
...Happy Reading...
Malam yang sudah untuk kesekian kalinya bagi sepasang suami istri ini bersama, namun baru ini kesempatan perdana bagi Ganesh, untuk menikmati semua aset berharga milik istrinya.
Dan yang lebih menakjubkan lagi mereka melakukan itu di balkon kamarnya, disaksikan oleh bintang-bintang yang masih terlihat bersinar terang di angkasa.
" Aaarrrrggghhh kakak!" Jerit Adelia seketika.
" Sabar sayang.. tahan ya, kata orang sebentar saja kok sakitnya, setelah itu berubah jadi enakan, okey?" Karena Ganeshpun baru pertama kalinya melakukan hal sejauh ini.
" Emang disitu masuknya, aduh... sakit banget kak!" Adelia menahan rasa perih yang tidak terkira.
" Ya dimana lagi, orang cuma satu-satunya kok?" Ganesh langsung tersenyum miring mendengar pertanyaan istrinya.
" Tapi kak?" Adelia bahkan sampai meneteskan air matanya, karena terlalu pedih dia rasa.
" Maaf sayang, aku menyakitimu ya? aku akan melakukannya dengan pelan-pelan kok." Ganesh mengusap ujung dari mata istrinya yang sudah berair.
" Cukup kak, aku nggak kuat, rasanya itu gimana gituh!" Adelia mencoba mendorong tubuh kekar suaminya.
" Sabar yank, emang kenapa sih?" Dia kemudian mengecek torpedo miliknya yang menan cap disana, didalam suasana malam yang remang-remang.
" Sabar terus kakak bilang, tapi aku yang merasakan sakitnya." Adelia merasa ini tidak adil baginya.
" Astagaaaa... aku salah lubang yank!" Ganesh langsung terlihat panik dan mencabut benda pusaka itu dari tempat terlarangnya.
" Aaaaaaaaaa kakak... tuh kan! pantesan rasanya lain gitu?" Adelia memukul da ada bidang suaminya sekuatnya.
" Hehe... maaf, sakit ya? tapi sakitan mana sama rasa yang terpendam?" Sambil nyengir dia mencoba menghibur istrinya.
" Sakitan rasa yang pernah ada tapi kamu mendua, cepat basuh dulu sana! aduuuh... sakit banget ini!" Adelia meninju lengan suaminya dengan kesal.
" Maaf yank, si Otong nggak punya mata, jadi dia salah jalur, maafkan dia ya, dia belum terlatih karena ini juga baru perdana untuknya, hehe..." Ganesh hanya bisa nyengir kuda saja karena memang ini murni kesalahannya.
Jadi selama ini dia ngapian aja, kenapa bisa salah lubang? dia bilang apa tadi, ini baru perdana? ciih... nggak mungkin, dia kan seorang player?
Adelia komat kamit sendiri saat Ganesh ngacir kedalam kamar mandi yang ada dikamarnya.
" Sayang... aku datang!" Setelah beberapa saat dia keluar dari sana.
" Haish!" Adelia langsung menggulung tubuhnya didalam selimut tebalnya.
" Yank... sayangku... maaf, kali ini nggak akan salah sasaran lagi okey?" Ganesh langsung mengusap puncak kepala Adelia dengan lembut, sambil terus tersenyum menahan kegilaannya.
" Boleh aku bertanya?"
" Boleh, tapi sambil main kuda yaa?" Ganesh langsung menarik selimut ditubuh istrinya.
" Kak, ini serius!" Adelia langsung memelototkan kedua matanya.
" Aku juga serius yank."
" Kakak baru pertama kalinya melakukan ini?" Tanya Adelia dengan tatapan tajamnya.
" Iya." Jawab Ganesh dengan mantap.
" Bohong!"
" Beneran yank, demi apapun aku berani!" Jawab Ganesh dengan entengnya.
__ADS_1
" Kak, didalam hidup itu lebih baik kita bicara jujur walau sakit, daripada harus berbohong hanya untuk sekedar membahagiakan orang dalam sesaat." Adelia mencoba memberikan pengertian dengan cara halus.
" Jangan menyelesaikan masalah dengan kebohongan karena ketika kita berbohong, akan muncul masalah lain, selain hilangnya sebuah kepercayaan." Ucap Adelia kembali, menurutnya kebohongan sekecil apapun memang tidak dibenarkan.
" Adelia.. masalah demi masalah sudah hilir mudik datang silih berganti dihidupku, dan apa kamu tahu, hal yang paling menyakitkan adalah dikala kita bicara jujur tapi tidak dipercaya, apalagi dengan satu-satunya orang terpenting dihidup kita.
