
...Happy Reading...
Kasus yang melibatkan Ganesh kali ini memang tidak main-main, namun Ray sudah berhasil mengumpulkan info dan juga mendapatkan taktik untuk menangkap dan melumpuhkan mereka, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk menggerebek geng mafia gelap milik mereka.
Setengah harian ini Ray hanya menatap layar monitor komputer di kantornya saja, banyak siasat dan alternatif lain yang dia siapkan untuk menghadapi kemungkinan lainnya yang akan terjadi.
Selain ahli dalam bidang membidik dan menembak lawan, Ray pun jagonya dalam mencari trik dan melihat kelemahan pihak lawan, itulah mengapa dia dan teamnya selalu berhasil memberantas tindakan kriminal dengan tuntas dan berhasil membuat dirinya beberapa kali mendapatkan penghargaan, juga naik jabatan tentunya, karena prestasi yang dia capai memang pantas diberikan apresiasi yang terbaik.
" Argh... mataku sampai pedas sedari tadi mantengin monitor terus, sudah seperti omongan mbak mantan yang masih pengen balikan, ehh... kapan juga gue punya mantan!" Ray memejamkan mata dan mengeliatkan badannya yang terasa pegal sambil mengoceh sendirian.
" Hmm... my Hana lagi ngapain ya? kangen banget sama dia, mana kemarin nyivmnya belum sampai tuntas lagi, gara-gara kak Adelia ini, muncul disaat waktu yang tidak tepat, nggak bisa apa sedikit saja membiarkan adeknya ini merasakan indahnya surga dunia walau sebentar." Kemarin saat Adelia berteriak memanggilnya, Hana langsung memilih kabur pulang duluan dan dia terpaksa harus kembali masuk kedalam rumah untuk melanjutkan perbincangan dengan para orang tua.
" Haiiisshh... masak iya diumur gue yang sekarang ini masih bersandar sama kursi terus, kapan nyender sama bahu pacar, ngenes banget dah!" Umpat Ray sambil meletakkan kepalanya dibahu kursi.
" Permisi Ndan!" Tiba-tiba salah satu dari rekan kerjanya muncul di depan pintu.
" Yaa... ada apa kawan?" Jawab Ray yang masih selalu bersikap santai dengan rekan-rekannya walau dia sudah naik jabatan sekalipun.
" Kita butuh beberapa data dari anak buah yang akan kita bawa nanti, untuk berjaga-jaga saja, jika pada akhirnya nanti kita harus membuat laporan secara mendetail, karena mereka bukan dari bagian anggota kepolisian." Ucap Salah satu rekannya yang memberikan sedikit masukan.
" Hmm... benar juga itu, okey.. nanti akan saya urus, hanya tinggal mengghubungi uncle saja, dia pasti sudah punya semua data yang kita perlukan." Ray tahu betul siapa Mark, anak buah yang dia pilih pasti bukan orang sembarangan.
" Baik Ndan, emm... kelihatannya anda kayak lemes banget Ndan, belom sempat makan siang ya tadi?" Tanya rekannya yang terlihat prihatin.
Ray memang selalu bekerja keras kalau sudah menangani sebuah kasus, apalagi yang menyangkut dengan keluarganya sendiri, sudah pasti akan dia usut dengan tuntas sampai ke akar-akarnya.
__ADS_1
" Iya nih bro... belum disemangatin sama Ayank." Jawab Ray sambil terkekeh sendiri.
" Hahahaha.. emangnya sudah punya gandengan sekarang ndan, ciee... udah nggak jomblo lagi nih?" Dia seolah tidak percaya, pasalnya selama mereka dinas bersama, belum pernah melihat ada seorang wanita disampingnya atau sekedar video call disaat istirahat seperti rekan-rekan lainnya.
" Ciiihh...enak saja, kamu pikir aku nggak laku gitu?" Umpat Ray yang pantang di ejek.
Owh iya, kami kan memang belom ada kata jadian?
Tapi apa penting sekarang? sedangkan kami sudah saling bercivman bukan?
Fikiran Ray langsung berputar kembali ke kejadian yang lalu, namun dia tipe orang yang tidak mau bertele-tele, karena memang sudah berulang kapi dia menyatakan cinta kepada Hana, namun tidak pernah dijawabnya, hingga akhirnya mulut yang berbicara.
