TIKZ [Berpindah Ke Zaman Keemasan]

TIKZ [Berpindah Ke Zaman Keemasan]
092 - BINTANG DI LANGIT YANG CERAH


__ADS_3

Cahaya kemerahan menerpa tubuh Idaline, dia memandang hutan luas yang hijau dari atas tebing.


"Padahal langit keraton masih sama," ucap Idaline pada pria di sampingnya.


Bila ingin memandang bintang, bisa saja pria ini melihat di dalam keraton


"Ida?!"


Idaline tersenyum pada Indra yang duduk di pinggir tebing, ia pun mengambil duduk di sebelahnya.


"Hati-hati. Jangan duduk di sini," tegur Indra tidak berkaca pada dirinya sendiri yang duduk di ujung tebing sampai-sampai bila dilihat seperti hendak terjun ke bawah.


"Kita pernah ke sini sekali ya?" Idaline menerawang masa lalu saat Indra masih seorang Yuwamentri dan sering berkunjung ke kedatonnya.


Lalu Idaline mengusulkan hal yang gila yaitu pergi ke hutan kulon ini, hutan terlarang bagi mereka yang lemah.


Waktu itu Idaline sama sekali tidak memiliki kekuatan, dia malah penasaran dengan hutan yang hampir tidak pernah dikunjungi kaum wanita.


Sepanjang pengetahuan Idaline, wanita dianggap memiliki hati yang lemah dan menjadi sebuah larangan bagi wanita untuk memasuki hutan ini.


Idaline dan Indra tidak tertangkap karena Idaline telah memperhitungkan jadwal para pengawal.


Namun Indra tidak lagi mau diajak ke sana sebab keadaan hutan yang sunyi waktu itu lebih menyeramkan dibandingkan hadirnya sesosok monster besar menakutkan.


Sebab di dalam kesunyian kadang tersimpan sebuah petaka yang besar.


"Iya, dulu," jawab Indra. "Dan tidak ada yang berubah."


Dia menerawang lautan pohon yang sama dengan bertahun-tahun lalu.


Tidak ada bangunan baru di hutan kulon.


Itu sangat melegakan.


Sebab di ibu kota makin banyak bangunan baru yang dibangun mantan-mantan keluarga kerajaan kecil yang datang dan mencari keberuntungan di ibu kota Bhumi Maja, entah harta ataupun mengincar kedudukan.


"Katakan. Kalau aku yang sekarang adalah sebuah kepalsuan, apa kamu akan tetap menyukaiku?" tanya Idaline atau lebih tepatnya Udelia.


Dia tahu pria-pria ini hanya menyukai dirinya ketika menjadi Idaline.


Idaline adalah perempuan yang sangat cantik, maka wajar saja para penguasa menyukainya.


Namun Udelia adalah sesosok perempuan biasa yang bahkan memiliki banyak bekas luka di kaki dan tangannya akibat kulitnya yang sensitif.


Pria-pria yang selalu melihat kulit putih mulus Idaline mungkin akan merasa jijik melihat kulit milik Udelia!


"Kamu sangat sadar dan mengajak orang kembali. Tapi mengapa menghancurkan yang mesti berjalan? Kamu itu bukan pasangan penguasa di sini!"


Idaline menengok ke arah kirinya berusaha mencari bisikan yang terdengar jelas di telinganya.


Suara itu bukan suara Utih dan sangat tidak mungkin suara Fusena. Pria itu sedang kecewa padanya dan pasti butuh waktu minimal sebulan agar amarahnya reda.


Lagi pula kedua makhluk beda jenis ini tidak akan iseng pada Idaline.


Keduanya adalah orang yang kaku, sama seperti Idaline.

__ADS_1


"Sebelumnya kamu minta aku mendekati wanita lain," tutur Indra pada Idaline yang berpaling wajahnya. Dia tahu perempuan ini hanya mencari alasan agar bisa lepas dari Indra.


Tapi Indra akan memegang teguh janjinya dan berusaha menepati janji itu bagaimanapun caranya.


"Aku bertanya, bagaimana jika aku adalah kebalikan diriku yang sekarang? Bagaimana kalau aku tidak cantik? Bagaimana kalau aku tidak cerdas? Bagaimana kalau aku adalah seorang penakut?"


"Kamu sangat mengenal dirimu sendiri, kamu terjebak di sini tidak sesuai keinginan sendiri, sudah lama waktu berjalan dan kamu tetap di sini. Ditambah kamu mengandung? Bahkan bersama orang yang mulai kau bukakan hati pun tak bisa. Kembalilah. Satu-satunya hal yang harus kamu lakukan."


"Aku juga ingin kembali," harap Idaline dalam hatinya.


"Lalu kenapa masih di sini? Kamu sangat muda untuk mengandung. Kamu memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia, untuk apa berjuang demi orang lain hanya karena dia seorang teman? Kamu tidak tahu kematian ibunya, bukan salahmu, sudah menjadi takdir kalau kamu tidak tahu. Untuk apa melelahkan diri?"


