
...Happy Reading...
Sore itu juga Raymond langsung mengerahkan pasukannya, karena memang dia dibagian Reserse Kriminal, jadi memang kasus itu adalah makanannya sehari-hari.
Namun kali ini, demi keamanan dan kebaikan dari pihak korban, Ray meminta untuk menyelidiki kasus ini secara tertutup terlebih dahulu.
" Ndan... sepertinya kasus ini melibatkan dua Negara." Ucap salah satu rekannya.
" Hmm... aku sudah menduganya, karena memang sang pelaku bukan orang sembarangan." Jawab Ray yang ikut mempelajari kasus itu dengan teliti.
" Apa anda mencurigai seseorang?" Tanya rekannya kembali.
" Mungkin masih menyangkut masalah mereka kemarin yang belum usai." Entah mengapa firasat Ray mengarah kesana, karena info yang dia dapatkan semua mengarah kesana.
Dia bahkan sudah menyelidiki penerbangan ke benua Eropa pada jam yang sama, ternyata malah dia mendapatkan info lain menyangkut tentang kejadian itu.
" Pasti mereka tidak terima jika kabar miring itu berlalu begitu saja, tapi info dari tempat mereka pergi bulan madu kemarin masih belum lengkap Ndan?" Dia sudah mempelajari kasus yang terkait dengan Ganesh kemarin dengan merinci.
" Aku akan menanyakan kembali tentang kejadian ditempat itu." Ucap Ray sambil manggut-manggut, dia fikir kemarin hanya masalah kecemburuan mantan saja, jadi dia tidak mengkorek informasi dengan jelas, tapi ternyata saat Ray kembali menyelidiki, pihak yang dicurigai memang bukan orang biasa, mereka ikut tergabung dalam geng mafia gelap yang memang sangat berbahaya.
" Tapi kita membutuhkan pasukan khusus dalam hal seperti ini, karena geng itu tidak main-main, kalau hanya team kita saja, mungkin akan mengalami banyak kesulitan Ndan." Mereka sudah mempertimbangkan semua pihak yang terkait sedari awal.
" Tapi aku ingin kasus ini diusut secara tertutup bro." Ray tahu benar bagaimana kondisi dan sebab akibatnya nanti.
" Kalau kita membawa pasukan banyak, itu tidak mungkin, karena kita harus menyerahkan laporan secara mendetail Ndan." Rekannya itu terlihat ragu untuk menyetujui keinginan dari Ray.
" Untuk sementara seperti ini dulu, aku akan mencari bantuan lain, karena ini menyangkut keselamatan dan nama baik keluargaku juga." Jawab Ray yang memang punya rencana lain.
" Okey, aku tunggu info selanjutnya Ndan." Pria itu percaya dengan segala taktik dan kemampuan Ray yang terkadang mengejutkan.
" Siap, aku akan segera kembali, kalian semua silahkan bersiap, tetap pantau dan selalu memberi kabar terbaru kepadaku." Ray langsung bergegas memasuki mobilnya untuk kembali kerumah Ganesh.
" Siap Ndan!"
Apa aku minta bantuan dengan uncle Simon saja ya? aunty Raras tadi kan menyarankan seperti itu, aku yakin uncle Simon pasti punya banyak anak buah, dan itu akan sangat membantu!
Ray langsung mempercepat laju mobilnya, dia tidak mau membuang-buang waktu dalam menyelesaikan masalah, apalagi hal ini juga menyangkut tentang keselamatan kakak kesayangannya.
" Haaaaah... pasti akan ada drama melelahkan lagi ini nanti!"
" Dasar kakak ipar menyebalkan, jadi Player kira-kira dong! masak sampai membahayakan nyawa seperti ini!" Ray mulai mengoceh kemana-mana kali ini, pikirannya bahkan melalang buana sampai kepada gadis incarannya.
" Mana belom jadi nembak my Hana lagi, kalau sibuk terus seperti ini, gimana mau deketin dia secara intens, mana dia jinak-jinak merpati lagi, aiissshh... dasar kakak ipar ahli Neraka!" Ray terus fokus menyetir sambil mengumpat Ganesh habis-habisan.
