
...Happy Reading...
Hari ini Ray sengaja bangun agak siangan karena mulai besok pagi dia harus aktif masuk kantor setiap hari, karena dia sudah resmi resign dari pekerjaannya yang dulu dan ingin fokus menjadi generasi penerus dari keluarganya, jadi hari ini dia ingin puas tidur sampai siang.
Namun saat dia sedang berada di alam mimpi, tidurnya terganggu oleh suara orang ribut-ribut di lantai bawah.
" Pokoknya aku mau tinggal dirumah mommy lagi."
Ternyata Adelia datang dengan membawa tas ransel dipunggungnya.
" Astaga yank... kenapa? aku salah apa sayang?"
Sedangkan Ganesh hanya menggunakan kaos dengan bawahan lilitan kain sarung saja sampai dirumah orang tua istrinya.
" Berisiklah kalian, ganggu orang tidur saja!" Ray yang ingin tahu siapa orang yang menggangu tidurnya, langsung turun melihat situasi dan kondisi.
" Dek... suruh pergi orang ini!" Adelia bahkan tidak mau menatap suaminya.
Yaelah... apa begini kehidupan orang setelah menikah? trus gimana kalau yang ngamuk my Hana nanti ya, wah... kalau dia pasti nggak akan kabur ke rumah mamanya, tapi aku yang akan dihaj@r habis-habisan olehnya diatas matras.
" Kenapa?" Ray langsung menatap jengah keduanya.
" Noh... lihat aja penampilannya, nggak banget!" Adelia langsung mendekat kearah adeknya dan menunjuk suaminya yang langsung memperhatikan dirinya sendiri.
" Iya juga sih kak, katrok banget sih emang suami kakak!" Ray malah terkekeh sendiri melihat perdebatan suami istri itu.
" Ya ampun yank... aku kan memang belum sempat mandi, kamu sih sudah kabur duluan, orang baru ditinggal ngopi sebentar juga." Gerutu Ganesh sambil merapikan sarungnya. Dia memang lebih suka tidur menggunakan sarung daripada piyama tidur, nggak ribet pikirnya.
" Makanya kalau pagi itu bangun tidur trus mandi, bukannya bangun tidur ngopi sambil mantengin tante-tante seksih olahraga dari balkon." Umpat Adelia sambil merengut kesal.
" Astaga yank... siapa juga yang ngliatin tante seksih, aku cuma menikmati udara pagi sambil ngopi?" Ganesh ingin tertawa tapi takut kalau istrinya semakin merajuk karenanya.
" Bohong aja kamu, kakak sengaja kan nongkrong di balkon, biar bisa ngeliatin mereka sedang senam pagi, taulah body aku tidak semlehot seperti mereka!" Adelia kembali meracau yang membuat Ganesh melongo mendengarnya.
Apa dia Adelia istriku? apa dia sedang cemburu? tumben sekali?
" Bukan begitu yank." Ganesh ingin mendekati istrinya namun dia malah menghindar.
Pagi tadi saat Ganesh sedang asyik menikmati kopi dibalkon kamarnya, tiba-tiba dia melihat istrinya keluar rumah dengan menenteng tas ransel, dengan secepat kilat dia langsung berlari dan mengejar istrinya, namun dia tetap nekad pergi naik taksi, jadi Ganesh mengikutinya dari belakang dengan mobilnya.
" Mommy dimana Ray, aku laper." Adelia juga tidak memperdulikan jawaban dari suaminya.
" Aku juga belum melihat mommy, mungkin dia pergi kali sama daddy naik sepeda, olahraga pagi." Ucap Ray sambil mengangkat kedua bahunya.
" Bibi.. masak apa bi!" Teriak Adelia yang langsung berjalan menuju arah dapurnya.
" Abeng... kamu apain kakak gue?" Giliran Ray yang langsung menginterogasi kakak iparnya, seolah dia jadi team pembela kakak kandungnya.
" Aku nggak ngapa-ngapin dia Ray, aku juga bingung loh, tiba-tiba dia bersikap seperti itu." Ganesh terlihat menggaruk kepalanya sendiri.
" Tadi malam kalian bertengkar?" Ray bersidekap sambil menatap kakak iparnya.
