Tiga Generasi Sultan

Tiga Generasi Sultan
81. TOP


__ADS_3

...Happy Reading...


Akhinya dua mobil mewah itu keluar juga dari istana Carlos menuju kampung halaman tempat Arka dibesarkan. Tidak ada kecanggungan didalam mobil mereka masing-masing, bahkan Arka yang sudah seumuran ayah Adelia pun ternyata bisa nyambung ngobrol dengan mereka semua.


" Waah... tempatnya sejuk sekali ya Om?" Adelia kembali membuka obrolan agar perjalanan tidak terasa membosankan.


" Kalian suka?" Ucap Arka dengan senyum yang tidak pernah pudar, mengobrol dengan mereka seakan kembali bernostalgia saat dia masih muda dulu.


" Suka banget." Jawab Hesti sambil mencuri-curi pandang kearah Arka yang duduk disampingnya.


Sebenarnya Adelia tadi ingin duduk dibelakang dengan Hesti, namun Hesti sudah memberikan kode duluan agar memberinya kesempatan untuk bisa duduk berdampingan dengan sang duren.


" Dasar pecinta duren!" Umpat Adelia perlahan sambil menggelengkan kepalanya.


" Kamu juga suka duren Adelia? sama dong seperti mommy kamu, dulu kalau om mengajak main mommy kamu kesini, dia pasti minta singgah ditempat jualan buah duren, karena disini durennya manis-manis dan banyak dagingnya." Ucap Arka tanpa sadar, saat mendengar kata duren dia teringat dengan Mala dulu.


" Emang dulu Om berteman juga dengan aunty Mala?" Tanya Hesti yang langsung ingin mengkorek semua tentang Arka.


" Bukan hanya temen Hes, bahkan kekasihnya." Ucap Ganesh dengan tanpa segan.


" Kak." Adelia langsung mendelik kearah suaminya, takut kalau Arka tidak mau mengungkit masa lalunya.


" Hmm... it's okey Adelia, mommy kamu bukan kenangan buruk bagi Om, jadi nggak masalah jika kalian ingin tahu semua." Jawab Arka dengan santainya.


Wagilaseh... saingan gw aunty Mala? ehh... tapi kan sudah masa lalu, lagian juga aunty Mala sudah punya uncle Carlos yang punya segalanya, dan yang paling penting kan gw daun muda, hihi... maju terus Hes, pantang pulang sebelum terlentang! eeh... Astaga ngomong apa sih gw?


" Om boleh nanya sedikit?" Ucap Hesti dengan senyum yang dia buat semanis mungkin.


" Tentu, tanyakan saja nak?" Jawab Arka yang tidak keberatan sama sekali.


NAK? apa dia menggangapku seperti anaknya? astaga, belum apa-apa udah down gw!


" Hehe... jangan panggil nak dong Om, panggil saja Hesti." Ucap Hesti dengan pedenya.


" Okey Hesti, mau tanya apa?" Ucap Arka kembali.


Nah... gitu kan adem dengernya om.


" Apa tipe Om sekarang masih sama seperti yang dulu?" Tanya Hesti yang langsung to the point ke intinya.


" Hes... kamu ini nanya apaan sih?" Adelia langsung menoleh kearahnya sambil melotot, temennya itu rem mulutnya memang sering blong tidak tahu situasi dan kondisi.


" Mantap loe Hes, nggak usah bertele-tele, lanjut!" Umpat Ganesh sambil melirik wajah Arka untuk melihat ekspresinya dari kaca spion tengah.


" Maksudnya?" Arka bahkan sampai memiringkan kepalanya, dia takut salah menjawab nantinya.

__ADS_1


" Nggak usah didengerin omongan Hesti Om, dia memang sering asal bicara." Ucap Adelia yang malah merasa tidak enak hati.


