Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Perusak Kesenangan


__ADS_3

Hardhan senyum-senyum sendiri mendengar pembicaraan Kei dan Inge, tadi Hardhan menelepon salah satu pengawal Kei dan memintanya duduk dekat Kei dengan panggilan telepon mereka yang masih tersambung, jadi Hardhan bisa mendengar percakapan mereka.


Istrinya masih bersikap seperti biasanya, selalu baik terhadap siapapun termasuk pada orang yang sudah menyakitinya. Istrinya yang memiliki hati seluas samudera, yang selalu membuat Hardhan jatuh cinta padanya, lagi dan lagi.


Hardhan membuka aplikasi chat, dan langsung mengirim chat ke Kei, "Sayangnya aku sedang banyak pekerjaan hingga tidak bisa mendatangimu... Tapi aku sudah mengirim supir untuk menjemputmu, dalam waktu sepuluh menit dari sekarang... Kau harus sudah sampai di kantorku... Atau aku akan melakukan hal yang menurutmu 'nakal' itu lagi!!"


Hardhan kembali melihat laporan yang Alex berikan padanya, sambil menunggu chat balasan dari Kei.


Ting! Akhirnya notif chatnya berbunyi, terlihat nama My Luv di layar handphonenya, sambil tersenyum lebar Hardhan membuka chatnya,


"Kamu masih saja arogan raksasaku..." balas Kei yang di akhiri dengan emot kiss dan love struck.


"Waktu tinggal delapan menit lagi..." lanjut Hardhan.


"Iya sabar... Aku on the way."


Lima belas menit kemudian, Kei baru sampai di ruang kerja Hardhan, "Kau terlambat sayang..." kata Hardhan sambil mendecakkan lidahnya.


"Aku tidak akan terlambat kalau saja aku jalan kaki ke sini alih-alih naik mobil dan harus putar balik lagi menerobos kemacetan..." gerutu Kei kesal.


Melihat istrinya yang menggerutu seperti itu membuat Hardhan gemas sendiri melihatnya, Hardhan memundurkan kursi kerjanya dan menepuk-nepuk pahanya, "Kemarilah sayang..." serunya sambil tersenyum manis.


Sambil memberengut, Kei menghampiri Hardhan kemudian duduk di pangkuannya, "Kau senang sekali memangkuku yaa..."


"Bukan kau saja yang sedang ku pangku... Tapi anak-anakku juga..."


Kei melihat kertas yang menumpuk di atas meja kerja Hardhan, "Kamu bekerja terlalu keras sayang... Aku takut kamu sakit nantinya..."


"Aku ingin menyelesaikan semuanya sebelum kau melahirkan sayang, karena setelah kau melahirkan nanti, aku berniat menemanimu dan anak-anak kita saja di rumah. Aku ke kantor mungkin kalau ada rapat-rapat penting saja, selebihnya aku akan serahkan ke Alex, bagaimanapun juga Alex pemegang saham terbanyak nomor dua setelah aku di perusahaan, dia pasti menyadari tanggung jawabnya."

__ADS_1


"Tapi kenapa dia hanya menjadi sekretarismu?" tanya Kei bingung.


"Sekretaris? Alex adalah Executive Director di sini sayang, semua karyawan mengetahui itu. Aku otak dibalik perencanaan strategi bisnis perusahaan dan Alex yang mengeksekusi semuanya sesuai intruksiku. Aku akui perusahaanku berkembang pesat karena ada campur tangan Alex juga."


Kei mengkerutkan keningnya, "Tapi yang ku dengar Alex hanyalah sekretarismu sayang..."


Hardhan terkekeh pelan, "Karena aku tidak ingin memiliki sekretaris pribadi, dan Alex selalu ada di sampingku, makanya terkesan Alex lah sekretarisku. Lagipula aku dan Alex lebih nyaman membahas perusahaan jika berdua saja. Hanya Alex yang memiliki kemampuan lebih dan bisa dengan cepat menangkap maksudku. Hanya yang memiliki kemampuan di atas rata-rata saja lah yang bisa mengimbangiku."


"Cih, sombong..." gumam Kei sambil mencubit pipi Hardhan.


Hardhan menyeringai lebar, "Itu kenyataan sayangku..."


"Biasanya CEO atau Presdir memiliki setidaknya satu sektetaris cantik yang akan selalu membantunya..."


"Aku bukan hanya sekedar CEO sayang... Aku juga Owner. Jadi suka-suka aku mengatur perusahaanku sendiri. Lagipula untuk apa sekretaris kalau sudah memiliki yang ahli dan serba bisa seperti Alex. Tapi kalau kau menginginkan sekretaris cantik untukku, aku akan memikirkannya lagi..." goda Hardhan.