__ADS_1
" Mana ada, orang kami masih akur seperti biasa."
" Nggak kamu kasih jatah kali?" Ucap Ray ngasal aja.
" Orang dia nggak minta, lagian aku lihat dia kecapekan, jadi aku langsung tidur saja."
Mereka seolah sedang curhat tentang kehidupan pernikahan yang sama-sama belum berpengalaman.
" Gara-gara itu kali."
Ray yang sudah pernah mencobanya jadi sok menduga-duga, karena dia mengingat wajah Hana yang terlihat ke€nakan, tanpa mengingat rasa lelah dan tanpa peduli dengan keringat yang bercucuran, walau setelahnya dia menangis dengan seribu penyesalannya.
" Biasanya itu aku yang sering minta jatah duluan, dia juga sering menolakku, dan kakak kamu itu bukan tipe orang yang hiper kayak begituan, nggak bakalan lah gara-gara itu doang dia ngambek." Ganesh terlihat percaya diri sekali denan pemikirannya.
" Mungkin karena kamu jelek kali Beng, mandi sono gih, kusem dah tuh muka!" Ray langsung menaikkan satu sudut bibirnya untuk mengejek Ganesh.
" Sekate-kate kamu kalau ngomong ya, ngaca dulu sana, kamu juga cuma pake kolor doang begitu, masih keren aku pake sarung bermerk dong!" Ganesh merasa tidak terima, karena mereka berdua masih sama-sama bau iler dan belum mandi.
" Bodo amat, kalau my Hana mah terima aku apa adanya, jadi mau pake kolor, bau iler juga dia tetap cinta, haha..." Ray langsung melengos mendengarnya dan memilih rebahan disofa didekat ruangan itu.
" Kamu lihat aja nanti." Ganesh langsung tersenyum licik dan mengambil ponselnya dan terlihat seperti sedang mengetik sesuatu.
[ Hana... cepat datang kerumah calon suamimu, dia ngamuk seperti orang gila sekarang! Cepat datang ya.. nggak pakai lama. ]
Mesagge send
" Ganesh... kapan kalian datang nak? kok sudah pakai sarung aja kamu." Terlihat Mala muncul dari pintu.
" Mommim Adelia ngambek tuh, gimana ini mom?" Ganesh langsung mengadu dengan orang yang telah sembilan bulan mengandung istrinya.
" Kenapa, nggak kamu kasih jatah dia?" Tebak Mala asal-asalan.
" Tuhkan... bener dugaanku, gw mah selalu sependapat dengan mommy." Ray langsung berjalan mendekat kearah Mala dan memeluknya dari belakang.
" Nggak mungkinlah Mom, Adelia bukan orang yang haus akan hal begituan, tiap malam dia aku garap, cuma tadi malam doang aku tinggal tidur, karena dia terlihat kecapekan." Jelas Ganesh yang langsung menyangkalnya.
" Trus kenapa Adelia bisa ngambek? dia juga bukan tipe wanita yang suka marah-marah kok." Mala tahu benar sifat putrinya yang memang lemah lembut dan penuh kesabaran itu.
" Bener tuh beng, kalau aku jahilin aja biar sampai keterlaluan juga paling dia jewer telinga aku doang, setelah itu dia biasa aja, nggak ada acara ngambeknya." Ray pun ikut menanggapi dengan serius, bahkan dia meletakkan dagunya dipundak Mala dengan manjanya.
" Trus aku salah apa dong?"
" Kenapa tanya mommy, tanya istrimulah, ajak dia ngomong baik-baik, aku yakin Adelia bisa mengerti." Mala langsung memberikan nasehat kepada menantunya.
" Tadi udah aku tanyain, dia tetep aja marahin aku mom, malah ninggalin aku naik taksi pergi kesini." Jawab Ganesh yang terlihat prustasi.
" Apa ada yang aneh dalam beberapa hari ini dengan Adelia?" Mala mencoba berfikir sejenak.
" Maksud mommy kak Adelia kerasukan jin jahat begitu?" Tiba-tiba Ray langsung memikirkan hal yang horor.
