
...Happy Reading...
Keamanan terjaga sangat ketat malam ini, bahkan pasukan berjas hitam terlihat berbaris diluar ballroom dengan sigap dan juga ada beberapa anak buah lainnya yang mengelilingi meja pers, karena Simon dan Mark tahu benar siapa musuhnya kali ini, jadi siap siaga demi keselamatan keluarga itu yang paling dia utamakan.
" Selamat malam semuanya, terima kasih sudah datang untuk meliput, walau kami melakukan klarifikasi pada malam hari begini." Mark membuka perbincangan dengan pers malam ini.
Namun bagi para pencari berita yang haus akan hot news itu, klarifikasi mereka sangat dinantikan, walau dini hari sekalipun mereka pasti akan siap dan tetap semangat apalagi membahas tentang masalah berita viral yang menghebohkan media sosial akhir-akhir ini, karena mereka tahu berita yang akan mereka dapatkan kali ini sudah pasti akan menjadi tranding topik dalam acaranya.
" Baiklah, kalau begitu langsung saja kita persilahkan Tuan muda penerus Anderson Grup untuk menceritakan kronologi malam itu." Mark langsung menyuruh Ganesh berbicara sesuai skrip yang sudah dia buat tadi.
" Selamat malam semuanya, saya adalah pria yang ada di foto maupun video dalam berita dilaman media sosial yang mungkin kalian semua masih ingat itu." Ganesh sedikit melirik contekan di Tab yang dia letakkan didepan mejanya.
" Berita itu memang benar, namun gadis didalam foto dan video itu adalah gadis yang berada disamping saya, dan dia adalah istri sah saya." Ganesh langsung merangkul tubuh Adelia disampingnya sambil menatap dengan penuh cinta.
" Ini bukti dari pernikahan sah kami." Ganesh dan Adelia menunjukkan buku nikah mereka masing-masing.
Ya Tuhan, ampunilah kami, itu bukan aku...
Adelia hanya bisa tersenyum getir saja saat ini, dia bahkan terlihat begitu gugup saat kilatan dari cahaya kamera terlihat saut menyaut mengabadikan moment saat itu.
" Tapi Tuan, bukannya kalian tadi baru menikah?" Tanya salah seorang pembawa berita disana.
" Tadi cuma resepsinya saja, kami sudah menikah terlebih dahulu." Ucap Ganesh kemudian.
Iya memang benar, sudah menikah lebih dulu tapi hanya selang beberapa jam saja..
Adelia berulang kali terlihat menghela nafasnya setelah mengumpat didalam hati, dia baru tahu alasan kenapa saat ijab Qobul hanya orang-orang terdekat saja yang mengikutinya, sedangkan saat resepsi itu digelar terbuka untuk semua kalangan dan rekan bisnis kedua keluarganya.
" Jadi kenapa kita baru klarifikasi sekarang, karena memang saat itu kami sedang berbulan madu dan tidak sempat mengurusi berita hoaks yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu."
" Sekali lagi saya minta maaf jika foto saya dan video saya membuat heboh seluruh media, tapi tidak ada yang salah jika saya melakukan itu dengan istri saya bukan? dan satu lagi, jangan pernah menghujat gadis yang ada disamping saya ini, karena dia sama sekali tidak bersalah, dia adalah wanitaku, dia adalah orang yang paling saya sayangi dan paling saya cintai sekarang dan untuk selamanya." Bahkan Ganesh menambahkan sendiri kata-katanya walau tidak ada didalam skrip yang Mark buat.
" Sekian klarifikasi dari saya, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini, tolong kalian semua jangan salah paham, terima kasih, selamat malam." Ganesh langsung menarik tangan Adelia dan membawanya keluar dari ruangan itu.
" Tapi tuan, bisa tolong jelaskan dulu secara rinci kejadian tersebut?"
Terdengar banyak kasak kusuk dan umpatan oleh si pencari berita yang masih kurang puas dengan penjelasan dari Ganesh malam itu.
__ADS_1
" Maaf, tapi kami sudah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya, tolong jangan sebarkan berita yang merusak nama baik kami, atau kita akan bertemu lagi di Pengadilan, sekian.. terima kasih, kita tutup pers malam ini, selamat malam." Mark kemudian mengambil alih dan segera membubarkan semua awak media malam itu.
Akhirnya semua merasa lega saat ini, kedua keluarga berkumpul semua didalam ruangan VVIP di hotel megah milik keluarga Anderson Group itu
" Haaah... aku lega sekali bang." Raras duduk sambil memeluk perut suaminya yang tetap rata walau sudah menua.
" Bagaimana komen mereka semua Mark?" Tanya Simon sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.
" Sejauh ini bagus, semua aman terkendali." Mark pun ikut tersenyum puas, akhirnya usahanya tidak sia-sia kali ini.
" Syukurlah kalau begitu, kita tinggal menunggu saja perkembangan harga saham kita, semoga lekas membaik." Simon pun akhirnya bisa bernafas dengan plong.
" Kalau begitu kapan bubarnya ini?" Ganesh sedari tadi sudah nempel terus dibahu istrinya, tangannya pun sudah beberapa kali kena pukulan Adelia karena tidak bisa diam mencari kesenangan disana.
" Bubar gimana maksud kamu? kami semua akan nginep disini, ya kan sayang." Mala yang juga ikut nempel ditubuh Carlos langsung protes saat mendengarnya.
