
...Happy Reading...
Dalam perjalanan pulang kembali ke negara tercinta, Ganesh sungguh tidak mau berjauhan dari Adelia walau hanya sejengkal saja, kepalanya menempel saja terus di tubuh Adelia.
Lelah berbaring dipangkuan istrinya pindah posisi bersandar di bahu istrinya dan memeluk Adelia dengan erat, seolah mereka baru saja jadian beberapa jam yang lalu.
Dia menganggap ruangan dalam jet pribadi itu seolah hanya ada mereka berdua, bahkan sang co pilot yang sedari tadi iri melihat keromantisan mereka berdua hanya bisa menghela nafasnya berulang kali, bahkan sampai mengelvs da danya sendiri karena melihat tingkah manja Ganesh yang melebihi bayi.
Sedangkan dokter dan perawat yang mereka bawa tidak berani menatap mereka berdua, hanya bisa mengumpat perlahan dengan bahasa dari negaranya yang tidak Ganesh dan Adelia pahami.
" Kak mau makan nggak?" Adelia mengusap pipi suaminya dengan lembut.
" Enggak, mau di pelvk aja dari belakang." Pinta Ganesh dengan manja.
" Tapi sambil makan ya? kakak tadi kehabisan banyak darah loh, makanya kakak sampai pingsan."
Karena hasil x-ray dari keseluruhan tubuh Ganesh memang baik-baik saja, tidak ada tulang patah atau lainnya, hanya luka sayatan di lengan dan pa ha nya saja yang memang cukup dalam dan memanjang.
Itu kenapa dia diperbolehkan pulang kembali ke negaranya dengan cepat, bahkan sebenarnya tanpa didampingi oleh dokter dan perawatpun tidak masalah, namun Adelia tidak mau mengambil resiko, karena uang tidak pernah jadi masalah di hidupnya, jadi dia tetap meminta pengawalan dari dokter dan perawat yang terbaik dari sana.
" Kalau enggak ngemil kue donat aja gimana?" Tanya Adelia kembali.
" Eh yank, kamu tau nggak kenapa kue donat itu bolong tengahnya?" Dia malah menunjuk kue dihadapannya itu dengan serius.
" Kenapa ya? ya emang sudah kodratnya dari dulu kayak begitu bentuknya kan?" Adelia bahkan tidak terfikirkan alasannya apa.
" Bukan yank."
" Jadi kenapa?"
" Karena yang utuh itu, cuma cinta aku ke kamu yank." Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba datang gombalannya.
" Astaga kakak!" Adelia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum, sebenarnya dia pun rindu masa-masa digombali oleh Ganesh dikala masih satu kampus dulu.
" Pfffftttthhh!" Co pilot itu akhirnya bisa ikut tersenyum didepan sana setelah merasa kegerahan karena melihat kebucinan Ganesh.
" Kalau begitu kita makan nasi saja, lupakan saja tuh si donat bolong!" Umpat Adelia yang langsung menyingkirkan kue itu dari meja.
" Emm... kamu itu juga ibarat nasi loh yank buat aku?" Ganesh kembali menggoda istrinya.
" Mulai lagi deh, kenapa emangnya, aku bikin kamu gendut begitu?" Jawab Adelia yang kesal tapi ikut penasaran juga jadinya.
" Hehe... soalnya, kamu adalah kebutuhan pokok dan utama dalam hidup aku."
" Pffftthh... bisa banget deh Kaleng Kerupuk, eh.. eherrmm... bang, jadi pengen makan nasi lauk kerupuk deh nanti." Ucap Sang co pilot kepada sang pilot utama, saat keceplosan mengumpat Ganesh dibelakang.
" Terserah kakak saja deh, yang penting makan sedikit ya?" Ada rasa senang disudut hatinya saat kisah indahnya dulu terulang kembali.
" Aku nggak lapar yank, aku cuma sedikit kedinginan saja." Ucap Ganesh yang seolah pandai memanfaatkan kesempatan yang ada, kapan lagi dia bisa bermesraan dengan istrinya seperti ini, biasanya dia nempel sebentar saja sudah disuruh menjauh, kalau sekarang mengeluh sedikit saja langsung diusap-usap kepala dan lengannya, bahkan mungkin jika ada nyamuk yang menggigitnya saja pasti dimarahi oleh istrinya.
" Dingin? apa kepala kakak terasa pusing sekarang?"
" Enggak yank."
" Apa mau aku buatkan teh hangat saja kak?"
__ADS_1
" Ckk... nggak mau yank! cuma mau dipelvk aja lama banget deh." Umpat Ganesh pura-pura cemberut dan marah, padahal didalam hati dia ingin melonjak karena kegirangan, saat dikhawatirkan secara berlebihan seperti itu oleh Adelia.