" Apaan sih, orang cuma nanya doang kok, aku kan pengagum aunty Mala, pengen tau saja hal apa yang disukai Om Arka dari aunty Mala." Jawab Hesti yang tidak peduli.


Apapun yang terjadi, aku tetap nekad mencintaimu om! haha... apa aku sudah gila karena cinta pada pandangan pertama?


" Aunty Mala atau mantan aunty Mala nie?" Ledek Ganesh yang langsung mendapat cubitan dari Adelia.


" Hmm... semua yang ada pada diri Mala dulu, om menyukainya." Jawab Arka dengan senyum yang mendalam, karena itu memang kenyataan yang ada.


" Trus kenapa dulu nggak jadi nikah sama aunty Mala, astaga... apa ditikung uncle Carlos?" Hesti langsung menduga-duga.


" Sembarangan kamu, waah... kamu benar-benar yaa Hes?" Adelia merasa keberatan dengan celotehan Hesti yang terlalu nyablak pikirnya.


" Opssh... maaf Del, kan cuma nanya doang, hehe?" Hesti langsung menangkupkan kedua tangannya.


" Bukan salah Mala, bukan juga salah Carlos, tapi karena memang Om dan Mala tidak ditakdirkan untuk berjodoh." Jawab Arka dengan bijak, dia selalu berfikir positif dalam segala hal, banyaknya ujian hidup, menjadikan dirinya pribadi yang kuat.


Semoga jodoh Om selanjutnya adalah aku, amin..


Hesti berdoa dalam hati, entah benar atau tidak dia hanya berharap saja, karena tidak ada yang tidak mungkin jika kita yakin pikirnya.


" Om memang keren deh, bisa legowo seperti itu, salut banget sama pemikiran Om?" Adelia langsung mengacungkan dua jempolnya, sifat Dimas dan Arka tidak jauh berbeda, itu mengapa dia sangat bersyukur punya sahabat seperti Dimas yang selalu menenangkan.


" Sebagai makhluk Tuhan, kita hanya bisa menerima segala ketentuan-Nya nak, jika akhirnya kita tidak bersama dengan orang yang sering kita sebut dalam doa kita, mungkin kita akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut nama kita dalam doanya." Arka mengucapkannya dengan penuh penjiwaan, seolah dia mengenang semua yang dulu pernah terjadi di kehidupan asmaranya.


" Gimana Hesti?" Arka sayup-sayup mendengarnya, namun tidak begitu yakin dengan apa yang dia dengar.


" Owh... maksudnya, itu dulu almarhumah ibu Dimas kan?" Ucap Hesti yang langsung meralatnya, padahal dia sangat mengharapkannya.


Kalau sekarang semoga om menjadi jodohku, hihi


" Bisa dibilang seperti itu juga." Jawab Arka yang kembali tersenyum mengingat semua kebaikan dan cinta kasih yang istrinya berikan kepadanya, juga selalu sabar menghadapinya yang saat itu, butuh waktu yang cukup lama untuk melupakan semua kenangan tentang Mala.


" Nggak papa om, semoga Om segera mendapatkan jodohnya kembali." Ucap Hesti dengan senyum penuh harapan.


" Ada yang ngarep tuh." Umpat Adelia perlahan.


" Hmm... kamu sahabatnya Dimas juga?" Arka menatap mata Hesti dengan senyuman.


Astaga... dia menatapku? owh... senyumannya itu loh, kagak nahan banget?


" I... iya Om." Jawab Hesti mengiyakan saja, walau tidak terlalu dekat setidaknya dia kenal lama pikirnya.


" Hmm... kalau Om sih, sudah tidak mau memikirkan jodoh lagi, Dimas sudah dewasa, Om lebih menginginkan dia yang segera mendapatkan jodoh." Jawab Arka dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


" Pffftth... bahahahaha.." Ganesh dan Adelia tidak bisa menahan tawa lagi didepan sana, walau tidak menoleh namun mereka selalu menyimak obrolan dibelakang sambil melihat pemandangan asri di sekitar.


