
...Happy Reading...
Akhirnya Adelia sampai di lift paling atas, dia kembali menarik tubuh suaminya keluar dari lift dan terus memeluk tubuhnya dengan erat, sedangkan air matanya terus saja menetes tanpa henti.
" Sabar ya kak, kakak harus kuat okey, demi aku kak, demi kita, hiks.. hiks.." Bahkan tubuh Adelia pun ikut bermandikan darah saat ini, dia terduduk dilantai dengan Ganesh tergeletak dipangkuannya.
Dalam hitungan menit saja pesawat jet pribadi Simon sudah mendarat di rooftop hotel itu, dan itu membuat para penghuni hotel semakin terlihat panik, bagaimana tidak, angin seolah menerpa tubuh mereka dengan kencang saat ada pesawat jet yang nyasar mendarat diatas gedung hotel megah itu.
" Nona!" Teriak sang co pilot yang berlari turun dari tangga.
" Pak cepat bawa suamiku ke rumah sakit terdekat." Teriak Adelia masih dengan tangisan yang tanpa henti.
" Astaga tuan muda!" Sang co pilotpun terlihat terkejut saat melihat keadaan Ganesh.
" Cepat angkat suamiku pak!"
" Baik nona." Pria itu langsung menggendong tubuh Ganesh dan membawanya lari menaiki tangga menuju rooftop.
Dan akhirnya pesawat jet itu kembali terbang meninggalkan hotel dan juga keramaian orang di halaman hotel itu, yang sedang memandang ke arah langit.
" Kak, tolong bertahan ya? banyak janji kakak yang harus kakak tepati denganku, tetaplah disisiku." Adelia terus menggengam jemari Ganesh yang masih terasa hangat disana.
Tidak pernah terlintas dipikiran Adelia sekalipun untuk melihat korban kejahatan seperti di film laga, dan yang membuatnya lebih syock lagi, pria itu adalah suaminya yang baru sah dalam beberapa hari.
" Kakak bangun kak, kak Ganesh! pak dia masih hidup kan pak!" Adelia bertanya kepada co pilot yang berada disampingnya.
" Nona tolong tenang dulu, kita akan segera mendarat di rumah sakit, kita doakan saja semoga Tuan muda bisa bertahan." Jawab co pilot itu yang juga tidak tahu harus berkata apa, karena dia juga bukan ahli medis yang bisa menyimpulkan hanya dengan melihat keadaan luarnya saja.
Didepan ruang IGD Adelia terduduk dilantai dengan lemas, bahkan dia sudah melupakan alas kakinya yang entah tertinggal dimana, seluruh tulang-tulang ditubuhnya seolah menghilang entah kemana, dia bahkan bingung harus berbuat apa.
Untung saja sang pilot dan co pilot sudah mengurus segalanya, mereka sudah menggangap Ganesh seperti keluarganya sendiri karena memang mereka sudah lama bekerja dengan keluarga Simon Anderson.
" Nona silahkan duduk di kursi." Sang co pilot itu merasa kasihan melihat kondisinya, bagaimana tidak bulan madu yang seharusnya menjadi moment bahagia setelah pernikahan, malah menjadi moment paling mengerikan bahkan sepanjang hidupnya.
Namun hanya gelengan kepala saja yang Adelia tunjukkan, bahkan dia seolah tidak punya tenaga untuk berkata-kata, hingga saat pintu IGD itu terbuka dan muncullah beberapa dokter dari dalam sana.
__ADS_1
" How is my husband's condition, doctor?" Tanya Adelia langsung mendekat.
" Everything is fine, we have transferred the patient to the inpatient room." Jawab sang dokter yang terlihat ikut lega.
" Thank you very much dokter." Akhirnya senyum Adelia terlihat disana, walau seolah senyum penuh dengan derita.
" Kalau begitu saya permisi nona, saya akan menghubungi keluarga tuan muda dulu nona." Co pilot itu pun sedikit merasa tenang dan ingin segera memberikan kabar kepada Simon.
" Nggak perlu pak!" Ucap Adelia seketika.
" Tapi nona?" Co pilot itu jadi merasa bingung sendiri.
" Setelah kak Ganesh siuman, segera urus administrasinya, kita segera kembali pulang ke negara kita." Jawab Adelia yang tetap tidak tenang selagi masih di sini, bayangan dua komplotan itu selalu menghantui dirinya.
" Bagaimana kalau tuan muda Ganesh belum bisa dibawa pulang?" Tanyanya kembali.
" Kita bawa dokter dan perawat dari rumah sakit ini, berapapun bayarannya aku akan menanggungnya." Ucap Adelia yang tidak mau menanggung resiko jika berlama-lama disini.
Kemarin memang daddy mertuanya menyuruh membawa pengawal untuk ikut bersamanya, namun Ganesh menolak, karena hanya ingin terus berduaan bersama sang istri tanpa ada yang menggangu, namun ternyata kekhawatiran daddynya terjadi juga.
Ada rasa pilu saat melihat Ganesh yang biasanya ceria, slengek an dan penuh drama itu tergeletak lemas tak berdaya dengan selang infus ditangannya.
