Tiga Generasi Sultan

Tiga Generasi Sultan
25. Lamaran Kilat


__ADS_3

...Happy Reading...


Akhirnya pertemuan tiga generasi sultan beserta orang tua mereka hari itu membuahkan hasil dan tidak sia-sia, karena mendapatkan solusi sekaligus jalan penyelesaian untuk menyelamatkan nama dan juga perusahaan raksasa milik keluarga Simon Anderson, selain itu juga klien-klien mereka yang bekerja sama dengan keluarga Ganesh, termasuk perusahaan baru milik keluarga Carlos Adelard.


" Mala, jadi kita buat pesta pernikahan Ganesh dan Adelia nya besok malam aja gimana?" Tanya Raras yang langsung semangat empat lima, apapun akan dia lalukan, bahkan untuk menyewa ratusan WO agar selesai dalam satu malam pun dia sanggup membayarnya.


" Gimana Ay?" Mala langsung menoleh kearah Carlos sang suami.


" Hmm... boleh juga, lebih cepat lebih baik, sebelum berita ini terlalu jauh menyebar." Jawab Carlos yang juga tidak ingin nama calon menantunya semakin jelek dimata umum.


" Kalau begitu, malam ini saja kita adakan acara lamaran mom, dad?" Ganesh pun tak kalah semangat dalam menyambut hari bersejarah dalam dirinya.


" Heh? apa perlu acara lamaran juga? kan semua sudah setuju?" Tanya Simon, orang yang tidak pernah mau ribet.


" Ya perlu lah dad, masak nggak ada acara lamaran, Adelia juga pasti ingin dilamar kayak temen-temennya, ya kan sayang?" Dengan santainya Ganesh langsung berani memanggil sayang dihadapan keluarganya, dia tahu betul impian Adelia saat remaja.


Dan sedari dulu memang Adelia memimpikan lamaran dan pernikahan yang romantis dan berkesan didalam hidupnya.


" Diiih... baru aja diterima, langsung faseh panggil sayang aja kamu ya!" Raras langsung menyentil lengan putranya yang malah terkekeh sambil terus menatap Adelia yang masih memasang wajahnya dengan mood datar sedingin lemari es dua pintu.


" Dari dulu sebenarnya aku sudah panggil dia sayang mom." Jawab Ganesh yang tetap bahagia walau Adelia sama sekali tidak menolehnya.


" Ya sudah, kalau begitu kami pulang saja sekarang ya, walaupun nggak megah setidaknya rumah gw harus dihias juga kan?" Mala pun tak kalah semangat kalau sudah menyangkut tentang pesta walau tidak besar-besaran.


" Wokey gaes, kita tahu kamu paling jago kalau soal acara pesta, kita mau pakai dress warna apa nanti?" Tiga sahabat itu selalu saja heboh kalau sudah membahas soal busana.


" Karena ini acara anak gw, jadi gw mau semua serba pink, apapun bentuknya yang penting pink warnanya, okey!" Mala langsung berdiri seolah memberikan perintah.


" Yang cowok bebas kan sayang?" Carlos yang paling anti warna pink langsung saja protes.


" Nggak, semua harus warna pink, TITIK!" Ucap Mala menghakimi.

__ADS_1


" Tapi yank?" Carlos langsung lemah jika harus berdebat soal pakaian dengan istrinya.


" Meeting selesai, kita langsung otewe pulang, BYE!" Mala langsung melambaikan tangannya ke udara dan menggandeng suaminya untuk segera pulang.


Keluarga kecil Mark pun langsung ikut berpamitan untuk bersiap-siap juga pergi ke pesta lamaran dirumah Mala.


" Adelia." Ganesh yang ikut mengantar mereka sampai depan pintu langsung memanggil Adelia saat dia berada dibarisan paling belakang saat keluar tadi.


" Hmm.." Adelia menoleh kearahnya walau tidak berniat untuk berjalan mendekat kearah Ganesh kembali.


" Thank you for everything that you do for me." Ucap Ganesh perlahan, namun masih terdengar sampai ditelinga Adelia.


I love you so much, Adelia Aghata!


Ingin sekali Ganesh menambahkan kata-kata itu tadi, namun bi birnya kelu, tidak berani mengatakannya dengan gamblang, gadis itu bersedia menikah dengannya saja sudah perlu disyukuri tiga hari tiga malam.


Dan Adelia pun hanya menggangukkan kepalanya sekilas saja dan kembali melanjutkan perjalanan menuju mobil yang disopiri oleh Raymond.


Walau persiapannya sangat singkat namun kekuatan uang bisa membuktikan kekuasaannya, walau hanya dalam hitungan jam saja, halaman rumah mewah Carlos sudah terhias dengan ratusan bunga setaman, karena mereka memang ingin membuat acara Garden party walau sederhana, cuaca pun sangat mendukung, bintang bertaburan bahkan sang rembulan pun tidak mau kalah absen untuk menampilkan sinar indahnya.


