Tiga Generasi Sultan

Tiga Generasi Sultan
118. Film Laga versi Nyata


__ADS_3

...Happy Reading...


Hana seolah masih tidak percaya dengan apa yang dia lakukan malam itu, dia sungguh tidak ingat, mulutnya ingin protes, tapi kenyataannya memang dia terlihat sangat menikmati dan sama sekali tidak terusik dengan aksi mesvm tunangan tengilnya itu.


" Gimana? mau lagi nggak?" Ledek Ray sambil mengedipkan satu matanya.


" Mauk, ehh... opsh! apaan sih kamu Ray!" Hana langsung mencubit pinggang Ray.


" Sini... aku juga masih haus!" Ray langsung kembali menggodanya.


" Awas... awas tangan kamu kalau nakal lagi, cepat hapus itu rekamannya, buruan!" Hana langsung memukul lengan Ray.


" Hehe... sudah disitu, tapi aku juga menyimpan diponsel sebagai kenangan!"


" RAY!"


" Hahahahaha."


Akhirnya mereka berlari kejar-kejaran menuju ruang makan, namun saat mereka masih bercanda tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara Ganesh yang terlihat kegirangan.


" Mommim, mommy mertua!" Teriak Ganesh yang baru saja muncul dari pintu diikuti oleh Adelia yang berjalan santai dibelakangnya.


" Ada apa lagi dengan anak-anak kalian itu yank, pagi-pagi bikin ribut semua! haduh... besok aku mau perawatan, keriput pula nanti wajahku yang glowing ini." Mala mengibaskan kedua tangannya ke wajahnya sendiri yang terasa panas.


" Mommy mertua, coba tebak, aku bawa kabar apa?" Teriak Ganesh dengan heboh.


" Mana ku tahu, kamu pikir aku cenayang apa, yang bisa menebak dengan benar dan aku juga bukan anak SD yang suka main tebak-tebakan." Karena kacau pikirannya Mala jadi sewot sendiri.


" Maaf mommim." Semangat Ganesh yang tadi membara kini langsung surut seketika.


" Nasibmu Beng... kayak krupuk ke siram air." Ray tiba-tiba muncul dengan menggandeng tangan Hana dari ruangan dibelakang.


" Apaan tuh?" Ganesh langsung menjelingkan matanya ke arah Ray.


" LEMAS, hahaha!" Ray berbicara santai seolah tidak terjadi apa-apa tadi.


" Awas aja luu!" Ganesh melotot kearahnya.


" Ada apa sih mom?" Adelia yang sedari tadi menyimak langsung mendekat kearah mommynya."


" Adekmu itu, ngeselin banget, bikin mommy darah tinggi terus."


" Memang dari dulu dia ngeselin mom, tapi kalau yang satu ini, dijamin mommy nggak akan kesel lagi." Mala menunjukkan satu lembar kertas ke arahnya.


" Apa itu nak?" Mala langsung mengambilnya dengan cepat, rasa penasarannya kembali muncul.


" Positif? kamu beneran sudah hamil Del? aaaaa.... sayang, aku akan jadi grandma sekarang." Mala langsung menghambur kepelukan Carlos yang baru saja datang.


" Astaga... orang tua itu, harusnya kan anaknya yang dipeluk, kenapa malah suaminya." Ray mengumpat sambil geleng-geleng melihat mommynya sendiri.


" Ada pesta apa ini, pagi-pagi kok sudah ramai sekali?"


Tiba-tiba muncullah Shanum dan Mark dari arah pintu, karena pintunya tidak tertutup jadi mereka langsung saja masuk ke dalam rumah.


Mampus gw... ngapain juga mama sama papa datang ke sini pagi-pagi ya?

__ADS_1


Hana langsung lemas ditempat saat melihat orang tuanya datang.


" Okey... kebetulan banget ini semua sudah ngumpul."


Mala langsung seolah mendapat ilham untuk membicarakan masalah penting pagi ini.