Kemudian Idaline tersentak menyadari bisikan ini mengetahui isi hatinya.


Tidak ada hal seperti ini meski ilmu sihir dan kanuragan dikuasai banyak orang!


Hati adalah hal yang paling rahasia, tidak akan ada yang tahu kecuali sang manusia dan Sang Pencipta.


Jadi Idaline menyimpulkan hal ini dilakukan oleh para penganut sihir hitam atau dilakukan oleh seseorang yang menguasai ilmu terlarang.


BOOM.


Indra yang sedang berpikir serius terkejut pada lubang besar akibat serangan Idaline.


Dia berdiri dan mencari musuh yang telah berani menyerang Idaline.


"Kembalilah, jangan pedulikan lagi yang tidak harus kau pikirkan."


"DIAMLAH!" pekik Idaline, matanya menyala mencari-cari sumber suara. Dia menatap tajam satu persatu semak belukar di atas tebing.


"Kamu sadar kan? Maharaja tidak mungkin melakukan itu.."


"..pada sahabatmu. Keluarganya bukan keluarga sembarangan."


"Tidak ada," sahut Idaline setelah memperhatikan sekitar. Dia tidak mau Indra tahu karena pria itu sangat royal pada majikannya.


Jadi Indra pasti memberi tahu Mahapatih dan semuanya akan semakin runyam.


Idaline bisa dihukum oleh Hayan karena telah mengelabui Hayan agar bisa menyelinap pergi ke sini.


Dan Indra juga bisa terseret dalam hal ini.


Bisa saja Indra dihukum mati.


Idaline tidak mau ada seseorang mati karenanya.


"Atau kamu nyatanya ingin berada di posisi sekarang? Dengan tetap di sana kamu masih mendekat pada pria lain. Maharaja sangat buta atau kamu yang terlalu pandai? Kembalilah, orang tuamu sedang menunggu."


"Muncullah jika berani!" tantang Idaline. Hatinya tersinggung sebab merasa semua ucapan itu benar.


Idaline tidak bisa membantah ucapan ini.


Sangat mungkin jauh di dalam lubuk hati Idaline, dia ingin berdiri bersama Hayan yang begitu buta padanya agar di saat bersamaan dia bisa bersama pria lain.


Tapi Idaline menolaknya!

__ADS_1


Idaline tidak mau berpikiran rendah.


Pikiran ini tidak ada di dalam otaknya.


Dia bersama Hayan hanya karena ingin melindungi Widya!


Hayan bisa memusnahkan keluarga Widya karena dia sangat berkuasa.


Apalagi kekuasaan Hayan terus bertambah besar.


"Apa kamu tidak merindukan orang-orang yang menyayangimu? Di Pr–"


"Ida, jangan didengarkan." Indra menutup telinga Idaline.


Wanita itu memejamkan matanya kembali menyadarkan diri.


"Benar, yang harus kulakukan adalah fokus memikirkan hal-hal positif. Jangan dengarkan bisikan itu. Bisikan itu tidak tahu apa-apa tentangnya."


Tak lama kemudian Idaline membuka matanya dan bisikan-bisikan di telinganya telah hilang.


"Itu adalah pengacau pikiran di hutan ini. Kekuatannya diperketat setelah maharani hamil," jelas Indra menjauhkan tangannya.


"Terima kasih, Indra." Idaline memegang telinganya yang memanas akibat kekuatan Indra.


Pria ini padahal sedang menyegel kekuatannya tapi masih saja memikirkan dirinya dan membantunya menenangkan pikiran.


"Tidak perlu sungkan, Ida."


"Apakah kamu mau memaafkanku?" tanya Idaline memegang tangan Indra dan melepas segel yang dibuat pria itu lalu mengobati tangan Indra yang terluka karena memaksa keluar kekuatannya sendiri.


"Aku yang tidak sadar diri, berharap pada khayalan palsu.." Indra berharap ada sebuah keajaiban dan dia bisa bersama dengan Idaline.


Tapi apa itu mungkin?


"Bukan khayalan palsu, tapi aku yang palsu. Mungkin suatu saat ketika kita bisa berjumpa lagi, aku adalah orang yang sangat berbeda."


"Ingin melihat bintang bersama?" tawar Indra melemparkan senyuman. Sudah cukup membahas ikatan di antara mereka.


Indra tidak mau kelepasan dan menculik Idaline saat ini juga selagi perempuan ini tidak ada yang melindungi.


"Tentu." Idaline balas tersenyum.


Idaline dan Indra menghabiskan malam menatap bintang di langit yang cerah, Indra menceritakan kehidupannya selama di medan perang dan Idaline menjadi pendengar yang baik.


Sama seperti masa enam tahun silam.


••• BERSAMBUNG •••


© Al-Fa4 | 15 November 2021


Jadwal updatenya kalo ga pagi sore ya.


Jangan lupa like, komen, dan vote agar author semangat!


Terima kasih semuanyaaa

__ADS_1


Sehat selalu ..


Love, Al-Fa 4


__ADS_2