Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Karina


__ADS_3

"Cari informasi tentang Carmel itu, dan pastikan dia tidak mendekati Kei lagi." perintah Hardhan ke Alex.


"Baik boss."


Alex langsung bergegas pergi, dan Hardhan menghampiri Kei yang sedang berdiri di samping Sonya, ia tidak ingin Kei menjadi takut padanya, tadi kemarahan Hardhan tidak ditujukan ke Kei, tetapi ke temannya. Dan Hardhan harus menjelaskannya ke Kei. Tadi ia merasakan ketakutan dalam diri istrinya itu.


Denyut jantung Kei kembali berdetak kencang ketika Hardhan berdiri menjulang di depannya Ia tidak akan memarahiku di depan umum kan...? Tapi tetap saja Kei merasa takut dan gelisah.


"Hardhan... Aku..."


"Sssttt, kau tidak perlu mengatakan apapun, itu bukan kesalahanmu."


"Tapi, tadi kamu terlihat marah."


"Bukan kau yang membuatku marah sayang..." kata Hardhan menenangkan Kei, tangannya meraih sejumput rambut Kei yang terjatuh dari tatanannya, dan menyelipkan ke balik telinga Kei.


"Oh Hardhan... Aku ingin memelukmu." bisik Kei.


Aku ingin memelukmu, mencari kekuatan dari dirimu. Aku sedang rapuh... Aku bingung dengan perasaanku saat ini, perasaan diantara kau aku dan Galang. Tapi tidak mungkin kau mengizinkanku memelukmu di tempat umum kan?


Di luar dugaan Kei Hardhan langsung memeluknya, menepuk-nepuk lembut punggung Kei, sambil membisikkan kata-kata yang mampu menenangkannya. Kei terlalu shock, pilihannya hanya dua, menangis di pelukan Hardhan atau tertawa.


"Hardhan ini tempat umum, di dalam pesta, apa kata kolegamu nanti."


"Mereka tahu kau istriku, mereka akan berpikir aku sangat tergila-gila padamu. Dan itu benar."


Tawa Kei tertahan di dada Hardhan, Hardhan melepas pelukannya, menjauhkan Kei sepanjang tangannya, Supaya bisa melihat wajah Kei.


"Kau tidak sopan sayang, tertawa di saat seorang pria menyatakan perasaannya."


Kei menyeringai lebar, "Aku tertawa bahagia sayang..."


"Hardhan...." sapa seseorang dari arah belakang mereka, membuat mereka setengah berbalik melihat ke arah pemilik suara itu.


"Karina....." sapa Kei, Hardhan dan Sonya berbarengan.


Karina terlihat cantik dan anggun sekali, dengan gaun silver berkerah sabrina, dan bagian bawah yang sedikit mengembang, ia benar-benar terlihat seperti seorang putri. Kei sudah lama tidak melihat temannya ini, terakhir Kei melihatnya saat di acara perpisahan mereka, di pulau X.


Sambil tersenyum manis dan menggoda, Karina menghampiri mereka, melewati Sonya dan Kei, kemudian berdiri tepat di depan Hardhan.

__ADS_1


"Lama tidak berjumpa sayang...." sapanya lembut, kemudian mencium pipi kanan dan kiri Hardhan.


Sayang? Dan dia mencium suamiku di depan umum!


Darah Kei terasa mendidih melihatnya, ada rasa sakit di dadanya, seperti tertusuk sesuatu. Dan lebih sakit lagi melihat Hardhan membiarkan wanita itu menciumnya, di depan Kei, dan malah tersenyum kepada wanita itu.


"Kau sudah datang, bagaimana perjalananmu?" tanya Hardhan.


"Perjalanan yang panjang, aku baru saja sampai siang ini dan masih terasa lelah. Tapi aku tetap meluangkan waktuku untuk hadir di sini, demi kamu." jawab Karina dengan suara manjanya.


Oh haruskah aku melihat pemandangan ini?


Kei tidak sadar dirinya bergerak dengan gelisah, hingga Hardhan melihatnya lalu merangkul Kei.


"Karina, ini istriku Keilani."


Karina mengalihkan perhatiannya ke Kei, dan langsung mengenalinya "Kei... apa kabar? Lama kita tidak berjumpa." pekik Karina, lalu memeluk dan mencium pipi kiri dan kanan Kei.


Lalu beralih ke Sonya, "Sonya...." Karina melakukan hal yang sama kepada Sonya.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Hardhan.


"Karina teman SMAku sayang..." jawab Kei.


"Tepatnya Brand Ambassador produk-produknya." lanjut Karina sambil mengedipkan sebelah mata ke Hardhan.


Oh astaga, dia menggoda suamiku di depanku.


"Kamu selama ini tinggal dimana Rin? Kita loose contact sejak perpisahan di pulau X." tanya Sonya.