" Tapi tenang saja, setelah kasus ini selesai akan aku urus masalah kehidupan percintaanku dengan my Hana, karena sudah saatnya dia memakai baju Bhayangkari, wooaah... dia pasti terlihat keren, dan cantik tentunya hehe.." Ray seolah berjanji dengan diri sendiri dan sudah membayangkan Hana menggunakan baju istri seorang anggota polisi.
__ADS_1
Ray bahkan tersenyum-senyum sendiri selama perjalanannya, hingga dia sampai di pelataran rumah mewah milik Ganesh kembali, dia melihat ada mobil Sedan limited edition sudah terparkir disana, itu tandanya pemilik utama rumah itu sudah pulang dari kantor.
" Kebetulan, uncle Simon pasti sudah pulang, aku akan berunding dengannya saja, daripada berdebat dengan kakak ipar hanya menambah dosa saja." Umpat Ray yang langsung berlari kearah pintu ruang utama.
" Permisi." Ray melongokkan kepalanya kedalam rumah, karena memang pintunya tidak tertutup.
" Owh nak Ray? masuk sini nak? apa tadi ada barang kamu yang tertinggal?" Tanya Raras yang langsung mendekati Ray kembali.
" Tidak aunty, saya ingin menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan kejadian kakak ipar kemarin." Ucap Ray sambil menundukkan kepalanya dengan sopan.
" Owh.. tentu nak, itu kedua unclemu juga ada didalam, ayo masuk nak, haduh... kamu tampan sekali kalau pakai baju dinas seperti ini Ray." Raras langsung merangkul lengan Ray dengan gemas, jiwa emak-emak pengagum berondong tampan langsung muncul disana.
" Hehe... aunty bisa saja." Jawab Ray sambil pura-pura membetulkan kerah bajunya yang tiba-tiba sesak, ternyata bertambah lagi fans didalam hidupnya.
" Siapa yang datang say----? lepaskan tanganmu itu!" Simon langsung mendelik kesal saat melihat Raras mengandeng lengan Ray saat masuk ke dalam rumah.
" Owh... hehe, tadi aku mau jatuh bang, jadi nggak sengaja pegangin lengan Ray, ya kan nak?" Raras langsung pandai mencari alasan saat kedua mata suaminya sudah melotot kearahnya.
Ting
Raras mengedipkan satu matanya kearah Ray, seolah memberikan isyarat lewat batin dengan Ray, agar dia mau bekerja sama dengannya.
" Maaf uncle, saya kemari mau sedikit membicarakan tentang kronologi kejadian kemarin." Ray hanya mampu nyengir sambil menundukkan kepalanya saja, dia mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
" Owh ya... tentu, silahkan duduk nak." Simon kembali ke mood awal, saat mendengar penjelasan Ray, karena dia dengan Mark juga sedang membahas masalah itu tadi.
" Hmm... aku tahu itu, Mark kamu bisa membantunya?" Jawab Simon yang memang sudah menduganya sedari tadi.
" Tentu, begini nak Ray, berapapun anak buah yang kamu butuhkan, aku akan mencarikannya untukmu." Jawab Mark yang langsung paham situasi dari pihak Ray, dan dia memang mempunyai banyak anak buah selama ini, hanya memang tidak diketahui secara umum.
" Terima kasih uncle." Jawab Ray dengan sopan, dia sedikit banyak tahu tentang seluk beluk keluarga Anderson group, jadi dia tidak merasa khawatir sedari awal.
" Seharusnya uncle yang berterima kasih kepadamu, sebenarnya uncle bisa menyelesaikan ini semua tanpa bantuan pihak yang berwajib, tapi Ganesh meminta untuk tetap melibatkan kalian sebagai saksi juga, karena ini bukan masalah yang sepele." Jelas Simon yang tadi sempat membahasnya dengan Ganesh.
" Saya mengerti uncle." Jawab Ray dengan senyuman.
" Sebenarnya saat sebelum berangkat aku juga sudah menyarankan kepada kakak iparmu itu untuk membawa pengawal, tapi dia bandel sekali orangnya, tidak mau menurut, bahkan dia meyakinkanku tidak akan terjadi apa-apa karena mereka di luar negri." Simon mengingat nasehatnya yang diabaikan oleh Ganesh hari itu.
Hmm... uncle pun menyadari bukan, kalau putra uncle itu bandel, bahkan juga menyebalkan, mungkin dia perlu dijinakkan sepertinya!
