
...Happy Reading...
Kemampuan Raymond dan teamnya memang sudah tidak diragukan lagi, hanya dengan waktu kurang lebih dari satu jam saja, para penjahat itu sudah tertangkap, walau banyak juga korban yang tertembak disana, karena mencoba untuk melawan petugas.
" Akhirnya... walau harus bermandikan darah orang-orang jahat itu, selesai juga misi kita Ndan!" Ken langsung terduduk dilantai setelah kembali melayangkan tembakan terakhirnya.
Energi mereka cukup banyak terkuras, butuh skil dan daya tahan tubuh yang lebih jika mendapatkan bagian di Reserse Kriminal, itu mengapa setiap hari mereka diwajibkan untuk olahraga atau fitnes walau hanya sebentar, tapi selain kuat bonusnya pun selalu sehat, ditambah lagi dengan otot yang semakin mengencang dan membuat para wanita sering menelan ludah saat melihat badan mereka.
" Tapi big boss mereka yang ada di foto kemarin tidak ada Ken, kabur kemana dia!" Ray sudah memeriksa satu demi satu penjahat yang tertangkap disana,namun dia tidak melihat salah satu pentolan geng mafia disana.
" Mungkin sudah pensiun kali Ndan!" Jawab Ken sambil membuka penutup kepalanya dan langsung mengibaskan rambutnya yang sudah basah karena bermandikan keringat.
" Apa sekarang kamu sedang stres Ken? karena terlalu lelah dan kecapekan berperang?" Ray langsung menaikkan satu sudut bibirnya mendengar celotehan rekannya yang sepertinya tidak masuk akal, dia pun ikut menyandarkan punggungnya yang serasa mau bengkok.
Walau memang tidak mustahil jika banyak preman yang pensiun dari dunia kelamnya, namun tidak untuk mafia yang satu ini, karena belum lama ini Ray masih melihat track record nya.
" Gedung ini sudah kita kepung Ndan, mereka tidak akan ada yang bisa lolos dari sini." Seperti biasa Ken langsung menelentangkan tubuhnya dilantai untuk sekedar melemaskan otot.
" Atau mungkin ada salah satu dari mereka yang terlewatkan?" Ray menoleh kanan dan kiri untuk kembali menyelidik.
" Maksud anda?" Ken langsung bergegas bangun kembali memakai pengaman kepalanya dan kembali bersiaga.
" Ken!" Bisik Ray perlahan.
" Iya Ndan?" Suara bisikan dari komandannya bahkan membuat bulu kuduknya ikut berdiri.
" Keluarkan seluruh mayat dan para pelaku yang masih tersisa, sekarang juga, cepat!" Terkadang perintah Ray memang selalu membuat anak buahnya terkejut.
" Siap Ndan!" Namun dalam posisi apapun, mereka sudah dilatih untuk selalu siap dan sigap dalam segala kondisi dan tempat.
" Waktu kalian sepuluh menit dari sekarang, Go.. go.. go!" Ray langsung menarik dua tangan penjahat yang sudah tidak bernyawa dan menyeretnya bak karung masuk kedalam lift dan mengeluarkan dari gedung tua itu.
Sedangkan Ken juga melakukan hal yang sama, dan memberitahukan kepada semua pasukan untuk membawa seluruh pelaku keluar dari ruangan.
" Huh.. hah.. Maaf ndan, untuk apa kita mengeluarkan mereka semua? energiku habis terbuang, tubuh mereka bahkan lebih berat dariku." Tanya Ken yang terlihat ngos-ngosan setelah menyelesaikan perintah dari komandannya.
" Mundur sepuluh langkah! tutup telinga kalian!" Teriak Ray yang membuat Ken dan beberapa petugas yang masih didepan gedung itu berlari bahkan lebih dari sepuluh langkah dan menutup telinganya.
BOOOOOOOOOOOOOOOOMMM!
Ray ternyata melemparkan sebuah bom, untuk menghancurkan seluruh isi beserta gedung tua itu.
" Astaga, kapan Anda membawa bapaknya petasan itu kemari Ndan!" Ken langsung menutup telinganya sambil tiarap ditempat.
" Biar seru, kayak di film-film Laga gitu kan?" Ucap Ray sambil menatap api yang terlihat menjulang tinggi ke angkasa.
" Woaaahhh? are you seriosly Ndan?" Ken langsung kembali melongo dibuatnya.
" Haish... benar kata orang, kelamaan jomblo memang bisa mempengaruhi jiwa seseorang!" Ledek Ray yang langsung menatap jengah Ken.
