
...Happy Reading...
Mencari solusi dalam masalah Ganesh kali ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, bahkan seperti mencari jarum di tumpukan jerami, bahkan di ibaratkan maju kena mundur kena. Mau di level pasrah perusahaan hancur, mau maju terus mungkin juga menimbulkan masalah baru, yang mungkin akan menyakiti hati orang lain lagi.
Dan saat kewarasan mereka seolah lelah, perbincangan Simon dan Raras malah terlihat menyimpang dari inti permasalahan mereka.
" Emang kamu punya pilihan lain sekarang nak?" Tanya Simon yang langsung melirik kearah putranya yang kembali angkat bicara.
" Belum ada sih?" Ganesh hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Kalau begitu diam saja kamu." Umpat Raras yang kembali merasa prustasi.
" Begini saja gimana kalau aku kembali pindah ke luar Negri saja?" Ganesh langsung mengemukakan pendapatnya.
" Kamu kembali tinggal di luar negri juga tidak akan menyelesaikan masalah Nesh, karena setelah kepergianmu tanpa klarifikasi yang bisa diterima oleh umum, perusahaan raksasa daddymu ini akan hancur berkeping-keping." Mark sebagai penanggung jawab utama dalam beberapa anak cabang perusahaan Simon langsung angkat bicara.
" Dan aku yakin, tidak akan berlangsung lama! karena pria yang berselisih denganmu itu, bukan orang biasa." Carlos tau benar siapa rival Ganesh saat ini.
" Uncle, kenapa kita nggak cari rekaman cctv itu saja, kita tunjukkan gambar wanita jal*ng itu, agar perusahaan dan pria itu ikut hancur juga." Ganesh baru terfikir akan hal itu.
" Saat kemarin aku melihat beritamu itu, uncle langsung contact langsung dengan pemilik hotel itu, ternyata mereka sudah menghapusnya, bahkan hotel yang kamu tempati itu langsung dibeli oleh suami kekasihmu itu, bahkan dalam hitungan menit setelah kejadian yang menimpamu malam itu.
" Argghhh.. sial an, kenapa aku tidak langsung mengcopy cctv malam itu!" Ganesh langsung memukul kepalanya sendiri merasa menjadi orang paling bodoh.
Dia tidak berfikir jika kejadiannya akan berlanjut separah ini, saat malam itu berlalu dia fikir semua sudah selesai sampai disitu, karena tidak jadi berurusan dengan kantor polisi, ternyata malah berbuntut panjang dan rumit seperti ini.
__ADS_1
" Haduh Gusti... padahal mommy dulu nyidam kamu itu bergizi loh nak, kenapa malam itu kamu tidak berfikir secara cerdas sih?" Raras hanya bisa pasrah saja kali ini, pikirannya sudah buntu sekali.
" Kalau begitu aku pergi ke luar negri beberapa hari saja, nanti pulang aku langsung bawa calon istri deh." Ganesh berbicara seolah itu bukan menjadi masalah besar untuknya, karena dulu sehari saja dia pernah ganti pacar sampai tiga kali.
" Tidak akan mommy izinkan kamu pergi dan tinggal diluar negri lagi, TITIK!" Raras memelototkan kedua matanya ke arah Ganesh yang langsung terdiam.
" Fuuuhh! dulu aku jadi rebutan, sekarang aku jadi alternatif an kalau disini mom? aku kayak sudah nggak laku total saja sih ini!" Ganesh langsung merasa kesal sendiri jadinya.
" Emang sudah nggak laku kamu itu sekarang, memang masih ada wanita yang mau, saat melihat foto syur mu itu!" Umpat Raras dengan kesal, dia sendiri saja saat melihat foto putranya dalam media sosial langsung mengusap da danya berulang kali, apalagi gadis perawan pikirnya.
Padahal kalau Ganesh mau kembali ke luar negri lagi, gampang saja mau dapet pacar lagi, tapi dia tidak ingin asal pilih lagi, dia sudah kapok asal-asalan memilih wanita karena bukan hanya merugikan dirinya tapi keluarga besarnya, bahkan juga perusahaan dan rekan bisnisnya.
" Makanya kamu jangan sembrono jadi orang Ganesh!" Raras langsung mencubit lengan putranya sekecil mungkin, bahkan sampai warna kulitnya memerah.
" Maaf mom, aku memang salah, aku tidak akan melakukan itu lagi." Ganesh benar-benar terlihat sudah kapok sekarang.
