Tiga Generasi Sultan

Tiga Generasi Sultan
37. Suami Perkasa


__ADS_3

...Happy Reading...


Rangkaian acara pesta pernikahan dari putra tunggal Anderson Grup dan putri dari Adelard sudah berakhir, mereka sangat bersyukur karena acara bisa berjalan dengan lancar, tidak ada halangan sedikitpun, walaupun terjadi beberapa drama yang bertemakan kecemburuan namun tetap berakhir dengan senyuman.


" Dad, sudah selesaikan acaranya? kita bisa langsung istirahat sajakan?" Ganesh berjalan disamping daddynya sambil melepas jas dan dasinya, walaupun punggung serasa bengkok karena kelamaan berdiri, kaki serasa mau patah, namun saat mengingat kata 'unboaxing' serasa pikirannya kembali jernih, matanya bersinar cerah dan semangatnya kembali menyala.


" Masih terlalu awal untuk buka baju jam segini nak, nih ya kata grandma, sesi pembuahan itu baik dilakukan antara jam empat pagi sampai jam tujuh pagi, ingat baik-baik itu!" Ucap Simon dengan ekspresi terlihat serius.


" Emangnya aku pohon dad? kenapa harus melalui proses pembuahan segala?" Umpat Ganesh yang otaknya sudah dipenuhi wajah Adelia dan sudah tidak bisa memikirkan hal yang lain lagi.


" Kamu inget pelajaran ilmu pengetahuan alam nggak?" Simon langsung menoleh kearah putranya yang tiba-tiba menjadi 'telmi' sesaat.


" Arggh... aku sedang tidak mood membahas pelajaran masa SMA dad, please... aku hanya ingin istirahat saja!" Rasa lelah Ganesh tiba-tiba menumpuk di bahunya, hingga dia berjalan lemas seolah tanpa tulang.


" Bisa tahan dulu nggak otak mesvmmu itu! kamu pikir daddy nggak tahu apa akal bulusmu itu, kamu cuma mau try guling barumu itu kan!" Simon langsung melengos saat mendengar rengekan Ganesh.


" Sudah tau pake nanya lagi si daddy ini, kayak nggak pernah jadi pengantin baru saja! kalau dulu malam pertama daddy nggak sukses jangan balas dendam dengan putramu ini kenapa sih dad?" Ganesh menatap jengah wajah daddynya.


" Kamu kok tahu kalau malam pertama daddy gagal?" Simon langsung terkejut.


" Opsh... hahahaha... emang iya dad? padahal aku cuma nebak doang loh tadi!" Ganesh malah jadi tertawa cekikikan sendiri jadinya.


" Aaiishhh.. aku kena jebakan batman!" Umpat Simon sambil mengalihkan pandangannya.


" Ceritain dong dad gimana serunya malam pertama daddy yang gagal itu?" Mood ngrumpi Ganesh langsung on.


" Malas!" Ucapnya singkat padat dan jelas.


" Kenapa? daddy kurang perkasa ya, haha!" Ledek Ganesh seketika.


" Diam kamu, pakai kembali jas mu itu, kita langsung adakan konferensi pers malam ini juga!" Simon langsung mengalihkan topik pembicaraannya.


" Hah? kenapa harus malam ini dad? besok pagi kan bisa, aku capek banget dad, jadi patung selamat datang sedari tadi."


" Mark! sudah siap belum semuanya?" Simon tidak memperdulikan lagi celotehan Ganesh, dia tipe orang yang tidak mau menunda-nunda masalah, apalagi ini menyangkut tentang perusahaan dan juga nama baik keluarganya.


" Sudah siap semua bos, beberapa awak media sudah saya undang kemari." Jawab Mark yang memang sudah sibuk mengurus segalanya dari tadi.

__ADS_1


" Good job Mark, semakin cepat menyebar berita ini semakin bagus!" Hal inilah yang sangat Simon sukai dari Mark, dia langsung tau apa yang dia mau tanpa harus menjelaskan terlebih dahulu, tidak heran jika Simon mempercayakan beberapa cabang perusahaan atas nama Mark, karena perjuangan dan jasa dari Mark untuk perusahaannya memang sangat besar.


Dan walaupun Mark sudah memiliki perusahaan atas namanya sendiri, namun loyalitas dengan Simon dan juga keluarganya tetap menjadi prioritas utamanya.


" Tentu bos, malam ini kita akan live di beberapa media sosial, jadi kita tidak perlu susah payah mengklarifikasi satu persatu." Ucap Mark yang selalu sigap dalam menangani masalah.


" Pastikan semua keamanan sudah siap didepan sebelum kita duduk di meja pers, aku tidak mau ada siapapun yang menghalangi acara kita." Ucap Simon yang selalu waspada dengan keadaan yang tidak terduga.


" Siap bos, saya sudah mengerahkan beberapa anak buah kita untuk berjaga-jaga didepan." Disaat semua orang menikmati pesta, tapi Mark lebih memilih mengatur strategi yang dia buat.


" Dad... kenapa harus seketat itu? kayak kita punya banyak musuh saja?" Tanya Ganesh dengan polosnya.


" Apa kamu lupa, istri siapa yang kamu kencani saat itu! aisssh... anak ini benar-benar ya!" Simon ingin sekali menjitak kepala putranya, namun dia sadar bahwa putranya sudah dewasa, menasehati anak dewasa bukan dengan tindakan seperti anak kecil, tapi lebih kepada pembelajaran hidup.


" Fuuuhh... bahkan aku dengar dia punya geng mafia di sudut kota lain, sepertinya kamu harus belajar bela diri dengan Hana atau dengan aunty Shanum Nesh!" Ucap Mark yang kembali mendapatkan info dari anak buahnya.


