Tiga Generasi Sultan

Tiga Generasi Sultan
79. Prank


__ADS_3

...Happy Reading...


Akhir pekan kali ini keluarga Carlos tidak ada yang punya rencana, bahkan Ganeshpun masih melanjutkan tidurnya kembali, karena tadi malam dia berhasil memenangkan beberapa ronde dari istrinya yang hanya bisa pasrah, karena desakan permintaan cucu dari mommy mertuanya.


" Kak, bangun yuk sarapan dulu?" Adelia mencoba membangunkan suaminya yang masih bergulung didalam selimut tanpa sehelai baju sekalipun.


" Sayang aku nggak enak badan." Jawab Ganesh dengan suara paraunya.


" Masak sih? mana yang sakit?" Adelia langsung merapat dan membuka selimut tebal suaminya untuk mengecek suhu badannya.


Namun bukan Ganesh namanya kalau tidak jahil, ditariknya tubuh istrinya dan dia gulungkan kembali kedalam selimutnya.


" Prank, haha!" Ganesh langsung mengunci tubuh istrinya dengan kedua lengan kokohnya.


" Kakak ihh!" Adelia mencoba mengelak namun tidak bisa.


" Sekali lagi yuk yank, aku mau sarapan sekarang!" Ucap Ganesh denan manjanya.


" Kalau mau sarapan ya bangun kak, kenapa tidur lagi, aku sudah masakin bubur kacang ijo kesukaan kakak tuh." Jawab Adelia dengan kesal karena badannya sudah terasa remuk redam.


" Hehe... mau nya sarapan sambil jalan-jalan ke Nirwana dan menyusuri lembah dan juga pegunungan!" Ganesh langsung menarik baju Adelia dan mencari sumber air disana.


" Astaga kakak!" Adelia hanya bisa mengumpat tanpa bisa bergerak kalau suaminya sudah menyeruput minuman anaknya kelak.


" Kak, sudah dong?" Adelia mengusap rambut suaminya.


" Bentar lagi." Ganesh bahkan terlihat asyik seperti seorang bayi.


" Kenapa kakak suka sekali disitu? emang enak ya kak?" Padahal dia sendiri yang merasakannya.


" Jelas, ini kan murni tanpa pemanis buatan!" Jawab Ganesh asal.


" Hmm... seger ya Nesh, pagi-pagi minum su su murni?"


" Ya iyalah say----" Ucapan Ganesh terputus dikala dia menyadari dari mana arah suara itu.


" Astaga mommy!" Kedua mata Adelia berpindah kearah pintu.


Karena terkejut Adelia mendorong tubuh suaminya yang nangkring diatas tubuhnya, sehingga selimut yang dia pakaipun sedikit melorot kebawah karenanya.


" Waah... waah... buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya, Raras... anakmu benar-benar luar biasa!" Mala langsung memilih membalikkan tubuhnya, sebelum melihat penampakan yang tidak halal untuknya.


" Maaf Mom, kak Ganesh nih nakal banget dia." Gerutu Adelia sambil menahan malu yang tidak terkira.


" Heleeeh... orang kamu juga terlihat sangat menikmatinya!" Umpat Mala sambil mengusap lengannya yang tiba-tiba merinding.


" Pffftttthhh!" Ganesh langsung menahan senyuman sambil melilitkan tubuhnya kembali kedalam selimut.

__ADS_1


" Kakak ihh, malah ketawa!" Adelia langsung mencubit lengan suaminya sampai terlihat memerah.


" Siapa suruh kamu lupa menutup pintunya tadi." Bisik Ganesh perlahan sambil cengengesan.


" Sudah cepat mandi sana, Dimas sudah menunggumu di bawah!" Ucap Mala sebelum pergi meninggalkan kamar Adelia yang terlihat masih berdebat dengan suaminya.


" Orang aku sudah mandi tadi? ngapain ya Dimas? owh... jangan-jangan dia mau---" Adelia langsung bergegas ingin pergi menemuinya.


" Mau apa! enak saja kamu ya, ngapain ngundang Dimas kesini!" Ganesh kembali menarik lengan Adelia dan membantingnya di kasur.


" Mommy tolong, aku di sik sa kak Ganesh, haha!" Adelia malah tertawa cekikikan karena suaminya menggelitiki pinggangnya.


" Beneran mau aku sik sa lagi kamu ya!" Ganesh langsung menendang selimut yang menutupi dirinya.


" Ampun kak, aku sudah ditungguin Dimas dibawah, ada hal penting yang ingin kami bicarakan." Adelia langsung memilih mengalah saat suaminya semakin mengganas.


" Penting mana, dia atau suamimu!" Mode jealous Ganesh langsung muncul disana.


" Untuk kali ini penting Dimas!" Jawab Adelia sambil nyengir.


" Woo... kamu benar-benar ya!" Ganesh langsung memanggul tubuh istrinya ke dalam kamar mandi bak mengangkat karung goni.


" Kakak, turunkan aku!" Teriak Adelia sambil memberontak.


" Jangan harap, bisa-bisanya kamu mementingkan pria lain ketimbang suamimu sendiri!" Gerutu Ganesh sambil menendang pintu kamar mandi untuk membukanya.


" Hehe... kali ini seriusan pentingan Dimas, karena dia kemarin memberikan info pend onor untuk Ray kak." Dia tidak bisa lagi menutupi lama-lama dengan suaminya, apalagi berkaitan dengan Dimas, satu-satunya pria yang mampu membuat suaminya cemburu.


