
...Happy Reading...
Dengan santainya Ray langsung melepas baju seragamnya karena berfikiran lain dengan pendapat Hana, yang sesungguhnya Hana hanya tidak rela jika tubuh kekar Ray dilihat orang banyak dan akhirnya Ray hanya menyisakan kaos dalamnya yang berwarna coklat itu saja.
" Woaah... body pak pol keren banget loh? sering fitnes dimana?" Tanya staf-staf yang kecentilan disana saat Hana sedang masuk kedalam ruangannya.
" Iya... lengannya sampai bisa kekar begitu ya?" Wanita mana yang bisa tahan untuk tidak melihatnya, apalagi saat melihat lengan Ray yang berotot itu, mereka bahkan berdiri mengelilingi Ray yang malah terlihat ketakutan.
Woah... wanita jaman sekarang mengerikan sekali, nggak pakai acara basa basi loh? kenapa my Hana tidak bisa seperti itu?
Ray bahkan mendekap baju seragamnya seperti orang ketakutan, sambil memundurkan tubuhnya bahkan sampai terbentur di meja sekertaris.
Astaga... apa dia kesini hanya ingin membuatku merasa cemburu saja? apa dia bahagia kalau sudah dikelilingi cewek seperti itu? awas saja kamu Ray!
" Kalian bertiga, cepat selesaikan proposalnya sekarang juga." Ucap Hana dengan tegas saat dia kembali muncul dari ruangannya.
" Hah? sekarang nona, tapi kan itu---" Mereka langsung menatap Hana dengan keheranan.
Mereka tidak pernah melihat Hana se emosi itu, karena mereka berteman dekat dengan Hana sejak dia masih menjabat sebagai sekertaris, jadi mereka seolah tidak canggung lagi.
" Kembali ke tempat kerja kalian masing-masing." Ucap Hana kembali.
" Tapi kita masih ada meeting satu kali lagi nona?" Ucap Staf yang satunya.
" Aisshh... iya, kenapa aku sampai lupa!" Umpat Hana sambil memejamkan kedua matanya.
Kedatangan Ray siang ini dikantornya, sungguh membuat konsentrasinya buyar semua.
" Okey... kalian buat laporannya setelah meeting saja, dan kamu Ray, tunggu aku didalam sana." Hana menatap sosok Ray dengan tatapan tajam dan menunjuk ruangan yang bertuliskan ' Ruangan CEO' diatasnya.
" Sebenarnya apa hubungan nona Hana dengan anda, pak polisi yang terhormat?" Bisik sekertaris pria itu disamping telinga Ray, namun dapat didengar oleh semuanya, bahkan para staf wanita itu langsung ikut memasang telinga mereka dengan baik, pertanyaan itu juga sangat mewakilkan rasa ingin tahu mereka.
" Hmm... apa ya? bagaimana kalau kalian saja yang langsung menanyakan hubungan kami ini, dengan CEO kalian?" Jawab Ray yang mencoba mencari aman saja.
__ADS_1
" Kyaaaa! kalian segera pergi ke ruang meeting selanjutnya!" Teriak Hana yang menjadi semakin kesal.
" Dan kamu Ray ngapain juga pakai kaos ketat seperti ini dikantor, mau pamer otot kamu, segera pergi keruanganku, apa kamu tidak mendengarnya tadi!" Hana kembali mendelik kesal dengan Ray.
" Tadi dibilangnya jangan pakai seragam, sekarang cuma pake kaos salah juga, aku lepas juga ini baju!" Ray langsung menaikkan kaosnya sampai diatas perut.
" Wooow... gilak, ini baru yang dinamakan perut sispex, kotak-kotak kayak roti sobek, padahal biasanya perut mereka kan pada buncit, hihi..." Staf-saf wanita itu semakin kegirangan melihat aksi Ray.
Astaga bocah yang satu ini, memang benar-benar menguji kesabaranku! apa aku seret langsung saja dia ke kantor KUA ya, ehh... kenapa aku juga yang menyeretnya, harga diri dong Hana, haiss... aku bahkan sampai lupa, harga diriku kan memang sudah luntur didepan Ray, aku bahkan mencivmnya duluan saat itu, arghh... bodohnya aku!
" RAY! masuk kedalam ruanganku, sekarang juga!" Teriak Hana dengan kesal, ingin sekali dia mengeluarkan jurus taekwondo yang sudah lama tidak dia pergunakan.
" Tuh kan, salah lagi, jangan galak-galak napa kak? aku kan jadi takut!" Ray langsung menoel lengan Hana dengan tingkah imutnya, membuat para staf itu semakin gemas melihatnya.
