Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Sam Yang Sial


__ADS_3

Begitu banyak perasaan negatif yang sedang Alex rasakan saat ini. Masalah yang datang bertubi-tubi, membuat apa yang tadinya dapat membahagiakannya menjadi lenyap.


Alex merasa sedih, marah dan kecewa pada kenyataan pahit dalam hidupnya, selalu kehilangan orang-orang yang ia sayangi. Tapi mau bagaimana lagi? Alex hanya manusia yang harus menjalani suratan takdirnya sendiri.


Ia hanya harus memastikan, takdir buruknya tidak akan berimbas lagi pada orang-orang yang ia sayangi. Saat ini Alex sudah mencapai tahapan menyerah, untuk kembali menjauhkan diri dari orang-orang yang ia kasihi.


Tapi sebelum Alex melepas semuanya, ia harus membereskan dulu siapapun yang sudah menyebabkan semua masalah ini. Alex akan memusnahkan mereka sampai le akar-akarnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi, ketika Alex selesai mendapatkan nama-nama orang yang terlibat dalam penculikan dan kecelakaan pesawat pribadinya Hardhan.


Setelah merenggangkan pinggangnya, Alex mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, "Sial!! Batrenya habis!" rutuk Alex.


"Berapa orang yang stand by di rumah sakit, Ekram?" tanya Alex.


"Sekitar sepuluh orang boss... Dan menurut info terakhir yang saya terima dokter Sam menemani Nona Kei dan Nona Sonya di kamar... Dan belum keluar juga sampai sekarang boss..." jawab Ekram.


Sonya.... Hanya mendengar namanya saja sudah membuat hatiku sakit... Sonya pasti masih marah padaku... Itu bagus... Setidaknya aku bisa membuatnya menjauh secara alami.


Itulah alasan kenapa aku berada disini malam ini, alih-alih menemani Sonya dan Kei di rumah sakit... Itu aku lakukan semata-mata hanya ingin membuat Sonya semakin marah dan menjauhiku...


Lalu Alex teringat akan satu hal, Sonya tidur tidak pernah mengenakan pakaian sama sekali, bagaimana kalau Sam melihat Sonya bugil seperti itu?


Siaaalll!!!


"Siapkan mobil... Kita ke rumah sakit sekarang!" perintah Alex.


Ekram baru akan keluar ketika tiba-tiba terdengar informasi penting di earpiecenya, dan matanya langsung terbelalak lebar ke arah Alex dengan mulut yang menganga.


Tuhan... Jangan bilang itu berita buruk dari rumah sakit... erang Alex dalam hati.


"Ada apa?!!" desak Alex khawatir.


"Bigg boss Hardhan... Ada di rumah sakit sekarang boss... Bersama Dino dan empat pengawal lainnya..." sahut Ekram dengan ragu-ragu.


"Hardhan? Dia masih hidup?" tanya Alex dengan nada tidak percaya.


"Iya boss..."

__ADS_1


Ya Tuhan.... Terima kasih untuk keajaiban-Mu ini...


Dan tanpa pikir panjang lagi, Alex langsung bergegas keluar, ia ingin secepatnya sampai di rumah sakit.


**********


Sonya terbangun dari tidurnya karena sudah kebelet pipis, lalu melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi. Sambil menguap lebar Sonya menyibak selimut yang menutupinya sampai bawah dagunya, kemudian menurunkan kakinya ke sisi tempat tidur.


Tapi gerakannya terhenti saat melihat tempat tidur Kei kosong, Sonya mengalihkan perhatiannya pada Sam yang ternganga melihat Sonya dengan mata yang nyaris tidak berkedip.


"Dimana Kei Sam?" tanya Sonya dengan kening berkerut.


Sam langsung mengerjapkan matanya dan mengalihkan perhatiannya ke kamar mandi, "Kei di dalam kamar mandi..." jawabnya tanpa melihat Sonya.


Dan pintu kamar terbuka lebar, dengan setengah berlari Alex menghampiri Sonya dan langsung menutup tubuh telanjang Sonya dengan selimut.


Sonya langsung memekik kaget, ia baru sadar tidak mengenakan apapun dibalik selimutnya. Semalam setelah dokter Sam tidur Sonya membuka baju rawat inap rumah sakit ini, karena ia benar-benar tidak bisa terlelap.


Dengan wajah merah padam, Sonya menarik selimut itu dan melilitkan ke sekeliling badannya.


"Apa kamu sudah gila Son? Kamu sengaja mau menggoda Sam yaa?!!" geram Alex kesal, lalu beralih menatap tajam Sam,


"Aku hanya melihat sekilas Lex... Dan langsung memalingkan wajahku!!" elak Sam.


