
...Happy Reading...
..."Ingatlah bahwa sebuah musibah yang membawamu semakin dekat kepada Allah itu lebih baik, dari pada nikmat yang membuatmu semakin menjauh dari Allah."...
Ganesh Pov
Sayup-sayup terlihat sosok wanita cantik yang sedari dulu selalu membuat hatiku bergetar itu terlihat sedih, wajah yang putih gebu itupun terlihat pucat, bahkan hanya tetesan demi tetesan air mata yang menghiasi wajah cantiknya kini.
Aku teringat, sudah beribu luka yang mungkin telah aku torehkan dihatinya, satu persatu kesalahan dan kelakuan nakalku kini kembali terlintas, membuat diri seolah terbebani dengan dosa yang mungkin sudah menggunung.
Dulu hanya emosi yang selalu mengelilingi jiwa mudaku, saat diri merasa terkhianati seolah aku tidak bisa menerima sebuah kekalahan, aku yang sedari dulu tidak pernah diabaikan oleh seorang wanita, merasa sakit hati, seolah harga diriku terinjak-injak dan saat itu aku hanya ingin membuktikan kepada seluruh semesta alam, bahwa aku bisa tanpanya, aku bisa tertawa tanpa dia, dan bisa mendapatkan semua wanita yang aku inginkan, bahkan hanya tinggal dengan menunjuk jari saja.
Walau ada rasa kepuasan tersendiri saat aku bisa mengencani semua wanita yang aku pilih, walau aku bisa tertawa dengan gadis lainnya, namun sebenarnya saat malam tiba dan saat dinginnya angin malam menerpa, aku sering merasakan kesedihan yang sangat dalam dan menusuk relung hati.
Wajah cantik Adelia, senyum manisnya dan segala perkataan lembutnya terus saja menyiksa benakku, sehingga aku sering melampiaskan kepada cinta sesaatku.
Benarkah apa yang aku buat selama ini?
Sudah puaskah diriku jika begini?
Sampai kapan aku akan bermain-main seperti ini?
Rentetan pertanyaan yang selalu menghantuiku dikala aku sedang sendiri, namun kejadian demi kejadian terjadi pada diriku hingga akhirnya takdir mempertemukan aku kembali dengan wanita pertama yang singgah dihatiku.
Rasa syukur yang teramat sangat sering aku panjatkan akhir-akhir ini, setelah dia menjadi wanita yang sah untukku, walau harus dengan tragedi yang sangat memalukan sekalipun, namun dalam hati aku sudah berjanji bahwa dialah wanita pertama dan terakhir untukku.
Ketika kita berdua bersama, tidak ada hal lain di dunia ini yang penting bagiku. Kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah bersama dengannya dan mengetahui bahwa aku miliknya untuk selamanya.
__ADS_1
Aku tahu bahwa diriku adalah pria brengsek yang sering gonta-ganti pasangan, namun satu yang bisa aku pastikan, kalau barang berharga milikku yang sudah aku bawa sejak lahir itu, belum pernah sekalipun aku masukkan ke dalam lubang yang masih berlabel haram.
Adelia... tahukah kamu? beberapa orang akan mencintaimu apa adanya, sementara yang lain memakai topeng yang kamu kenakan. Namun terima kasih karena masih mencintaiku bahkan ketika aku melepas topengku.
Arghh... apa ini cuma mimpi? atau aku sebenarnya sudah pergi ke alam lain? aku sungguh tidak rela jika kisahku berakhir sampai disini saja, bahkan aku belum membuktikan rasa cintaku yang sebenarnya, hanya untuk kamu istriku, Adelia Aghata...
Pov End
Saat darah sudah mengalir begitu banyak dari sayatan luka di lengan dan pa ha Ganesh yang memang cukup dalam, ditambah lagi satu tendangan maut yang nyasar diperutnya, akhirnya Ganesh terpental di pintu lift dan tidak sadarkan diri saat itu juga.
Namun saat itu kebetulan pintu terbuka dan tubuh Ganesh ambruk ditengah-tengah pintu, sehingga membuat pintu lift itu tidak bisa tertutup kembali.
Kriiinggggg!
Tiba-tiba terdengar suara dari alarm kebakaran di hotel itu, bahkan suara penghuni hotel itu menggema diseluruh sudut ruangan, mereka terdengar panik berlarian dan menjerit ketakutan, saling berdesakan satu sama lain, berusaha menyelamatkan diri untuk bisa keluar dari tangga darurat.
