Tiga Generasi Sultan

Tiga Generasi Sultan
55. Kukuruyuk


__ADS_3

...Happy Reading...


Dimalam yang sesunyi ini, Ganesh masih melakukan sesi tawar menawar dengan istri polosnya.


" Diiihh...kakak ini, mommy Mala saja yang melahirkan aku tidak pernah berkata-kata seperti itu, maruk deh kakak." Adelia langsung tersenyum miring saat mendengarnya.


" Waah... Adelia, semakin penasaran aku jadinya!" Jiwa playboynya seakan meronta-ronta akhirnya.


" Ciih... Kakak kok seenaknya saja bilang itu semua milikku?" Jawab Adelia dengan santainya sambil melipat kedua tangannya.


" Astaga, kenapa kamu bandingkan aku dengan mommymu sayangku!" Ingin sekali dia menguyel-uyel pipi istrinya sekarang.


" Tapi kan kak dia---" Ucapan Adelia langsung terpotong saat Ganesh langsung melengos kesal.


" Sudah... sudah... ayo kita tidur saja!" Ganesh langsung membanting tubuhnya dikasur dan menarik selimut tebalnya.


Huft... sia-sia saja aku memodusinya, haruskah aku mencuri-curi waktu untuk membobolnya? tapi aku kan suami sah nya, ngapain pake acara nyuri segala?


" Loh kak, nggak jadi dibukain perbannya?" Adelia jadi takut sendiri saat wajah Ganesh terlihat kesal.


Atau aku putarkan saja video syur syalalala ya? eh... nanti dia malah kabur pulang kerumahnya lagi, jadi aku yang repot!


" NGGAK!" Teriak Ganesh sambil menutupi wajahnya dengan selimut tebal, dia sudah prustasi sekarang, mungkin ini belom harinya.


" Kak, jangan begitu dong, maaf... maafkan aku?" Adelia jadi merasa bersalah, dia juga tidak kau diacuhkan seperti ini.


Ya Tuhan... aku takut dia nyuruh aku yang enggak-enggak, dia kan jahil orangnya, aku belum siap, aaa... berdosakah diriku?


Perlahan Adelia merangkak naik dan berbaring ditempat tidur disamping Ganesh dan meletakkan kaca mata hitamnya diatas meja.


" Kak?" Adelia mengusap rambut Ganesh perlahan, dia sebenarnya merasa tidak enak hati juga, namun entah mengapa dia merasa ketakutan seperti itu, saat membayangkan akan melihat sangkarnya saja dia kembali merinding.


" Tidurlah, aku tidak akan menggangumu!" Ucap Ganesh dari dalam selimut, bahkan dia berbalik dan memunggungi tubuh istrinya sekarang.


Haishh...ternyata dia lebih menyenangkan saat tertidur, bahkan dia bisa mende sah saat itu, kenapa sekarang disuruh buka perban di pa ha ku saja dia ketakutan? gimana kalau sudah aku tunjukkan betapa perkasanya burung Perkututku, bisa pingsan kali dia!


Akhirnya Ganesh memejamkan matanya, pada awal rencana Ganesh memang ingin beraksi kembali saat Adelia tertidur nanti, namun ternyata dia pun ikut terlelap dengan nyenyaknya, sampai waktu hampir subuh dia baru terbangun.


" Hmm... dia nyenyak sekali tidurnya? aku nggak tega menerobosnya sekarang kalau begini." Ganesh memandangi wajah cantik istrinya dalam cahaya remang-remang di kamarnya.


Hingga akhirnya dia memilih berjalan kearah Almari dan mengambil satu bungkus rokok dan mancis disana, kemudian membawanya pergi ke balkon kamarnya untuk menikmati rokok dan dinginnya angin pada dini hari.

__ADS_1


Ganesh bukannya tipe perokok berat, namun kalau sedang banyak pikiran, rokoklah yang sering menjadi pelampiasannya.


" Fuuhh..." Dia menghisap rokok itu dan menyemburkan asap dari mulutnya dengan enjoy, seolah beban dipundaknya sedikit demi sedikit ikut berterbangan dengan asap yang mengandung nikotin itu terbawa oleh angin dini hari.


Bahkan entah sudah berapa batang rokok yang dia habiskan sejak tadi, asal sudah pendek dia buang dan ambil lagi, hidupkan lagi, sampai ada dua tangan lembut yang tiba-tiba memelvk perutnya dari arah belakang.


" Kakak?" Suara khas baru bangun tidur terdengar jelas dikesunyian malam, bahkan bintang-bintang dan rembulan pun masih menghiasai langit yang gelap.


" Sayang, kenapa sudah bangun?" Ganesh langsung mematikan puntung rokok itu dan melemparnya jauh kebawah sana.


" Sejak kapan kakak merokok?" Tanya Adelia sambil menempelkan kepalanya di punggung kekar suaminya.


" Apa aku menggangumu? asapnya masuk sampai ke dalam kamar ya? maaf ya.. aku lupa menutup pintunya tadi." Ganesh bahkan tidak menjawab pertanyaan dari Adelia.


" Kakak, apa kamu marah denganku? tolong maafkan aku kak?" Adelia kembali merasa bersalah, dia berfikir jika suaminya merokok karena dia menolaknya tadi.