" Lucu banget tadi ya kak, ada orang yang ngarep kebetulan lewat, hihi." Adelia pura-pura menunjuk orang lewat di jalanan.


" Hmm... bahkan lebih lucu dari Badut yang suka ngamen di lampu hijau." Ganesh sampai mengacak rambut istrinya karena gemas melihat istrinya yang bisa tertawa lepas, karena semenjak Ray sakit, penghuni rumah itu tidak seceria dulu lagi, tidak ada canda tawa yang terdengar, hanya air mata yang selalu menghiasi wajah-wajah mereka.


" Dasar suami istri nggak ada akhlak." Hesti menendang kursi Adelia dari belakang.


" Mana sih badutnya, Om kok nggak lihat?" Arka mengedarkan pandangannya keluar mobil, namun tidak melihat sesuatu yang lucu disana.


" Sabar ya Hes, gw bilang juga apa? di kasih kurma muda yang lebih mahal kok nggak mau!" Umpat Adelia yang sampai mengusap wajahnya yang memerah karena tertawa.


" Jelas-jelas kurma yang sudah matang lebih manis Del!" Jawab Hesti yang paham kemana arah pembicaraan sahabatnya itu.


" Tapi khasiatnya bagus yang muda loh Hes." Adelia masih mencoba untuk tidak tertawa.


" Benar itu, kalau mau program hamil, pakai kurma muda nak, insya Alloh kalau rejeki pasti langsung dikasih." Arka langsung ikut menyetujui dalam artian yang sesungguhnya.


" Hihihi... tuh, jangan cuma usaha di ranjang aja tuh woi, pake ihktiar juga biar top cer, pagi siang sore malam digembleng terus sih, kebanyakan sih kalian, makanya kurang-kurangilah kegiatan kalian!" Giliran Hesti yang meledek pasangan suami istri itu.


" Bener nggak om?" Ucap Hesti kembali.


" Emm... mungkin ada benarnya juga sih, mending setiap malam jumat aja sunah." Jawab Arka sambil menimbang-nimbang.


" Woaaah... bisa kebas ntar si dedek, sehari saja nggak di pakai rasanya sudah cenat-cenut Om!" Jawab Ganesh yang langsung membantah ucapan Arka.


" Hahaha... jiwa muda memang selalu seperti itu, nggak ada matinya, owh iya.. belokan depan itu masuk, sebentar lagi kita sampai." Jawab Arka yang langsung tersenyum.


" Asiap Om!" Jawab Ganesh dengan semangat, badannya sudah cukup lelah karena jarak yang mereka tempuh sampai beberapa jam.


" Om juga masih kelihatan muda kok." Ucap Hesti tanpa sadar.


" Benarkah? kira-kira apa om masih laku lagi ya?" Jawab Arka sambil mengemasi barangnya, untuk dibawa turun karena sudah hampir sampai di pelataran rumah saudaranya.


" Pasti dong, om sih masih ganteng banget menurutku, TOP pokoknya." Jawab Hesti dengan mantap sambil menyelempangkan tas nya juga.


" Owh ya? apa kamu mau dengan Om?" Arka kembali menatap wajah Hesti yang tiba-tiba langsung terlihat syock itu.


" HAH?"


Apa doaku sudah engkau jawab secepat ini Tuhan?


Hesti langsung memelototkan kedua matanya, antara terkejut dan tidak tahu harus bilang apa.


... "Jangan pusingkan rencana Allah tentang jodoh yang belum datang, karena Allah lebih tahu kapan waktu terbaik bagimu untuk berjodoh."...

__ADS_1


...Allah selalu punya skenario terindah untuk hamba-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan ikhlas dalam menanti. Bersyukur atas semua kebaikan dan ujian yang Allah berikan pada kita. Kita hanya perlu menjadi hamba-Nya yang taat."...


__ADS_2