Dan kejadian itu membuat dua komplotan yang menghajar Ganesh ikut kebingungan sendiri, antara membawa Ganesh pergi atau menyelamatkan diri sendiri.
" Kakak!" Saat Adelia memastikan dua pria itu tidak lagi ada disana, dia berlari mendekati Ganesh walau dengan nafas yang masih tersengal karena berlarian.
Sebenarnya tidak terjadi kebakaran di hotel itu, Adelia lah yang sengaja menekan tombol alarm kebakaran itu menggunakan highheelsnya. Dia tidak punya pilihan lain, ketika mereka disana terlihat cuek saja saat dia meminta tolong, sedangkan dia melihat nyawa suaminya yang sedang terancam disana.
Akhirnya dia sengaja membuat keributan itu terjadi, agar semua orang panik dan pergi keluar dari hotel itu, termasuk dua penjahat yang mengincar dia dan suaminya tadi.
" Astaga kakak, bangun kak?" Adelia memeluk tubuh suaminya, namun mata Ganesh masih tetap saja terpejam.
" Dia masih bernafas.. dia masih hidup.. kakak tolong jangan tinggalkan aku!" Teriak Adelia dengan histeris.
__ADS_1
" Ya Tuhan... seburuk apapun kelakuan kak Ganesh dimasa lalunya, tolong jangan hukum dia terlalu berat, tolong berikan dia waktu agar kakak bisa menebus segala dosa-dosanya, aku sangat menyayanginya Tuhan, jangan ambil dia dari sisiku.." Sungguh Adelia belum siap jika harus kehilangan pria itu kembali, apalagi untuk selama-lamanya.
Karena Adelia tidak kuat menggangkat tubuh suaminya, terpaksa dia menyeret tubuh suaminya kembali kedalam lift dan menekan tombol lantai paling atas, disaat alarm kebakaran berbunyi tidak ada yang berani naik lift, sehingga hal itu lebih mempercepat Adelia untuk sampai ke lantai paling atas.
" Kakak? tolong.. tolong jangan begini, jangan tinggalkan aku sendiri disini." Adelia terus saja menangis, apalagi melihat baju Ganesh yang dipenuhi darah, semakin membuat tubuhnya melemas, namun dia harus tetap kuat agar bisa cepat pergi dari sana dan menyelamatkan suaminya.
" Mana... mana ini ponsel kakak!" Adelia meraba seluruh kantong baju dan celana suaminya dan untung saja ponselnya tidak disandi sehingga dia lebih mudah untuk mengaksesnya.
Adelia mencari-cari nomor pilot yang membawa jet pribadi milik orang tua suaminya.
" Hallo Tuan muda." Jawab seorang pria dari balik ponselnya.
" Hallo pak, ini aku Adelia, cepat bawa jet pribadinya ke hotel xxxx di rooftop ya pak." Ucap Adelia langsung panjang lebar.
Dia menduga dua komplotan itu pasti masih mengincarnya, jadi membawa Ganesh pergi dari sana adalah satu-satunya jalan terbaik dan lebih aman pikirnya.
" Setelah sampai temui aku didepan lift yang paling atas, aku tidak kuat mengangkatnya ke rooftop, kak Ganesh terluka parah." Adelia bahkan tidak memberi jeda pilot itu berbicara.
" Baik nona." Jawab sang pilot dan langsung melakukan tugasnya kembali, karena memang posisi mereka masih beristirat di daerah situ.
" Tolong cepat pak!" Teriak Adelia langsung menjatuhkan ponselnya kesembarang arah.
Dengan cekatan dia langsung merobek kemeja milik suaminya dan membelah jadi dua bagian untuk mengikat kedua luka Ganesh, agar darahnya tidak terlalu deras mengalir, dia sebenarnya sudah lemas namun dia berusaha kuat untuk suaminya, karena hanya itu yang bisa dia lakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada suaminya.
..."Hidup adalah perjalanan, dengan masalah untuk diselesaikan, pelajaran untuk dimengerti, dan pengalaman untuk dinikmati."...
... "Jika kita berdoa, lantas yang terwujud 50% saja, bukan berarti doa kita terkabul separuh, boleh jadi, Tuhan sedang menguji rasa cukup kita, apakah kita merasa cukup dengan yang ada." ...
__ADS_1
To be continue...
Jangan lupa like dan hadiahnya ya bestie🥰