Mobil mewah Simon Anderson pun terparkir dengan sempurna, tak lama kemudian keluarlah sang calon mempelai prianya dengan baju bantik lengan panjang berwarna coklat bercorak warna pink sesuai dengan keinginan dari mommy sang calon mempelai wanita, namun karena wajah Ganesh memang sudah tampan, mau pakai warna apapun itu, tetap saja membuat wajah Ganesh mencolok disana, bahkan terlihat lebih bersinar.


" Adelia mana mom?" Ganesh yang baru saja masuk dan duduk ditempatnya langsung berbisik kearah mommynya karena tidak melihat Adelia ikut menyambut dirinya dan keluarga besarnya didepan tadi.


" Kamu ini baru mau lamaran sudah nggak sabaran amat sih, gimana kalau menikah nanti coba?" Raras hanya bisa geleng-geleng kepala sendiri saat melihat kelakuan putranya yang sedari tadi memang terlihat clingak-clinguk kedalam rumah Adelia.


" Coba mommy cek kedalam deh?" Wajah Ganesh terlihat sedikit risau memang.


" Apaan sih kamu nak, nggak sopan tauk, masak belom jadi besan sudah nyelonong saja masuk kedalam rumah mereka, lagian Mala sama suaminya ada didepan itu." Raras menyentil kening putranya dengan gemas.


" Kalau begitu biar Ganesh saja yang masuk kedalam mom?" Ganesh langsung beranjak berdiri.

__ADS_1


" Ganesh, jangan macem-macem kamu! duduk langi nggak! atau mommy batalin acara pertunangan kamu ini!" Umpat Raras langsung menarik lengan putranya agar kembali duduk, sedangkan Simon asyik ngobrol dengan Mark yang juga baru saja datang.


" Aku takut mom." Ganesh langsung merengek dilengan mommynya.


" Astaga Ganesh, kamu ini sudah mau menikah, jangan begini, lagian takut kenapa sih? Sleding istri orang saja nggak ada takut-takutnya kok kamu!" Raras langsung memukul lengan putranya.


" Diih... mommy ini nyindir terus, aku cuma takut Adelia kabur saja mom." Entah mengapa pikiran Ganesh sampai kesana.


" Kabur? yaa nggak mungkinlah nak? orang tadi dia sudah setuju kok." Raras langsung menyangkalnya.


" Siapa tahu setelah pulang dia berubah pikiran mom, atau ketemu tetangga atau sahabatnya, trus jelek-jelekin nama Ganesh dan Adelia terpengaruh gimana coba?" Bahkan kedua tangan Ganesh sampai basah saat memikirkannya saja.


" Kamu ini halu! orang jelas-jelas Mala sama Carlos saja ada disana, senyum-senyum bahagia gitu kok nyambut tamu undangannya." Raras langsung melihat wajah Mala yang selalu tersenyum saat menyalami tetangga dekat yang mulai berdatangan.


" Ya kalau Adelia kabur dari jendela gimana? atau lewat pintu belakang hayow? kita semua kan disini? mom... Ganesh beneran takut Adelia kabur!" Bahkan Ganesh menarik-narik lengan mommynya.


" Iya juga ya, bisa saja saat dia ngundang sahabat dekatnya trus diajak kabur kan ya? woaah.. gawat ini, bisa tambah hancur nama kamu dan keluarga kita." Pikiran Raras langsung dengan mudahnya terkontaminasi oleh ucapan Ganesh.


Karena keluarga besarnya terlihat sudah ada didepan semua, bahkan Raymond pun sudah ada didepan sana mepetin Hana terus menerus, sedangkan Adelia sama sekali belum muncul disana.


" Mom, aku lihat ke dalam ya? sebentar saja, cuma mau mastiin kalau Adelia ada didalam sana, dan tidak kabur lagi dari kehidupan Ganesh." Pinta Ganesh dengan raut wajah yang khawatir.


" Okey, cepat masuk sana! kalau sudah lihat dia buruan balik kesini ya! jangan malu-maluin mommy lagi kamu!" Umpat Raras yang langsung ikut panik juga akhirnya.


" Doain aku ya mom!" Ucap Ganesh langsung bersiap.


" Pasti sayang, semangat!" Bahkan Raras mengepalkan tangan kanannya ke udara untuk memberikan dukungan seolah ingin maju berjihad.


Dengan sigap kaki jenjang Ganesh langsung melangkah kedalam rumah mewah Adelia, dia bahkan masih hafal diluar kepala dimana letak kamar Adelia berada, dia tidak mau acaranya gagal karena calon mempelai wanitanya kabur saat acara lamaran nanti, Ganesh tidak ingin kehilangan Adelia untuk yang kedua kalinya.


..."Perjalanan hidup adalah proses perjuangan tanpa henti, ditaburi mimpi, diisi dengan tekad, dinyatakan dengan berani bertindak!"...

__ADS_1


... "Seseorang boleh mengalami pahit getirnya perjalanan hidup. Tetapi dia tak boleh berhenti dan tak boleh kehilangan impiannya."...


__ADS_2