Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Bertemu Wanita Penggoda


__ADS_3

"Memangnya apa yang sudah aku lakukan?" tanya Kei dengan muka polos.


"Kata si Jeilangkung tadi... Pak Hardhan suasana hatinya jadi memburuk setelah menerima telepon dari lo." jawab Sonya.


"Terus?" tanya Kei lagi.


"Pak Hardhan jadi marah-marah terus di kantor, suasana kantor jadi horror sekarang."


Kei menyeringai lebar, mencondongkan badannya ke arah Sonya, "Lebih baik kamu di sini saja sama aku, jangan balik ke kantor dulu.. Tunggu sampai suasana hati Hardhan membaik."


Sonya memutar kedua bola matanya,


"Justru aku harus balik ke kantor sekarang, dan kamu harus ikut kata Jeilangkung."


Kei meringis ngeri, "Kenapa aku harus ikut? Aku harus jauh-jauh dari Hardhan kalau dia sedang bad mood seperti itu...." Kei langsung begidik, kedua tangannya saling mengelus, "Lebih baik aku malam ini tidur di rumah Papa saja ahh...."


"Cuma kamu yang bisa balikin suasana hati pak Hardhan kembali membaik katanya, memangnya kamu yakin pak Hardhan akan mengizinkanmu bermalam di rumah papamu?"


"Aku jadi merasa seperti Andromeda yang akan di korbankan kepada Poseidon...." gumam Kei.


"Udah tidak usah menyamakan nasib lo saat ini dengan mitologi Yunani itu, lo juga kan yang sudah bikin pak Hardhan marah."


"Hardhannya saja yang baperan... Kenapa jadi menyalahkan aku?!"


Tuuutt.... Kei melirik ke layar handphonenya, panggilan masuk dari Raksasa Arogan, secepat kilat Kei langsung menekan tombol decline, dan mengganti ke flight mode.


Sonya ternganga melihat kelakuan Kei, dan Kei nyengir kuda ke Sonya "Nyaa... Kamu tolong bilang ke Alex aku sudah pulang yaa...." bujuk Kei sambil meremas tangan Sonya, "Please..." lanjutnya.


"Gila kamu... Aku di suruh bohong ke Jeilangkung itu, bisa di gantung aku."


Kei baru akan kembali membujuk Sonya ketika salah satu pria plontos yang jadi pengawalnya itu datang menghampirinya dan menyerahkan handphonenya ke Kei.


Sial aku lupa ada dua pengawal itu.


"Maaf nona Kei... Boss Hardhan ingin bicara."


Dengan malas dan tangan yang sedikit gemetar, Kei mengambil handphone pria plontos itu dari tangannya.


"Yaa...."


"Ke kantorku sekarang juga!! Atau aku sendiri yang akan kesana dan membopongmu di pundakku, lalu aku akan memukuli bokongmu di sepanjang jalan!!"


Handphone yang di pegang Kei langsung terlepas, untung saja pria plontos itu dengan sigap mampu menangkapnya, dan langsung kembali ke tempat duduknya lagi.


"Ya sudah aku akan ikut nemenin kamu ke ruangannya, kalau pak Hardhan bertindak kasar, aku akan menghajarnya, walaupun harus melewati Jeilangkung itu terlebih dahulu."


"Nanti kamu bisa di pecat."

__ADS_1


"Bukan masalah, selama aku bisa pastikan kamu aman."


"Yahh lebih baik aku menurutinya, sebelum dia benar-benar datang dan melakukan semua ancamannya padaku tadi."


Lagipula tidak mungkin dia bercinta denganku di kantornya ya kan?


**********


Kei dan Sonya sedang menunggu di depan lift ketika dua karyawan wanita menghampirinya.


"Ini nih anak baru yang sok akrab dengan Alex kita?" tanya salah satu dari mereka yang tubuhnya lebih tinggi di antara yang lain.


Sonya hanya mengabaikan mereka, seperti sudah terbiasa di perlakukan seperti itu.


"Sok kecantikan banget yaa, Linda katanya lo mau bantu bicara ke pak Hardhan."


Kei melirik ke wanita yang dipanggil Linda itu, wanita cantik dengan tinggi semampai, mirip model-model yang memperagakan busana di atas catwalk.


"Aku belum sempat bertemu Hardhan lagi..." jawab wanita itu sambil melihat kuku-kuku jarinya, dari caranya bicara saja sudah terlihat wanita ini adalah tipe penggoda.


Dan dia memanggil nama Hardhan... Seakrab apa mereka? Mungkin dia salah satu simpanannya Hardhan...


