
...Happy Reading...
Kemesraan merekapun masih berlanjut, disaat Mala sedang menyiapkan sarapan yang terkesan berat dengan lemak yang dibantu dengan asisten rumah tangganya. Sedangkan yang lainnya masih sibuk membersihkan diri masing-masing.
Dan Hesti yang selalu menjadi pejuang gigih pun tidak mau patah arang, dia sengaja kong kalingkong dengan Adelia untuk meminjamkan mobilnya kepada Dimas agar Arka pun ikut mengantarnya pulang.
" Kak, temenin aku mandi." Ucap Ray yang langsung bangkit dari duduknya.
" Heh? masak aku sih Ray?" Hana langsung menolaknya.
" Kenapa emangnya?"
" Ya nggak boleh lah, masak aku nemenin kamu mandi!"
" Yang nggak boleh itu yang kayak tadi malam, kalau cuma nemenin aku mandi itu malah berpahala, kakak bantuin orang sakit ini namanya." Jawab Ray sambil menaikkan satu sudut bibirnya.
" Aku malu Ray, biar aku suruh aunty Mala saja ya?" Hana langsung ingin beranjak dari sana.
" Kakak bisa malu juga? trus tadi malam kemana itu semua?" Ledek Ray yang memang sengaja melakukan itu.
" Ray... kamu--"
" Buruan anterin aku ke kamar mandi, aku masih bisa mandi sendiri, nggak akan aku suruh kakak mandiin aku kan tadi, dasar kakak itu yang pikirannya mesvm!" Ray langsung tersenyum dengan liciknya.
" Aish... dasar ini bocah, selalu saja bisa membuatku mati gaya karenanya." Hana akhirnya menggandeng Ray menuju ke kamar mandi.
" Aku sebenarnya iri sama kakak." Ucap Ray sambil berjalan.
" Iri kenapa?" Tanya Hana sambil menatap wajah tampan kekasihnya walau baru bangun tidur.
" Kakak bisa melihat seluruh tubuhku sekarang, tapi aku sama sekali tidak bisa, rugi banget kan aku jadinya, menang banyak kakak bisa melihat tubuh kerenku ini?" Ucapan Ray kembali membuat wajah Hana memerah, dia pun tidak menyangka bisa sejauh itu.
" Diem kamu, cepet mandi sana." Hana langsung mendudukkan Ray di kursi mandi yang sudah setiap harinya dia gunakan untuk mandi sendiri.
" Yakin nih, nggak mau lihat aku mandi? ntar nyesel loh?" Ray kembali tersenyum yang membuat Hana semakin kesal karenanya.
Plak!
Hana langsung memukul keris Brajamusti milik Ray yang masih lemah tidak berdaya dibawah sana.
Tuing!
" Astaga! kakak ini kejam sekali!" Ray langsung mendekap burung perkututnya dengan wajah yang sudah memerah.
" Rasain kamu! berani-beraninya meledekku! buruan mandi sana, kalau sudah selesai cepat panggil aku diluar." Hana langsung menutup pintu kamar mandi itu dengan keras.
Astaga... aku memang sudah gila, kenapa tanganku selalu refleks kearah sana!
Apa aku harus pergi ruqyah dulu kali ya? jangan-jangan ada setan yang sedang mengikutiku sekarang?
Gila.. gila.. gila.. kamu memang sudah tidak waras Hana!
Hana kembali berdiri didepan pintu kamar mandi menunggu Ray selesai, setelah dia berganti pakaian dengan meminjam kaos milik Ray dan celana training milik Ray, Hana tidak masalah menggunakan pakaian seperti itu, karena dulu dia juga sering meminjam baju milik Ganesh.
" Kak, aku sudah selesai." Teriak Ray dari dalam kamar mandi.
" Okey." Jawab Hana yang langsung membuka pintunya.
__ADS_1
" Pakaikan bajuku!" Ucap Ray dengan santainya.
" Ya sudah sini, aku juga sudah menyiapkan bajumu, pakai dulu celana dal@mmu itu." Hana menyerahkan satu celana kearah Ray walau dengan dua jarinya, seolah dia tidak tega memegangnya dengan benar.
" Pakaikan lah!" Pinta Ray.
" Hah?"
" Buruan kak, nanti mommy sama kak Adelia curiga kita kelamaan didalam kamar!" Ucap Ray yang sengaja bertingkah manja, padahal biasanya dia memakai sendiri celana dal@mnya.
" Jadi selama ini, siapa yang sering memakaikannya?" Hana seolah tidak terima dengan keadaan ini, berarti aset masa depannya sudah dilihat selain dirinya, pikirnya.
" Emang dari kecil aku bisa memakai sendiri benda itu? mommy juga yang memakaikannya kan?" Ray selalu punya alasan yang terdengar logis.
" Iya juga ya, tapi seharusnya kamu belajar memakainya sendiri Ray, kamu sudah dewasa sekarang!" Mau tidak mau Hana langsung berjongkok didepan kekasihnya.
" Hehe... awas, jangan di terkam lagi loh!" Umpat Ray yang tidak perduli dengan ocehan Hana.
Ini cobaan Hana, tahan... jangan sampai melihat kearah benda itu!
" Apaan sih Ray, buruan pakai, kaki kanan dulu!" Umpat Hana sambil memalingkan wajahnya sendiri, takut kalau setan kembali menggod@nya.
" Jangan ngeces tau kak!" Ledek Ray yang bahkan tidak merasa bersalah sama sekali.
" Aku hitung sampai tiga, kalau tidak aku keluarkan jurus taekwondo ku yang terbaru ini nanti!" Ancam Hana yang kesal karenanya.