Tuh kan, roman-romannya aunty Mala mau ngomong ini sama mama, semoga tidak membicarakan hal tadi malam.


" Ada berita apa Mala?" Shanum langsung menatap sahabatnya dengan seksama.


" Pernikahan Hana sama Raymond kita percepat saja." Mala langsung duduk berdampingan dengan Carlos.


" Pa... nanti dulu berangkat ke kantornya ya, kita ngobrol sebentar." Shanum langsung mengajak Mark yang tadi sebenarnya cuma mau mengantar Shanum saja, yang terlalu kepo karena tumben putri semata wayangnya mau nginap dirumah calon mertuanya itu.


" Percepat gimana maksudnya?" Mark langsung ikut duduk disamping Shanum.


" Emm... gimana ya jelasinnya." Mala memikirkan kata-kata yang pantas untuk dibicarakan.


" Begini pa.. ma.. niat baik bukannya harus dipercepat kan, lebih cepat lebih bagus?" Hana langsung mendekat kearah Shanum dan duduk bersandar dibahu sofa disampingnya.


" Ya iya... tapi apa masalahnya, soalnya catering dan yang lainnya sudah mama pesan minggu depan, tidak semudah itu membatalkannya, ini partai besar nak?" Shanum terlihat keberatan dengan keputusan ini.


" Santai aja Num, kita bisa bayar dua kali lipat, nggak masalah itu." Mala selalu tidak pernah ambil pusing tentang masalah uang, sedari masih muda dulu.


" Ada masalah apa sebenarnya? bukannya kita sudah berunding jauh hari? saat itu kalian tidak keberatan kan?" Mark pun ikut menimpali, karena dia juga pasti harus merubah jadwal meeting dan yang lainnya di kantor.


" Iya La.. sebenarnya apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba begini, memangnya mau dimajukan hari apa? bukannya hari minggu itu lebih bagus?" Shanum masih penasaran jadinya.


" Fuuuh... yank, pinjam ponselmu!" Mala tidak punya pilihan.


CCTV itu memang didesain kusus oleh Carlos untuk memantau situasi dirumahnya, jadi kalau dia mau membuka, bisa kapan saja dan dimana saja, lewat ponsel sekalipun.


" Tadi udah aku hapus yank?" Ray pun ikut ketar ketir sendiri, kalau cuma orang tuannya dia tidak masalah, nah kalau calon mertuanya, bisa hancur reputasinya.


" Maaf.. sepertinya sudah terhapus filenya." Carlos mengotak atik ponselnya, tadi mereka sempat ngecek masih ada, tiba-tiba sudah hilang.


" Fuuuhh.." Hana dan Ray langsung merasa lega, mereka langsung bertos ria dibelakang, dan itu tidak luput dari pandangan Ganesh si otak Briliant.


" Gue curiga nih... dad, pinjam ponselnya, kalau cuma mengembalikan data sih, itu masalah sepele!" Ganesh langsung tersenyum menyeringai.


" BENG...!"


" KAK GANESH...!"


Teriak mereka berdua bersamaan, dan itu semakin membuat Ganesh mati penasaran.


" Woah... ini pasti ada kejutannya!" Ganesh semakin tersenyum licik saat Carlos memberikan ponselnya.


" Beng... nggak usah, kami memang mau cepet-cepet nikah biar segera halal!"


Raymond langsung berjalan mendekati Ganesh, yang sudah senyum-senyum sendiri dan tidak memperdulikan rengekan Ray dan Hana.


" Beng... kita ngobrol sebentar di belakang yok?" Ray ingin mencoba kong kalingkong dengan Ganesh, namun sepertinya Ganesh tidak tertarik, tangannya terus saja mengotak atik ponsel itu.


" Apa perlu kita lihat menggunakan layar besar yang dipantulkan di tembok?" Ganesh terus saja menghindar saat Ray mencoba mengambil ponsel daddynya.

__ADS_1


" Colok aja ke TV kak, itu sudah ada Usbnya." Adelia ternyata juga penasaran.