Adelia memandang wajah suaminya sesaat, ada banyak kata 'andai' yang terlintas dipikirannya, namun semua sudah berlalu, yang terpenting suaminya sudah terselamatkan sekarang.
" Kak, buka mata kakak dong, kita pulang ke rumah ya?" Adelia duduk diranjang Ganesh dengan mengengam tangan suaminya.
" Aku janji kalau kakak segera bangun, aku akan menuruti semua kemauan kakak, kita bisa bulan madu dirumah saja, tidak harus pergi jauh, asalkan berdua saja dengan kakak, aku sudah sangat bahagia kak." Dia mengusap rambut Ganesh yang tebal itu dengan penuh kelembutan.
" Apa kakak tahu, hatiku sebenarnya sangat bahagia karena kamu adalah cinta dalam hidupku, suamiku, dan terkadang menjadi sahabat terbaikku, jadi teruslah disisiku dan hidup bersamaku ya kak." Adelia membaringkan tubuh rampingnya disamping tubuh Ganesh yang masih belum sadar.
" Jika aku harus memilih antara bernapas dan mencintaimu, aku akan menggunakan napas terakhirku untuk memberitahumu bahwa... aku... aku sangat mencintaimu kak." Air mata itu jatuh kembali membasahi pipi suaminya.
Apalagi saat mengingat Ganesh mempertaruhkan nyawanya sendirian, untuk melindungi Adelia saat itu.
" Kakak bangun kak, aku rindu senyuman dari kakak, hiks.. hiks.." Adelia memeluk kepala suaminya dan menghujani civman diwajah tampannya.
__ADS_1
" Hmm... apa aku sudah berada di Surga?" Tiba-tiba sayup terdengar suara Ganesh yang masih lemas.
" Kakak?" Adelia akhirnya bisa tersenyum saat kedua mata suaminya kembali terbuka.
" Apa kamu juga menjadi bidadari surgaku saat ini?" Ganesh masih belum begitu sadar dengan keadaannya sekarang, dia seolah masih berada di alam mimpi.
" Terima kasih kak, akhirnya kakak sadar juga? mana yang sakit? kepala kakak pusing nggak? mau aku panggilkan dokter sekarang?" Tanya Adelia yang langsung mengecek seluruh tubuh Ganesh dengan tangannya.
" Kamu Adelia istriku atau bukan?" Tanya Ganesh kembali.
" Iya kak, aku istrimu, aku disini untukmu." Adelia menangkupkan kedua tangannya diwajah Ganesh.
" Coba civm aku?" Ucap Ganesh yang membuat Adelia langsung melonggo.
" Eherm.. eherm..!" Sang pilot dan co pilot yang ternyata ada disudut ruangan langsung berdehem ria.
" Kalau kamu memang istriku, cobalah civm aku sekarang!" Pinta Ganesh dengan wajah seolah tidak berdosa.
" Astaga... kamu memang benar suami mesvmku, terima kasih kamu sudah kembali untukku seutuhnya kak!" Tanpa ragu lagi Adelia langsung memiringkan wajahnya dan menjatuhkan bi bir mungilnya di bi bir suaminya yang penuh dengan kejutan hidup itu.
Bahkan Adelia tidak seperti biasanya yang malu-malu, kali ini dia seolah menjadi pemain yang handal, memiringkan kepalanya kekanan dan memutar ke kiri bahkan Ganesh sampai menahan nafasnya sesaat, namun akhirnya dia langsung tersadar dan mulai mengimbangi aksi istrinya yang sudah mulai mahir menyosor itu.
" Haiyaaah... selalu saja begini." Sang co pilot itu mengeluh namun kedua matanya tidak berkedip saat melihat drama romantis didepannya.
" Makanya tutup matamu kalau tidak mau merana!" Sang pilot itu langsung mengusapkan tangannya ke wajah rekannya.
" Besok aku boleh minta cuti nggak bang?" Tanya sang co pilot dengan wajah 'mupeng' nya.
" Ngapain kamu ambil cuti?" Tanya sang pilot kembali.
" Kalau begini sih, jadi pengen pingsan seharian didepan istri, biar seperti di Surga, dimanjakan oleh istri saya yang jarang sekali bisa romantis." Bahkan dia ikut memiringkan kepalanya, seolah tidak mau sedetik saja melewatkan apa yang dipertontonkan didepan kedua matanya.
" Haish... kondisikan kedua matamu, sebentar lagi kita berangkat, atau nanti kita beneran pindah ke Surga!" Umpat sang pilot sambil menarik lengan sahabatnya yang terlihat menikmati suasana disana.
Akhirnya mereka berdua memilih menghadapkan wajahnya ke tembok, takut nanti terbayang-bayang dan tidak bisa konsentrasi dalam perjalanan pulang, lebih parahnya lagi jika tidak bisa menahan yang lainnya, karena durasi dari aksi fanas mereka berdua cukup lama.
__ADS_1
..."Ketika suami istri saling memandang satu sama lain dengan penuh cinta dan kasih sayang, maka Allah memandang keduanya dengan tatapan kasih sayang. "...
... "Pernikahan yang sukses bukanlah saat kamu bisa menjalani hidup dengan damai bersama pasanganmu, melainkan saat kamu tidak dapat menjalani hidup dengan damai Tanpanya."...