Waaah... imut sekali polisi tampan itu?
Beruntung sekali yang jadi kekasihnya ya?
Celotehan staf-staf centil itu semakin membuat Hana meradang.
Dasar cewek, kalau lihat cowok keren saja, langsung pada meleng matanya! eeh... emang siapa yang keren? woaah... kali ini aku menyerah, kamu memang keren Ray?
" Ciiih... polisi kok penakut, kamu pikir aku mafia apa! pakai lagi baju seragammu itu, aku nggak suka lihat kamu pamer otot seperti itu!" Hana bahkan mendorong tubuh Ray yang seolah enggan masuk keruangannya, lain di mulut lain pula kata-kata yang terucap.
" Ckk... kakak bahkan lebih menakutkan ketimbang penjahat kelas kakap!" Umpat Ray yang langsung memakai kembali seragamnya, seolah dia tunduk kepada sang suhu.
" Tunggu aku disini, jangan coba-coba keluar dari ruangan ini, apalagi menggatal dengan para staf-staf di kantorku, kamu mengerti!" Hana langsung membanting dan menutup pintu ruangannya itu dengan kesal.
" Astaga! galaknya my Hana? bagaimana kalau sampai menikah nanti? seperti apa kisah malam pertamaku nanti? terus apa kabar diriku yang lemah ini." Ray langsung mengusap da danya dengan rasa prihatin saat membayangkan wajah Hana berubah menjadi Singa betina di malam hari.
flashback off
" Hahaha... apa itu yang dinamakan kisah cinta yang romantis dan baru bersemi? itu bahkan lebih condong ke cerita bertemakan penindasan Ndan!" Rekan Ray malah tertawa ngakak saat baru saja mendengar sepenggal kisah dari Ray dan Hana.
__ADS_1
" Haish... aku belum selesai bercerita, setelah my Hana kembali dari meeting keduanya, itu baru kisah romantisku yang sesungguhnya!" Jawab Ray sambil menepuk bahu rekannya yang malah terlihat mengejeknya.
" Owh yaa? kalau begitu lanjut dong Ndan, seru nih kayaknya!" Rekan Ray kembali duduk didepan Ray, bahkan sampai memutar kursinya agar lebih jelas saat mendengar kisah percintaan sang komandan.
" Lapor Ndan, target sudah terlihat, saatnya kita bergerak." Rekan Ray yang bertugas mengintai target berlari mendekat kearahnya.
" Haiyaaah... belum juga selesai mendongeng, ternyata harus bermain dulu." Rekan Ray yang menjadi pihak pendengar langsung menghela nafasnya perlahan.
" Okey, semua siap? kita langsung menuju ke sasaran, dan untuk kamu, kita lanjut nanti kalau setelah ini kita masih diberikan umur yang panjang." Ucap Ray yang selalu mengucapkan kata-kata terpahit sebelum berperang, agar mereka selalu bisa waspada.
" Astaga Ndan, kenapa terdengar menakutkan sekali, eem... apa tidak bisa kita lanjut bercerita sambil bertempur?" Jawab Rekan Ray yang seolah tidak rela cerita romansa cinta nyata itu berakhir ditengah jalan.
" Kamu pikir musuh kita main-main? dan satu yang perlu kamu ingat, sebagai seorang prajurit, setelah kita maju ke medan perang, hanya akan ada dua kemungkinan, berhasil atau gugur di medan perang." Jawab Ray yang langsung segera berkemas.
" SIAP NDAN!" Jawab rekan Ray dengan mantap.
" Segera siapkan senjata kalian!" Teriak Ray yang langsung memberikan perintah.
" SIAP KOMANDAN!" Jawab mereka dengan mantap.
" Tapi kalau nanti ada kesempatan, bolehlah kita lanjut bercerita sambil memburu target!" Bisik Ray ditelinga rekannya sambil tersenyum.
" Asiap Ndan!" Dua jempol langsung terarah kepadanya sambil melangkahkan kaki mereka dengan semangat yang membara.
Raymond memang tidak keberatan, membagi berita bahagia ini kepada rekannya, kalau perlu ke seluruh dunia sekalipun, bahwa kini gadis incarannya telah menjadi kekasihnya setelah penantian panjangnya.
..."Kita dibentuk dan terbentuk oleh apa yang disebut dengan cinta." ...
..."Jangan pernah menyia-nyiakan kepercayaan yang sudah kau dapatkan, jika kau tidak ingin merasakan apa yang dinamakan kehilangan."...
Yang nunggu moment mereka jadian, sabar ya? kita perang dulu okey?
Bunga sekebon dan satu ember kopinya, tetep ditunggu bestie☺
__ADS_1