Ganesh memang baru mau melakukan percobaan tadi, namun dia memutuskan akan tetap menunggu, jika ternyata Adelia masih membentengi dirinya dengan segala tingkah konyolnya.


" Kamu tidak salah, kakak yang salah, bahkan sampai detik ini, kakak belum bisa membahagiakanmu, bulan madu kita saja gagal akibat kelakuan nakalku dulu." Jawab Ganesh perlahan.


" Jangan menyalahkan diri sendiri kak?" Adelia semakin mengeratkan pelukannya.


" Jangan ngomong kayak begitu dong kak!"


" Bahkan sampai saat ini pun aku belum bisa memberikan nafkah batin untukmu." Ganesh kembali menyinggungnya.


" Kak, itu... itu bukan salah kakak." Adelia kembali merasa bersalah.


" Hmm... mommy sama Ray sampai mengejekku karena sampai sekarang kamu masih 'ting-ting'." Ganesh seolah menjadi pria manja yang sedang merajuk.


" Kak, sudahlah jangan hiraukan mereka?"


" Bagaimana tidak dihiraukan, dia mommyku dan Ray itu adekmu, aku merasa terhina sekali dan aku merasa tidak berharga sama sekali karena ejekan mereka."


" Kak, ini salahku, aku yang salah, ayok kita lakukan itu sekarang saja." Dia yang sejatinya gadis tidak tegaan, pasti akan melakukan apapun demi orang yang dia sayang.


Ayeeee... ternyata dengan cara seperti ini aku bisa membuat pertahananmu roboh yank, yukk... otewe mende sah sayangku..


Ganesh langsung membalikkan tubuhnya dan langsung mencivm kening istrinya, lalu turun ke kedua matanya, mencolek hidungnya, kemudian mampir di bi bir ranumnya.


" Sayang... berjanjilah padaku, untuk tetap berada disampingku, walau apapun yang terjadi." Ganesh memelvk tubuh istrinya dengan erat.

__ADS_1


" Hmm.." Adelia hanya menggangukkan kepalanya saja, karena sebenarnya dia menahan detak jantungnya yang seolah berlari maraton dan menahan rasa ketakutannya, saat tangan Ganesh sudah mulai menyelip didalam kaosnya.


Klik!


Dalam satu kali sentilan saja pelindung bukit barisan itu langsung terbuka, dan itu membuktikan bahwa Ganesh memang sudah mahir melakukannya.


Plup!


Bahkan kepala Ganesh sudah bersembunyi dan menikmati isi dalam kaos milik istrinya, karena Adelia tidak menggunakan piyama tidur, jadi ribet untuk membukanya, jadi Ganesh lebih memilih yang lebih cepat dan praktis saja.


" Isshh.. kak." Adelia mulai berdesis saat merasakan sensasi luar biasa di alam sadarnya.


Saat dia tertidur saja bisa merasakan, apalagi saat tersadar begini, seolah tubuhnya sedang melayang-layang di udara dengan perlakuan kreatif suaminya.


" Sayang... emm... i want you." Bahkan suara Ganesh sudah seperti orang 'ngelindur' sekarang, karena terlalu menikmati tubuh indah gadis yang memang sudah dia damba-dambakan sejak dulu.


" Ka... kak? kita nggak pi... pindah kamar saja kah?" Tanya Adelia dengan suara sedikit terputus-putus, bahkan sambil merem melek saat tangan suaminya sudah menyelip dibawah sana.


" Hurmm... kamu sudah ba sah sayang." Ganesh yang memang hanya menggunakan piyama tidur yang diikat disamping, membuatnya mudah saja untuk melepas dan membuangnya begitu saja.


" Tapi kak kita masih di Balkon kamar loh?" Ucap Adelia dengan perlahan, tubuhnya seolah sedang menari-nari di awang-awang, saat tangan suaminya asyik bermain di area halal untuknya.


" Tidak akan ada yang melihat kita sayang, ini masih pagi buta, bahkan ayam pun belum berkokok." Ganesh langsung mendorong tubuh Adelia ketembok dan mengangkat satu kakinya.


" Tapi kak, ishhh?" Sensasi yang diberikan seorang player memang tiada tandingan, karena Ganesh sudah terbiasa mengeluarkan 'es cendol' murni itu tanpa harus menjebolnya.


Sungguh tidak pernah terpikirkan didalam hidupnya, jika dia akan melakukan penjebolan gawang perdana di Balkon rumah, bukan di hotel berbintang apalagi tempat wisata bulan madu.


" Sing tenang sayang, wes pokok'e disini aman!" Dia bahkan tidak perduli dengan perban di pa ha nya, karena memang keadaan lukanya sudah membaik.


Slepet!


" Aaaarggghhhhhh!"


" Kukuruyuuuuukkk!"


Samina.. mina e.. e.. waka waka e.. e.. samina sa karega ana wak a.. a..🤪 ( Author yang nyanyi loh ya)


..."Cinta tak cukup hanya dengan perasaan. Tanpa tindakan, cinta hanya akan terdiam. Ungkapkan perasaan melalui tindakan, jadikan cinta lebih bermakna." ...


LANJUT ENGGAK NIH? HADIAHNYA DULU DONG🤣

__ADS_1


__ADS_2