__ADS_1
" Maksud anda apa Ndan?" Ken selalu saja kena tipu oleh komandannya, karena jawabannya tidak pakai mikir, seolah benar apa yang dia ucapkan, dan ekspresinya pun seperti sungguhan.
" Kamu pikir aku hanya main-main menggunakan alat tempur negara kita? aishh... aku mengantisipasi jika ada ruangan tersembunyi didalam sana, untuk para komplotan itu berlindung didalamnya, jadi aku sengaja memusnahkan semuanya sekalian." Akhirnya Ray menjawab jujur daripada Ken tidak berhenti bertanya.
" Owh.. iya juga ya Ndan? kenapa aku tidak kepikiran tadi." Ken hanya bisa tersenyum.
" Entah apa yang ada didalam pikiranmu itu, cewek aja nggak punya! atau jangan-jangan kamu mikirin cewek tetanggamu ya, jadi ruwet isi dalam pikiranmu itu!"
" Astaga... komandan yang terhormat! kata ibukku wajahku ini tampan mempesona, ngapain juga mikirin pacar orang, kayak nggak ada yang single aja! bahkan janda seksih ditempatku masih banyak tauk!"
" Ckk.. sakbahagiamu lah Ken karena dia ibukmu, yang pasti aku sudah lega karena menghancurkan tempat ini, setidaknya jika ada salah satu dari mereka yang terlewatkan dan bersembunyi di tempat yang tidak kita temukan, mereka ikut lenyap dan terbakar dengan gedung ini."
" Siap Ndan, ide anda memang selalu istimewa!" Jawab Ken sambil mengacungkan dua jempolnya ke arah Ray.
Semua pasukan pun ikut lega dan tersenyum melihat api itu melahap habis gedung beserta isinya.
Setelah mengirim kembali beberapa penjahat yang berasal dari negara tercinta, untuk dimintai bukti dan untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatan mereka, Ray dan teamnya menyerahkan para komplotan geng mafia lainnya ke pihak yang berwajib yang berasal dari Negara setempat, beserta barang bukti kuat lainnya yang memberatkan mereka, sebelum mereka melakukan aksi Sergap pun Ray sudah meminta izin terlebih dahulu.
" Apa kita langsung kembali terbang ke negara kita Ndan?" Tanya Ken, saat mereka sedang menikmati kopi di loby hotel setelah membersihkan tubuh mereka dari lumuran darah kotor para geng mafia kelas kakap itu.
" Haruskah kita pergi jalan-jalan dulu?" Ucap Ray sambil menyeruput kopi dengan nikmatnya.
" Kemana?" Ken langsung terlihat bersemangat.
" Ke destinasi wisata bulan madu misalnya, disini banyak tempat-tempat wisata yang indah dan romantis?" Ucap Ray yang terlihat serius.
" Woaaahh... ide yang bagus itu, setidaknya kita bisa refresing setelah berperang." Ken langsung mengambil ponselnya untuk browsing tempat-tempat wisata yang terkenal di Eropa.
" Astaga! dia yang ngajak, dia juga yang marah?" Ken langsung ikut bangkit berdiri menyusulnya.
Awas saja, aku kerjain kamu Ndan!
" Bebyyyy... wait me, please?" Kendrick tiba-tiba langsung pura-pura ngondek didepan ramainya orang disana dan bergelayut manja dilengan Ray.
" Kyaaaaaa! apa-apaan kamu, lepas nggak!" Ray langsung mengibaskan tangan Ken dengan gelinya.
" Why did you riject my heart Beby? it's very so hurt Beby?" Ucap Ken yang berhasil membuat banyak pasang mata menoleh kearah mereka berdua.
" Aissshhh... jangan gila kamu! dilihatin banyak orang tahu! nanti kita dikira G ay beneran lagi!" Ray langsung mempercepat langkahnya sambil menoleh kanan dan kiri.
Bodo amat, kenal mereka juga kagak! lagian juga besok kita udah pulang ke negara tercinta, emang cuma anda saja yang bisa ngerjain gw Ndan, eiittss sory... aku juga bisa, haha...
" Aaaaaaaaa... I can't live without you Beby! don't go please!" Ken tidak memperdulikan kanan kiri, dia bahkan semakin menggila.
" Diam disitu, atau aku sumpahin kamu beneran jadi pria jadi-jadian!" Ingin sekali rasanya Ray mengutuk rekan gilanya yang satu ini, kalau jahil dia memang tidak pernah tanggung-tanggung, bahkan sampai bulu kuduk Ray meremang semua melihat tingkah Ken.