Kei tertawa sinis membayangkannya, membuat wanita itu melihat ke arahnya.


"Dan siapa dia? Bukan karyawan sini kan? Aku tidak pernah melihatnya."


"Wah anak baru ini kurang ajar juga ternyata, baru kerja sebulan di sini sudah berani bawa masuk temannya."


"Masalah?" tanya Sonya.


"Sudah Nya abaikan saja." kata Kei sambil menarik tangan Sonya yang sudah siap maju.


Pintu lift terbuka, Sonya menekan tombol lantai teratas, ruangan presdir, kedua wanita tadi saling tatap, sebelum akhirnya mencemooh Sonya.


"Cari mati nih anak baru, dia kira lantai teratas bisa di masukin seenaknya."


"Sudah biarkan saja, paling juga langsung di tendang sama bodyguardnya Hardhan hahaha." kata Linda.


"Hahaha..." Kei mencibir, meniru tawa Linda tadi.


Muka Linda nampak memerah karena marah


"Kurang ajar!!" teriaknya tangannya ingin menampar Kei tapi tangan Sonya menahannya.


Sonya memutar Linda tangannya dibekuk ke belakang punggungnya, kemudian mendorong Linda sampai pipinya menempel di kaca lift.


"Beraninya kau mau nampar dia...." geram Sonya.

__ADS_1


"Hei anak baru, lepasin Linda... Dia dekat dengan pak Hardhan kamu tidak takut di pecat?!"


"Ohh dekat sama pak Hardhan yaa? Hmmm kalau begitu Sonya terus tahan dia, kita ajak dia sekalian menemui suamiku..." kata Kei santai.


"Suami?!" kedua wanita itu bicara bersamaan.


Linda baru akan bicara tapi pintu lift sudah terbuka, Sonya mendorong Linda keluar lift, di ikuti Kei dan wanita yang satu lagi.


"Nona Kei..."


"Nona Kei..."


Sapa para bodyguard yang berjaga di sekitar ruangan Hardhan, salah satu bodyguard membukakan pintu untuknya "Nona Kei sudah datang boss." lapornya ke Hardhan.


Kei menerobos masuk, mengabaikan tatapan mematikan Hardhan yang di arahkan padanya, ia tahu Hardhan masih marah padanya, tapi Kei ingin mencoba peruntungannya, siapa tahu dengan kejadian ini bisa meredakan amarah Hardhan, setidaknya mengalihkan amarah Hardhan dari Kei ke wanita itu. Kei terus menghampiri Hardhan yang duduk di belakang meja kerjanya.


Kita lihat raksasaku tersayang, apa reaksimu begitu tahu ada yang ingin menampar istrimu.


"Sayang...." rengek Kei sambil duduk di atas pangkuan Hardhan.


Hardhan yang belum pulih dari kekagetannya karena Kei memanggilnya sayang, dan duduk di pangkuannya, kembali di buat kaget karena sekarang Kei merangkul lehernya dan membenamkan kepalanya di leher Hardhan, membuat Hardhan seketika langsung terbakar gairah, dan lupa dengan amarahnya tadi.


"Wanita itu mau menamparku...." rengek Kei lagi sambil menunjuk ke arah wanita yang dimaksud.


Hardhan tadi terlalu fokus ke arah Kei, hingga tidak menyadari ada orang lain di dalam ruangannya. Hardhan menatap tajam wanita yang di maksud Kei.


"Beraninya kau menampar istriku!! Alex potong tangannya!!"


Wanita itu berontak berusaha membebaskan diri dari Sonya, dan langsung menghampiri meja Hardhan.


"Hardhan... Aku tidak tahu dia istrimu... Aku minta maaf." katanya membela diri dengan suara manja.


ohh aku jijik mendengarnya.


batin Kei.


Kei ingin turun dari pangkuan Hardhan, tapi tangan Hardhan menahannya.


"Itu tidak bisa di jadikan alasan untuk membenarkan perbuatanmu pada istriku!! Alex cepat bawa wanita ini keluar, dan pecat keduanya!!"


"Baik boss...."


"Hardhan... Kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini... Kau sudah lupa...." apapun yang ingin dikatakan Linda tidak bisa terucap, karena mulutnya sudah di bekap Alex, dan langsung menyeretnya keluar.


Mata Alex bertemu dengan mata Sonya


"Kau... Ikut aku!!"

__ADS_1


Sonya mengangguk, mereka keluar dari ruangan Hardhan, meninggalkan Hardhan dan Kei hanya berdua.


__ADS_2