
...Happy Reading...
Siang ini Adelia mengemasi sedikit pakaian dan juga perlengkapan dirinya, untuk dibawa pergi bulan madu keliling Eropa.
Sesuai yang telah dijanjikan kemarin, Mark telah menyiapkan tour tiga hari tiga malam ditempat-tempat romantis yang ada di negara itu.
" Sayang.. sudah siap belum?" Baru saja membuka pintu kamarnya, Ganesh sudah langsung berteriak dengan semangat dan meloncat kesamping istrinya.
" Belum kak, memang tiketnya berangkat jam berapa?" Adelia langsung mempercepat menata bajunya didalam koper.
" Hmm... kalau kamu sudah siap kita langsung berangkat yank." Ganesh langsung memeluk istrinya dari belakang, aroma tubuh yang serasa menenangkan itu kembali tercivm olehnya.
" Kalau aku belum siap memangnya pesawat itu mau nunggu?" Tanya Adelia dengan tatapan heran, siapa dia pikirnya?
" Ya jelas dong, kita kan pake jet pribadi punya daddy." Ucap Ganesh dengan mantap.
" Heh? emang iya?" Adelia seolah lupa kalau suaminya termasuk generasi anak Sultan.
" Yaiyalah.. kata daddy pesawat jet itu, sudah dipakai bulan madu secara turun temurun, dari daddy sama mommy, uncle Mark sama aunty Shanum trus mommy sama daddy mertua dan yang terakhir katanya saudara kamu yang kembar itu." Jawab Ganesh panjang lebar sambil mengecvp bahu dan juga tengkuk Adelia dengan gemas.
" Okey... okey... kalau begitu kakak minggir dulu sana, aku geli kak, gimana mau cepet kalau kakak begitu!" Adelia langsung mendorong tubuh suaminya.
" Kamu ngusir suamimu sendiri?" Ganesh merasa tidak terima, sudah lama dia tidak manja-manjaan dengan Adelia.
" Bukan ngusir kak, cuma mau beresin koper ini, kalau kakak nempel terus gitu, aku susah geraknya." Adelia jadi serba salah saat suaminya sudah merengek seperti itu.
" Kamu jijik ya sama aku?" Ganesh seolah menjadi pria paling tersakiti.
" Bukan begitu kak, astaga... mikirnya kok sampai kesitu sih?" Adelia jadi merasa tidak enak hati.
" Kalau begitu minta kiss." Ganesh menatap wajah Adelia dengan tatapan serius.
" Ya ampun kak, minta kek gitu kok lihatnya kayak orang lagi nagih hutang sih, serem banget tauk!" Adelia bahkan menggeser dan menjauh dari tempat duduk suaminya.
" Emang iya, kamu punya hutang banyak sama aku!"
" Apaan? nggak ada ya." Adelia menanggapinya dengan serius.
__ADS_1
" Kamu punya hutang membahagiakan aku seumur hidup kamu." Ganesh langsung menghantukkan kepalanya ke kepala Adelia.
" Hehe... iya, tapi jangan begini dong kak." Bahkan jantungnya kembali berdetak kencang hari ini, sudah lama sekali dia tidak berdekatan dengan pria seperti ini.
" Adelia cepetan, minta gitu doang lama banget sih!" Pinta Ganesh yang sudah tidak sabaran.
Apaan sih kakak ini, kalau mau kiss ya tinggal samber aja lagi, sudah sah ini, ngapain mesti ngomong, aku kan malah jadi gemeteran kalau permisi dulu kayak gini.
" Ehermm... ya sudah, merem dulu." Adelia terlihat mengatur nafasnya, sudah lama dia tidak tempur bi bir seperti ini, bahkan dia lupa cara menikmatinya.
" Ckk... ngapain sih pakai merem segala, ya sudah aku sambil tiduran saja deh, biar kamu enak nyivmnya." Ganesh langsung merebahkan tubuhnya disamping Adelia, mereka membereskan baju diatas ranjang mewah milik Adelia.
" Hehe.." Dengan ragu Adelia mulai menundukkan kepalanya sedikit demi sedikit, walau detak jantungnya mungkin terdengar ditelinga Ganesh namun dia tetap ingin melakukan juga, karena tidak mau membuat suaminya salah sangka.
Deru nafas Ganesh mulai Adelia rasakan, bahkan jarak diantara mereka tinggal satu jengkal lagi, Adelia pun lalu ikut memejamkan kedua matanya, padahal empat tahun lalu, dia sudah terbiasa melakukannya dengan Ganesh, namun saat ini seolah dia memulai lembaran baru lagi.
" Sayang buruan." Ganesh sudah tidak sabar lagi, bi birnya mungkin sudah terasa gatal sekarang.
" I.. i.. iya kak, diem dulu ihh." Adelia langsung memonyongkan bi birnya.
" Sosor nih multivitamin!" Tiba-tiba Mala datang dengan membawa satu kresek multivitamin dan meletakkan didepan bi bir Adelia.