" Baiklah, kalau begitu saya permisi Ndan, kalau pacarnya belum terbit, yaa... dibayangin aja dulu Ndan, toh gratis nggak bayar juga kan, haha!" Dia pamit undur diri namun meninggalkan perkataan yang membuat Ray langsung menggulung kertas didepannya dan ingin melemparkan kearah rekannya, walau hanya sekedar bercanda.
" Hahaha... ampun boskuh, pacarku sudah minta dilamar ini besok!" Rekannya langsung mengangkat kedua tangannya ke udara.
" Dasar tukang pamer, emang siapa yang nanya? hmm... kira-kira kalau my Hana aku lamar diterima nggak ya?" Namun entah mengapa Ray malah membayangkan yang tidak-tidak, bahkan sampai seluruh lengannya merinding saat mengingat tendangan maut Hana saat dulu masih berlatih Taekwondo.
Ray memang tidak pernah membuat batasan saat berada di kantornya, selama masih dalam tahap wajar, karena situasi yang kaku ditempat kerja hanya akan membuat waktu terasa lambat berputar.
" Maaf, nggak kedengaran, anda bicara apa Ndan?" Tanya Rekan reseknya itu yang kembali menoleh kebelakang.
" Tidak ada apa-apa, pastikan saja nanti semua siap, jadi saat suasana sudah memungkinkan dan momentnya juga pas, kita langsung bergerak!" Ray dan teamnya memang hanya tinggal menunggu waktu saja.
" Siap Ndan, kalau begitu saya kembali keruangan dulu!" Ucapnya langsung mengubah tubuhnya ke posisi siap.
__ADS_1
" Hmm...! aku hubungi saja uncle Mark." Dia langsung mengambil ponsel disaku celananya.
" Heh... kenapa aku tidak meminta Hana saja untuk mengantarkannya kemari, jadikan rinduku bisa terobati, emm... kalau aku meminta izin langsung dari uncle Mark kan sudah pasti Hana mau menyetujuinya."
" Hahay... sebelum berperang apa salahnya, bercinta, eeh... bermesraan dulu dengan sang pujaan hati, hehe..." Ray selalu saja punya celah dan cara jitu yang bisa menguntungkan dirinya dalam hal pekerjaan sekalipun.
Dengan senyum yang terus mengembang Ray mengirimkan pesan kepada Mark, dengan dalih tidak mau ada kebocoran atau orang lain yang tahu selain pihak keluarga, padahal bisa saja data itu dikirim lewat email, tapi Ray selalu punya alasan yang bisa meyakinkan orang dengan segala ide dan keputusannya.
" Yes... tinggal menunggu saja, ehh... persiapan dulu deh sebelum berjumpa dengan my Hana."
" Bagaimana dengan kumisku? udah tipis kok, tumbuh dikit nggak papa deh, biar bisa buat geli-geli asyik, kalau lagi---- hihi..." Ray menggunakan kamera depan diponselnya untuk berkaca dan merapikan rambutnya.
Dia bahkan sudah seperti anak ABG yang lagi kasmaran saat ini, tidak lupa dia menyemprotkan parfum memutar diseluruh tubuhnya.
" Humm... sudah wangi, jadi pede nanti kalau my Hana mau peluk, haha..."
Bahkan tadi malam dia hampir tidak mau menggosok gigi karena takut rasa dari bi bir Hana terhapus oleh pasta gigi, namun setelah dipikir-pikir kalau dia sakit gigi malah jadi nggak bisa saling sosor menyosor nantinya.
Dan disaat dia masih tersenyum-senyum sendiri membayangkan sosok Hana, tiba-tiba pintu ruangannya diketok kasar oleh seseorang, hingga membuat Ray tersentak kaget karenanya.
..." Jatuh yang paling menghangatkan dalam hidup adalah Jatuh Cinta, karena itu adalah anugerah Tuhan untuk membuat perasaan hamba-Nya menjadi bahagia."...
..."Berbahagialah ketika kamu jatuh cinta. Karena di situlah kamu akan memberikan yang terbaik dalam hidupmu."...
TO BE CONTINUE...
__ADS_1