Apa mungkin Hana dan Adelia masih punya perasaan yang sama lagi seperti empat tahun lalu? apa aku coba tanya saja ya? siapa tahu diantara mereka berdua ada yang mau merajut cinta kembali dengan Ganesh? tapi aku nggak enak? arrgghh... tidak ada pilihan lain, aku akan mencobanya!
Raras menimbang-nimbang pendapatnya sendiri dalam diam, dia tetap nekad saja, karena memang sudah mentok pikirannya, kalau Ganesh berjodoh dengan salah satu diantara mereka, Raras percaya putranya pasti akan bahagia suatu saat nanti.
" Emm... maaf ya sebelumnya?" Raras kembali menegakkan tubuhnya.
" Diantara kalian berdua, apa tidak ada yang mau jadi menantu aunty ya nak?" Kedua mata Raras bergantian melirik kewajah Adelia dan Hana.
Sebenarnya Raras merasa tidak enak hati sekali saat mengatakan hal itu, dia merasa malu sendiri dengan para orang tuanya, namun dia hanya mencoba saja, kali saja ada yang mau berbesar hati untuk menerima putra tampan kesayangannya, walau sudah membuat geger di hidupnya.
__ADS_1
" Owh iya Hana, emang kamu sudah nggak mau lagi sama aku? menikah lho ini Han, bukan hanya pacaran?" Ucap Ganesh yang langsung mengingat tentang Hana.
Shanum langsung mendelik kearah Ganesh, dia yang seolah merasa tidak terima, namun dia tidak enak hati untuk mengemukakan pendapatnya, akhirnya dia hanya berdoa didalam hati semoga Hana menolaknya.
Sebenarnya didalam hati ingin sekali Ganesh mempertanyakan hal itu kepada Adelia bukan Hana, namun dia tidak berani untuk mengatakannya, karena sepertinya Adelia sangat membenci dirinya, apalagi sebelum kejadian itu Adelia melihat dirinya bermesraan juga di sebuah restoran dengan wanita lain, seolah harapannya sangat tipis kalau Adelia mau menerimanya kembali.
" Dek... mau nggak?" Tanya Ganesh sekali lagi, karena Hana hanya terlihat diam saja.
Bahkan tidak mau memandang kearahnya saat dia mulai berbicara tadi, pandangan kedua matanya malah terarah kepada Raymond yang tiba-tiba terlihat membuang pandangannya kesamping dengan gigi yang saling bertabrakan dan kedua tangannya yang langsung mengepal, seolah menahan segala kekesalan yang ada didalam dirinya namun hanya memilih diam saja.
" Kak, kita pulang saja yuk, kehadiran kita tidak terlalu penting disini." Tiba-tiba Ray langsung berdiri dan menarik lengan Adelia disampingnya.
" Baiklah, kakak juga masih ada banyak hal tadi yang harus dikerjakan." Adelia langsung mengiyakan dengan cepat ajakan adeknya, kedua saudara sedarah ini memang sering kompak dalam semua hal.
" Kalau begitu, kami berdua permisi pulang dulu ya semua." Ucap Raymond dengan gagahnya, membuat semua pandangan mereka yang ada disana beralih kepada kakak beradik ini.
" ADELIA." Tiba-tiba terdengar suara teriakan Ganesh yang membuat mereka semua beralih bergantian menoleh kearah Ganesh karena terkejut.
" Haissshh!" Raymond langsung berdecit kesal karenanya, ingin rasanya dia menembakkan pistolnya kearah kepala Ganesh saat ini, agar kepalanya bisa berfikir menjadi jernih dan tidak menyusahkan orang lain, namun dia sadar bahwa seorang aparat negara tidak boleh menggunakan senjatanya secara sembarangan apalagi untuk kepentingan pribadi.
Sedangkan Adelia hanya memaku ditempat, menyiapkan hati dan juga mental untuk mendengar segala ucapan Ganesh kali ini.
...“Bersegera dan tergesa-gesa itu berbeda. Bersegeralah menikah ketika kesiapan itu telah kau yakini adanya”...
... “Alasan tak akan pernah berhenti datang untuk menghadirkan keraguan. Maka lawanlah dengan keberanian yang kau tunjang dengan pijakan persiapan”...
__ADS_1
...“Nikah muda tak berarti sembarangan dalam memutuskan, namun sebuah pilihan yang serius untuk diwujudkan”...