
...Happy Reading...
Allah tidak menciptakan lelaki yang sempurna maupun perempuan yang sempurna, melainkan mereka saling menyempurnakan dengan ikatan pernikahan.
Ballroom mewah nan megah itu, kini sudah berhiaskan bunga-bunga yang segar, bahkan beberapa WO terkemuka diseluruh penjuru kota sudah lembur dari tadi malam untuk mendekor ruangan itu agar terlihat indah dan menakjubkan tentunya.
Entah berapa uang yang mereka keluarkan untuk acara malam ini, yang pasti sudah tidak terhitung lagi, apalagi semua serba dadakan, karena bayaran yang ditawarkan sangat fantastis tidak ada WO yang mau menolak untuk membantu mensukseskan acara pernikahan Ganesh Putra Anderson dengan Adelia Aghata Adelard walaupun mereka harus kalang kabut mengejar waktu.
Setelah kata 'SAH' terucap dari bi bir Ganesh yang berwarna kemerahan itu, dia seolah sudah menjadi pria paling hebat seantero jagad raya karena bisa mengucapkan janji suci itu dalam satu kali tarikan nafas saja, semua lancar tanpa ada halangan sedikitpun.
Dan akhirnya disinilah para pria-pria tampan itu sedang berkumpul, karena pasangan mereka sedang berganti pakaian untuk acara selanjutnya, kecuali Ray yang memang masih berstatus jomblo sampai sekarang.
" Ray... kamu sendirian saja nak? pasanganmu mana?" Tanya Mark sengaja ingin memancing suasana, karena dia baru mendengar gosipan dari istrinya, kalau pria itu menyukai putrinya.
Namun herannya, kenapa tadi Hana berangkat sendirian, dia fikir polisi tampan putra sahabatnya itu akan menjemputnya, ternyata dia salah, bahkan daritadi pun dia tidak melihat Ray mengobrol dengan Hana sedikitpun.
" Hehe... Gedung ini juga nggak akan roboh kan uncle kalau aku datang sendirian?" Jawab Ray yang hanya bisa cengar-cengir saja, padahal dalam hati dia mengumpat habis putri dari pria yang ada didepannya ini.
" Ciiih... bilang saja kamu jomblo!" Ganesh yang berdiri disamping daddynya langsung tersenyum miring.
" Memang kenapa kalau gw jomblo? mau jomblo gw juga tetap berkelas!" Jawab Ray dengan bangganya.
" Berkelas kok merayu cewek saja nggak mempan? mana buktinya?" Ganesh kembali meledek Ray habis-habisan kali ini.
" Yang enaknya saja, bukan nggak mempan, hanya belom saja, tunggu saja tanggal mainnya!" Ray langsung merasa tidak terima.
" Kayak gw dong, makanya.. ndang Sat Set Masszeeh! tuuh... lihat istri gw datang, beuuhh...cantiknya tulang rusukku." Ganesh langsung melirik kearah tangga, terlihat Adelia yang sudah berganti busana jalan menuruni tangga.
" Aissh... blagu luu, awalnya juga terpaksa." Umpat Ray pangsung melengos mendengarnya.
" Yang penting ending bray!" Ganesh langsung berdiri dengan gagahnya seolah menyambut kedatangan Adelia dengan hati yang berbunga-bunga.
" Yuuuuuu... yaaaaa... aku nemu widodari, motomu kebak pelangi, hadirmu dalam hidupku beriku warna.. dari kisah masa lalu yang pernah terluka." Ganesh langsung melantunkan satu bait lagu dengan mata tidak lepas dari pandangan Adelia.
" Ciiih... berlagak sekali!" Entah mengapa Ray merasa iri kali ini. Kakak wanita yang sangat dia sayangi seolah telah direbut paksa oleh orang lain.
" Aku pernah terjatuh, ku pernah ditinggalkan.. Pupus cerita, tinggallah impian.. Maha Sempurna Tuhan.. Kirimkan kau untukku, kekasih yang tulus dan kisah kelamku, kini hilang terhapus." Ganesh langsung mengulurkan tangannya ke arah Adelia masih dengan lagu yang seolah menggambarkan tentang kisahnya.
" Apaan sih kak." Adelia menyambut uluran tangan Ganesh walau sambil mengumpat, karena memang gaunnya yang panjang menjuntai jadi jalan susah kalau tidak ada gandengan.
" Awas saja sampai kamu berani nyakitin hati dan perasaan kakak gw, bukan hanya gamparan atau tendangan yang lewat dihadapan kamu, bahkan PELURU yang akan nyasar dikepala kamu." Bisik Ray disamping telinga Ganesh dengan nada pelan namun seolah mengancam.
