Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Kei Cemburu...?


__ADS_3

"Sekarang aku percaya seratus persen, kau benar-benar anak pak Hendrawan." bisik Hardhan di telinga Kei begitu pintu ruangannya tertutup, dan tinggal mereka berdua.


"Maksudmu?" tanya Kei bingung.


"Kau pintar memanfaatkan peluang yang ada, untuk meloloskanmu dari hukuman yang sudah pasti akan kau terima, saat kau membuatku kesal tadi... Kau pasti tahu itu."


"Aku..." Hardhan menekan jari telunjuknya ke bibir Kei, membuat apapun yang ingin di katakan Kei terhenti.


"Dan kau dengan cerdiknya menumbalkan wanita itu untuk menjadi pelampiasan amarahku... Sekaligus kau bisa menyingkirkannya dariku, sekali mendayung dua-tiga pulau sudah kau lampaui sayangku...."


Punggung tangan Hardhan menyusuri garis pipi Kei yang merona merah,


"Kau tahu betul kelemahanku, kau tahu aku akan bereaksi keras kepada siapapun yang akan menyakitimu...."


"Tidak... Aku tidak tahu itu. Aku tadi hanya gambling, kalau kau membela istrimu itu bagus, kalau tidak pun aku sudah menyiapkan muka tembokku dan menaikkan lagi harga diriku nanti di depan wanita itu."


"Ahh, seharusnya tadi aku tidak membelamu, aku jadi melewatkan pertunjukan seru, aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan untuk menaikkan kembali harga dirimu itu...."


"Kau yakin pertunjukan itu akan terlihat seru?" tanya Kei.


Hardhan menyeringai lebar,


"Apapun jika menyangkut dirimu pasti akan terlihat seru, sekarang katakan... Kau akan melakukan apa di depanku jika aku tidak membelamu, dan di depan wanita-wanita itu?"


"Tentu saja aku akan membalas penolakanmu dengan merayu Alex di depanmu, atau aku akan langsung menciumnya dan tidak pernah melepasnya."


Ceringaian hilang dari wajah Hardhan, berganti amarah sekarang, tapi Kei tidak gentar, karena Hardhan yang memulainya terlebih dahulu.


"Kau! Alex pasti akan langsung mendorongmu!!"


Kei mengangkat bahunya, "Itu juga sudah masuk ke dalam perhitunganku, jadi rencana selanjutnya aku akan cari salah satu pria di sini atau di tempat lain yang mau bercinta denganku, kalau kau punya wanita simpanan di kantor ini, aku juga akan punya pria simpanan di tempat lain!"


Ibu jari dan telunjuk Hardhan menahan dagu Kei, mendongakkan wajahnya ke arahnya, mata Hardhan berkilat-kilat dengan amarah.


"Kau tidak akan berani melakukan itu!!" desis Hardhan.


Kei kembali mengangkat bahunya lagi,

__ADS_1


"Harga diri yang terluka, bisa membuatku melakukan hal yang gila, dan aku sudah pernah melakukannya dulu, sayangnya Sonya mencegahku."


Hardhan teringat perkataan Alex, Kei pernah ke pulau X dengan niat berselingkuh dengan pria pertama yang ia sukai, ketika mendapati Galang kembali selingkuh.


Kalau saat itu Sonya tidak membuat Hardhan meninggalkan mereka, pasti saat itu Hardhan sudah bercinta dengan Kei, tatapan Kei sudah terlihat penuh gairah saat itu... Dan Hardhan tidak ingin Kei menatap pria lain seperti itu.


"Aku akan mematahkan kedua tangan dan kakimu terlebih dahulu, sebelum kau melakukan itu!" geram Hardhan.


Tawa Kei langsung pecah, membuat alis gelap Hardhan terangkat,


"Bagaimana rasanya mendengar itu? Mendengar aku memiliki selingkuhan... Tidak enak kan? Tadi wanita itu membuatku merasakan hal yang sama dengan yang kau rasakan sekarang. Bedanya aku hanya sekadar omongan... Sedangkan kau... Aku yakin wanita tadi adalah salah satu wanitamu."


Ahh jadi ini masalahnya... Kei sedang cemburu.


Hardhan langsung bernafas lega, ada sedikit rasa senang mengetahui Kei mulai merasakan kecemburuan padanya.