" Ide yang bagus sayangku, haha... sepertinya si bocah itu n@fsunya sudah diujung!" Ganesh tertawa ngakak dan langsung berlari kearah TV yang besarnya satu pintu itu.


" ABEEEEENNGGGG... sialan dia!" Raymond pun langsung melompat kearah tubuh Ganesh untuk mencegahnya.


Klik!


Siaran langsung dimulai, semua mata tertuju ke arah layar TV besar itu, mereka semua pun ikut penasaran, kenapa sampai Ray ketakutan seperti itu, sedangkan Hana sudah menutupi wajahnya dengan bantal.


" ALLOHUAKBAR!"


Mereka semua serentak berteriak dengan berbagai ekspresi dari wajah mereka masing-masing.


Nit!


Dengan sekuat tenaga Raymond langsung menindih tubuh Ganesh didepan TV dan mengambil remote untuk mematikannya.


Layar kembali padam, walau hanya cemilan ringan namun nyatanya mampu membuat mereka semua merasa ngeri-ngeri sedap.


Walau sudah mati namun tayangan yang hanya berdurasi beberapa detik itu terlihat dengan jelas oleh seluruh penghuni rumah itu.


" Ehermm... kapan kamu akan memajukan acaranya Mala?" Wajah Shanum sudah memerah, emosinya sudah diubun-ubun, kedua tangannya pun masih mencengkeram lengan suaminya dan nafasnya pun sudah terlihat naik turun.


" Lusa bagaimana?" Ucap Mala yang hanya bisa menghela nafasnya, dia juga paham gelora anak muda jaman sekarang, itu kenapa dia ingin segera mempercepat acaranya.


" Kenapa lusa?" Shanum terlihat masih keberatan.


" Apa terlalu cepat, trus mau tiga atau empat hari lagi?" Tanya Mala yang sebenarnya juga tidak enak hati.


" NANTI MALAM." Ucap Shanum dengan mantap surantap.


" HAH? mah... masak malam-malam sih?" Hana langsung protes karena sangat mendadak.


" KENAPA? kamu keberatan? atau mau dibatalkan saja acara pernikahan kalian!" Teriak Shanum yang amarahnya sudah meledak-ledak.


" Jangan dong ma." Jawab Hana yang langsung lemah tak berdaya.


Astaga mama mertua, baru lihat aku 'ngempeng' aja marahnya sampe segitunya, gimana kalau beliau tahu aku sempat live show mendes@h dengan putrinya, bisa ambruk ini rumah gedong dia terjang dan ratakan.


" Kamu ini keterlaluan, pantesan pake acara minta nginep segala, mama sudah curiga!"


Shanum langsung berusaha menyepak putrinya dengan jurusnya, namun Hana dengan cekatan menghindarinya.


" Astaga mama ini, encok nanti mah!" Hana terus menangkis serangan mamanya yang terlihat emosi.


" Siapa yang ngajarin kamu kayak begitu hah!"


" Nggak ada mah, itu khilaf, nggak sengaja, Ray itu nyebelin!"


" Ray aja kamu salahkan, orang kamu terlihat sangat menikmati kok, alasan saja kamu ini!" Shanum tetap saja mengeluarkan jurusnya.


" Ampun mah, ampun!" Hana tidak membalas, dia hanya terus menangkis saja serangan dari Mamanya.


Akhirnya ibu dan anak ahli Taekwondo itu saling mengeluarkan jurusnya masing-masing yang sudah lama tidak mereka praktekkan secara langsung, sedangkan yang lainnya hanya menjadi penonton setia sambil menikmati aksi mereka layaknya menonton film Laga versi Nyata.

__ADS_1


... "Kamu tahu kamu sedang jatuh cinta ketika perasaan jatuh benar-benar terasa seperti kamu sedang melayang." ...


Apapun itu yang penting tinggalkan jejak kalian ya bestie🥰


__ADS_2