" Beneran kakak, kalau nggak percaya ayok kita turun temui dia." Gerutu Adelia yang tidak pernah bisa menang jika mengerjai suaminya.


" Sudah terlanjur di kamar mandi, kita mandi besar bareng yuk!" Ganesh langsung menyalakan sower sambil menarik tubuh istrinya.


" Diiih... aku sudah mandi kak!" Adelia ingin memberontak, namun bajunya sebagian sudah tersiram air dari sower.


" Tapi tadi udah pemanasan loh!" Ganesh tidak memperdulikan rengekan istrinya.


" Cuma pemanasan doang nggak papa kan kak, nggak harus mandi lagi!"


" Tetep harus mandi pokoknya, aku sudah meminumnya sampai kenyang tadi!"


" Kenyang apaan sih kak, keluar aja enggak kok. Ya sudah, kalau mandi buruan mandi, jangan pakai colok-colok begitu!" Adelia langsung menjewer telinga suaminya, saat tangannya mulai bergerilya kemana-mana.


" Satu ronde lagi yuk yank, biar kayak di film-film itu, perang didalam kamar mandi!"


" Mau mandi apa aku pelintir punya kakak!" Adelia gemas sendiri melihat tingkah suaminya yang semakin hari semakin menggila saja.


" Hehe... ampun Ndoro!"

__ADS_1


" Aish... kenapa dikamar mandiku nggak ada gayung sih!" Umpat Adelia yang memang tidak punya gayung seperti dikamar mandi milik Ganesh.


" Sudah nggak jaman pakai gayung yank, kalau dirumahku itu benda keramatnya mommy, jadi nggak boleh dibuang sejak dari jaman baholak, hehe..."


" ADELIA... sedang apa kalian, kenapa lama sekali turunnya!" Terdengar gedoran pintu dari luar kamar mereka.


" Iya mom... bentar lagi aku turun!" Teriak Adelia dari dalam.


" Huft... besok pagi beli rumah sendirilah, mau ngapa-ngapain biar nggak ada yang ganggu!" Gerutu Ganesh.


" Besok pagi?" Adelia langsung melongo dibuatnya, beli rumah seperti beli mainan saja pikirnya.


" Iyalah... nanti malam kita beres-beres, besok pagi kita pindah." Ucapnya dengan santai.


" Emang kakak sudah punya incaran rumah?" Adelia bahkan terheran-heran dibuatnya.


" Ngapain pakai ngincar-ngincar segala, cari aja rumah atau apartement yang paling mahal diseluruh penjuru negri ini, sudah pasti bagus tempatnya, gitu aja kok repot!" Ucap Ganesh yang tidak pernah ambil pusing masalah harta.


Wah... suami gw memang 'The Real Generasi Sultan'


Walau menunggu cukup lama, akhirnya Adelia turun dari tangga dengan digandeng oleh suaminya, walau sempat Adelia tolak, namun Ganesh tetap memaksa karena ingin menunjukkan kepada Dimas bahwa dialah pemilik Adelia seutuhnya.


" Kak lepas dulu dong, ini dirumah kenapa mesti gandengan terus sih?"


" Kenapa emangnya, digandeng suami sendiri nggak mau? kamu malu memiliki pria tampan sepertiku?" Entah mengapa Ganesh selalu merasa Dimas adalah saingannya.


" Bilang aja kakak mau pamer didepan Dimas!" Gerutu Adelia yang memilih mendiamkan saja kelakuan suaminya.


" Uhuuuui... gandengan muluk, kayak orang mau nyebrang saja?" Ternyata Hesti muncul juga dari arah pintu.


" Hes... tumben pagi-pagi absen kesini?" Adelia langsung tersenyum melihat kedua sahabat karibnya datang bersamaan.


" Heh? ternyata ada Dimas juga? Aku tadi jogging didekat sini, trus sekalian saja pengen jengukin Ray, ini aku bawain bubur ayam." Hesti memberikan satu kantong plastik bubur ayam kepada Adelia.


" Wah... makasih banget loh ya, nanti aku kasihkan sama Ray, dia kayaknya masih tidur, tadi malam dia bergadang, entah apa yang dia pikirkan." Ucap Adelia yang tadi malam sampai bolak-balik mengecek kamar adeknya itu, karena dia juga bergadang karena digarap oleh suaminya.


" Owh ya Dimas, gimana? apa ada kabar baik?" Tanya Adelia yang terlihat sudah tidak sabar.


" Hmm... kamu bilang mau njenguk beliau dulu?" Ucapnya dengan lembut seperti biasa.


" Apa beliau bersedia?" Tanya Adelia yang langsung terlihat sumringah.


" Sebaiknya kita tanyakan langsung saja, makanya aku sengaja datang pagi-pagi buat nganterin kalian kesana." Dimas sudah mendapatkan persetujuan dari ayahnya tadi malam.


" Okey, aku panggil mommy dan daddy sebentar ya." Adelia langsung bergegas menemui orang tuanya.


Walaupun belum pasti, namun Adelia sangat bersyukur karena setidaknya ada harapan, agar adeknya cepat bisa pulih seperti sedia kala.

__ADS_1


..."Harapan akan selalu ada. Bagai setetes embun di padang gersang. Menawarkan kesejukan dan kedamaian."...


TO BE CONTINUE...


__ADS_2