
"Syukurlah kalau mama suka."
"Ma... Besok kami akan berbulan madu ke Paris." Kei tersedak makanannya, dengan segera Hardhan menepuk-nepuk punggung Kei, memberikan segelas air yang langsung di tegak habis sama Kei.
"Kenapa mendadak sekali?" tanya Kei.
"Oh tidak mendadak, Visa sudah di urus dari seminggu yang lalu."
"Itu berarti kau minta seseorang di rumahku untuk mencuri passportku..." tegas Kei dengan kedua mata di sipitkan.
Hardhan tertawa lepas,
"Itu tidak termasuk mencuri sayang, tapi meminjam."
"Kamu selalu menemukan seribu satu cara untuk menjalankan rencanamu, apapun itu. Dan aku belum packing!" gerutu Kei
"Packing saja perlengkapan mandi dan make up mu sayang, untuk baju kita bisa membelinya disana."
"Pemborosan..." desis Kei.
Tawa Hardhan kembali lepas, mengisi ruang makan ini. Dan mama pun tertawa lebar.
"Mama tunggu kabar baiknya sepulang kalian dari sana, semoga cucu mama sudah mulai berkembang hehehe."
__ADS_1
Kei dan Hardhan langsung membisu.