"Aku sekolah fashion di Paris, di Ecole de la Chambre Syndicale de la Couture Parisienne. Tapi akhirnya malah banting setir ke dunia modelling."


Paris?


Kei melirik Hardhan, suaminya sedang tersenyum manis ke arah Karina, Kei kembali merasakan tusukan menyakitkan di dadanya. Jelas ada sesuatu di antara mereka berdua.


"Sayang aku tidak suka baca majalah tentang mode, fashoin atau dunia modelling, jadi aku tidak tahu kamu sudah jadi model terkenal sekarang...."


Karina tertawa lebar, menampakkan barisan gigi putihnya yang berbaris rapi.

__ADS_1


"Aku lebih terkenal di Paris daripada di sini, tapi untunglah ada Hardhan yang sudah menjadikanku brand ambassador produknya. Jadi tidak lama lagi aku akan sama terkenalnya di sini dengan di Paris."


Karina menggandeng lengan Hardhan, bergelayut manja pada Hardhan yang terlihat membiarkannya "Ya kan sayang..."


Hardhan tertawa lebar "Kalau kau memenuhi ekspektasi kami tentunya."


Tuhan, aku ingin memecahkan sesuatu, memecahkan kepala raksasa playboy itu!!


"Kalian berdua silahkan bernostalgia, aku mau ke toilet dulu." kata Kei sambil tersenyum palsu.


Tanpa menunggu jawaban dari Hardhan Kei langsung bergegas meninggalkan mereka, Sonya mengikuti Kei ke toilet.


"Aku tahu dia sengaja melakukannya Nya!! Dia tadi sudah melihat kita, tapi dia malah melewati kita dan langsung ke Hardhan!!" teriak Kei kesal sambil berjalan mondar mandir di dalam toilet, badannya gemetar dengan amarah.


Dengan kedua tangan dilipat di depan dadanya, Sonya bersandar di ujung marmer wastafel, membiarkan Kei meluapkan amarahnya.


"Pasti ada sesuatu di antara mereka? Iya kan?!"


"Kamu tidak bisa main ambil kesimpulan seperti itu dulu Kei, sebelum kamu bertanya langsung ke pak Hardhan."


"Sonya, kamu lihat sendiri kan tadi kelakuan Karina... Dia bahkan memanggil Hardhan sayang!!"


Kei kembali jalan mondar mandir, "Dan raksasa sialan itu membiarkannya! Membiarkan Karina bergelayut manja padanya!! Hardhan tidak peduli bagaimana perasaanku melihatnya!!"


Kei terdiam, memeluk dirinya sendiri, mendongakkan kepalanya sambil mengedip-ngedipkan matanya, untuk menahan air mata yang akan turun ke pipinya "Kalau Galang mengejarku dan lebih memilih bersamaku di banding dengan Inge, tetapi tidak dengan Hardhan, dia bahkan tidak mengejarku, dia memilih bersama Karina..." rintih Kei pilu.


"Oh Dear..." Sonya menarik Kei ke dalam pelukannya, dan tangis Kei langsung pecah.


"Kenapa aku selalu merasakan hal yang menyakitkan seperti ini sih Nyaa? Dengan Galang... Dan juga dengan Hardhan. Aku tidak pernah jauh dari rasa sakit hati."


"Sabar sayang...." Sonya menepuk-nepuk punggung Kei.


"Aku pikir, aku tidak akan merasakan hal seperti ini pada Hardhan, karena aku tidak mencintainya. Tapi ternyata aku salah, aku tetap merasakan sakit hati padahal tidak ada cinta di antara kami. Bagaimana kalau aku sudah mencintainya nanti? Rasanya pasti akan jauh lebih sakit dari yang ku rasakan sekarang."


Kei melepas pelukannya dari Sonya, kemudian menatap sinis pantulan dirinya di depan cermin.


"Bodohnya aku sempat terpikir ingin mengandung anaknya. Mulai hari ini aku akan menguatkan hatiku untuk tidak terlena lagi dengan rayuannya. Aku yang harus melindungi diriku sendiri dengan duri-duri, supaya tidak ada yang dapat menyakitiku lagi. Dan ketika kontrak pernikahan kami selesai, aku akan langsung mengajukan gugatan perceraian...."


Sebelah alis Sonya naik, "Dan kembali pada Galang?"

__ADS_1


"Tidak, aku sudah lelah dengan semua ini. Mereka berdua sama saja. Kalau kesendirian yang akan membuatku nyaman dan tidak tersakiti lagi, maka aku akan memilih jalan itu untuk selamanya."


Kei tersenyum sinis, "Mungkin aku akan tinggal di pedesaan, yang jauh dari keramaian, dan membuka toko kue kecil di sana."


__ADS_2