" Kenapa terdengar mengerikan sekali uncle?"


" Makannya, lain kali jangan sembarangan mengencani seorang wanita, lihat dulu asal usul dan latar belakangnya!" Teriak Simon dengan gemas.


" Emang boleh dad?" Ganesh langsung menaikkan kedua alisnya.


" Woaaaah... aku sampai lupa, berani kamu bermain-main dengan wanita lagi, aku asingkan kamu ke Kutup Utara, biar bisa puas berkencan dengan beruang kutup disana!" Kedua mata Simon bahkan hampir keluar dari cangkangnya.


" Hehehe... bercanda dad, aku sudah menemukan wanitaku, aku akan memegang teguh janjiku kepada Sang Pencipta untuk selalu setia kepadanya." Jawab Ganesh dengan sok bijak


" Banyak sekali ceritamu! kenapa tidak sedari dulu kamu begitu, kita kan jadi tidak perlu stres karena memikirkan akibat dari ulahmu ini!" Ucap Mark yang langsung menepuk bahu Ganesh dengan menaikkan satu sudut bibirnya.


" Entah, mungkin ini yang dinamakan mencari jati diri ya kan?" Ucap Ganesh dengan santainya.


" Jati diri gundulmu itu, harusnya kamu pergi saja berkelana sama Sun Go Kong dan Cu Pat Kay mencari kitap suci ke arah Barat sana!" Simon pusing sendiri dibuatnya, ada saja jawaban dari Ganesh yang membuat emosinya kembali bergejolak.


" Hihihi... jadi pengen nonton film Kera Sakti deh, apa kabarnya mereka ya?" Bukannya merasa bersalah Ganesh malah teringat film dimasa kecilnya, jaman disaat belum ada media sosial dan android memang sangat menyenangkan pikirnya.


" Mana Adelia? panggil dia sekarang!" Ucap Simon yang sudah lelah berdebat dengan Ganesh sedari tadi.


" Untuk apa?" Ganesh malah terlihat keberatan.

__ADS_1


" Kok untuk apa sih Nesh?" Simon bahkan sampai menjambak rambutnya sendiri.


" Kasian dia capek dad, biarkan dia istirahat dulu, nanti tengah malam mau aku garap habis-habisan dia." Jawab Ganesh yang masih mengharap jika malam ini dia bisa belah durian montong.


" Mark, bisa kamu ambilkan kain pel dan sabun pembersih lantai? atau kalau perlu obat Roundap rumput sekalian!" Ucap Simon sambil berkacak pinggang menatap hasil karyanya sendiri.


" Buat apa dad? ngapain malam-malam harus bersih-bersih? kayak nggak ada kerjaan lain saja!" Ganesh lebih dulu menjawab sedangkan Mark hanya bisa tersenyum sendiri mendengar perdebatan ayah dan anak ini, yang memang tidak bisa sejalan dari dulu.


" Buat membersihkan pikiran kamu yang kotor dan mencari jalan terang, untuk kebuntuan yang ada pada diri kamu karena dipenuhi dengan bayangan gadis seksih itu!" Simon langsung memiting leher Ganesh karena terlalu kesal.


" Aw.. aw... sakit dad! arghh... jangan habiskan tenagaku malam ini, aku masih ada misi besar malam nanti!" Teriak Ganesh sambil berontak.


" Aku tidak perduli!" Simon semakin mengeratkan pitingan tangannya.


" Tenang saja Nesh, aku sudah menyiapkan paket bulan madu ke Eropa besok, jadi walaupun malam ini hampa, tapi besok kamu bisa puas-puasin bikin junior, okey?" Mark langsung menepuk bahu kekar Ganesh.


" Mantap uncle! memang sedari dulu uncle lah yang bisa mengerti tentang apa yang aku mau, kenapa aku ini terlahir bukan dari darah uncle ya? padahal kita selalu satu jalan ya kan?" Ganesh langsung mendekat kearah Mark dan mengacuhkan daddynya.


" Woooaaahhh.. ini pasti gara-gara kamu yang mengajariku malam itu, jadi anakku ikut gila seperti ulahmu dahulu!" Umpat Simon dengan kesal, walau dia sering berdebat dengan putranya, namun seolah dia tidak rela jika Ganesh lebih dekat dengan Mark.


" Memangnya dulu uncle saat muda berulah apa?" Tanya Ganesh yang langsung penasaran.


" Tidak ada, jangan dengarkan umpatan daddymu itu!" Bantah Mark.


" Ciiiihh." Simon langsung melengos sambil menjulurkan lidahnya saat mengingat kelakuan brutal Mark saat masih lajang.


" Kita langsung ke meja pers saja, semua sudah siap!" Mark langsung mengalihkan pertanyaan dari Ganesh, seburuk-buruknya kelakuannya dulu, dia tidak ingin Ganesh menirunya, karena dia sudah menggangap Ganesh seperti putranya sendiri.


Apapun itu, aku akan tetap menggarap ladangku malam ini, karena memberikan nafkah batin itu wajib hukumnya bagi suami istri, aku tidak mau nambah dosa lagi dong dan aku masih punya segudang cara untuk menikmati sesuatu yang sah untukku malam ini, Adelia tunggu kedatangan suami perkasamu ini, hehe..


Itulah isi didalam pikiran Ganesh saat ini.


..."Jangan pernah mencoba lari dari masalah, karena saat kita lari dari masalah, kita akan dipertemukan lagi dalam masalah yang sama, karena Tuhan menginginkan kita lebih kuat dengan adanya masalah."...


To be continue...


Jangan lupa dukungannya dong, bunga sekebon atau kopinya gituh, biar othor tambahin lagi upnya nih🥰

__ADS_1


__ADS_2