Tiga Generasi Sultan

Tiga Generasi Sultan
115. Nasib Manusia


__ADS_3

...Happy Reading...


Alur kehidupan memang sangat sulit ditebak, namun kita hanya makhluk Tuhan, tidak mampu menolak Takdir walau terkadang pahit terasa.


Namun ketika seseorang mampu bersabar, suatu saat pasti ada saja jalan yang tidak kita duga, menuju kearah jalan yang benar.


Begitu juga saat Samantha dihadapkan pada kenyataan bahwa dia disukai oleh seorang bos gengster. Karena terkadang nasip kita itu bergantung juga dengan kehidupan di sekitar kita.


" Apa aku terima saja lamaran darinya?"


" JANGAN, TIDAK BOLEH!"


" Why?" Hati Samantha sedikit tergelitik dengan polisi tampan yang satu ini.


" Ya... kalau kamu menerimanya, kamu akan semakin sulit lepas dari dunia hitam, seneng banget kamu aku kejar-kejar sambil bawa pist○l?" Ken langsung memamerkan sesuatu yang sering terselip dipinggangnya.


" Dih... ogah, emang nggak ada yang lain apa?"


" Maksud kamu?"


" Ya kan banyak anggota polisi yang lain, kenapa harus kamu coba?"


" Apa? wah... kamu benar-benar ya!"


Ken semakin kesal saat Samantha tidak ada takut-takutnya dengan segala tentang dirinya.


" Suruh yang lain saja yang lebih jos, jadi kalau kejar-kejaran kan bisa lebih asyik, mau berantem juga kalau lawannya seger itu semangatku jadi bertambah, kesaktianku jadi penuh!" Jawab Samantha dengan senyum yang tertahan.


" Karena cuma aku lawanmu yang tepat, hanya aku yang diizinkan untuk mengejarmu!" Umpat Ken.


" Mengejarku? awas... nanti capek loh?"


" Bahahahaha..."


Hana dan Ray kembali dibuat tertawa oleh mereka berdua, sungguh bisa menjadi hiburan gratis yang jarang mereka dapatkan.


" Emm... maksud gw ngejar komplotan elu Babon! ckk... lama-lama gw kawinin beneran luu, biar bisa kebuka matamu itu kalau tiap hari melihat seragamku ini." Entah mengapa pikiran Ken malah sampai disitu.


Samantha banyak memiliki kenalan pria, karena dalam komplotan mafia itu semua cowok, hanya dia saja yang wanita, namun dia tidak pernah terkesan dengan salah satu dari mereka, kecuali Deka yang selalu melindunginya, namun itupun hanya dia anggap teman biasa.


" Samantha, gimana kalau untuk sementara waktu kamu tinggal di rumahku saja."


Tiba-tiba Ray mempunyai ide, agar Samantha bisa lepas dari belenggu komplotan mafia dari manapun.


" SETUJU!" Ken langsung menyetujui ide dari sahabatnya itu.


" Loh kok?" Hana langsung menatap tajam wajah tunangannya itu.


" Jangan salah paham sayang, siapapun wanita yang ada dirumahku itu, cuma kamu yang selalu memenuhi isi didalam pikiranku, jadi kamu jangan cemburu ya?" Ray langsung memegang kedua bahu Hana untuk meyakinkannya.


" Nggak mau!" Samantha pun sadar diri, dari kecil dia dibiasakan hidup mandiri tanpa menyusahkan orang lain.

__ADS_1


" Wah... memang ngeyel kamu jadi cewek ya? apa mau tinggal di rumahku saja? tapi jangan salahkan aku jika ibuku langsung panggil pak penghulu saat kamu bangun."


" Apalagi tinggal ditempat bapak, NEVER!" Samantha langsung melengos.


" Saat almarhum ayahmu membantuku, keluargaku sudah berjanji akan menjamin kehidupanmu dan keluargamu, jadi tinggallah bersama kami, setidaknya setelah kami menemukan tempat yang aman untukmu." Ucap Ray dengan perlahan.


" Aku bisa hidup sendiri disini."


" Samantha, jangan begitu, kami ikhlas untuk membantu kamu."


" Keluargaku menolong kamu bukan untuk maksud tertentu, dan aku tidak mau menerima apapun untuk itu, karena ayahku bukan menjualnya demi harta atau apapun yang kalian pikirkan." Sepertinya unek-unek itu muncul dari lubuk hati yang terdalam.


" Astaga Samantha, kami tidak bermaksud seperti itu."


" Katakan juga dengan orang tuamu, aku tidak mau menerima perusahaan itu, aku masih mampu mencari uang untuk keluargaku sendiri."


" Ya Tuhan, kenapa pikiranmu buruk sekali dengan keluargaku Samantha?" Ray bahkan tidak habis pikir dia bisa berasumsi seperti itu selama ini.


Sedangkan Hana dan Ken hanya bisa menjadi penonton setia, karena itu masalah pribadi keluarga mereka.


