
...Happy Reading...
Disaat Raymond dan Adelia baru melangkah beberapa pijakan saja dari sana, suasana ruangan itu kembali mencekam saat teriakan Ganesh terdengar memanggil nama gadis yang berada dalam genggaman tangan Raymond.
" ADELIA!" Teriak Ganesh yang seolah tidak rela jika Adelia tiba-tiba pergi dari sana.
Tidak ada yang bersuara, hanya terdengar suara decitan dari bi bir Raymond yang terlihat sangat kesal karenanya.
" Adelia, apa kamu tidak mau menolongku?" Ucap Ganesh dengan sedikit ragu.
Tolong? haruskah aku menolongnya? aku memang masih sangat mencintainya, tapi kenapa harus begini? aku memang sangat menginginkan untuk bisa bersanding denganmu suatu hari nanti kak, tapi bukan begini caranya?
" Bukannya tadi kamu mengajak Hanami?" Jawab Adelia yang pura-pura bisa tegar, namun sebenarnya perasaannya sedang tidak baik-baik saja.
" Aku sebenarnya sangat berharap jika kamu yang bersedia." Pinta Ganesh dengan seribu harapan dari dirinya, walaupun mungkin nanti dia di tolak, setidaknya dia sudah berusaha pikirnya.
" Jangan selalu menggantungkan perasaan ke beberapa hati kak, aku tidak mau ada hati lain yang akan tersakiti lagi." Entah dapat keberanian darimana Adelia bisa mengatakan itu didepan orang tua mereka.
Dan para orang tua yang ada disana hanya memilih untuk diam saja, karena ini memang keputusan yang harus mereka pilih sendiri, dan sebagai orang tua hanya bisa memberikan kelonggaran saja.
" Aku tidak menggantungnya Adelia, kamu tahu aku menganggap Hana seperti apa kan, dari dulu sampai sekarang, masih sama." Ganesh bangkit dari duduknya dan mencoba berbicara dalam jarak dekat dengan Adelia.
" Lalu kenapa kamu menanyakan hal itu tadi kepadanya, apa kamu tidak memikirkan perasaan Hana?" Adelia hanya tidak ingin ada salah paham lagi diantara mereka.
" Aku tidak apa-apa Adelia, aku sudah bukan Hana yang seperti empat tahun lalu." Hana bahkan melemparkan senyuman kearah mereka, karena memang Hana dan Ganesh sudah baikan sesaat sebelum kakak beradik itu datang.
" Tapi Hana?" Adelia sebenarnya sangat merindukan Hana, dia tidak menyangka jika pertemuan pertama setelah terpisah cukup lama harus diawali dengan rasa tidak enak hati seperti ini.
" Lagian kamu juga tahu kan, adekmu itu ngefans berat dengan Hana, mana mungkin aku merebutnya dari adek manja mu itu!" Ganesh melirik kearah Raymond yang langsung membalikkan tubuhnya.
" Ciiihhh... manja kamu bilang!" Raymond langsung mengibaskan simbol pangkat dibaju kebanggaannya itu.
__ADS_1
" Jadi gimana Del? kamu bersedia tidak?" Ganesh bahkan menampilkan wajah terimut yang dia bisa dan itu sungguh membuat Adelia merindukan sosok Ganesh yang dulu sering membuatnya tertawa.
" Kalau Hana juga tidak bersedia, bukan berarti aku harus mau kan?" Ucapan Adelia yang ternyata sungguh membuat semua orang disana langsung tercengang.
Seiring berjalannya waktu Adelia memang sudah banyak berubah, tidak lemah seperti dulu lagi.
" Buah duku buah delima, mantab kak!" Ledek Ray yang langsung membuat Adelia mendelik.
" Nggak nyambung dek!" Umpat Adelia saat mendengar ocehan Raymond.
" Ya kalau memang sudah tidak sejalan, memang sulit untuk disambungkan kembali, sebagai lelaki itu, jangan pernah mengharapkan seseorang hanya karena kita butuh saja, itu sih kalau menurutku ya." Ternyata itu maksud dari perkataan Ray, dan itu sungguh sangat menampar hati Ganesh saat ini.
Menyerah adalah satu kata yang ada dipikiran Ganesh saat ini, karena memang tidak ada kata pembelaan yang bisa dia kemukakan untuk membalas ucapan Raymond.
" Sayang... mommy mau bicara sebentar boleh?" Setelah beberapa saat suasana menjadi hening, Mala tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya.
" Boleh mom." Adelia langsung menganggukkan kepalanya.
" Kita bicara diluar saja ya?" Mala langsung mengajak Adelia keluar sebentar.
" Apa kamu sungguh tidak mau menerima Ganesh kembali?" Tanya Mala perlahan, dia tau bagaimana perasaan putrinya sampai saat ini.
