
Sehari sebelum balik ke Jakarta, Mereka jalan santai di kawasan mewah kelas atas di Champs Elysees. Pusat belanja barang mewah di Paris, yang sering di kunjungi oleh para sosialita dari berbagai negara.
Champs Elysees juga termasuk jalan raya paling indah di dunia. Jalan yang membentang sepanjang kurang lebih dua kilometer dari Place de la Concorde hingga ke Arc de Triomphe ini, terdapat beberapa restaurant mewah, butik-butik dan pertokoan bermerek kelas dunia, kafe-kafe ikonis, serta museum-museum ternama Perancis yang tersebar di sepanjang jalan.
Kei dan Sonya selfie di depan Arc de Triomphe, Monumen bersejarah yang berbentuk lengkung terbesar di dunia. Hardhan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya dan sahabat baiknya itu.
"Alex tolong ambilkan foto untuk kami..." pinta Kei sambil menyerahkan handphone keluaran terbarunya yang baru di belikan Hardhan, karena handphone lamanya hancur saat Hardhan membantingnya ke dinding.
Dengan enggan Alex mengambil handphone itu dari tangan Kei, lalu mundur beberapa langkah untuk mengambil spot foto terbaik.
Kei dan Sonya langsung bergaya khas remaja-remaja labil, padahal jelas-jelas mereka sudah bukan remaja lagi. setelah mengambil satu foto, Alex langsung menyerahkan kembali handphone itu ke Kei.
"Pak Alex... Kau tidak menghitung sampai tiga dulu tadi... Aku belum siap!!" protes Sonya ketika melihat hasil fotonya.
Alex mengangkat bahunya, "Aku mengambil foto ketika nona Kei sudah siap." balas Alex dingin.
Sonya menatap Alex kesal, lalu beralih ke Dino,
"Mas Dinooo... Bisakah kau ambilkan foto untuk kami?" tanya Sonya ke pengawal Hardhan yang lain dengan suara manja dan menggoda, lalu menyerahkan handphonenya sendiri ke Dino ketika ia sudah menghampirinya.
Setelah beberapa kali ganti gaya, Sonya mengambil handphonenya lagi dari tangan Dino, lalu melihat hasilnya, "Nah... Ini baru bagus.. Terima kasih mas Dino..." seru Sonya sambil memberikan senyum termanisnya untuk Dino.
"Nya foto di sebelah..."
"Napoleon Bonaparte memerintahkan pembangunan monumen ini pada tahun 1806, untuk merayakan kemenangannya dalam perang Austerlitz." jelas Hardhan memotong perkataan Kei sambil menggandengnya menjauh dari Sonya. Kalau tidak mereka berdua akan terus meminta di foto tiada habisnya.
"Kamu selalu tahu segalanya sayang...." puji Kei sambil menyeringai, lalu kembali berjalan santai di trotoar yang lebar dan penuh pertokoan mewah tersebut.
"Seperti Menara Eiffel, Avenues des Champs Elysees ini juga merupakan simbol dari kota Paris."
Kei menghentikan langkahnya, lalu menatap Hardhan penuh harap, "Aku mau ke Pont des Arts..." pintanya.
Hardhan menyentil kening Kei, "Terlalu kekanakan..." tolak Hardhan.
"Tapi aku mau memasang gembok cinta di sana... Dan katanya kalau kita membuang kuncinya ke sungai, hubungan kita makin awet sampai kakek nenek..." rengeknya.
Hardhan menunduk, mendekatkan wajahnya ke Kei "Musrik..." katanya tegas, lalu menepuk-nepuk kepala Kei.
"Atau ke Le Mur des Je T'aime... Katanya ada lebih dari tigaratus kata cinta dari berbagai bahasa dunia di sana, aku ingin melihatnya."
Hardhan menangkup pipi Kei, "Sayang... Aku sudah mengunci hatimu di hatiku, jadi aku tidak butuh gembok cinta lagi. Dan namamu sudah tertulis di semua dinding pembuluh darahku, yang mengedarkan rasa cinta dan sayang ke seluruh bagian tubuhku."
Kei memberengut, Hardhan kembali merangkulnya, "Lihatlah butik-butik dan pertokoan mewah ini... Kau bisa masuk dan membeli apapun yang kau suka. Kau tidak ingin membeli tas LV, Chanel, sepatu Dior J'ADIOR, sneakers volume Givenchy, sneakers Jaw, atau tas kulit berkualitas Loewe atau barang mewah lainnya untukmu, mama dan juga papa?"
__ADS_1
"Sudah banyak tas di rumah sayang, aku sampai bingung memilihnya..."
Kau memang berbeda sayang, kalau wanita lain pasti sudah menarikku keluar masuk ke pertokoan mewah ini. Sedang kau, kau hanya meminta aku mengajakmu ke tempat-tempat romantis kota ini, kekanakan sekali... itu yang membuatku semakin menyayangimu, cintaku. Tapi aku akan tetap membelinya untukmu.
batin Hardhan, sambil menatap lembut istrinya.