"Ber*ngsek kau!!!" raung Alex dan akan menghampiri Sam tapi tangan Sonya menahan lengannya.


"Lex... Ini salahku... Aku lupa sedang berada di rumah sakit jadi aku langsung bangun tadi! Kalau ada orang yang harus di salahkan itu adalah aku... Bukan Dokter Sam!" jelas Sonya.


"Tetap saja dia sudah melihatmu tanpa busana!!" desis Alex sambil memberikan tatapan membunuhnya pada Sam, yang sekarang sedang terlihat kikuk.


"Astaga Lex!! Sam sudah berbaik hati menemaniku dan Kei di sini! Yang omong-omong... Kemana kamu semalaman ini?!! Kenapa baru balik jam segini?!!" cecar Sonya.


Alex kembali berbalik ke arah Sonya, "Aku..."


"Simpan saja alasanmu untuk dirimu sendiri... Aku tidak mau mendengarnya!!" potong Sonya sambil menjauhkan tangannya dari Alex.


"Ada apa ini ribut-ribut?!" tanya Hardhan yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil membopong Kei yang melingkarkan lengannya ke leher Hardhan.

__ADS_1


Sonya langsung ternganga, dan Alex bergegas menghampiri Hardhan.


"Jadi benar yang dikatakan Ekram tadi... Kau benar-benar selamat Dhan?" seru Alex.


"Kamu melihatnya juga Lex? Berarti ini bukan mimpi kan?" tanya Kei ke Alex.


"Tidak... Kau tidak mimpi Kei... Hardhan benar-benar nyata..." jawab Alex sambil terus menatapa Hardhan dengan tatapan sendu.


"Sayang... Apa dalam mimpi kamu bisa merasakan kepuasan seperti tadi? Kau masih meragukan kalau yang barusan saja terjadi itu nyata?" tanya Hardhan sambil menaikkan sebelah alisnya.


Kei menggeleng, "Iya... Aku percaya sekarang ini bukan mimpi..." jawabnya sambil tersenyum.


Hardhan merebahkan Kei di atas tempat tidur, dan meletakkan kembali botol infusnya ke tempat semula.


"Terima kasih untuk tidak mati broo!" seru Alex sambil memeluk Hardhan dan menepuk punggungnya.


Hati Alex membuncah dengan rasa senang dan kelegaan yang luar biasa, "Yaa terima kasih..." balas Hardhan.


Sam pun melakukan hal yang sama pada Hardhan, "Selamat kembali ke dunia fana ini broo!" serunya sambil memeluk Hardhan.


"Sial kau Sam... Aku memang masih disini!" balas Hardhan sambil menepuk kencang bahu Sam, membuat Sam meringis.


"Bagaimana kau bisa selamat Dhan? Apa kau sebelumnya sudah mengetahui kalau pesawat pribadimu itu terpasang bom?" tanya Alex.


Hardhan menghela nafas panjang, "Sepertinya hari itu belum waktunya aku mati, dua jam sebelum take off tekhnisi melaporkan ada trouble di pesawatku itu, jadi butuh sedikit perbaikan yang memakan waktu sekitar tiga jam..." jelas Hardhan, lalu mengalihkan perhatiannya pada istri tercintanya, dan mengelus lembut rambut Kei.


"Aku sudah sangat mengkhawatirkan anak istriku, serta Sonya dan Al. Untungnya ada pesawat komersil yang masih menyisakan enam bangku kosong, jadi aku, Dino dan keempat pengawal yang selamat menaiki pesawat komersil itu... Sedang sisanya dua pengawal lainnya menaiki pesawat pribadi naas ku itu..." lanjut Hardhan.


Hardhan menatap penuh wajah Alex, "Apa semua pelakunya sudah tertangkap Lex? Kau meminta bantuan keluarga Sethmu kan? Hanya itu jalan satu-satunya untuk kita tetap menyelesaikan masalah ini Lex..."


Alex mengangguk, "Iya... Kemarin Om Cakra sudah membantu kita... Dan akan terus memberikan bantuan sampai semuanya selesai..."


"Bagus!" seru Hardhan lalu mengalihkan perhatiannya pada Sam,


"Sekarang aku akan membereskan Sam terlebih dahulu yang sudah berani memeluk istriku..." gertak Hardhan, membuat Alex juga menatap tajam ke arah Sam,


"Aku juga belum membuat perhitungan dengannya..." desis Alex.

__ADS_1


Ya Tuhan.... Selamatkan hamba-Mu ini... erang Sam dalam hati. Kemudian mengutuki kesialannya hari ini.


__ADS_2