Tiga Generasi Sultan

Tiga Generasi Sultan
30. Gara-gara Berondong


__ADS_3

...Happy Reading...


Entah mengapa semenjak tadi malam Hana beradu mulut dengan Ray, fikiran Hana seolah tidak bisa fokus lagi, bahkan saat Hana ingin mendampingi Adelia menuju ke tempat Ijab Qobulnya, pikirannya kembali melayang kepada polisi berondong yang mungkin sedang marah besar kepadanya.


" Hana?" Bahkan Adelia sampai mengguncangkan bahu Hana saat pandangannya menatap kosong kedepan.


" Heh? iya, ada apa?" Tanya Hana gelagapan saat tersadar dari lamunan.


" Are you okey?" Namun Adelia malah menggangapnya berpikiran lain, didalam fikirannya Hana masih berat melepaskan Ganesh untuknya.


" Of coures, i'm okey, apa kita turun sekarang?" Hana langsung menggandeng lengan Adelia, sedari berangkat tadi, dia sudah membulatkan tekadnya untuk kembali berteman dengan Adelia, walau mungkin tidak bisa kembali seperti awal mula mereka bertemu, namun setidaknya bisa lebih baik dari saat terakhir mereka bertemu pikirnya.


" Hmm... bagaimana kalau kita ngobrol sebentar?" Adelia ingin berbicara lebih intens dengan Hana sebelum dirinya benar-benar sudah menjadi milik Ganesh.


" Apa? keburu nggak? takutnya nanti kamu sudah ditungguin sama pak penghulu dibawah?" Hana sama sekali tidak memikirkan yang lain kecuali Ray di otaknya sekarang.


Benar kata orang bahwa 'setelah kehilangan baru terasa', padahal baru semalaman, namun Hana sudah merasa kelimpungan sendiri.


" Sebentar saja, aku pengen ngobrol sama kamu?" Adelia kembali mengajak Hana untuk duduk di sofa tempat dia dirias tadi.


" Ada apa del?" Hana pun akhirnya memilih duduk saja.


" Hana, sebenarnya aku masih tidak enak hati denganmu." Ucap Adelia perlahan.


" Tentang?"


" Ya tentang kita, terlebih tentang kak Ganesh, aku tahu dulu kita punya perasaan yang sama dengan kakak, bahkan mungkin sampai sekarang." Adelia menundukkan pandangannya.


" Del, sudahlah." Hana bahkan tidak memikirkan hal itu lagi tadi.


" Enggak, aku harus tetap minta maaf denganmu."


" Tidak ada yang salah dalam hubungan kita bertiga dulu Del, sudahlah... aku sudah melupakannya." Hana mencoba meluruskan masalah.


" Maaf ya Han, maaf aku harus menikah dengan kak Ganesh." Mata Adelia bahkan sudah terlihat berkaca-kaca.


Apaan sih Adelia ini, aku kesini ingin mencoba berteman dekat lagi dengannya, bukan mau membahas masalah kak Ganesh, salah paham lagi deh!


" Fuuh..." Hana menghela nafasnya terlebih dahulu.


" Adelia, ayolah... i didn't think about it, right?" aku datang kemari bukan untuk membahas soal kak Ganesh lagi, aku sudah merelakan kak Ganesh untukmu, sungguh." Hana memegang kedua bahu Adelia yang terasa lesu.


" Tapi Han, aku---" Dia pun bingung harus berkata apalagi.


" Adelia, semua itu hanya masalalu, mungkin saat itu aku masih terlalu kekanak-kanakan, mungkin juga aku takut kalau kasih sayang kak Ganesh terbagi denganmu."

__ADS_1


" Karena sedari dulu, ada cewek cantik dan se seksih apapun, dia seolah tidak tertarik dan selalu lebih memilih jalan dan main bareng sama aku."


" Dan saat dia mulai mengenalmu, seolah perhatiannya lebih ke kamu, padahal kak Ganesh juga tetap memperlakukan aku seperti biasa, cuma mungkin aku terlalu aroggant saja, tidak ingin punya saingan, padahal kak Ganesh cuma menggangapku sebagai adek saja." Hana tersenyum miris, saat mengingat kenangan empat tahun lalu yang menyesakkan hatinya.


" Maaf, maafkan aku Hana." Adelia tidak tahan lagi untuk tidak meneteskan air matanya.


" Hei... jangan nangis Del, nanti make up mu bisa luntur?" Hana langsung mengambil tisu disebelahnya.


" Biarkan saja, yang penting rasa sayangku sama kamu nggak pernah luntur sebagai sahabat." Ucap Adelia sambil mewek.


" Uluh... uluh... sudah bisa ngomong manis sekarang? siapa yang ngajarin? adek nakal kamu itu pastikan?" Entah mengapa pikirannya kembali belok ke Ray lagi.


" Kenapa lagi dengan Berondong itu? kamu kenyang makan gombalannya ya?" Adelia langsung tersenyum saat melihat wajah Hana yang tiba-tiba cemberut saat membahas masalah Ray.


" Kenyang banget, bahkan sampai mau muntah." Ucapnya dengan mantap, namun setelahnya kedua bahunya terlihat merosot kebawah, seolah tulang bahunya melemah saat wajah Ray kembali terlintas dipikirannya.


" Aku saja tiap hari dia kerjain mulu, sudah jadi abdi negara tapi jahilnya nggak sembuh-sembuh."