Hardhan beralih menatap Alex, dan Alex langsung menghampirinya "Pilihkan tas, sepatu, pakaian keluaran terbaru untuk Kei, ajak serta Sonya, dia pasti tahu size pakaian dan sepatu Kei." bisik Hardhan di telinga Alex.
"Baik boss."
"Mereka berdua mau kemana sayang?" tanya Kei ketika melihat Alex dan Sonya serta dua pengawal lainnya memisahkan diri dari mereka.
"Mereka mau pendekatan...." jawab Hardhan santai, lalu kembali merangkul Kei dan melanjutkan perjalanan mereka menyusuri jalan Champs Elysees.
"Sambil menunggu mereka, kau ingin mencoba makan atau minum di salah satu rooftop dengan pemandangan terbaik di sini?"
"Hmmm... Baiklah... Kakiku juga sudah mulai pegal."
Sesampainya di rooftop salah satu hotel di sekitar sana, Kei terlihat sumringah ketika melihat pemandangan menakjubkan dari rooftop ini. Landscape kota Paris, Kei dapat melihat Menara Eiffel dan Arc de Triomphe, serta mengagumi Sacré-Cœur, gereja cantik berarsitektur barok yang berada di atas Bukit Monmartre di pinggiran Kota Paris dari jauh.
"Apa kamu tidak berlebihan meminta Sonya menikah dengan Alex sayang?" tanya Kei ketika Hardhan selesai menyebutkan pesanannya ke pelayan pria yang ganteng dan bersuara merdu tadi.
Mereka duduk bersisian, jadi Hardhan bisa merangkul Kei dan membawanya ke dada Hardhan, "Demi kebaikan mereka juga sayang... Kau menyayangi Sonya, dan aku menyayangi Alex. Jadi tidak ada salahnya kita menyatukan orang-orang yang kita sayangi. Kalau kau ingin mendapatkan pria yang setia untuk Sonya... Maka Alex lah orangnya. Kesetiaanya sudah terbukti."
"Tidak... Alex tidak pernah memiliki pacar, aku bisa pastikan itu."
Kei baru akan berdebat lagi ketika pelayan tadi kembali ke meja mereka, lalu meletakkan hot chocolate kesukaan Kei.
"Hardhan... Sonya memberitahuku kalau ia membenci Alex..." jelas Kei setelah pelayan itu pergi.
"Sayang... Cinta dan benci itu bedanya tipis, karena dia berasal dari tempat yang sama. Cinta dan benci sama-sama mengaktifkan dua bagian otak yang sama, insula dan pitamen. Itu makanya banyak yang jatuh cinta kepada orang yang dibencinya."
Kening Kei mengkerut, "Apa itu insula dan pitamen?" tanyanya, lalu duduk tegak dan menyesap hot chocolatenya, dan kembali menatap Hardhan, menunggu jawabannya.
Hardhan menyentil kening Kei "Tanya om google..." godanya sambil menyeringai, membuat Kei memberengut.
Hardhan melihat coklat di sudut bibir Kei, lalu mengambil selembar tissue untuk mengelapnya, tapi ia malah membersihkan bibir Kei dengan bibirnya alih-alih tissue yang tadi ia ambil. Membuat Kei memekik pelan, tidak menyangka Hardhan menciumnya di tempat umum.
Tapi Hardhan tetap menciumnya, mengulum bibir atas dan bibir bawah Kei bergantian, sebelum memberikan Kei ciuman yang panas dan dalam.
"Je t'aime, Je t'aime
Comme un fou, comme un soldat
__ADS_1
Comme une star de cin¨¦ma
Je t'aime, je t'aime
Comme un loup, comme un roi
Comme un homme que je ne suis pas
Tu vois, je t'aime comme ça
Aku mencintaimu, aku mencintaimu
Seperti orang bodoh, seperti tentara
Seperti bintang film
Aku mencintaimu, aku mencintaimu
Seperti serigala, seperti seorang raja
Seperti orang yang bukanlah aku
Kau lihat, aku mencintaimu seperti itu."
Terdengar senandung lagu Je T'aime nya Lara Fabian dari mulut pelayan tadi sambil meletakkan secangkir kopi pesanan Hardhan, membuat Kei malu dan menjauhkan diri dari Hardhan, "Merci beaucoup..." ucap Hardhan ke pelayan itu sambil tertawa geli.
"Kamu sih... Aku jadi malu..." suntuk Kei.
"Sayang... Pelayan ataupun pengunjung kafe lainnya, mereka sudah terbiasa melihat pasangan yang sedang mabuk kepayang, pasangan yang sedang saling berciuman dan bermesraan di manapun dan kapanpun."
"Untung saja suara pelayan tadi terdengar merdu, dan juga ganteng, jadi aku memaafkannya..." puji Kei, menghapus seringaian lebar di wajah Hardhan.
"Kau berani melirik pria lain di depanku yaa?" geram Hardhan.
"Aku hanya menggodamu sayang..." kata Kei sambil memegang jas Hardhan dan menariknya mendekat kemudian menciumnya.
Dear Readers yang baik hati...
Akhirnya Author bisa mencuri waktu ditengah kesibukan di dunia nyata.
Maaf yaa baru bisa Up malam ini...🙏
Happy Reading...😊
__ADS_1