
...Happy Reading...
Sesaat suasana didepan Unit Gawat Darurat menegang, seluruh keluarga Ray menantikan hasil dari pemeriksaan kondisi Ray paska kecelakaan.
" Tapi kenapa? apa yang terjadi dokter?" Carlos bahkan sampai memegang kedua bahu dokter itu, karena sudah tidak sabar ingin mendengar berita itu.
" Kedua mata pasien, terkena remukan pecahan kaca, dan kami sudah berhasil mengeluarkan pecahan-pecahan kaca itu, namun kami belum bisa memastikan keadaan penglihatan pasien sebelum dia sadar." Ucap Dokter itu menjelaskan hasil pemeriksaanya.
Bruk!
Mala langsung terjatuh kelantai dan pingsan seketika, dia tidak bisa membayangkan jika putranya kehilangan kedua penglihatannya.
" Astaga sayang?" Carlos langsung memeluk tubuh istrinya yang ambruk dilantai.
" Mommy!" Adelia langsung ikut memeluk mommynya yang sudah tidak sadarkan diri.
" Angkat ibu itu dan pindahkan keruang pasien." Dokter itu langsung menyuruh mereka memindahkan Mala.
" Biar saya saja yang mengangkat mommim, daddy mertua tunggu Ray saja." Ganesh langsung mengangkat tubuh Mala dan memindahkannya keruang pasien ditemani oleh Adelia dan suster disampingnya.
" Dokter, tapi anak saya masih bisa melihat kan?" Tubuh Carlos pun sebenarnya ikut melemah, namun dia harus tetap kuat demi putra kebanggaannya.
" Hmm... kita tunggu sampai pasien sadar dulu, baru kita bisa mengobservasi selanjutnya, karena kami mendapatkan remukan pecahan kaca yang lumayan banyak disekitar wajah dan kedua matanya." Jawab dokter itu yang terlihat ikut prihatin dengan keadaan pasien.
" Yang kami takutkan, remukan kaca itu bisa merusak kornea matanya, tapi semoga salah satunya masih bisa melihat." Dokter itu memberikan analisis sesuai yang dia perkirakan.
" Astaga Ray." Carlos pun tidak tahan untuk tidak mengeluarkan air matanya.
" Kita harus selalu siap untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk saat pasien sadar nanti, rasa syock pasti akan ada, jadi kalian harus bisa menguatkan pasien, apapun yang terjadi nanti." Dokter itu sebenarnya sudah bisa menduga, namun dia belum berani menyimpulkan karena Ray belum sadar sampai saat ini.
" Dokter, kalaupun kedua mata anak saya terluka, apa ada solusi penyembuhannya, agar dia bisa melihat lagi? dia seorang anggota kepolisian dokter, bagaimana dia bisa bertugas jika kedua matanya bermasalah, kasihan putra saya dokter?" Carlos bahkan mengguncangkan kedua bahu dokter itu.
__ADS_1
" Untuk kemungkinan terburuk, kita bisa mencari pendonor mata, walau sulit, tapi hanya itu solusinya." Jawab Dokter itu tidak tega.
" Berapapun biayanya, kami akan menyanggupinya dokter, lakukan yang terbaik agar penglihatannya bisa normal kembali, tolong dokter." Carlos bahkan menangkupkan kedua tangannya.
" Kita tunggu pasien sadar dulu pak, nanti baru kita pikirkan langkah selanjutnya, semoga ada keajaiban untuk putra bapak, kita berdoa saja pak." Dokter itu menepuk bahu Carlos untuk menenangkannya.
" Baik dokter." Carlos menggangukkan kepalanya.
" Kalau begitu saya permisi, pasien akan dipindahkan keruang rawat sementara, sampai dia sadar, kalau dia sudah bangun, silahkan panggil saya diruang dokter, saya harus memeriksa pasien lainnya." Jawab dokter itu dengan senyum yang terlihat pedih.
" Terima kasih dokter." Jawab Carlos dengan da da yang sudah terasa sesak.
Akhirnya kedua lututnya yang terus bergetar sejak tadi tidak kuat lagi untuk menumpu tubuhnya, dia ikut ambruk terduduk dilantai.
" Astaga Ray, kenapa ini semua terjadi kepadamu nak, kamu masih muda, perjalanan hidupmu masih panjang nak." Carlos menjambak rambutnya sendiri.
" Pak Carlos?" Mark dan juga Simon yang ingin mengecek keadaan Ray langsung terkejut saat melihat Carlos terduduk di lantai sambil menangis.
" Dia baik-baik saja, hanya luka lecet, bagaimana keadaan Ray sekarang, apa dokter sudah keluar?" Mark dan Simon membantu Carlos untuk kembali berdiri dan duduk dikursi tunggu.
" Argh... kedua mata Ray, huft... semoga baik-baik saja." Carlos bahkan mencoba mengusir firasat buruknya.
" Apa terjadi sesuatu?" Simon langsung mencoba menelisik raut wajah Carlos.