" Ya udah sini-sini." Adelia langsung mencondongkan tubuhnya kedepan dan membawa tubuh suaminya kedalam dekapannya.
Haha... walau jahitan di lukaku masih terasa nyeri, tapi aku rela jika Adelia jadi memanjakanku terus seperti ini, sudah lama sekali aku menginginkan moment-moment seperti ini..
" Kalau begitu kita makan buah saja, masih seger loh ini buahnya kak." Adelia mengambil potongan buah yang sudah siap tersaji diatas meja.
" Males yank, aku mau buah yang lain yang lebih bisa menyegarkan mata, hehe." Otak mesvm Ganesh kembali muncul.
" Apaan sih kak, aak.. dulu kak, sedikit saja biar kakak cepet kuat lagi."
Aku bahkan rela berlama-lama lemah didepanmu jika seperti ini sayang..
" Iya.. iya.." Ganesh bahkan seperti bayi yang berusia satu tahun sekarang, makan didalam pelukan hangat istrinya dari belakang.
" Yank... kalau tadi aku mati, kamu gimana yank?" Tiba-tiba Ganesh mengungkit kembali kejadian memilukan tadi.
" Kakak! nggak boleh ngomong begitu!" Adelia sontak menegakkan tubuh suaminya kedepan.
" Aw.. aw.. sakit yank, jahitannya belum kering ini!" Ganesh mengusap lengannya yang masih diperban.
" Astaga, maaf... maafkan aku, sakit ya kak?" Adelia langsung mengusap lengan suaminya dengan hati-hati.
" Civm!" Pinta Ganesh yang kembali berulah.
" Hah? apa hubungannya kak? lengan yang sakit kok minta di civm."
" Tuh kan pakai acara protes segala, kamu tahu nggak yank, rasa sakit ditubuh itu bisa tersamarkan dengan cinta kasih apalagi dengan civman, jadi tidak terasa sakitnya." Ucap Ganesh dengan memasang wajah serius.
Cup
Adelia langsung menyambar sekilas pipi suaminya.
" Lagi?" Pinta Ganesh yang semakin licik.
" Kak, nggak enak sama yang lain, nanti kalau sudah sampai dirumah saja ya?" Ucap Adelia sambil melirik ke kanan dan ke kiri.
Benar saja mereka yang ada disana kecuali sang pilot terlihat menggerakkan tubuh mereka dengan canggung, seolah mereka sedang ketahuan melihat keromantisan pengantin baru itu.
" Okey, tapi kita pulang kerumahku ya?" Ganesh dari kemarin memang mengalah mengikuti kehendak istrinya untuk pulang kerumah orang tuanya, namun kali ini dia tidak mau hal itu terjadi kembali, apalagi ada mommy mertuanya yang selalu menggangu keberadaan mereka.
Kalau dirumahnya setidaknya dia bisa bebas dari gangguan, kalau cuma Raras saja dia tidak perduli, kunci kamar pura-pura tidur selesai acara, tidak ada rasa segan apalagi malu kalau dengan ibu kandungnya sendiri.
" Iya, mulai sekarang aku ikut maunya kakak saja." Jawab Adelia yang memang ingin mematuhi janjinya saat Ganesh pingsan tadi.
" God girls, istriku memang yang terbaik, pelvk lagi dong sayang."
Menepati apa yang kita ucapkan memang berat, tapi harus, karena kata-kata yang keluar tidak bisa ditarik kembali.. hmm... sabar Adelia, lama kelamaan kamu pasti akan terbiasa dengan tingkah manjanya.
" Uhuk.. uhuk.. dokter dan perawat itu walau tidak paham bahasa mereka berdua, tapi paham dengan bahasa tubuhnya, jadi mereka lebih memilih memejamkan mata mereka masing-masing, dari pada harus merana karena menjadi kambing congek disana.
Cobaan mereka kali ini bahkan lebih berat dari pada mengurus pasien yang sedang kritis, karena tidak melibatkan soal hati, dan tidak mengusik jiwa jomblo mereka yang tidak sempat pacaran karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Hampir setengah harian lebih mereka berada di udara, dan akhirnya sampai juga di pelataran rumah mewah milik Simon Anderson.
__ADS_1
" Kok sudah balik tuh jet pribadi abang? apa tuh pengantin baru akan tinggal lama di Eropa ya, jadi menyuruh mereka pulang duluan." Umpat Raras segera beranjak keluar rumah ingin mengeceknya.
" Hah... dasar si Ganesh, kalau sudah masalah celvp-celvp uhh nggak bisa diganggu gugat!"
" Hmm.. nggak kayak daddynya saat pengantin baru dulu, bahkan kond*m pun dia tidak tahu, mana disuruh pakai malah dicicipi lagi, dia kira es buah apa? sebenarnya ngikut siapa dah tu bocah!"