" Kalau begitu mohon kerjasamanya ya nak, apapun yang kamu butuhkan, jangan sungkan untuk menghubungi Mark, dia akan banyak membantumu." Ucap Simon yang selalu mempercayakan Mark sebagai tangan kanannya.
" Permisi... eeh... papa disini juga?"
Tiba-tiba terdengar suara perempuan dari arah pintu yang berhasil membuat detak jantung Ray berpacu dua kali lipat lebih cepat.
__ADS_1
Owh my Hana... aku kangen banget sama kamu !
Baru mendengar suaranya saja Ray langsung tersenyum bahagia, seolah suara teriakan Hana sudah bisa menjadi moodbooster di dirinya.
" Hana, kenapa kamu ngos-ngosan seperti itu, apa kamu berlarian saat datang kesini nak?" Tanya Mark yang langsung berdiri dan menyambut kedatangan putri semata wayangnya.
" Huh... kak Ganesh tidak apa-apa kan uncle? apa dia baik-baik saja?" Hana tidak menjawab pertanyaan papanya, karena memang dia berlari setelah turun dari taksi didepan sana, sedangkan halaman yang luas serta highheels dikakinya membuat dia sedikit kesusahan untuk berlari tadi.
" Ganesh ada diatas Hana, didalam kamarnya!" Jawab Simon yang ikut kaget juga tadi.
" Kalau begitu saya izin melihat keadaan kak Ganesh dulu, permisi uncle, pa." Hana langsung kembali berlari menaiki tangga menuju kamar Ganesh.
Sewaktu Mark menghubunginya untuk memberitahukan keadaan Ganesh tadi Hana sangat terkejut, apalagi kata papanya Ganesh terluka parah, sehingga dia langsung bergegas datang kemari, bahkan dia masih dikantor saat itu.
Namun saat sampai didepan pintu kamar Ganesh, dia terhenti dan mematung ditempat sambil mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan, karena memang pintu itu masih tertutup rapat, dia tidak berani langsung nyelonong seperti dulu lagi, karena dia tahu sekarang kalau Ganesh sudah tidak sendiri lagi.
" Woaahh.. apa harus seperti ini reaksimu? apa kamu sedang mengkhawatirkan suami orang sekarang?"
Seolah api cemburu telah berkobar dengan hebatnya di hati Raymond saat ini.
Degh!
Suara itu membuat Hana langsung menoleh kearah pria yang ternyata sudah ada dibelakang tubuhnya.
" Apa kamu masih menyukainya? kamu masih perduli dengannya? walaupun kenyataannya dia sudah menikah sekarang?"
" Apa sesuka itu kamu dengannya?"
" Apa kamu belum bisa move on darinya?"
Semua pertanyaan Ray semakin membuat sesak dihati Hana, setelah dia lelah berlarian dari kantor sampai dapat taksi, ditambah berlarian sampai kedalam rumah dan endingnya mendengar suara yang terasa menyentilnya begitu dalam.
Sebenarnya bukan hanya Hana yang terluka dengan rentetan pertanyaan dari mulut Ray, Hati Ray yang tadinya berbunga-bunga saat melihat kemunculan Hana pun seolah langsung menyurut, saat melihat Hana sampai sebegitu khawatirnya dengan keadaan Ganesh, dia sedari tadi berfikir, jika dia yang terluka, apa Hana akan bersikap sama seperti itu dengannya?
Perlahan tapi pasti Hana mulai melangkahkan kakinya kearah Ray yang sudah memasang tampang sinisnya, dengan sorot mata yang tajam dan mematikan, seolah terlihat ada kilatan api kemarahan yang menyambar dari tatapannya.
Cup
Tanpa disangka, tanpa diduga, Hana langsung melakukan hal di luar batas angan-angan Raymond selama ini, hal yang tidak pernah sekalipun terbesit dipikirannya, untuk saat ini.
Ihiiiiiiiiiiiiiiiiirrrr... seneng nggak tuh? (author)
..." Hidup ini singkat, berubahlah ketika kamu punya kesempatan. Karena suatu saat ketika kamu ingin berubah, kamu tak punya kesempatan."...
..."Cara terbaik untuk membayar momen indah adalah dengan menikmatinya....
__ADS_1
...Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang sudah jadi, itu berasal dari tindakanmu sendiri."...