Tiga Generasi Sultan

Tiga Generasi Sultan
77. Nekad


__ADS_3

...Happy Reading...


Suasana didalam ruangan kantor Hana masih tidak nyaman, situasi yang di luar ekspetasi Hana entah mengapa bisa terjadi, yang membuat mental Ray benar-benar down dan insecure karena kekurangan yang ada pada fisiknya.


Sehingga kata 'putus' yang sama sekali tidak Hana inginkan terdengar dari mulut Ray sendiri.


" Ngomong apaan sih Ray?" Hana langsung ikut lemas mendengarnya.


" Kita pu.. putus saja kak." Ucap Ray dengan wajah yang sudah ditekuk.


Waduh.. aku masih ada meeting sekali lagi, ini Ray malah rewel lagi, udah kayak bayi habis imunisasi saja.


" Kenapa harus putus sih Ray?" Hana melembutkan suaranya.


Hana paham dengan keadaan Ray, dia pun tidak ingin mengambil hati ucapan dari Ray, karena sudah terlihat dari raut wajahnya yang muram, dia pasti hanya malu saja dengan kejadian tadi.


" Mungkin sudah saatnya kita instropeksi diri dulu masing-masing, mana yang terbaik untuk kakak." Ray sadar diri dengan keadaannya, padahal dulu dia tipe orang yang cuek dan masa bo doh.


" Ngapain mesti pake acara instropeksi segala sih Ray, nggak ada yang salah dengan ini semua, emang siapa yang mau kamu sakit?" Hana ingin mencoba memberikan pengertian.


" Ini semua demi kebaikan kakak." Jawab Ray terus bersikeras.


" Kebaikan apa? kebaikan yang mana?" Tanya Hana sambil menghela nafasnya dengan kasar.


" Sudahlah kak, mungkin kita memang harus break terlebih dahulu, pokoknya aku pengen pulang sekarang!" Ucap Ray sambil menjambak rambutnya sendiri, tiba-tiba kepalanya mendadak terasa pusing.


Woah... nggak bisa dibiarkan ini, mana sebentar lagi sudah mau mulai meetingnya, mikir Hana... ayo mikir! gimana caranya biar Ray nggak minta pulang dulu.


" Kamu beneran mau putus?" Tanya Hana yang mulai mengatur strategi.


" Hmm.." Jawab Ray sekilas.


" Ray.." Bisik Hana yang langsung menyandarkan kepalanya dibahu Ray dengan mesra.


" Kak, aku mau pulang." Ray mencoba menghindar.


" Nanti dong, masak baru sebentar udah mau pulang sih, kita bahkan belum jadi makan siang tadi." Ucap Hana sok manja.


" Tapi aku mau pulang sekarang!" Ray tetap kekeh pada pendapatnya sendiri.


" Ray... gimana kalau putusnya besok saja? hari ini aku masih kangen banget sama kamu." Rayu Hana kembali.

__ADS_1


" Maksud kakak apa, kalau putus ya putus aja, ngapain pake nunggu besok segala?" Umpat Ray dengan wajahnya yang terlihat memerah.


Argh... salah lagi.. salah lagi, gimana dong?


" Sebentar aku telpon papah dulu." Hana langsung melakukan panggilan video dengan Mark.


" Ngapain telpon uncle Mark segala sih kak? aku bisa suruh kak Adelia jemput sekarang kok!" Ray langsung mencari-cari ponsel miliknya.


" Hai pah, lagi ngapain?" Hana langsung merangkul lengan Ray sambil meletakkan ponselnya diatas meja, agar Ray ikut masuk dalam kamera.


" Lagi kerja nak, ehh... ada nak Ray juga, tumben main ke kantor?" Ucap Mark yang terlihat menyandarkan tubuhnya di kursi putarnya.


" Heh? iya uncle, tadi bosen aja dirumah, pengen jalan-jalan ke sini." Jawab Ray yang mencoba melepas tangan Hana namun tidak bisa, karena Hana menggandengnya dengan erat.


" Begitu yaa.. gimana keadaan kamu Ray?" Ucap Mark yang terlihat prihatin karena sampai sekarang kasus Ray pun belum bisa terungkap.


" Masih seperti ini lah uncle." Jawab Ray yang mencoba untuk tersenyum.


" Papah... besok aku mau nikah!" Ucap Hana tiba-tiba, yang membuat Mark dan Ray langsung tersentak kaget.


" Nikah dengan siapa?" Ucap Mark dan Ray secara bersamaan.


Kalau tidak bisa dengan jalur lembut, pakailah jalur nekad, lagi sibuk malah rewel minta putus segala, senam jantung nggak kamu Ray, haha!