__ADS_1
" Ckkk... nggak akan, dia satu untuk selamanya, ya kan sayang." Ganesh meletakkan tangannya dikepala Adelia dengan senyuman yang tidak pernah surut.
" Ngomong aja gampang, satu untuk selamanya konon, trus kenapa punya barisan para mantan?" Ray masih belum puas berdebat dengan pria yang sudah menjadi kakak iparnya itu.
" Mantan boleh banyak, yang penting akhirnya hatiku berlabuh ke tempat yang semestinya." Jawab Ganesh dengan sombong.
" Hedeeeh... ngegombal aja kamu faseh, mengucapkan Ijab Qobul saja pakai contekan kamu ini, payah!" Carlos seolah memberi pembelaan kepada putra kesayangannya.
" Benarkah itu dad? hiyaaaa... banyak songek dia mah, haha.." Ray langsung tertawa lepas saat mendengarnya.
" Hehe.. kalau ada yang mudah, kenapa harus cari yang susah, yang pentingkan kata-kata itu tulus dari dalam hati yang paling dalam, masih ditambah pakai cinta lagi, nggak salah kan itu dad?" Jawab Ganesh tanpa rasa malu sedikitpun, karena memang kenyataannya tadi dia menaruh contekan yang diberiakan pihak WO diatas meja.
" Daddy gw ini, daddy kamu disono noh." Raymond yang memang tidak pernah bisa akur dengan Ganesh langsung menunjuk Simon yang sedang berbincang hangat dengan tamu undangan lainnya.
" Ehh... daddy Carlos juga daddy mertua gw sekarang, ya kan dad?" Mereka berdua seolah rebutan memanggil Carlos dengan sebuan daddy.
" Sudahlah, sana kamu cari pasanganmu! aku mau ngomong penting dengan kedua kakakmu ini." Carlos langsung memisahkan perdebatan mereka, kalau tidak dipisah bisa sampai subuh mereka beradu argumen.
" Kakak aku cuma satu!" Umpat Ray sambil melenggang pergi dari sana, dia tahu daddynya pasti akan memberikan nasehat yang akan pria itu ingat seumur hidup.
" Dasar bocah, sekarang aku kakakmu ya, lihat itu adekmu yank, nakal banget, jahat sama kakak iparnya!" Ganesh seolah mengadu dengan Adelia dengan manjanya, bahkan dia tidak malu memeluk pinggang Adelia didepan Carlos.
" Ganesh... yang pertama memeluk putriku adalah aku, bukan kamu, yang pertama mencium Adelia adalah aku, bukan kamu, dan yang merawat putriku untuk yang pertama kalinya sampai sebesar ini adalah aku, juga bukan kamu." Carlos berbicara sembari menyeka air matanya yang tanpa sadar menetes dan kembali melanjutkan ucapannya.
" Tapi aku berharap, kamu menantuku akan menjadi orang yang menemani putriku sampai akhir hayat." Carlos berusaha tetap tersenyum walau hatinya berdesir, Carlos yang memang lebih dekat dengan putrinya merasakan hatinya seolah terbelah saat melihat putrinya dipersunting oleh seorang pria.
" InsyaAlloh dad, aku berjanji akan menjaga dan menyayangi Adelia sepenuh hatiku." Jawab Ganesh yang ikut merasakan pilu dihatinya.
" Aku tidak butuh janjimu, aku ingin melihat bagaimana pembuktian kamu nanti, jika sampai aku tahu, kamu sengaja melukai hati putriku, aku tidak akan segan-segan mengambil dia kembali darimu, ingat itu nak." Carlos menepuk bahu Ganesh seolah memberikan ultimatum untuknya.
" Pasti dad, kebahagiaan Adelia adalah kebahagiaanku juga, bahkan dari dulu sampai sekarang." Ganesh menundukkan kepalanya, karena memang hanya Adelia yang mampu menggetarkan hatinya, bukan hanya naf su semata.
" Dan untuk kalian berdua, jika nanti ada masalah dalam hubungan rumah tangga kalian, tetap tabah dan kuat, laksana nahkoda yang melawan arus, ia siap diterjang ombak berkali-kali, tanpa pernah berpikir kembali." Perumpamaan dari Carlos terucap biasa, namun berkesan mendalam.
" Baik dad, tetap doakan semua yang terbaik untuk kami ya." Adelia pun tak kuasa menahan isak tangisnya, saat satu persatu nasehat keluar dari mulut cinta pertamanya.
" Tentu nak, sampai kapanpun kamu tetap putri kesayangan daddy."