" Maksud kakak?" Adelia mencoba menjadi sosok pendengar yang bijaksana, untuk memberikan kesempatan agar dia bisa bicara dari hati ke hati.
" Aku memang nakal Adelia, aku sering gonta-ganti pacar setelah putus hubungan denganmu, bahkan sehari pernah sampai ganti tiga kali, aku pernah melalui cerita seperti itu dulu." Ganesh menghela nafasnya perlahan sebelum melanjutkan cerita pahitnya dulu.
" Astaga, apa kakak bangga sekarang?" Umpat Adelia sambil komat-kamit.
" Tapi.. satu pedoman dalam hidupku, ketika suatu saat nanti akhirnya aku bisa menemukan kembali tambatan hatiku untuk yang terakhir, aku bisa memberikan sesuatu yang berharga ini untuknya, yang tidak pernah aku tunjukkan kepada wanita lain, dan itu kamu sayang!" Ganesh menatap lekat wajah sendu istrinya.
" Emm... emang selama ini kakak kalau pacaran ngapain aja?" Walau agak menusuk, namun dia sungguh sangat penasaran akan hal itu.
" Ya... cuma yang ringan-ringan aja yank, itupun sudah bisa membuat mereka semua terbang melayang-layang." Jawab Ganesh sambil tersenyum canggung, dia menoel-noel lengan istrinya agar tidak marah.
Nggak ngerti aku, atau mungkin bahkan aku tidak mau mengerti, karena itu terlalu menyakitkan bagiku kak...
" Ciiihh... trus yang di video itu kakak ngapain coba, sampai pergi ke hotel segala." Adelia mengingat video Ganesh yang berhasil menggemparkan dunia maya itu.
" Apa kamu tidak memperhatikan videonya dengan teliti sayang?" Ganesh Masih teringat dengan jelas kejadian itu di ingatannya.
" Diiihhh... males banget!" Gantian Adelia yang memunggungi suaminya.
" Cieeeee... cemburu ya?" Ganesh langsung meletakkan kepalanya di perut Adelia.
" Jangan mimpi!" Jawab Adelia dengan ketus.
" Hehe... owh sayangku, mau nggak kalau kita lihat sekali lagi?" Ganesh semakin membuat emosi istrinya terpancing.
" Bukan begitu Del, aku cuma mau menunjukkan saja, bahwa hari itu aku masih pakai celana jeans loh, dan itu tidak terbuka sampai video berakhir." Jelas Ganesh yang mulai kasian melihat ekspresi dari Adelia.
Karena di dunia ini mana ada wanita yang bahagia dipamerin kemesraan dengan sang mantan, apalagi sampai diduakan, karena kehidupan dalam sebuah rumah tangga, ibarat kata 'cukup hanya ada dua kursi' jangan pernah menambah kursi lain diluaran sana.
" Adelia, dulu aku memang seorang player, tapi untuk kali ini aku tidak main-main denganmu, tolong percaya denganku Del, karena cuma kamu wanita pertama dan terakhir dihatiku." Ganesh kembali menarik Adelia agar menatapnya.
" Benarkah?"
" Tuh kan, kamu nggak percaya lagi denganku, aku kan jadi sedih." Ganesh kembali berpura-pura merajuk, karena membuat diri seolah tersakiti akan membuat hati istrinya melunak dan mengabulkan semua permintaannya tanpa ada paksaan sedikitpun.
" Kakak?"
Tuh kan, dia sudah mulai menyentuhku kembali, waah... aku sudah punya ajian pamungkas yang top cer untuk menakhlukan hati istriku sekarang, haha...
" Jangan sentuh aku, kalau kamu merasa jijik denganku!" Ganesh pura-pura menjaga jarak saat istrinya perlahan mengikis jarak.
Ayo Adelia... tunjukkan pesonamu! sentuh aku, bujuk aku!
" Bukan begitu maksudku kak, kalau memang benar adanya aku bersyukur kok." Adelia berusaha membalikkan tubuh suaminya saat dia mulai membelakangi tubuhnya.
" Kalau kamu nggak percaya nggak papa, aku sudah terbiasa dianggap sepele dan direndahkan oleh orang lain dihidupku."
Ayo sayang... kamu pasti bisa, semangat Adelia Aghata!
" Kak, aku percaya deh, tapi jangan begini, lihat aku kak?" Adelia menarik-narik tubuhnya tapi Ganesh menahannya sambil terus menahan tawa.
" Sayang apa kamu tahu, wanita-wanita yang selau silih berganti dihidupku itu, semata-mata hanya pelarian sesaatku untuk melupakanmu."
__ADS_1
Hmm... aku percaya kak, buktinya kakak tadi bisa sampai salah lubang.