"Kau cemburu pada wanita tadi?" tanya Hardhan sambil mencubit hidung Kei.


Kei mendengus, "Wanita tadi namanya Linda, dan siapa juga yang cemburu...."


"Aku tidak tahu dan tidak pernah mau tahu siapa namanya, dan wanitaku hanya satu... Kamu."


"Kau terlihat menggemaskan sayang kalau sedang cemburu seperti sekarang ini..."


"Cih, sudah kubilang aku tidak cemburu, aku tadi hanya kesal saja melihat mereka membully Sonya."


Sebelah alis Hardhan naik, "Aku tidak yakin Sonya bisa di bully, yang ku lihat tadi Sonya yang membekuk wanita itu, bukan sebaliknya."


"Itu karena Linda mau menamparku, makanya Sonya baru bereaksi."


Tangan Hardhan mengelus pipi mulus Kei,


"Untung saja wanita tadi tidak menamparmu, sampai dia menyentuhmu bahkan hanya seujung kukumu saja, aku akan membuatnya menyesal karena sudah terlahir ke dunia ini."


"Kamu tadi serius akan memotong tangannya?"


"Apa kau pikir aku bisa bersikap sesadis itu sayang? Tidak... Aku tidak akan memotong tangannya, aku hanya akan menyelupkan pergelangan tangan sampai jari-jarinya ke kolam ikan Piranha."

__ADS_1


Kei terkikik geli, "Itu sama saja sayang..."


Hardhan menatap lembut Kei, senyum manis mengembang di bibirnya, "Aku senang kau mulai memanggilku sayang, kau harus terus memanggilku seperti itu... Atau...."


"Atau...." pancing Kei, mata sendunya menatap Hardhan penuh hasrat, ia sudah merasakan bagian bawah Hardhan yang mulai mengeras.


"Atau aku akan memulai hukumanmu sekarang."


Hardhan mencium kening Kei, turun ke hidung lalu ke bibir, Kei menyambutnya, erangan pelan keluar dari mulutnya ketika tangan hardhan menangkup dan memainkan puncak gunung kembarnya.


Dengan gemetar Kei melepas dasi hardhan, membuka kancing kemejanya dengan tidak sabar, jemari tangan Kei mengelus dada bidang Hardhan yang berotot, lalu turun ke perutnya yang sixpack, dan turun ke bawah lagi, hingga dapat meraih apa yang dia inginkan.


Hardhan menahan tangan Kei,


"Berhenti, atau aku akan meledak di tanganmu." desah Hardhan.


Kei menyeringai lebar, tetap mengelus dan tidak mau melepasnya, Matanya tidak lepas dari mata Hardhan, Gerakan Kei yang membasahi bibirnya dengan lidahnya, membuat gairah Hardhan semakin menggila.


"Sial!!"


Hardhan mengangkat Kei, membawanya ke meja panjang yang biasa di gunakan untuk rapat, merebahkan Kei di ujung meja, kakinya menggantung ke bawah, tangan Hardhan dengan lihai menanggalkan pakaian Kei lalu pakaiannya sendiri.


"Hardhan nanti ada yang masuk!" pekik Kei ketika Hardhan mulai memposisikan diri dan menyatukan tubuh mereka.


"Tidak akan... Ada... Yang berani... Masuk...." jawab Hardhan terengah-engah, lalu membangunkan Kei hingga duduk di ujung meja, Kei merangkul leher Hardhan, menariknya mendekat dan mencium bibirnya.


Kuku tangan Kei menancap di punggung Hardhan ketika ia mencapai pelepasannya, di susul Hardhan yang meneriakkan nama Kei.


Hardhan menarik Kei dan mendekapnya ke dalam pelukannya, kemudian mencium puncak kepala Kei dan membelai lembut rambutnya. Nafas Kei terasa panas dan berat di dadanya


Hardhan terkekeh pelan, "Sial..., aku tidak akan pernah fokus rapat lagi di sini, tanpa mengingat percintaan kita."


"Itu deritamu." ledek Kei.


Hardhan melepas pelukannya, menjauhkan Kei sepanjang tangannya, menatap Kei dengan penuh kasih.


"Aku suka kau yang berani mengambil inisiatif terlebih dahulu seperti tadi... Aku akan menambah lagi uang sakumu...." Hardhan mencium kening Kei.

__ADS_1


Kei hanya memutar kedua bola matanya.


__ADS_2