" Begini saja, aku janji akan secepatnya menemukan apartement untukmu, tapi malam ini tinggallah dulu dirumahku, tidak aman untuk dirimu tinggal sendirian ditempat kosmu, okey?"


" Tapi--"


" Tolonglah, aku sudah berjanji dengan diriku sendiri, akan menjagamu seperti adek kandungku sendiri, percayalah."


" Baiklah."


" Mom.. dad.. aku bawa anak gadis lagi untuk kalian!" Teriak Ray saat sudah memasuki rumahnya, karena tempat makan tadi memang dekat dengan rumahnya, jadi dia memilih mengantarkan Samantha pulang ke rumah dulu baru Hana.


" Hana ya? mau nginep disini kah?" Sahut Mala dari dalam.


" Kalau dia sih bukan gadis lagi mom, ehh.. opsh!" Ray langsung membungkam mulutnya sendiri.


Emang minta dijahit itu bibiir seksih lelakiku!


" RAY!" Hana langsung melotot kearah Raymond, yang keceplosan itu.


" Hehe... maksud Ray, Hana kan itu calon istri Ray, beda dong ya?" Dia langsung menggaruk tengkuknya dengan canggung, padahal Mommynya pun sbenarnya tidak menaruh curiga sama sekali malam itu.


Apa dia bangga sekali melihat aku sudah tidak perawan!


" Dia bukannya, emm..."


" Samantha mom." Ray langsung lega karena pikiran mommynya tertuju pada gadis itu, bukan tertuju pada celotehanku tadi.


" Ya... kamu Samantha, akhirnya kita bertemu lagi ya nak?"


" Iya tante."


" Untuk sementara ini Samantha akan tinggal bersama kita, sampai dia menemukan tempat yang baru, karena kosan dia tidak aman mom."

__ADS_1


" Kenapa harus cari kosan yang baru, tinggal saja dirumah kita selamanya, nanti kalau kamu sudah menikah juga pasti akan ninggalin mommy kayak kakakmu itu, jadi biar rumah kami nggak sepi, tinggal disini aja ya Ta." Mala langsung menyambut Samantha dengan suka cita.


" Tapi saya tidak mau merepotkan tante."


" Sama sekali tidak merepotkan, tante malah seneng sekali loh nak, ayo... tante tunjukkan kamar untukmu, harusnya kamu bilang dari kemarin, jadi tante siapkan kamar yang bagus untukmu." Mala langsung menarik lengan Samantha.


" Nggak papa tante." Jawab Samantha yang terlihat canggung, dia sungguh tidak menyangka jika dirinya akan disambut begitu baik di rumah orang lain.


" Owh iya, kamu mau nginep disini juga Hana?" Mala langsung teringat calon menantunya."


" Boleh ya mom?" Ray yang langsung terlihat semangat.


" Ya boleh dong, calon mantu mommy kok." Jawab Mala dengan tersenyum.


" Enggak aunty, nanti dicariin mama Shanum lagi." Hana langsung menolaknya.


Bisa jebol lagi nanti pertahananku selama ini, bisa bahaya!


" Nggak papa nak, sudah malam juga, nanti aunty hubungi mama kamu ya."


" Beneran nggak usah aunty, Hana pulang saja, besok ada meeting pagi soalnya." Jawab Hana yang tetap menolak.


" Ya sudah, kalau begitu hati-hati dijalan, anterin ya Ray, jangan biarkan Hana pulang sendirian malam-malam." Mala langsung kembali berlalu untuk mengantarkan Samantha ke kamar tamu.


" Kenapa nggak mau sih yank, kamu ini nyebelin banget!" Ray yang malah tidak terima, dia sebenarnya masih mau nempel lagi dengan kekasihnya itu.


" Ckk... kamu ini, apa kata orang, belum jadi istrinya kok sudah nginep dirumah calonnya duluan."


" Hari itu pernah, saat kita--"


Hana langsung membungkam bibiir kekasihnya itu kembali.


" Diem! hari itu kan terpaksa, karena kamu sendirian dirumah."


" Jadi kalau aku sendirian kamu mau nginep lagi denganku?"


" Ray... sabar napa, tinggal beberapa hari lagi juga! ayok anter aku pulang." Hana semakin kesal dibuatnya.


" Kak.."


" Apalagi?"


" Masih kangen."


" Apaan sih Ray, ayo buruan anter aku pulang, kalau enggak aku nyari taksi sendiri nih!"


Hana kesal sendiri jadinya, dia mati-matian menahan, tapi Ray terus saja menggodanya dengan rengekan manjanya itu. Dia nggak tahu aja, saat gerimis datang, malam indah itu selalu terbayang-bayang di pikirannya, bahkan membuat Hana hampir gila rasanya.


..."Cinta itu bukanlah hal yang bisa dijabarkan oleh kata-kata, tapi cinta hanya bisa dijabarkan oleh hati."...


TO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2