Adelia langsung meringis sendiri, saat kembali mengingat moment tadi.
" Karena bayang-bayang dirimu, senyumanmu selalu menyiksa diriku disetiap malam-malamku Adelia." Ganesh kembali melanjutkan kata-kata yang terdengar menyakitkan, karena memang seperti itulah hari-hari yang di lalui selama empat tahun ini.
" Kak... mulai hari ini, jangan pernah ada rahasia lagi diantara kita." Adelia menangkupkan kedua tangannya diwajah sang suami.
" Hmm... pasti sayang."
Akhirnya kedua pasang mata itu kembali bertemu, lama kelamaan bi bir mereka pun saling beradu, sambil menyelami masa-masa indah saat mereka melakukan untuk yang pertama kalinya dulu.
Ceklik!
Lampu kamar itu tiba-tiba menyala dengan terang, saat mereka masih saling mengeksplore apa yang ada didepan mata.
" Kak, kenapa lampunya menyala." Adelia langsung merasa malu, pipinya langsung kembali merona saat wajah suaminya bersinar terang dihadapannya.
" Hehe, aku takut salah lubang lagi yank."
" Tapi kak?
" Nggak ada tapi-tapian, sudah lama aku menantikan moment ini." Ganesh langsung menindih tubuh istrinya yang memang hanya menggunakan kaos saja, karena yang lainnya sudah Ganesh lempar entah kemana sejak mereka masih asyik-asyikan di balkon tadi.
" Kak!"
" Hmphh!"
Akhirnya kali ini, junior Ganesh berada dijalan yang benar, dengan semangat empat lima dia menggapai apa yang sedari dulu dia ingin gapai, mengulanginya berulang kali, sampai Adelia merasa kuwalahan.
Walau air mata kembali mengalir dikedua sudut Adelia, namun Ganesh tetap kembali mengulangi semua aksi gilanya dengan berbagai gaya, karena dia tahu, kalau itu adalah air mata kebahagiaan darinya.
Hingga sampai matahari sudah meninggi, mereka masih tidur berpelukan dibawah selimut tebalnya, walau tanpa sehelai benangpun namun mereka tidak merasakan dinginnya AC, karena ketika tubuh seseorang bertemu dengan lawan jenis, seolah ada daya panas yang keluar dari sana.
Namun tanpa disangka, ada makhluk penggangu yang muncul didepan pintu dan menggedor pintu mereka yang masih terkunci rapat.
Brak... brak... brak!
" Kak!" Dengan kekuatan supernya Ray mengebrak pintu kamar itu.
" Kak Adelia!" Dia semakin meninggikan suaranya saat tidak mendengar suara balasan dari dalam.
" Woooiiii kakak, buka pintunya, apa kakak masih tidur? sejak kapan kakak tidur kayak kebo begini, aku bilangin mommy loh ya!" Seperti biasa Ray selalu bersikap kekanakan jika dengan orang-orang tersayang dihidupnya.
" Kakak! bangun atau aku dobrak pintu ini!" Karena Raras memastikan kalau mereka berdua belum turun dari kamar sedari tadi malam.
" Iya... iya Ray, tunggu sebentar ya dek." Akhirnya terdengar suara parau dari kakaknya, walau suaranya hanya lirih seolah kehabisan energi.
" Woaaaahhh... apa mereka berdua memang baru bangun dari tadi malam? sampai jam segini?" Ray melirik arloji mahal ditangannya.
" Lihat saja kalau setelah ini kakak gw masih ting-ting, aku gantung pria itu dijemuran tetangga, biar kering sekalian!"
Ray langsung berkacak pinggang didepan pintu, dia yang bangun pagi langsung mantengin layar laptopnya untuk kembali memantau kasus Ganesh, dan ingin kembali mengkorek info sebelun keberangkatannya ke Eropa, seolah merasa tidak terima, ketika dia sampai dirumah kakak iparnya, ternyata Raras bilang bahwa mereka berdua masih tidur, Raras bahkan mengatakan itu dengan wajah yang tersenyum-senyum tanpa henti.
..."Kepercayaan itu seperti penghapus, benda yang akan makin kecil dan mengecil setiap kita melakukan kesalahan saat menulis."...
... "Yang terdekat adalah kematian. Yang terjauh adalah masa lalu. Yang terberat menjaga kepercayaan. Dan yang paling ringan adalah meninggalkan ibadah. Tinggal bagaimana kita saja untuk memilih jalan mana yang benar, untuk diri kita masing-masing."...
Tetap tinggalkan jejak kalian ya bestie, ingat jempolmu semangatku👍🏻👈
__ADS_1