Kei langsung melotot ke arahnya, "Kau mau mati yaa?!!" desisnya kesal.


"Sepertinya Alex sangat setia padamu, dia selalu siap kapanpun kamu membutuhkannya, kata papa kamu beruntung karena di kelilingi orang-orang yang setia, Alex salah satunya." lanjut Kei.


Hardhan menyipitkan matanya, "Jangan bilang kalau kau mengorek informasi tentang Alex untuk Sonya..."


"Jangan konyol... Untuk apa aku melakukan itu, Sonya akan mengetahuinya sendiri... Sekarang jawab pertanyaanku yang tadi..."


"Feelingku melihat sifat dan kemampuan seseorang rata-rata selalu benar, aku bisa mengetahuinya hanya dengan menatapnya. Dan tentang pertemuanku dengan Alex, ceritanya panjang. Nanti aku akan dengan senang hati menceritakannya padamu. Untuk sekarang... Apa kau tidak merasa ada yang menegang di bawah bokongmu sayang?"


Kei memasang wajah polosnya, "Apa?" tanyanya pura-pura tidak tahu.


Padahal sedari tadi Kei sudah merasakan bagian pribadi Hardhan mengeras, Kei hanya menunggu Hardhan sendiri yang mengakuinya, karena kalau Kei yang bilang terlebih dahulu, Hardhan pasti akan mengatakan kalau Kei menggodanya dan sangat menginginkannya.

__ADS_1


"Aku tahu kau sudah merasakannya sayang, sekarang kau ingin melakukannya di sini atau di tempat tidur?" bisik Hardhan lalu menjilat telinga Kei.


Kei bergegas turun dari Pangkuan Hardhan, "Aku tidak mau di sini... Aku tidak mau mendengar keluhanmu lagi, yang selalu menyalahkanku karena tidak bisa fokus saat rapat..." geram Kei kesal.


Tawa Hardhan pecah, "Baiklah sayang... Kau sudah tahu kan dimana letak tempat tidurnya... Sekarang tunggu aku di sana... Aku akan menyelesaikan pekerjaanku ini sebentar saja."


Kei mengangguk, lalu melangkah ke samping televisi, dan menarik salah satu buku hingga pintu tersembunyi itu terbuka, "Jangan lama-lama ya sayang..." goda Kei sebelum masuk ke dalamnya dan pintu itu menutup kembali.


Kei langsung merebahkan badannya ke atas tempat tidur, rasa kantuk tiba-tiba menyerangnya, belakangan ini ia sudah merasa susah tidur.


Mau tidur seperti apapun sudah terasa tidak nyaman, miring salah terlentang juga salah, punggung dan ototnya terasa nyeri. Tapi Kei tidak pernah mengeluh apalagi sampai membangunkan suaminya.


Sambil menguap lebar Kei mengelus perut buncitnya, dan menguapnya terhenti saat Kei merasakan lagi tendangan di perutnya, "Nah, kali ini kaki siapa ini yang mommy pegang? Kalian berdua sangat aktif yaa? Mommy jadi tidak sabar ingin segera bermain dengan kalian... Tumbuh sehat dan kuat ya sayang... Cinta-cintanya Mommy... Kesayangannya Mommy..."


**********


Dengan adanya Kei di sini, terutama saat istrinya itu sedang menunggunya di tempat tidur, membuat fokus Hardhan menguap, dengan segera ia mengangkat gagang telepon dan menekan nomor extension Alex.


"Keruanganku sekarang Lex..." perintahnya setelah Alex mengangkat teleponnya.


Sejurus kemudian Alex sudah berada di ruang kerja Hardhan, "Ada apa boss?" tanyanya.


"Simpan ini, besok saya lanjutkan lagi..." seru Hardhan sambil menyerahkan dokumen itu ke Alex dam Alex mengambilnya.


"Ada lagi boss?" tanya Alex.


"Sudah itu saja, kau boleh kembali lagi ke ruanganmu. Dan ingatkan pengawal-pengawal itu untuk melarang siapapun yang ingin menggangguku..." tegas Hardhan.


"Baik boss."

__ADS_1


Setelah Alex keluar Hardhan segera menyusul Kei ke kamar, dan ia langsung menggeleng ketika melihat Kei sudah terlelap tidur.


Hardhan menarik selimut sampai batas pinggang Kei, kemudian mencium keningnya, lalu menghela nafas panjang, "Dasar perusak kesenangan..." desahnya sambil tersenyum lembut, dan mengelus kepala istrinya.


__ADS_2