
...Happy Reading...
Tanggal Resepsi pernikahan akbar dari Hanami dan Raymond masih tetap sama, namun acara Akad nikahnya diajukan malam ini.
Walau saudara dan sahabat terdekat mereka, jadi punya asumsi beragam karena kejadian ini, namun Hanami dan keluarga tidak terlalu ambil pusing, toh bukan mereka yang menjalani hidupnya.
" La... anak luu udah berhasil pecah telor ya? kenapa mendadak Ijab Qobulnya jadi dimajukan?"
Raras yang sudah memakai baju gamis mewah berwarna senada dengan Simon pun berbisik kearah Mala yang hanya terdiam saja sedari tadi, seolah menahan beban yang sangat berat.
" Telornya sudah retak, jadi dipecahin saja sekalian bisa digoreng kan?" Jawab Mala dengan ngasal, dia masih gondok saat mengingat kejujuran anaknya tadi yang membuat kepalanya hampir mau pecah.
" Maksud kamu mereka sudah... astaga, apa Hanami sudah hamil?" Raras langsung menutup mulutnya sendiri saat membayangkan itu terjadi, sudah lama dia tidak ngobrol bareng sama Hana, jadi dia tidak terlalu memperhatikannya.
" Ya nggak sampai segitunya, cuma biar dua bocah itu tidak semakin membuat kepalaku terasa sakit, mending di Sah kan dulu saja." Jawab Mala dengan mantap.
" Woaaaah... pasti ada hot news nih, sepertinya aku ketinggalan info kali ini, kalian tega banget nggak cerita sama aku ya, sepertinya kalian sudah tidak menggangap aku best friend kalian lagi." Raras langsung pura-pura ngambek saat itu juga.
" Berisik kamu, eh.. Ras, kamu tahu darah tinggi? itu aku yang nemenin dia dari bawah." Mala jadi lebih memilih membanyol saja untuk sekedar meredakan emosinya sedari tadi.
" Ceileeehh... La, kamu tau bank Mandiriii? itu aku yang didik dia, biar nggak manja!" Bukan Raras kalau tidak bisa mengimbangi banyolan sahabatnya.
" Dih... trus kamu tau nggak, Sarimiii isi dua itu, aku yang ngeduain." Mala tidak mudah terkalahkan begitu saja.
" Siapa yang kamu duain? berani kamu macam-macam sama mantan kamu itu, aku usir dia dari sini!"
Tiba-tiba Carlos muncul ditengah banyolan mereka, karena acaranya akan segera dimulai.
" Heh... mana ada yank, aku cuma bercanda saja loh tadi." Mala langsung ketakutan kalau suaminya ngamuk di acara putranya sendiri, sedangkan Raras malah terkekeh geli sendiri.
" Bohong... kamu sengaja kan ngundang dia tadi? bukannya pas resepsi aja ngundangnya?" Carlos langsung melirik pria di pojokan ruangan yang sedang asyik tersenyum karena ulah gadis disampingnya.
" Anak ajaibmu itu yang ngundang, aku nggak tau apa-apa kok." Mala langsung tidak mau disalahkan, karena memang dia tidak merasa mengundang Arka tadi.
" Kalau ketahuan bohong kamu diatas ya!" Ancam suaminya.
" Ciih... apaan sih yank, capek aku ngurus putramu itu! lagian dia kelihatan mesra banget sama Hesti? jangan-jangan mereka pacaran kali ya?" Mala langsung terlihat mengamati gerak gerik dan bahasa bibir mereka.
__ADS_1
" Tutup matamu itu, acara sudah mau dimulai." Carlos langsung memutar paksa wajah istrinya agar tidak memandang mantan kekasihnya dan Hesti disana.
Semenjak kejadian di restoran Arka beberapa waktu yang lalu, mereka berdua memang jadi lebih dekat, saling bertanya, saling memberi kabar, saling mencurahkan perhatian, namun belum ada kata jadian.
" Ray... apa kamu sudah siap?" Ganesh yang ikut menjadi salah satu saksi di moment sakral itu berbisik kearah Ray, yang terlihat sedikit tegang, karena berulang kali dia membenarkan dasinya yang tidak berubah sama sekali.
" Siap dong, ini moment yang aku tunggu-tunggu dalam hidupku." Jawab Ray dengan mantap.
" Jangan kepedean kamu, mengucapkan lafaz Ijab Qobul memang terlihat mudah, tapi kenyataannya lebih sulit daripada menjebol gawang calon istri kamu loh."
" Siapa bilang? dalam dua kali terjangan aku sudah bisa melewatinya, bahkan tanpa melihatnya!"
" Bahahahaha... gue bilangin mommy mertua baru tahu rasa luu!" Ganesh langsung terkekeh geli mendengarnya.
Ciiih... beliau sudah tahu Beng!