" Maksud mommy gimana?" Tanya Adelia yang memang sebenarnya galau sedari tadi.
" Mommy baru tahu tadi kalau kamu sudah putus dengan Ganesh, sudah berapa lama?" Tanya Mala sambil mengusap lengan putrinya dengan lembut.
" Sudah lama banget mom, bahkan semenjak kak Ganesh belum berangkat ke luar negeri." Jawab Adelia menundukkan pandangannya.
" Selama itu?" Mala berfikir cuma satu atau dua tahun, ternyata dari awal mula keruhnya hubungan mereka.
" Ya." Jawab Adelia singkat.
__ADS_1
" Dan selama itu juga kamu tidak pernah membuka hati kepada pria lain?" Mala berfikir Adelia memang menunggu kepulangan Ganesh kembali ke tanah air, jadi dia tidak pernah curiga kalau mereka putus hubungan, karena dia memang tidak pernah melihat putrinya jalan-jalan atau berpergian selain dengan Hesti.
Kalau dulu memang Dimas sering mengantarnya pulang, sebelum Adelia bekerja, itu pun karena Adelia sedang membantu masa pemulihan dari trauma Dimas karena kehilangan ibu kandungnya.
" Karena memang tidak ada mom." Jawab Adelia mencari dalih, padahal memang benar adanya, hatinya masih tersimpan rapi untuk Ganesh.
" Ckkk... mana mungkin." Mala langsung tidak percaya begitu saja.
" Mom." Adelia langsung terlihat merengek dan itu sudah cukup membuat Mala percaya bahwa memang putrinya masih menaruh harapan yang lebih kepada Ganesh, walau di bibir bilang tidak, tapi Mata Adelia tidak pernah bisa berbohong kepada mommynya.
" Sayang.. sebenarnya mommy juga keberatan jika harus punya mantu se gila Ganesh itu, tapi mommy juga ingin melihat kamu bahagia nak." Mala mencoba untuk membuka ruang kesabaran dirinya selebar yang dia bisa.
" Tapi mom dia---" Adelia terlihat sangat ragu.
" Mommy tahu dia suka main perempuan, tapi entah mengapa saat dia melihat kamu itu wajah dan matanya terlihat sendu, seolah ada yang mengganjal di hati anak itu." Mala menghela nafasnya berulang kali sebelum melanjutkan ucapannya.
" Ini pernikahan nak, jika kamu melepasnya saat ini, entah kamu bisa kembali memilikinya atau tidak, mommy cuma tidak mau kamu menyesal saja nantinya." Ucap Mala dengan sedikit senyuman.
Karena disuatu malam dia pernah memergoki Adelia menangis di balkon sendirian, dan saat Mala mengintip lewat jendela kaca, ternyata dia menatap ponsel yang menampilkan foto dia dengan Ganesh yang sedang tersenyum bahagia.
Saat itu Mala berfikir mereka hanya berantem atau apalah, namanya juga anak muda, apalagi dengan hubungan LDR memang sering seperti itu jika sedang menahan rindu pikirnya.
" Tapi aku takut mom." Jawab Adelia akhirnya meneteskan air matanya, dia tidak pernah bisa menutup rapat masalahnya jika sudah berbicara dari hati ke hati kepada mommynya.
" Takut kenapa sayang, sini mommy peluk nak?" Mala langsung memeluk putrinya untuk menyalurkan kekuatan dari dirinya, karena pelukan ibu memang sering menenangkan hati.
" Aku takut tidak bisa mencintai kak Ganesh seperti dulu lagi karena masalah ini mom, aku takut jika dalam pernikahan kami nanti, aku malah menyakiti hatinya terlalu dalam." Akhirnya unek-unek yang terdalam, dari diri Adelia tertumpahkan semua dalam pelukan sang mommy.
" Ternyata hatimu masih selembut dulu nak!" Mala hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya saja saat mendengar jawaban dari putrinya.
Dan itu sudah cukup memberikan jawaban untuknya dalam mengambil keputusan kali ini, walau Mala sebenarnya sangat benci dengan kelakuan Ganesh saat ini, tapi dia yakin bahwa suatu hari nanti dengan kesabaran dan kelembutan hati putrinya, pasti Ganesh bisa berubah dan takhluk dalam pelukan hangat Adelia.
__ADS_1
..."Bersabarlah, seseorang yang kau inginkan memang tak selalu datang tepat waktu. Mungkin ia akan datang ketika kau telah lelah menunggu."...
..."Jika kau menginginkannya, maka mintalah ia kepada-Nya. Jika kau ingin bersamanya, maka bersamai dia dengan cara-Nya. Jika kau ingin mencintainya, maka cintai dia karena-Nya."...