" Kedua matanya terkena remukan dari pecahan kaca mobil, dan dia belum sadar, jadi belum tahu kondisi selanjutnya." Jawab Carlos dengan lemas.
" Aku akan memghubungi dokter terbaikku dari luar negri, kalau kondisi Ray sudah mulai stabil kita bisa pindahkan Ray kerumah sakit terbaik di dunia, dimanapun itu, asalkan Ray bisa sembuh seperti sedia kala." Simon langsung menghubungi dokter pribadinya.
" Hmm.." Carlos bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Pikirannya bahkan sudah bercabang kemana-mana, membayangkan Ray tidak bisa melihat indahnya dunia ini dan tidak bisa kembali menjadi anggota polisi, membuat kepalanya berasa ingin pecah, dia tidak tega melihat putra kebanggaannya terpuruk karena keadaan fisiknya, apalagi istrinya, pasti akan lebih terluka daripada putranya sendiri.
__ADS_1
" Hana bilang, ada yang mengikuti mobil mereka sebelum kecelakaan itu terjadi." Mark akhirnya membuka suara, dia semakin ingin menghabisi pelakunya bahkan dengan tangannya sendiri, saat mendengar kondisi dari putra sahabat yang sudah seperti keluarganya.
" APA?" Carlos langsung menoleh kearah Mark dengan serentak.
" Jadi kecelakaan ini disengaja?" Carlos langsung mengeratkan barisan gigi putihnya, seolah api kemarahan sudah menggumpal di da danya.
" Kita belum bisa menyimpulkan, karena mobil Ray menabrak mobil didepannya yang tiba-tiba berhenti mendadak, bukan ditabrak oleh mobil yang mengikutinya." Jawab Mark yang masih bingung juga kalau belum melihat saksi dan juga tempat kejadian perkaranya sendiri.
" Apa ini ada hubungannya dengan kasus kemarin?" Tanya Carlos yang langsung curiga.
" Hmm... kita belum bisa menyimpulkannya, karena aku juga belum sempat menanyakan hasil keseluruhan dari Ray saat itu." Mark bahkan belum sempat ketemu Ray lagi saat dia kembali dari luar negri.
" Tapi, kalau mereka sudah dikepung polisi, apa mereka punya nyali untuk sengaja mencelakai salah satu anggota dari kepolisian?" Simon pun ikut bimbang saat menimbang-nimbang masalah itu.
" Itu dia masalah yang harus kita pecahkan, maka dari itu, saya sendiri yang akan menyelidiki kasus itu, aku akan mengerahkan detektif dan anak buah kita untuk menyelidiki kasus ini." Mark terlihat mengepalkan kedua tangannya.
" Apa aku perlu membantumu?" Jiwa patriot seorang mantan anggota kepolisian pun langsung muncul dijiwa Carlos.
" Tidak perlu, pak Carlos harus tetap berada disini untuk menjaga Ray, nanti kalau Ray sudah sadar bawa ke ruang VVIP dirumah sakit ini, tolong Hana juga dipindahkan satu ruangan saja dengan Ray, dari tadi dia merengek terus ingin melihat kondisi Ray." Mark menepuk lengan Carlos.
" Baiklah, aku akan menjaga mereka berdua disini." Jawab Carlos pasrah, dia juga tidak tega meninggalkan putra dan istrinya disini.
" Aku akan membantumu Mark! kali ini mungkin kita berdua harus turun tangan sendiri, kalau tidak pelaku itu tidak akan jera!" Simon seolah tidak terima ada yang mengincar anak sahabatnya, jiwa dingin dan kejamnya kembali muncul, Ray sudah dia anggap seperti anak sendiri, apalagi Hana sedari kecil dia tumbuh didekatnya, jadi dia pun merasa terluka saat ada yang berani mencoba melukainya.
" Akan aku buat sang pelaku mendapatkan ganjaran yang setimpal, kalau sampai sesuatu terjadi dengan Ray, akan aku buat dia lebih terluka dari pada Ray!" Kedua mata Mark seolah berapi-api saat membayangkan ingin mengeksekusi pelaku kejahatan itu.
" Tanganku juga sudah gatal, lama tidak main-main dengan manusia setengah hewan!" Ucap Simon tak kalah emosi.
Akhirnya dua pria itu berjalan beriringan keluar dari ruangan itu, dengan segala kekesalan dan emosi jiwa yang memuncak mereka siap membasmi sang pelaku, walau umur tak lagi muda, namun kedua tangan mereka masih sangat kuat untuk menghajar dan memberikan pelajaran hidup untuk penjahat itu, bahkan dulu mereka berdua pernah duel menjadi mafia dingin saat menghadapi orang yang mengusik Raras kala itu.
... "Sebuah masalah merupakan tamu yang tak diundang didalam kehidupan kita, dan kita harus perlakukan dia sebaik mungkin, maka kita juga akan diperlakukan dengan baik olehnya."...
__ADS_1
..."Tetaplah bersyukur atas segala cobaan yang menimpamu. Jika kamu sedang diuji, itu berarti kamu sedang disempurnakan."...