" Dan satu lagi, hidup memang tidak selalu seperti yang kita harapkan. Kadang ada kekalahan, kadang ada kemenangan. Kadang waktu berjalan begitu terlalu cepat, kadang waktu berjalan terasa sangat lama. Semua itu ada dalam hidup kita, dan kita tidak bisa menghindarinya. Yang harus kita lakukan adalah selalu mencoba melakukan yang terbaik. Apa pun hasilnya, asalkan kita menikmatinya, kita akan merasa bahagia." Ucap Carlos sambil menatap keduanya silih berganti.
" I love you so much, dad." Adelia tersenyum walau dalam deraian air mata kebahagiaan, dia selalu bangga dengan perkataan daddynya yang selalu bijak.
__ADS_1
" Boleh aku memeluk putriku dulu, dari tadi aku lihat tanganmu nggak lepas-lepas dari pinggang putriku!" Carlos langsung menepuk lengan Ganesh dengan kuat.
" Owh ya.. silahkan dad, tapi jangan lama-lama ya." Jawab Ganesh langsung memundurkan langkah kakinya.
" Apa kamu bilang! hei... dia masih tetap putri kesayanganku, mau berapa lamapun aku memeluknya itu tidak jadi masalah!" Ucap Carlos yang terbengong terlebih dahulu sebelum kakinya menyepak sepatu mahal Ganesh.
Perkataan Ganesh seolah memecah keharuan yang tercipta dari anak dan bapak ini.
" Hehe... maaf dad, tapi kan aku sudah SAH membelinya hari ini, bahkan TUNAI, bukan hutang apalagi kreditan." Celetuk Ganesh yang membuat Carlos bingung sendiri mau menjawabnya.
" Woaah... woaah... mimpi apa aku punya menantu model beginian!" Carlos bahkan menggelengkan kepalanya karena terkejut dengan ucapan menantunya.
" Ini bukan mimpi daddy mertua." Ganesh terkekeh sendiri saat tangan Adelia mencubit pinggangnya tanpa perasaan.
" Nah... nah... ambil putriku, kalau sampai kamu tidak memenuhi semua janjimu, aku pastikan kamu menyesal seumur hidupmu!" Carlos langsung menyodorkan Adelia sambil memelototkan kedua matanya kearah Ganesh dan memilih meninggalkan pasangan pengantin baru yang lagi bucin-bucinnya itu.
" Yes... makasih daddy mertua." Ucap Ganesh sambil cengengesan, hilang sudah moment penuh haru malam ini.
" Kakak ini ya, kalau ngomong sering kelewatan." Adelia berdiri menjauh dari Ganesh.
" Biarin.. emang kamu sudah jadi milik aku kok? wanita kalau sudah menikah itu milik suaminya, bukan lagi milik ayahnya, yang diprioritaskan yang utama tetap suaminya, bukan ayahnya." Ucap Ganesh sok bijak.
" Ya tapi nggak gitu juga kali kak."
" Sudahlah... gimana kalau kita kabur aja yuk yank?" Bisik Ganesh ditelinga Adelia dengan suara yang membuat bulu kuduk Adelia merinding.
" Kabur kemana?" Adelia menatap jengah wajah Ganesh.
" Kemana aja, yang penting kabur berduaan denganmu tanpa ada yang menggangu!" Ganesh langsung memeluk tubuh Adelia dari belakang dengan serakahnya, seolah tidak boleh ada yang menyentuh istrinya malam ini kecuali dia seorang.
Plaaak!
" Kabur.. kabur.. gundulmu itu nak! belum selesai acaranya, naik sana ke panggung pelaminan!" Suara Raras terdengar memekakkan telinga pasangan pengantin baru itu.
" Aiiiisshhh... mommy ini ganggu aja, nggak bisa apa gantiin duduk berdua sama daddy di depan sana, aku kan mau mesra-mesraan, ya kan sayang?" Umpat Ganesh yang hanya dijawab oleh senyuman oleh Adelia, diapun malu sendiri mendengar ucapan pria yang kini sudah SAH menjadi suaminya.
Jangan pernah khawatir dengan apa pun yang orang lain katakan. Kamu tidak bertanggung jawab dengan apa yang terjadi pada orang lain, kamu hanya bertanggung jawab untuk dirimu sendiri. Lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan asalkan itu baik bagi dirimu dan orang di sekitarmu.
...“A great marriage is not when the perfect couple comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.” ...
...(Pernikahan sukses bukan saat pasangan sempurna bersatu. Tapi saat pasangan tidak sempurna belajar menikmati perbedaan mereka.)...
__ADS_1