
...Happy Reading...
Setelah sehari semalam Hesti dirawat oleh Arka dirumahnya, keesokan harinya dia sudah sehat kembali dan memilih pulang ke kosan miliknya., karena dia juga tidak punya baju ganti dirumah Arka.
Mungkin karena obatnya yang manjur, atau mungkin juga karena Arka yang memang mencurahkan seluruh perhatian dan rasa kasih sayangnya kepada Hesti, sehingga pemulihannya bisa begitu cepat.
Namun belum juga berpisah lama, ternyata baru setengah hari saja Hesti pulang, Arka sudah gelisah, dari tadi dia mondar mandir nggak jelas, antara pengen ketemu namun juga rasa malu karena baru pagi tadi dia pulang.
" Aish... apa nanti alasanku jika dia bertanya, baru setengah hari masak aku sudah kangen lagi?"
Tidurpun salah, pergi ke ruang tamu keingat Hesti, pergi ke kamar tidur terbayang wajah Hesti, akhirnya dia prustasi sendiri dan memilih pergi ke dapur, karena disanalah dia dulu sering melampiaskan segala unek-uneknya dan menghasilkan menu andalan di restoran miliknya.
" Apa aku masakin dia makan siang aja ya?"
" Hehe... ide yang bagus, dia kan nggak boleh telat makan, jadi kalau aku nganterin dia makanan sudah pasti dia nggak akan curiga kalau sebenarnya aku masih kangen dia."
" Fuuh... sensasi anak perawan memang beda, apalagi kayak Hesti, bikin jantung nggak mau berhenti untuk bersenam."
Arka langsung terlihat bersemangat mengeluarkan semua bahan yang ada didalam kulkas besar miliknya, dia memilihkan bahan berkualitas Premium untuk gadisnya yang juga Premium di hatinya.
Bahkan kalau dikelas bahan bakar Hesti seperti Pertamax Racing, bahan bakar kendaraan yang diakui federasi balap sekelas Internasional dihatinya.
Memang seperti itulah jika cinta sedang bersemi dengan indahnya, apapun kekurangannya selalu tertutupi dengan senyuman manis dari kekasihnya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, dengan segala keahliannya dalam waktu satu jam saja, Arka sudah bisa menyiapkan beberapa hidangan makanan yang istimewa dan segera memasukkan semua masakannya kedalam rantang esklusif miliknya.
" Hmm... memang lain rasanya, kalau kita masak pake cinta."
Arka sudah tersenyum-senyum saja sedari tadi saat mencicipi hasil masakannya, rasanya sangat perfect menurutnya.
Setelah bertempur di dapur miliknya yang besarnya melebihi ruang tamu itu, dia segera mandi keramas agar tidak tertinggal bau bawang dari ujung kaki sampai ujung rambutnya.
Tidak lupa di semprotkan parfum mahal miliknya ke seluruh bagian tubuhnya.
" Harus wangi... biar dia merasa nyaman dan betah kalau aku peluk, hehe..."
Jiwanya kembali muda seiring berjalannya usia, namun Arka memang terlihat lebih awet muda, karena dia selalu rajin olahraga dan menyantap makanan empat sehat lima sempurna, jadi tubuhnya selalu bugar.
Sepanjang perjalanan menuju kos-kosan Hesti pun hatinya sangat riang, dia bersiul-siul layaknya anak muda yang semangat karena ingin berkencan sambil memecah jalanan kota yang ramai disiang hari.
Namun saat sampai didepan pintu kosan Hesti dia langsung cemberut, karena sudah berulang kali dia mengetuk pintunya namun tidak ada suara jawaban dari dalam. Dan saat Arka mencoba menelpon Hesti ponselnya pun tidak aktif
" Apa dia sudah berangkat kerja?"
__ADS_1
" Hmm... nggak mungkin, orang dia bilang sudah ambil cuti beberapa hari lagi kok."
" Jadi kemana dia?"
" Assalamualaikum Hesti!" Akhirnya walau sedikit ragu, Arka mengetuk pintunya lebih kencang dan sedikit berteriak.
" Kamu siapa?"
" Allohu akbar!" Arka langsung memegang dadaanya saat tiba-tiba terdengar suara orang dari belakang tubuhnya.
" Owh... saya sedang mencari Hesti buk." Jawab Arka kembali dengan senyuman.
" Ada perlu apa kamu mencari Hesti?" Tanya ibu itu yang terlihat seperti tidak senang atas kehadiran Arka disana.
" Sebelumnya boleh saya bertanya dulu buk?"
" Hmm." Jawabnya dengan nada ketus.