Raras keluar rumah saat mendengar bunyi dari baling-baling pesawat jet suaminya yang terdengar bising ditelinganya sambil mengumpat putra hasil karyanya sendiri.
" Sayang... astaga nak, kamu kenapa?" Raras langsung berlari saat melihat Ganesh diturunkan dari pesawat jet dan didorong oleh seorang pria ber jas putih dengan menggunakan kursi roda.
" Mom aku pulang." Ucap Ganesh yang terlihat nyengir, sedangkan satu tangannya tetap menggengam jemari Adelia disampingnya.
" Apa segitu ganasnya kalian bertempur, sampai babak belur seperti ini nak?"
Astaga mommy, apa coba yang ada dipikiran mommy mertua ini, tempur yang bagaimana maksudnya?
Adelia menatap heran dengan komentar pertama dari pensiunan trio cendol dawet itu.
" Kalian banting-bantingan sampai tidak sadar apa bagaimana sih nak? Adelia bukannya gemuk pun? masak tulangmu serapuh itu? lain kali pelan-pelan dong nak, baca basmalah biar selamat dunia akhirat!" Ucap Raras yang membuat Adelia hanya bisa memejamkan kedua matanya saja.
" Fuuuuhhh..." Adelia mencoba tetap tersenyum walau tampang lelahnya tidak bisa dia tutupi, apalagi Ganesh yang tidak mau lepas darinya saat diperjalanan, seolah tubuhnya kebas dan pegal-pegal semua.
" Kenapa tangan kamu diperban nak? astaga, kakimu juga? untung wajah tampanmu selamat nak? sebenarnya apa yang terjadi Nesh?" Raras langsung terlihat panik dan memelvk kepala putranya dengan erat.
" Maaf mom, ada sesuatu yang terjadi disana, nanti aku jelaskan didalam saja, biar kakak bisa istirahat juga." Jawab Adelia yang paham benar kekhawatiran seorang ibu ketika melihat putranya terluka seperti ini.
" Kalau begitu biar aku hubungi keluarga besar kita, owh ya... Shanum dan keluarganya juga ya, eeh... apa perlu aku panggil Shella dan Shelly juga agar memeriksamu kondisi kesehatan kamu Nesh?"
" Nggak usah mom, nanti malah nggak kelar-kelar acaranya!" Ganesh langsung protes.
" Tapi mommy harus memastikan kalau kamu baik-baik saja nak!"
" Aku tidak apa-apa mom, hanya luka saja, aku hanya butuh berdua an saja dengan Adelia, itu sudah lebih dari cukup mom!" Padahal dia tadi sudah yakin, bisa kembali meneruskan sesi mesra-mesraan lagi dengan istrinya.
" Ciiihh... ngeres saja pikiranmu itu!" Umpat Raras sambil tersenyum miring, anaknya itu memang tidak pernah basa basi kalau berbicara dengannya.
" Atau kalau tidak panggilkan saja Raymond mom, cukup dia saja, aku ingin bicara sesuatu dengan bocah tengil itu." Ucap Ray yang membuat Adelia kaget.
" Tumben kakak cari Ray, sudah bisa damai dengan adekku sekarang?" Adelia bahkan langsung mendekatkan wajahnya ke arah suaminya, kalau bertemu saja selalu beradu mulut, ini malah memintanya untuk datang, tumben banget pikirnya.
" O... tidak bisa, semua harus kumpul disini, bukan cuma Ray saja, mommy tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu nak, titik!" Tidak ada yang bisa membantah ucapannya kalau sudah begini.
" Aaaaaaaaa... kapan aku bisa hidup dengan tenang, pokoknya aku cuma mau Ray saja yang datang!"
" Wuidih... ternyata kak Ganesh diam-diam juga termasuk salah satu fans adekku, Ray kamu Keren!" Ucap Adelia perlahan.
Ganesh bahkan terlihat lebih prustasi sekarang, dibanding dengan saat dia bertemu dengan dua komplotan penjahat kemarin.
Dokter dan perawat yang menemani mereka tadi diberikan hadiah khusus dari Ganesh untuk menginap di hotel mewah milik keluarganya, ditambah dengan bonus yang bisa menghijaukan mata untuk mereka pastinya, dan mereka juga bisa menikmati semua fasilitas yang eksklusif sebelum kembali ke negara mereka.
..."Kita boleh saja kecewa dengan apa yang telah terjadi, tetapi jangan pernah kehilangan harapan untuk masa depan yang lebih baik."...
... "Sesuatu yang kamu harapkan, jangan pernah berhenti untuk kamu doakan, yakinlah bahwa Tuhan pasti akan mengabulkannya."...
Walaupun agak kesiangan, jangan lupa jempol dan hadiahnya ya bestie😁, maklumlah tadi malam jumat ye kan, jangan mau kalah sama babang Ganesh🤣
__ADS_1