" Kak Hana, jangan main-main." Ray langsung mencubit lengan Hana dengan gemas.


" Pah, tolong uruskan surat-surat untuk pernikahannya ya?" Jawab Hana yang malah membuat Mark menaikkan satu sudut bi birnya.


" Kapan kalian pacaran? kenapa sudah mau nikah saja?" Tanya Mark yang malah menganggap ini sebagai lelucon.


" Uncle... tolong jangan dengarkan ucapan kak Hana, dia hanya bercanda saja, kami belum mau menikah kok, masih panjang perjalanan, aku juga masih dalam keadaan begini uncle." Ray langsung melambaikan tangannya ke sembarang arah, sebagai tanda penolakan.


" Apa kamu menolakku Ray, padahal dulu kamu yang sering ngajakin aku nikah, segini aja nih perasaanmu denganku, selemah ini?" Tanya Hana yang pura-pura bersedih.


" Bukan begitu kak, tapi ini waktunya belum tepat?" Ray berbisik disamping tubuh Hana.


" Lalu kenapa kamu ngajakin aku putus tadi?" Hana langsung tersenyum licik kearah Ray.


" Maksudnya bukan begitu, cuma ya jangan nikah sekarang juga, kamu nggak malu apa punya suami bu ta kayak aku sekarang?" Tanya Ray yang tidak habis pikir dengan aksi nekad Hana.


" Pah, papa setuju kan kalau aku nikah sama Ray? kami memang belum lama pacaran, tapi aku udah cinta banget sama Ray, pokoknya nggak mau selain sama Ray." Ucap Hana sambil menatap wajah papanya didalam layar ponselnya.

__ADS_1


" Hmm... aku sih terserah kamu saja, kalau Ray bisa membuat kamu bahagia, papa bisa apa? yang jalanin kehidupan pernikahan kan kalian berdua, papa dan mama pasti menghargai keputusanmu, kamu sudah dewasa, tau mana yang baik dan buruk untuk masa depanmu nanti." Jawab Mark dengan bijak.


" Uncle... kak Hana hanya bercanda saja, kami belum mau menikah kok." Ray malah semakin merasa bersalah jadinya.


" Pah, besok urus surat-suratnya ya, aku ambil cuti sekalian." Ucap Hana semakin kesal dengan sikap Ray yang keras kepala itu.


" KAK HANA?" Ray bahkan sedikit menaikkan suaranya dan kembali mencubit lengan Hana.


" Sekarang kamu pilih, kita nggak jadi putus sekarang, atau besok kita menikah?" Hana langsung bersidekap sambil menatap wajah Ray yang terlihat kebingungan.


" Uncle, kami tutup dulu telponnya ya, jangan dengerin omongan kak Hana, kami masih ingin mengenal satu sama lain dulu, bye uncle." Ucap Ray sambil meraba-raba ponsel itu.


" Eitss... tunggu pah!" Ucap Hana yang langsung mengambil ponselnya.


" Kak, matiin dulu ponselnya!" Bisik Ray perlahan.


" Bilang dulu, jadi putus nggak nih?" Tanya Hana yang seolah mendapat kartu As.


" Kamu benar-benar ya kak?" Ray bahkan langsung mati kutu karenanya.


" Pah, besok kita---"


" Nggak, kita nggak jadi putus, okey?" Ray langsung memotong pembicaraan Hana yang terlihat semakin nekad itu.


" Okey, bye pah.. selamat bekerja, sampai jumpa dirumah nanti malam ya?" Hana melambaikan tangan ke arah Mark yang hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah putri semata wayangnya.


" Hana dilawan, tidak semudah itu Akang!" Umpat Hana sambil tersenyum puas dan kembali merapikan bajunya.


" Kak?" Rengek Ray kembali.


Cup


Hana langsung menyambar bi bir kekasihnya sekilas dan kembali merapikan berkas-berkas yang akan dia bawa dalam meeting selanjutnya.


Dan Ray hanya bisa menghela nafasnya berulang kali, biasanya dia yang sering membuat orang tidak bisa berkutik, tapi sekarang semua seolah sudah terbalik.


..." Putuskan setiap harapan selain kepada Allah. Putuskan setiap kerinduan selain rindu ingin berjumpa dengan Allah."...


..."Berbuat untuk sebuah harapan, yang tidak lagi dikeluhkan tetapi diperjuangkan."...


APAPUN ITU KEMBANG SEKEBON, KOPI DAN TEMAN-TEMANNYA DITUNGGU YAA... SEMOGA KITA SEMUA SEHAT SELALU...🥰

__ADS_1


__ADS_2