" Ibuk siapanya Hesti?" Tanya Arka yang tidak mau salah menanggapi nantinya.
" Saya ibu kosnya." Jawabnya dengan singkat.
" Owh begitu, saya cuma mau nganterin makanan buat Hesti buk, kemarin dia kan nggak enak badan, asam lambungnya kambuh, jadi saya anterin makan siang karena kata dokter Hesti tidak boleh telat makan." Jawab Arka dengan mantap karena memang itu kenyataannya.
" Kamu siapanya Hesti?" Tanyanya lagi.
" Saya kekasihnya Hesti buk." Arka menundukkan kepalanya dan pasrah kalaupun dia harus diomelin oleh ibu itu.
" Pantesan perhatian banget." Ucapnya yang membuat Arka malah langsung terbengong.
" Eh... hehe." Arka malah jadi salah tingkah sendiri.
" Dia pamit pulang kampung tadi pagi." Ucap Ibu itu kembali.
" APA?" Arka langsung terlihat kaget dan panik.
" Kamu terkejut apa marah? katanya pacar masak mau pulang kampung nggak ngabarin kamu?"
Keterlaluan Hesti, bener kata ibu kosnya, kemarin dia bilang cinta, masak pergi begitu saja nggak ngasih kabar apa-apa?
" Hm... maaf buk, saya benar-benar kaget, soalnya kami baru jadian kemarin, jadi belum tau banyak informasi tentang Hesti, kalau boleh nanya ibu tahu alamat rumahnya dikampung?" Tanya Arka ragu, namun dia mencoba membulatkan tekad untuk bertanya saja.
" Saya menjaga dengan baik, privasi anak kos saya." Jawabnya dengan acuh.
__ADS_1
" Iya buk, saya mengerti tapi bolehkah saya minta tolong, soalnya saya khawatir buk, kalau terjadi apa-apa dijalan, karena kondisi Hesti kan belum sehat banget buk." Arka terus mencari cara agar mendapatkan alamat rumah Hesti.
" Iya juga ya, soalnya tadi pagi dia kelihatan buru-buru banget."
" Iya buk."
" Tapi apa perduli saya?" Ucapnya kembali yang membuat semangat Arka jadi kendor.
Arka langsung memutar otaknya dan melihat rantang ditangan kirinya.
Apa aku kasih makanan ini saja ya? kalau dari postur tubuhnya yang gempal itu, sepertinya dia suka dengan bau-bau makanan? coba dulu deh...
" Em... begini buk, apa ibu tau Restoran Kinanti dijalan XX?"
" Tentu, itu restoran favorit saya dan keluarga."
" Owh ya... kebetulan sekali, saya adalah pemilik restoran itu, apa ibuk berkenan mencoba masakan spesial buatan saya?"
Restoran milik Arka memang paling besar didaerah itu, jadi kalau penikmat kuliner pasti hafal dengan restoran miliknya.
" Benarkah kamu pemiliknya?"
" Silahkan dicoba dulu buk makanannya." Arka langsung memberikan rantang yang dia bawa.
Dengan ragu ibuk itu membuka rantang yang diberikan Arka.
" Hmm... wangi banget ikannya, sepertinya mantap ini?"
" Buk... tapi maaf sebelumnya, saya benar-benar khawatir kalau Hesti kenapa-kenapa dijalan, kemarin saja wajahnya pucet banget, apalagi dia pulang sendiri, saya takut kalau dia pingsan dijalan."
" Tunggu sebentar, saya carikan dulu alamat rumahnya dari buku catatan ya."
Ibu itu langsung terlihat semangat masuk kedalam rumah dengan membawa rantang makanan milik Arka.
Alhamdulilah... akhirnya berhasil juga, awas kamu Hesti, berani-beraninya bohongin aku, katanya kemarin nurut nggak jadi pulang, kenapa masih nekad juga!
" Ini alamatnya, makasih buat makanannya." Jawab ibuk itu yang tiba-tiba jadi terlihat ceria.
Harusnya Hesti yang makan itu, karena itu khusus aku masak pakai cinta, eh... astaga, nanti kalau dia malah jadi jatuhcinta denganku gimana, kabur saja lah?
" Terima kasih banyak buk, saya permisi dulu kalau begitu."
Entah mengapa malah Arka yang jadi ketakutan sendiri, saat ibu kosan Hesti merubah raut wajahnya yang tadinya cuek dan sedikit menyeramkan kini berubah menjadi riang dan ceria dengannya.
__ADS_1
... "Bila Allah menginginkan dua hati untuk bersatu, Dia akan menggerakkan keduanya, bukan hanya satu."...
To Be Continue...