" Makanya kalau mau sosor-sosoran itu jangan pada merem semua, jadi nggak lihat kan ada orang dibelakang, lagian kamu jadi cowok nggak aktif banget sih? pasrah begitu saja? begitu kok bisa jadi play boy, suka posisi dibawah kamu Nesh?" Bukan Mala kalau ngomongnya nggak langsung nyablak dan to the point tanpa rem, karena memang sudah blong sejak lahir.
Belum juga nyicip, malunya sudah sampai keubun-ubun!
" Hehe... bukan begitu aunty, eeh.. mommim mertua." Ganesh jadi malu sendiri, padahal tadi dia cuma bermaksud ngerjain istrinya duluan.
" Haiiisshh... lemah.. lemah, like father like son!" Mala langsung keluar kamar mereka, sambil bergidik ngeri sendiri.
" Mommy itu ngomong apa sih? nggak ngerti deh aku." Adelia menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
" Gara-gara kamu kelamaan sih, sini biar aku saja yang memulainya!" Ganesh langsung mendorong tubuh Adelia dan menindihnya.
" Kakak, pelan-pelan ihh!" Bahkan kancing baju Adelia paling atas langsung copot karena Ganesh langsung menariknya dengan semangat membara, seolah jiwa playboynya sudah diinjak-injak oleh mommy mertuanya.
" Wooiiiiii... jangan lakukan sekarang! suamiku belum pulang, kalau mommy kepengen kalian mau tanggung jawab apa!" Teriak Mala dari luar kamar, ternyata dia belum pergi jauh dari sana.
__ADS_1
" Astaga... begini banget sih nasip gue, arrrgghhh bisa stres gue kalau terus-terusan kayak gini!" Ganesh langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Adelia sambil mengusap wajahnya dengan kasar karena prustasi, ada saja halangan dihidupnya untuk mencapai kata ahh.
Waduh... nggak lucu kalau istrinya seorang psikologi trus suaminya adalah calon pasiennya sendiri, jangan sampai deh kak Ganesh stres karena tidak terpenuhi keinginannya.
" Maaf ya kak?" Jiwa psikologinya langsung terbangun saat mendengar kata stres.
" Bodo amat!" Ganesh bahkan langsung melengos tanpa mau memandang wajah istrinya.
" Aku sudah siap ini, kita berangkat sekarang ya?" Adelia merasa kasihan melihat tampang suaminya sekarang.
" Awas saja kamu kalau kayak gitu lagi."
" Kayak gitu kenapa sih?"
" Kalau suami minta itu langsung Satt.. Sett sayang, nggak pakai nanti apalagi pakai LAMA, mengerti istriku?"
" Iya suamiku." Jawab Adelia dengan patuh.
" Hehe... gitu dong, kan enak dengernya, sini aku peluk!" Ganesh langsung merengkuh tubuh istrinya dan membawanya kedalam pelukan, andai Adelia menjadi penurut seperti itu sejak dulu, mungkin mereka tidak akan terpisahkan.
" Dulu saat aku pergi ke luar negri, kamu sudah pernah punya cowok lagi nggak yank?" Ucapan Ganesh kembali melembut, dia ingin mengkorek kembali masa-masa dimana dia tidak ada disamping Adelia.
" Ckk... kenapa emangnya? kakak mau ngejek aku? mau besar kepala begitu karena punya banyak cewek? apa se membanggakan itu punya pacar banyak, hah!" Entah mengapa perasaan Adelia menjadi sangat sensitif sekarang kalau sudah menyangkut tentang pacar, dalam bayangannya seolah ada barisan wanita-wanita seksih yang bergelayut manja ditubuh suaminya.
" Astaga sayang, bukan begitu maksud aku loh?" Ganesh bahkan terkejut sendiri, dia tidak menyangka jika pertanyaannya membuat istrinya marah.
" Beresin sendiri kopernya, aku mau mandi!" Adelia langsung bangkit setelah mendorong tubuh suaminya.
" Aaarggghhhh! salah lagi.. salah lagi, kenapa jadi seorang lelaki harus selalu salah!" Umpat Ganesh lemas.
" Sayang... aku temenin mandi yaa!" Teriak Ganesh kembali.
" Diam disitu, atau kita gagal bulan madu!" Adelia sudah pandai mengancam sekarang.
" Mommim.. anakmu teraniaya sekarang!" Umpat Ganesh lemah tak berdaya.
Akhirnya Ganesh hanya bisa pasrah saja, dia kembali menarik kopernya dan memasukkan barang yang masih tersisa, tidak ada keberanian memaksakan kehendak seperti saat dengan cinta-cinta sesaatnya, karena kali ini dia sudah berkomitment untuk selalu setia hanya dengan satu pasangan hidup yang sah untuknya.
__ADS_1
... "Cinta itu bukan hanya perasaan senang ketika bersamanya. Cinta juga adalah komitmen untuk tetap bersamanya, ketika perasaan senang itu hilang."...
To be continue...