" Emang tu bocah, ngeselin!" Hana menjawab dengan mantap.


" Tapi ngangenin kan?"


" Hu um, eeh... enggak ding! mana ada ngangenin, pokoknya ngeselin, bikin sebel banget!" Hana tanpa sadar membenarkan ucapan Adelia sang kakak pelaku.


" Awass loh, ntar jadi cinta?"


" Emang dia ngapain kamu? apa dia berani nyakitin kamu?"


" Enggak, bukan begitu Del, cuma... ya sudahlah, kita bahas lain kali saja, nanti kamu telat turun mereka kira aku lagi penyebab utamanya?" Ucap Hana yang langsung berdiri dan membantu membawa ujung kebaya Adelia yang memanjang agar lebih mudah jalannya.


" Hana, terima kasih." Ucap Adelia tiba-tiba.


" Aku belum nglakuin apa-apa kenapa kamu sudah berterima kasih? nanti dong, tunggu kalau sudah sampai bawah?" Jawab Hana sambil tersenyum.


" Terima kasih kamu sudah merelakan kak Ganesh untukku."


" Ciih... harusnya aku yang kasihan sama kamu, dapetin kak Ganesh yang--- emm, maksudku?" Hana malah jadi keceplosan sendiri, padahal tadi niatnya cuma bercanda.


" Tidak apa-apa, aku akan coba untuk menerimanya." Jawab Adelia dengan tegar.


" Adelia, aku tahu bagaimana sifat kak Ganesh, aku yakin saat itu dia sedang tidak baik-baik saja, jadi mungkin dia khilaf, tapi percayalah.. kak Ganesh itu bukan tipe orang yang mudah berpaling dari cintanya."


" Pasti ada alasan dibalik semua kelakuan buruknya, hanya kita saja yang belum bisa memahaminya."


" Dan aku percaya, kak Ganesh orang baik, dia tidak akan menyakitimu, karena selama ini baru kamulah wanita yang pertama merebut dan meluluhkan dinginnya, bahkan cueknya hati kak Ganesh."

__ADS_1


" So... tetap semangat, kamu memang layak untuknya dan mungkin hanya kamu yang bisa merubah kak Ganesh menjadi seperti semula, aku percayakan dia padamu." Hana seolah memberikan suntikan semangat kepada Adelia.


" Terima kasih Han."


" Terima kasih mulu, kayak SPG toko baju kamu ini!"


" Hana?"


" Hmm.."


" Maukan kamu berteman denganku lagi? aku merindukan Hanami yang dulu lagi?" Ucap Adelia dengan senyum yang mengembang.


" Dengan senang hati guys, hehe..."


" Terima kasih Hana, hari ini aku senang sekali."


" Tentu tertawalah, sebelum nanti tengah malam kamu menangis kesakitan." Hana bahkan membuat suasana terdengar mencekam.


" Emang kenapa?" Dia terlihat penasaran jadinya.


" Bukannya kamu mau tanding gulat nanti malam ya?" Ledeknya kembali.


" Gulat apaan?" Adelia sungguh tidak terfikirkan akan hal itu, karena sudah lama tidak berpacaran dan tidak ada angin tidak ada hujan langsung nikah, jadi memang dia polos tak bernoda.


" Ingat, jangan keras-keras, kamar kak Ganesh nggak kedap suara, dan juga satu lagi" Bahkan Hana berbisik ditelinga Adelia.


" Apaan sih Han, nggak ngerti aku?"


" Aku punya kamera pengintai juga dikamarnya, haha..." Padahal dia hanya berbohong.


" Kamu ini ngomongin apa coba?" Bahkan Adelia tidak memikirkan kearah sana.


" Ayo kita turun, nanti mereka pikir kamu aku culik dan di bawa kabur lagi!" Hana sengaja menggoda Adelia yang ternyata polos tentang malam pengantin.


Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu telah tiba, Adelia turun dari tangga dengan digandeng oleh Hana yang tak kalah cantik dengannya.


Mereka berdua bak bidadari turun dari Kayangan, dengan senyum yang mengembang, seolah menghipnotis seluruh mata keluarga besar mereka dan para tamu undangan.


Terlebih lagi dua pria tampan yang sedari tadi melongo melihat kearah anak tangga, siapa lagi kalau bukan Ganesh dan Raymond yang melihat wanita kesayangan mereka masing-masing.


" Aduh Gusti, cantiknya bidadari surgaku? terima kasih Tuhan, engkau telah sudi memberikan jodoh seperti dia, kepada hambamu yang kotor ini." (Ganesh)


" Aduh Gusti, kenapa betina kulkas itu cantik sekali, aargghh... aku tidak akan tergoda, lihat saja nanti, akan aku buat kamu tergila-gila denganku! jangan panggil aku Ray kalau sampai kalah, penjahat kelas kakap saja takhluk, apalagi kamu my Hana!" (Raymond)


... "Walau dengan siapapun Allah menjodohkan kita, bersyukurlah dengan kelebihannya dan bersabarlah dengan kekurangannya."...

__ADS_1


..."Tiada satu pun jalan tercepat dalam mengenal sifat seseorang kecuali menikah."...


OJO LALI VOTE KARO HADIAH YO BESTIE-BESTIE KUH SING AYU-AYU LAN GANTENG-GANTENG😊🤗


__ADS_2