" Tentu sayang, ikut saja apapun yang kamu mau." Setelah kedatangan mantan kekasih dari istrinya, Carlos jadi lebih manja dengan Mala, sedari tadi tangannya tidak bisa lepas dari pinggang istrinya.
" Ckkk... kalian ini para orang tua demen sekali ngrumpi, nggak ingat umur apa, jam segini belum pada mau tidur!" Umpat Ganesh yang menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya.
" Malam ini, kita semua akan tidur disofa ini." Ucap Mala yang langsung membaringkan kepalanya dipangkuan Carlos.
" Kamu ini kenapa sih Nesh? jarang-jarang loh kita bisa ngrumpi bareng sebelum tidur! biarlah seperti ini, lebih seru ya kan?" Giliran Shanum yang protes, dia memijit kepala Mark dipangkuannya yang memang terlihat sangat lelah mengurusi semuanya.
Sedangkan Hanami sudah pulang duluan bahkan sebelum acaranya berakhir, dia bilang kepada mereka kalau sedang tidak enak badan, karena memang jantungnya sedang tidak baik-baik saja, bukan karena sakit namun karena rasa cemburu, namun dia belum menyadarinya.
" Sudahlah kak, sini bobok saja dipangkuanku, mau nggak?" Adelia ingin Ganesh cepat tidur agar tidak kebanyakan mengoceh disana.
" Dengan senang hati sayangku." Ganesh langsung merubah posisinya meletakkan kepalanya dipangkuan Adelia, bahkan menyembunyikan wajahnya diperut ramping istrinya.
" Dasar bucin!" Umpat Ray yang langsung melengos saat melihatnya.
Baru beberapa saat saja Ganesh merubah posisi, ternyata dia sudah terlelap bahkan sampai beberapa jam, masih dengan posisi yang sama dan saat dia terbangun dia menoleh kesamping kanan kiri ternyata tiga pasang suami istri itu benar-benar tidur disofa dengan posisi masih sama seperti tadi.
" Aisshh... mereka benar-benar tidak membiarkan kami untuk bisa tidur berduaan." Umpat Ganesh, perlahan tapi pasti dia bangun dari pangkuan Adelia dan diam-diam mengangkat tubuh Adelia kedalam kamar yang ada didalam ruangan itu.
Ruangan itu sangat luas karena memang didesain khusus untuk keluarga Anderson Group dan tidak dibuka untuk umum.
__ADS_1
" Sayang... akhirnya aku bisa juga berduaan denganmu." Dengan susah payah Ganesh mengangkat tubuh Adelia masuk kedalam kamar dan meletakkannya diatas sofa besar disana, dengan tidak menimbulkan suara, agar mereka semua tidak bangun.
Dan Adelia pun tidak terusik sama sekali, mungkin karena tubuhnya sangat lelah, dia tidur seperti orang pingsan.
Cup
" Hmm... kening ini yang selalu ingin aku kecvp setiap hari." Ganesh langsung meninggalkan beberapa kecvpan disana.
" Mata ini, yang selalu aku rindukan setiap malam." Dia langsung menyusuri wajah Adelia dengan bi bir seksihnya.
" Hidung ini.. yang selalu ingin aku cubit jika kamu sering memandangku." Ingin sekali rasanya dia mengigitnya karena gemas.
" Dan bi bir ini yang selalu membuat candv untukku, sudah lama aku tidak merasakannya, oh Adelia, jika aku tidak sempat mencvmbvmu disaat kamu sadar, aku bisa melakukannya saat kamu tertidur, ternyata ini sangat menyenangkan, hehe..."
Perlahan tapi pasti, bi bir mereka saling bersentuhan, bahkan lama kelaman Ganesh semakin memperdalam civmannya, Δan Adelia pun sama sekali tidak bergeming, dia malah mengecap beberapa kali, mungkin dalam mimpinya dia sedang makan buah strawbery sepertinya.
Dan itu membuat Ganesh semakin senang mengeksplore seluruh wajah Adelia sehingga kedua tangannya tanpa sadar jatuh ke kedua bukit berharga milik istrinya.
" Hmmm... vhh." Adelia terlihat mengeliat, namun matanya seolah terlihat lengket seperti terkena lem, tidak terbuka sama sekali.
Ganesh semakin kegirangan melihatnya, segera dia membuka seluruh kancing bajunya saja, perlahan tapi pasti dia mulai lancang untuk membuka baju milik Adelia.
Jakunnya bahkan terlihat naik turun, berulang kali Ganesh menelan salivanya sendiri, saat melihat apa yang memang sudah sah dia lihat.
Namun...
Namanya juga kisah malam pertama, selalu saja ada yang datang mengusik ketentraman sang kedua mempelai, sebelum mereka menjerit saat menikmati indahnya surga dunia.
" Kamu apain kakakku!"
" Aiiiisshh... sial!"
Suara bariton itu seakan membuat dunia Ganesh seolah berhenti berputar, padahal dia sudah berada didalam kamar, walau masih berbaring diatas sofa, namun tadi dia sudah memastikan untuk mengunci pintunya terlebih dulu.
Tahan... tahan... ini ujian permirsah! jangan lupa hadiahnya loh ya, dan juga ojo sampek lali pencet tombol ππ
..."Keluarga adalah tempat terbaik untuk kita belajar tentang sebuah pengorbanan."...
__ADS_1
..."Tunjukan senyum di hadapan orang banyak, tangis di hadapan sahabat, pengorbanan di hadapan keluarga, dan rasa beryukur di hadapan Tuhan."...