" Bodo amat, kalau sampai aku beneran jadi pria setengah kopling gara-gara anda, sampai ke lubang semutpun anda akan saya kejar, hehe!"
" Kamu gila ya?" Umpat Ray seperti orang ketakutan, bahkan tingkah Ken lebih menakutkan daripada geng mafia tadi menurutnya.
__ADS_1
" Haaauurrrmmmm!" Ken bahkan menggerakkan kedua tangannya bagai macam tutul yang hendak menerkam mangsanya.
" Hentikan Ken!" Teriak Ray yang melotot kesal.
Bercanda dan bersenda gurau dalam dunia mereka memang sangat diperlukan, untuk mengusir rasa jenuh dan sekedar menghilangkan penat dengan setiap musuh yang mereka hadapi.
" Emang mau ngapain? coba saja kalau berani?" Ray mulai menantangnya.
" Why not? aku akan meminta pertanggung jawaban dari abang, owh... abang, ayo nikahin aku bang!" Teriak Ken yang seolah tidak merasa malu, padahal orang yang berlalu lalang disekitarnya menahan tawa karenanya, walau tidak sepenuhnya mereka paham apa yang dia bicarakan namun tingkah Ken memang terlihat lucu.
Walau badannya kekar tapi ternyata dia pandai menirukan suara waria yang syahdu, bahkan gayapun terlihat sangat lihai, mungkin karena dia sering membantu petugas Satpol PP dalam menjalankan tugasnya di gang-gang gelap ujung komplek, jadi dia terbiasa mendengarnya dan faseh dalam melafazkannya.
" Aissshhh... dasar Ken sialan, bikin malu saja dia!" Ray langsung berlari secepat kilat, sambil menutupi sebagian wajahnya dengan kedua tangannya.
" Pfffttthhh!" Ken sungguh tidak takut apalagi segan dengannya, karena memang mereka sering seperti itu.
" Awas kamu Ken, pembalasan akan lebih kejam dari pembunuhan!"
Sedangkan Ray langsung ngacir duluan meninggalkan Ken yang masih tertawa cekikikan disana, sambil mengumpat dirinya sepanjang perjalanan, dia memilih kembali ke kamar hotelnya karena tidak ingin dicap sebagai G ay nantinya.
" Bahahahahaha... Beby i love you, love you, love you tomatt!" Ken terkekeh geli sendiri, bahkan dia menyanyikan lagu girlband yang sudah tenggelam popularitasnya itu.
Setelah puas menjahili komandannya dia berhenti sambil memegangi perutnya yang kram karena tidak berhenti tertawa sedari tadi.
Braaak!
Tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang.
" Aissshh... watch out, right!" Teriak Ken.
Ken bahkan sampai terjerembab ke lantai karena tertabrak oleh seseorang yang berpakaian serba hitam dan menggunakan masker juga topi hitam.
" Mi dispiace! ( aku minta maaf )" Ucapnya sambil membungkukkan badan, dia menggunakan bahasa Italia.
Wuidiiihh... cewek rupanya? kenapa disaat orang berlomba-lomba berpenampilan terbuka disini, dia malah seperti preman pasar?
" Ngomong apaan sih mbak? apa wajahku seperti orang bule? wah... pesona wajah tampanku memang tidak terkalahkan." Seperti biasa tingkat kepercayaan dirinya langsung meningkat disaat dekat dengan seorang wanita.
" Ciiihh... Bulepotan!" Wanita itu kembali berlari dan meninggalkan Ken yang langsung melongo saat mendengar umpatan perempuan itu.
" Woah... ternyata dia paham bahasaku? tapi dia tadi seperti faseh menggunakan bahasa sini?"
" Aaaaaaaaaa... kenapa aku tidak minta nomor ponselnya tadi, siapa tahu kan jodoh, kenapa aku selalu tidak sigap dalam menangkap seorang gadis!"
" Waduuuh... jangan-jangan ini gara-gara sumpah serapahnya Komandan lagi, aaarggghh.. sial.. sial!"
Ken hanya bisa terbengong menatap lorong yang sudah kosong, karena gadis itu berlari bak Atlet Lari Maraton profesional, hilang dalam sekejab mata. Dan akhirnya dia hanya bisa berjalan melenggang kembali ke kamar hotelnya menemui Ray.
..."Setiap perjuangan hidup yang anda lakukan telah membentuk diri anda saat ini."...
__ADS_1
... "Tegas akan diri sendiri, buang pikiran negatif, dan lakukan yang baik. Kegelisahan hanya milik mereka yang putus asa."...
Jangan lupa relakan VOTE kalian yang hanya tinggal satu ekor itu🤭