Namun Ray memilih diam dan hanya tersenyum saja, dia tidak mau down, hanya karena berdebat dengan kakak iparnya sebelum acara sakralnya dimulai.
" Baiklah... apa bisa kita mulai Ijab Qobulnya sekarang?" Pak penghulu langsung berada di posisinya.
" Bisa pak."
" Bismilah, siap pak." Jawab Ray dengan tegas dan mantap, jiwa kepatriotannya kembali muncul saat ini.
Mereka semua langsung bersiap membenahi duduk mereka masing-masing, sedangkan Hana belum diperbolehkan keluar dahulu sebelum kata Sah keluar dari mulut para saksi.
Dalam satu kali tarikan nafas Ray berhasil, menjadikan Hanami sebagai istri Sah nya malam ini, walau Ray terkesan slengekan, namun saat moment penting seperti ini dia bisa berubah menjadi tegas dan lugas.
" Pengantin wanita sudah datang, silahkan disambut istrinya mas Raymond." Sang pembawa acara langsung memberikan pengarahan.
" Alhamdulilah..."
Tanpa terasa air mata Ray menetes saat kata hamdalah terucap dari bibirnya, dengan tangan yang tiba-tiba menjadi gemetar, dia perlahan menyodorkan tangannya kearah Hanami untuk disalami dan dikecvp tangannya.
Akhirnya perjuangan panjang dan berliku itupun berujung ke Pelaminan juga, mulai saat ini, siapa yang lebih tua atau siapa yang lebih muda tidak akan dia permasalahkan lagi, yang ada hanya kepala rumah tangga dan ibu rumah tangga, juga Imam dan sang Makmum, karena mulai malam ini mereka berdua sah dimata hukum dan agama.
" Selamat untuk kedua mempelai, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, amin. Ayo... sekarang boleh dicivm dulu istrinya mas Ray, kalian berdua sudah Sah loh, hehe..." Pembawa acara itu membuat suasana diacara itu menjadi lebih hangat, setelah beberapa saat tadi terlihat sangat mendebarkan.
__ADS_1
Cup!
Cup!
Cup!
" Astaga Ray... di kening aja." Hana langsung terkejut dan sontak memundurkan wajahnya saat Ray memilih mencivm bibiirnya tiga kali dengan mesra.
" Bahahaha... dasar pengantin baru, pinter aja nyari yang empuk-empuk."
Semua yang ada disana langsung tertawa, ikut bahagia menyaksikan keromantisan sepasang suami istri yang baru sah beberapa menit yang lalu itu.
" Bebas dong mau civm dimana saja, kamu sudah resmi menjadi milikku mulai malam ini kakak sayang."
Ray menangkupkan kedua tangannya ke wajah Hanami yang menahan malu, karena semua mata tertuju kearah mereka.
" Kakak cantik banget malam ini, terima kasih sudah menerimaku menjadi imammu, walau aku lebih muda darimu, tapi aku berjanji akan selalu melindungi kamu dan keluarga kita nanti, tetap seperti ini sampai tua nanti ya sayang, i love you."
Sekarang giliran Hanami yang meneteskan air matanya, ternyata orang yang dulu sangat dia benci, akhirnya menjadi orang yang paling dia cintai.
" I love you too, suamiku."
Akhirnya Raymond tersenyum bahagia, panggilan itu yang sedari dulu dia impikan, akhirnya Tuhan menjawab semua doa-doanya.
" Raaaaay... kata-katanya dong?" Hesti teman satu komandonya, yang sama-sama ahli dalam dunia pergombalan langsung ikut menghebohkan acara malam itu.
" Apalah sekian juta populasi perempuan di dunia ini, kalau bukan kamu yang menemani aku sampai di Surga, owh My Hana." Tatapan mata Ray tidak beralih sedari tadi, selalu tertuju ke wajah cantik Hana, yang malam ini tubuhnya dibalut dengan baju kebaya berwarna putih tulang yang sederhana namun tetap elegan.
" Eeaaaaaa.... eaaaaaa."
" Siap-siap beli jamu Mak Erot Ray, biar bisa bergadang sampai pagi." Teriak Hesti kembali.
" Cie.. cie... piwwiiiit!"
Bukan Raymond kalau tidak bisa membuat moment-moment penting didalam hidupnya, menjadi lebih berkesan dan terasa istimewa.
... "Jadilah yang mencintai dan bukan hanya untuk dicintai karena pernikahan hanya bersama orang yang mencintai bukan dicintai."...
__ADS_1
..."Pernikahan adalah selalu bersama dan tetap dalam satu tujuan, meski dengan cara yang terkadang berbeda."...
..."Riak malam yang damai, tawa ceria di siang hari akan menjadi kebahagiaan yang tiada tara tatkala semua ada dalam pernikahan."...