" Hehe... dasar kakak mesvm!" Umpat Ray sambil terkekeh geli sendiri, rasa malunya hilang sudah didepan Hana, saat dia mengingat malam fanas itu.
" Kalian sudah selesai?" Tanya Mala saat melihat Hana sudah menggandeng tangan Ray menuju ruang makan.
" Hana... kamu pakai baju Ray?" Tanya Adelia yang memang hafal dengan semua baju Ray, karena dia juga sering membantu menyiapkannya.
" Hehe... iya, aku lupa nggak bawa baju ganti." Jawab Hana sambil tersenyum canggung.
" Kenapa nggak pakai saja bajuku, banyak dibelakang yang habis di cuci kan?" Ucap Adelia yang tidak merasa curiga sama sekali.
" Nggak usah, ini juga tidak masalah kok Del."
" Dia memang lebih suka pakai baju cowok, dulu juga bajuku sering Hana curi!" Jawab Ganesh ikut menimpali obrolan mereka.
" Pinjem kak, bukan nyuri!" Hana langsung melotot kearah Ganesh.
" Emang kamu balikin?" Tanya Ganesh sambil tersenyum mengingatnya.
" Yaelah... cuma kaos oblong doang kak, gitu aja perhitungan kakak sama aku ya." Gerutu Hana sambil melirik wajah Ganesh.
" Cih... kalau aku perhitungan juga, pasti sudah membengkak tagihan kartu kreditmu!" Umpat Ganesh sambil terkekeh.
Grep!
Ray langsung memelvk pinggang Hana disampingnya, seolah dia tidak rela jika Hana terus berbicara dengan Ganesh dihadapannya.
" Kakak, aku haus." Ucap Ray sambil mengeratkan pelvkannya.
" Mau aku ambilin minum apa?" Jawab Adelia dengan sigap.
" Aku mau kak Hana yang mengambilkannya." Ucap Ray dengan cepat.
__ADS_1
" Ceileeehhh... sudah jadian kalian? kapan jadiannya?" Ledek Adelia yang langsung tersenyum miring.
" Woaah... jangan-jangan tadi malam ya?" Ganesh langsung ikut penasaran jadinya.
" Sudah lama kami jadian, bahkan sebelum aku sakit!" Jawab Ray dengan bangganya.
" Benarkah? berarti kalian sudah pacaran? waah... 'Madang Geden' kita? pantesan kamu suruh mommy masak banyak tadi ya?" Mala yang mendengarnya pun ikut bahagia sekali, apalagi pacar putranya adalah Hana, anak dari sahabat karibnya sendiri.
" Kok kamu mau sih sama adekku yang tengil ini Han, dia kan nyebelin banget?" Ledek Adelia yang sebenarnya juga bersyukur, dia tahu betul bagaimana perasaan Ray kepada Hana selama ini.
" KAK! awas kamu ya!" Teriak Ray dengan kesal.
" Nggak boleh kayak gitu sama kakak kamu!" Ganesh langsung tidak terima istrinya di bentak oleh adeknya sendiri.
" Weeerkkk!" Adelia langsung menjulurkan lidahnya walau Ray tidak bisa melihatnya.
" Sudah-sudah, kalian makan gih, sudah siap semua, Hana kamu bantuin Ray makan ya, kamu kan sudah resmi jadi pacarnya, selamat ya nak, mommy seneng sekali?" Ucap Mala yang langsung sumringah.
" Hehe.. iya aunty." Jawab Hana malu-malu.
" Mommy panggil daddy dulu, sekalian mau beresin kamar Ray." Ucap Mala yang langsung berlalu dari sana.
" Kak aku mau bebek panggangnya." Ucap Ray yang ikut tersenyum bahagia.
" Ini sudah aku ambilkan." Hana menaruh satu potong bebek ke piring Ray.
" Suapin dong kakak sayang, aku mana bisa makan sendiri?" Ucap ray dengan manja.
" Huuuuu... dasar kang modus!" Ucap Adelia dan Ganesh kompak bersamaan.
" Iri bilang bos!" Jawab Ray tidak mau kalah.
Hana pun hanya tersenyum melihat perdebatan mereka, dia sangat bersyukur akhirnya bisa akrab kembali dengan mereka semua dan bisa makan satu meja bersama.
" Raaaaay!" Teriak Mala dari dalam kamar Ray yang tidak jauh dari sana, karena Ray pindah di kamar tamu agar tidak naik tangga.
" Kenapa mom, ada apa?" Mereka semua langsung menoleh kearah Mala.
" Kamu tidak apa-apa kan nak? apa ada yang terluka? dimana yang sakit Ray?" Mala langsung berlari dan mengecek tubuh Ray yang langsung tersentak karena kaget.
" Nggak ada yang sakit kok mah." Jawab Ray yang terlihat kebingungan dengan sikap mommynya.
" Beneran? masak sih, tidak terjadi apa-apa denganmu?" Mala terlihat memikirkan sesuatu.
" Iya beneran mom, emang kenapa sih?" Ray jadi bertanya-tanya sendiri.
" Tapi mommy tadi lihat ada bercak dar@h di seprai kamu?" Jawab Mala dengan ragu.
Dyaaaaarrrrr!
Mala yang sedang membereskan kamar Ray dibuat terkejut karena melihat warna merah di sprei putih milik putranya kesayangannya.
Bagaimana ekspresi wajah Hana? ada yang tahu?
..."Dalam kehidupan keluarga, cinta adalah minyak yang meredakan gesekan, perekat yang mengikat makin erat, dan musik yang menghadirkan harmoni." ...
..."Tidak peduli seperti apa kehidupan keluarga, yang terpenting selalu dipenuhi dengan cinta."...
__ADS_1
Dan satu lagi yang penting, jangan lupa hadiahnya bestie😁