" Hush... jangan asal kamu kalau ngomong!" Mala langsung menyentil kening putranya.
__ADS_1
" Maksudnya aneh gimana mommim?" Ganesh masih belum paham.
" Ya... kelakuan kesehariannya aja, apa ada yang berbeda dari biasanya gitu?" Mala mencoba menduganya.
" Nggak ada yang aneh sih mom, cuma beberapa hari ini sebelum tidur dia sering buat spaggetti instant kalau enggak mie instant, ngemil juga, bahkan dilaci meja tempat tidur itu isinya snack semua, padahal dulu dia nggak pernah mau ngemil dimalam hari, nggak sehat katanya." Ganesh mengingat-ingat kebiasaan istrinya belakangan ini.
" Apa mungkin dia hamil?" Tebak Mala sambil menaikkan kedua alisnya.
" Hmm... kayaknya belom deh mom, dia nggak pernah muntah-muntah kalau pagi hari, nggak pernah juga ngeluh pusing atau nggak enak badan gitu." Ganesh merasa bukan itu alasannya, karena dia pernah browsing di internet ciri-ciri orang hamil pada umumnya.
" Memangnya bulan ini dia sudah terlambat datang bulan belom?" Entah mengapa Mala malah merasa yakin dengan pemikirannya.
" Yeee...mommy ini, nanya datang bulan sama laki-laki, sama kak Adelia itu lah, lucu deh mommy ini, kami para pria mana tau?" Ray malah terkekeh geli mendengarnya.
" Kamu nggak akan paham, kalau sudah menikah nanti baru kamu percaya omongan mommy!" Mala langsung menjeling ke arah putranya yang memang belum berpengalaman itu.
" Kok bisa sih?" Ray yang malah jadi penasaran.
" Noh.. daddymu pulang, coba kamu tanya aja!" Mala langsung tersenyum melihat suaminya muncul dari balik pintu.
" Dad... mommy datang bulan tanggal berapa?" Ray yang masih belum percaya ingin membuktikannya.
" Tanggal 17, kenapa emangnya?" Jawab Carlos dengan cepat tanpa berpikir panjang, yang langsung nimbrung kearah mereka.
" Wah... daddy kurang kerjaan apa, sampai hafalin tanggal mommy datang bulan?" Ray langsung menatap takjub daddynya yang langsung nempel dengan mommynya.
" Pfffttthhh... dibilangin kamu nggak percaya." Mala langsung mengusap kepala suaminya yang bersandar dilengannya.
" Tapi kayaknya belum deh mom, seingatku dalam sebulan ini, aku terus menggempurnya setiap malam." Jawab Ganesh setelah mengingat-ingatnya kembali.
" Gilak luu beng, menyiksa anak orang itu namanya." Ray langsung meninju lengan kakak iparnya.
" Musim hujan Ray, dingin banget kalau malam." Jawab Ganesh nggak ada segannya walau didepan kedua mertuanya.
" Dasar kalian berdua ini, ya sudah sana kamu ngomong pelan-pelan sama istrimu, peluk dia, usap rambutnya, bicara dari hati kehati, masak menakhlukan istri sendiri nggak bisa, kalah sama daddy mertuamu ini." Mala langsung membanggakan suaminya yang selalu pandai merayunya disaat dia sedang marah.
" Baik mom."
" Semoga dugaan mommy benar, sudah pengen gendong cucu mommy, ajak dia periksa nanti ya?" Mala langsung terlihat semangat.
" Lepas dulu itu sarungnya Beng! yaelah.. sarung butut dipake terus." Ray kembali menggoda kakak iparnya.
" Nggak pakai kolor aku, buru-buru tadi kesini." Jawab Ganesh dengan pede nya.
" Wow.. Goyang gayeng kayak lonceng jam dong?" Ray mulai berbicara sesuka hatinya.
" Bahahahaha.."
Disaat mereka bertiga tertawa, Ganesh tidak perduli, dia langsung melesat ke belakang mencari keberadaan istrinya.
... "First, accept sadness. Realize that without losing, winning isn’t so great."...
__ADS_1
...(Pertama, terima kesedihan. Sadarilah bahwa tanpa kalah, menang tidak begitu bagus)...